
Kelas ku selesai. Dan aku segera menghampiri Aditya yang sudah menunggu ku di parkiran kampus.
“Hay” sapa ku dengan manis ketika masuk ke dalam mobil nya.
“Hay” sahut nya dengan manis menatap ku.
“Mau makan apa?” Tanya ku mengingat Aditya bilang jika dia mau makan sore dengan ku.
“Aku mau makan masakan kamu” jawab nya dengan terus menatap ku.
Aku mengkerutkan kening ku.
“Kamu mau kepiting?” Tebak ku melihat dia yang seperti merindukan kepiting ku.
Dia menganggukan kepala nya dengan terus menatap ku manis.
“Baiklah,kita belanja” ujar ku memenuhi keinginan nya.
Dan kita langsung menuju supermarket di Apartemen Aditya dan langsung berbelanja bahan makanan untuk kita makan besar sore ini. Aditya meminta ku berbelanja begitu banyak karena dia ingin makan sore ini begitu spesial entah karena apa. Namun aku mengikuti keinginan nya dan tidak banyak bertanya apa-apa lagi.
Kita selesai berbelanja dan Aditya membawakan semua kantung belanja itu ke dalam Apartemen nya.
“Ada yang menunggu kita di dalam” ujar Aditya membuat ku bingung.
“Siapa?” Tanya ku ketika kita sampai di depan pintu Apartemen nya.
Aditya hanya tersenyum menjawab ku.
Dengan tidak sabar aku membuka pintu dengan cepat dan melihat siapa seseorang yang telah menunggu kami.
Pria itu langsung berdiri begitu mendengar suara pintu terbuka. Dia memakai kemeja panjang berwarna biru dan celana katun hitam,dia juga tampak rapih dengan sepatu kulit nya yang berwarna hitam.
“Hay” sapa pria itu begitu melihat ku.
“Andre!” Sahut ku dengan begitu terkejut.
Aku menatap Aditya yang tersenyum bahagia melihat Andre berdiri di sana. Aku berjalan mendekati nya.
“Kenapa kamu kesini?” Tanya ku dengan bahagia.
Karena sudah lama sekali aku tamidak bertemu dengan nya. Ketika terakhir kali pertemuan keluarga di rumah Nenek Aditya dengan suasana menegangkan, sekarang kita bertemu disini dengan sambutan hangat dari Aditya.
“Aku merindukan kalian” ucap nya dengan tersenyum begitu bahagia.
“Dan aku juga akan pamit untuk pergi ke Malaysia malam ini” lanjut nya membuat ku mengkerutkan kening ku.
“Ke Malaysia? Untuk apa?” Tanya ku.
“Aku ada promosi novel ku disana,novel baru ku di rilis di Malaysia” ucap nya membuat ku terkejut
“Kamu?” Ucap ku dengan begitu sulit berbicara karena tak percaya dengan apa yang aku dengar ini.
“Iya Dhebi,kamu benar. Aku harus nya memilih jalan hidup ku sendiri,dengan begitu aku akan mendapatakan kebahagiaan ku. Dan aku harus berusaha untuk meyakinkan keluarga ku tentang itu,dan kini aku akan membuktikan nya” ucap Andre begitu membuat ku bangga.
Aku langsung memeluk nya dengan begitu bahagia.
“Aku ikut bahagia Ndre, aku tahu kamu bisa melakukan nya”
“Ya aku pasti bisa. Dan jangan lama-lama memeluk ku,aku tidak mau membuat Aditya kembali menghajar ku” ucap Andre menyindir Aditya yang tengah memperhatikan ku dan Andre di belakang ku.
Namun sepertinya Aditya sudah tidak lagi merasa cemburu kepada Andre,karena dia tahu aku sudah membantu saudara nya ini untuk membuka fikiran nya.
Lalu aku melepaskan pelukan ku dan terus menatap nya dengan bangga.
“Dan sekarang aku mau mencicipi masakan kamu lagi sebelum aku pergi,aku mau kamu masak dengan enak” pinta nya dengan membayangkan masakan ku.
“Jadi bukan hanya aku yang pernah kamu buatkan makanan?” Ledek Aditya di belakang ku dengan raut wajah yang di buat seolah dia kesal.
“Sorry Di. Gue juga pernah mencicipi masakan nya” sahut Andre dengan wajah yang begitu bangga.
Aku hanya menggelengkan kepala ku melihat tingkah mereka berdua. Aku memang pernah membuat makanan untuk Andre ketika di Apartemen ku waktu itu. Tapi tidak pernah membuat kan nya kepiting seperti apa yang di inginkan Aditya. Dan aku senang karena Andre sudah mau menerima hubungan ku dan Aditya,dia tidak lagi memaksakan perasaan ku untuk nya.
