Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Lagi lagi Danu



Hari ini, aku kembali di temani Andre dan Lucy untuk menghabiskan waktu di Apartemen. Andre dan Lucy kini terlihat semakin dekat dan terlihat seperti memiiki hubungan lain selain pertemanan. Apapun status hubungan mereka, aku berharap agar mereka akan terus bahagia dan tidak ada lagi masalah yang akan menerpa kami semua. Yang lalu aku sudah biarkan berlalu, dan untuk kehidupan selanjutnya aku berharap untuk terus berbahagia seperti ini.


“Apa yang akan kita lakukan hari ini?” Tanya ku yang sudah mulai bosan berdiam diri di Apartemen.


Aku tidur di atas sofa dan melihat langit-langit apartemen, memikirkan apa yang ingin aku lakukan hari ini.


“Apa saja asal jangan keluar Apartemen” ucap Lucy yang sedang duduk di kursi pantry membuat ku melirik nya dengan dingin.


“Kamu dengar kan apa yang di katakan Aditya tadi pagi? Jangan sampai kamu pergi keluar apartemen, dan kamu tidak boleh makan sembarangan. Jika itu terjadi,aku dan Andre tidak boleh kesini lagi untuk menemani kamu” ucap Lucy mengingat pesan Aditya tadi pagi sebelum dia berangkat kerja dan berpesan seperti itu kepadaku. Atau lebih terdengar seperti kata-kata mengancam Andre dan Lucy yang mendengarkan nya di belakang kami tadi.


“Lalu apa?” Tanya ku yang sudah benar-bena bosan.


Aku menatap Andre yang sedang duduk di samping Lucy dengan buah apel di tangan nya. Dia seperti tidak ikut berfikir apa yang akan di lakukan nya sekarang,dia hanya bersikap tak acuh dan memakan apel nya.


Aku langsung terfikir sesuatu dan bangu dari tidur ku dengan cepat menatap kedua teman ku.


“Gimana kalau kita buat pesta barbequ grill aja” seru ku dengan duduk tegap menatap Lucy dan Andre.


“Memang nya boleh?” Tanya Lucy dengan mengkerutkan kening nya.


“Boleh Lus, asalkan makan nya disini jangan di luar” jawab ku polos.


“Maksud ku makanan nya Dheb. Memang nya kamu boleh makan barbeque gitu?” Tanya Lucy menjelaskan maksud nya.


“Boleh kok. Kemarin aku juga buat barbeque grill sama Aditya” jawab ku membuat Andre menatap ku tajam.


“Kemarin kamu sudah makan-makanan grill dengan Aditya? Dan sekarang kamu mau makan itu lagi?” Tanya nya dengan menatap ku tajam.


Aku tahu Andre pasti akan menolak keinginan ku, aku langsung mendekati Andre dan memasang wajah memelas berjalan menghampirinya.


“Jangan Dheb, kita makan yang lain saja” lanjut nya sambil memasukan buah apel itu kedalam mulut nya.


“Ndree..” panggil ku dengan manja sambil menarik-narik baju nya seperti anak kecil.


“Perut aku cuma mau makan makanan yang seperti itu. Kalau makan makanan yang lain,aku suka mual ndre, aku mau makan daging grill” ucap ku dengan membuat wajah memelas kepadanya.


“Mulai deh” ucap Andre menatap ku dengan kesal dan dia berusaha untuk tak memperdulikan ku.


“Kenapa sih kamu masih harus bersikap seperti ini?” Tanya Andre melihat ku yang selalu mengeluarkan jurus memelas agar dia mau memenuhi keinginan ku.


Dari dulu aku selalu memiliki jurus memelas seperti ini kepada siapapun agar keinginan ku di penuhi. Jurus seperti ini seharusnya berhasil membuat dia kasihan kepadaku.


“Tidak kali ini Dhebi” ucap Andre seolah jurusku kali ini tidak mempan.


“Ndreee” manja ku dengan terus membuat wajah bersedih kepadanya.


“Dhebi, nanti perut mu kenapa-napa, kalau kemarin kamu sudah makan seperti itu,lebih baik sekarang kamu makan makanan yang sehat dulu” kesal Andre yang sudah tampak seperti Aditya.


“Betul. Ngidam” ucap ku menatap Andre penuh dengan kemenangan.


Andre masih menatap ku dengan tajam.


“Kamu mau anak ku nanti ngiler karena paman nya tidak memberikan apa yang dia mau?” Ancam ku kepada Andre sambil mengelus perut ku.


Andre tampak menggelengkan kepala dengan kesal.


“Oke” akhirnya dia menyerah.


“Kita akan memenuhi keinginan keponakan ku”


Aku dan Lucy bersorak kegirangan.


“Aku dan Lucy akan berbelanja dan kamu diam disini tidak boleh kemana mana”


“Oke. Aku akan menyiapkan peralatan grill nya”


“Tidak!” Jawab Andre melarang ku.


“Kamu tidak boleh mengangkat barang berat ataupun mengangkat grill an. Kamu siapkan saja sayuran yang ada di dalam lemari es kamu. Ok?”


Aku mengangkat halis ku dan menatap nya dengan lemas.


“Oke uncle Andre”


“Aku pergi dulu, yuk Lus” ucap Andre sambil menggandeng tangan Lucy dengan begitu erat nya.


Lucy tersenyum kepadaku sebelum dia oergi keluar apartemen.


Aku jadi semakin bahagia melihat kedekatan mereka. Dan aku pun semakin curiga dengan hubungan mereka sekarang, namun aku tidak mau menanyakan nya sebelum mereka sendiri yang bercerita kepadaku tentang bagaimana hubunugan mereka sekarang. Aku tidak ingin mencampuri mereka terlalu jah, biarlah mereka sendiri yang memutuskan akan agaimana kehidupan mereka selanjutnya.


Aku segera menyiapkan sayuran yang ada di dalam lemari es dan mencuci nya kembali. Lalu aku mengeluarkan saus barbeque yang kemarin sudah aku pakai dengan Aditya. Namun ketika ku melihat saus teriyaki, di dalam nya sudah sangat kosong karena kemarin aku memakai saus teriyaki begitu banyak, sebab rasanya begitu enak.


Aku coba menghubungi Andre untuk meminta dia membelikan saus teriyaki namun ketika telepon nya tersambung,aku mendengar ada suara handphone berdering di atas sofa ruang tamu ku. Andre meninggalkan handphone nya di apartemen ku. Dan aku coba menghubungi Lucy, tetapi nomor nya tidak dapat di hubungi. Dan aku ingat tadi Lucy sempat berkata handphoone nya belum di charge dan dia tidak membawa charger, sementara charger handphone nya berbeda dengan ku dan Andre.


Aku memutuskan untuk pergi ke supermarket sendiri. Mungkin tidak akan ada salah nya jika aku pergi sendiri ke supermarket yang jarak nya begitu dekat di belakang apartemen,dan hanya membeli satu belanjaan saja, itu tidak akan membuat aku kelelahan atau pun pingsan di jalan.


Aku pergi ke bawah apartemen dan melewati loby belakang untuk sampai ke supermarket, namun belum sempat keluar apartemen seseorang dengan cepat menarik tangan ku dari arah belakang dan membuat ku menabrak tubuh nya.


“Danu” panggil ku melihat siapa yang sudah menarik lengan ku dengan lancang.


Danu berdiri dengan begitu tegap dan memegang satu lengan ku,dia memakai baju berlengan pendek dan rambut panjang nya sudah mulai di ikat lagi. Wajah nya begitu dekat dengan ku sampai membuat ku terkejut dan terpatung sejenak.