Aku segera masak di bantu oleh Andre dan Aditya. Andre tampak mengganti kemeja nya dan memakai kaus berwarna hijau untuk membantu ku memasak. Dan Aditya seperti biasa dia membantu ku untuk memotong sayur. Begitu seru nya acara memasak kami sore itu dengan dia balut dengan kebahagiaan dan kehangatan.
Makanan sudah siap di hidangkan di atas meja.
“Baru kali ini gue liat lo makan kepiting” ujar Andre melihat Aditya memakan kepiting di hadapan nya.
“Ya ini semua karena Dhebi” jawab Aditya dengan melihat ku.
“Dan dia tidak mau makan kepiting jika bukan aku yang memasak nya” jawab ku mengingat tentang Lucy yang pernah membuatkan Aditya kepiting dan Aditya enggan untuk memakan nya.
“Dia memang terlalu banyak membawa perubahan kan Dit?” Ujar Andre dengan terus menatap ku.
“Kehidupan gue juga”
Aku mengkerutkan kening ku memperhatikan mereka berdua yang terus menatap ku bersamaan. Mereka membuat ku menjadi canggung di bicarakan seperti itu di hadapan ku.
“Karena itu lo harus bisa membahagiakan nya” pinta Andre dengan bersungguh sungguh.
“Pasti gue akan melakukan nya” jawab Aditya dengan terus menatap ku begitu dalam.
“Hello” sahut ku melambaikan tangan ke arah mereka berdua.
“Tidak bisa kalian membicarakan ini di belakang ku? Kalian membuat ku malu” ucap ku dengan kesal.
Lalu Andre dan Aditya tertawa melihat tingkah lucu ku.
“Cepat habiskan makanan nya,jangan sampai ada yang tersisa!” ancam ku kepada mereka berdua.
“Apa dia masih galak seperti ini?” Tanya Andre kepada Aditya dengan menyindir ku. Karena dulu aku sering kali memarahi Andre.
“Ya setiap hari” jawab Aditya dengan raut wajah kesal.
Andre berdecak kasihan menatap Aditya sambil menggelengkan kepala nya.
“Bisa gini ya Dhebi merubah singa liar menjadi kucing rumah” ledek Andre membuat Aditya tertawa.
Aku hanya memasang wajah cemberut melihat mereka masih membicarakan ku.
Tidak lama suara handphone Aditya berdering di meja ruang tengah. Aku langsung mengambilkan handphone nya. Dan melihat siapa yang sudah menelepon Aditya.
“Siapa?” Tanya Aditya.
“Papa” jawab ku melihat nama di layar ponsel nya.
“Cuci dulu tangan kamu” pinta ku melihat tangan nya yang kotor karena kuah kepiting.
Dia mencuci tangan nya dan langsung mengambil handphone nya.
“Iya Pa” sapa Aditya.
“Oh iya” jawab Aditya
“Baik”
“Sekarang aku ambil” jawab nya dengan langsung bangun dari duduk nya dan mengambil jaket di kamar nya.
“Ndre boleh gue titip Dhebi sebentar. Gue mau ke Hotel Raffles bertemu dengan kerabat Papa gue disana” ujar Aditya.
“Oke” jawab Andre.
“Aku tinggal sebentar ya” pinta Aditya menatap ku.
Aku menganggukan kepala ku,lalu dia dengan tergesa-gesa membuka pintu.
“Jangan ngebut Di” pinta ku.
“Iya” jawab nya lalu pergi.
Aku dan Andre kembali menyantap makanan kami.
“Aku senang melihat kamu bahagia seperti ini” ucap Andre menatap ku bangga.
Aku tersenyum manis kepada nya.
“Iya aku juga bahagia sekarang Aditya bisa lebih mengontrol emosi nya,tidak seperti dulu” ucap ku mengingat dulu Aditya selalu bersikap posesif dan tidak bisa mengontrol emosi nya.
“Itu karena tidak ada lagi yang membuat dia marah Dheb” ucap Andre dengan tersenyum.
Aku diam tersentak dengan ucapan Andre. Karena dia benar,sekarang sudah tidak ada lagi yang membuat dia marah akhirnya Aditya terlihat begitu tenang. Bagaimana kalau nanti dia akan tahu tentang Danu?
“Ndre” panggil ku dan membuat Andre menatap ku.
“Sekarang kita berteman kan?” Tanya ku dengan raut wajah yang mulai gelisah.
“Tentu saja,bukan kah itu yang kamu minta selama ini?” Jawab nya dengan manis.
“Ada yang mau aku bicarakan,tapi aku mau kamu merahasiakan ini” pinta ku dengan bersungguh-sungguh.
“Tentang apa?” Tanya nya yang bisa melihat ketakutan ku.
“Danu” jawab ku membuat dia mengkerutkan kening dengan bingung.