Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Terbalut emosi



Keesokan nya kami kembali ke Resort kami sebelumnya. Saat tengah berjalan menuju Resort aku melihat Cateline mengejar Aditya dan langsung menggandeng tangan Aditya di hadapan ku. Aditya terkejut dan melirik ku kebelakang yang sedang berjalan tepat di belakang nya. Aku mendelikan mataku dan melewati mereka berdua.


“Dit nanti malem jadikan ke club” tanya Catelin di belakang ku yang masih saja terdengar oleh ku.


“Ayolah ini malam terakhir kita disini,kita harus coba club disini kan? Yang lain udah setuju loh” Catelin terdengar membujuknya dengan manja.


Aku berusaha tidak melirik nya kebelakang, dan tiba tiba seseorang berdiri di depan ku membuatku terkejut.


“Deb, malem ini kamu sama temen temen kamu ikut kan?” Tanya Glenn.


“Hey mas” sapaku kikuk.


“ikut kemana ?”


“Club malam” ujarnya sambil tersenyum.


Aku mengambil kesempatan ini untuk membalas Aditya di belakangku.


Aku lingkarkan tangan ku di lengan Glenn dengan hati-hati dan perlahan.


“Aku sama teman temen aku ikut kok mas” Ucapku manis kepadanya.


Glenn terlihat bingung dengan perubahan sikap ku, aku menyeretnya pergi dari sana membirkan Aditya dan Catelin memperhatikan ku.


Setelah menjauh dari semua orang aku melirik ke belakang memastikan Aditya sudah tak terlihat lagi lalu aku melepaskan gandengan ku.


“Kamu kenapa ?” Tanya Glenn akhirnya.


“Ngga mas, ngga kenapa napa emang kenapa ?”


“Kok kamu malah tanya balik sih” ujar nya sambil tertawa.


“Iya aku emang ga kenapa kenapa kok mas, ya udah aku masuk hotel dulu ya, bye mas”


Aku yakin Glenn masih bingung dengan sikap ku yang aneh. Dia pun pasti mengira aku memiliki rasa terhadap nya. Tak apa, aku membiarkan prasangka nya seperti itu,agar Aditya tahu jika aku memang masih dekat dengan Glenn.


Malam pun tiba, teman teman ku sudah siap berdandan di kamarku. Begitu heboh nya mereka sangat senang akan di ajak ke tempat hiburan malam di Sumba. Tempatnya nya berada di pesisir pantai, club malam yang terbuka, lengkap dengan acara bbq disana.


“Gue seneng banget deh bisa clubing sama artis artis terkenal” seru Caca.


“Ih ga sabar gue pengen pergi,cepetan dong Syen lo lelet banget sih” kesal Sisil pada Sienna yang masih saja merias wajahnya.


Pakaian mereka begitu seksi dan tampak cantik dengan riasan wajah yang tidak terlalu mencolok namun tampak mempesona,dan tentu saja mereka yang mempermaku merubahku menjadi seorang wanita seutuhnya. Dengan dandanan yang cantik, dan pakaian yang begitu seksi.


Kami berempat pergi menggunakan mobil yang sudah di sediakan Mas Dias khusus untuk emngantarkan kami. Sementara yang lain sudah berada disana lebih dulu.


Begitu masuk ke tempat hiburan malam itu, kita di suguhkan dengan suara musik yang begitu riuh dan di campur dengan suara orang orang berteriak seru di dalam sana.


Kami melewati orang orang yang tengah menari di lantai dansa. Aku melihat sosok Aditya yang sedang duduk di meja bar tenders dengan Catelin di lahunan nya ,dia dan teman teman nya yang lain sedang berkumpul dan tertawa bahagia disana. Aku begitu kesal melihat Catelin begitu mesra dengan Aditya. Kenapa bisa aku begitu kesal melihat mereka seperti itu.


“Hey deb,kamu cantik banget” sapa Glenn tiba-tiba muncul dan langsung memegang pinggangku.


“Hay mas,makasih” ucap ku tersipu malu.


“Yuk kita gabung sama yang lain” Glenn masih memegang pinggangku dan membawaku ke meja bar.


Aditya terkejut melihat kehadiran ku ,dia memperhatikan ku dari bawah kaki sampai kepalaku. Dia kesal,aku bisa rasakan itu.


“Hey deb, pesen minum aja nanti ya kalo haus boleh apa aja” sapa Mas Dias dengan sebuah gelas minuman di tangan nya.


“Oke mas thank you” ucap ku sambil tersenyum.


“Deb kita di sana ya” ucap Caca menunjukan salah satu meja bundar. Aku menganggukan kepalaku.


“Mas aku ke toilet sebentar ya” pintaku kepada Glenn.


“Oiya ada disana” dia menunjukan toilet di ujung ruangan dan aku segera pergi ke toilet


Aku terkejut ketika melihat sosok Aditya di depan toilet. Dia bersandar di tembok dengan tatapan begitu tajam saat melihat ku.


“Apa sih di,lepasin”


“Nyaman banget pake baju kaya gini?”


Ujarnya dengan nada kesal.


“Loh kenapa? Baju aku kurang terbuka ya?” Ledek ku sambil memperhatikan bajuku


“Kamu ga pantes pake pakaian begini”


“Terus menurut kamu, cuma Catelin aja yang pantes memperlihatkan kemulusan badan nya?” ujarku yang sudah muak mendengar dia terus mengomentari pakaian ku.


“Buat apa sih kamu kesini” dia masih saja menyebalkan.


“Terserah aku dong,ini kan tempat umum aku juga berhak buat datang kesini tanpa izin dari siapapun”


Lalu aku pergi meninggalkannya. Aditya terus saja membuat ku kesal dengan sikap nya yang egois.


“Deb kamu kenapa?” Tanya Glenn saat melihat ku keluar dari toilet dengan wajah yang sudah kusut.


“Ngga mas gak apa apa”


Tiba-tiba Glenn memegang kedua pinggang ku, membuatku terpatung.


“Kita ke tengah ya”


Aku melirik Aditya yang sudah kembali bersama Catelin. Dia melihat ku dengan kesal.


Aku membiarkan Glenn menggiringku, dia mengajaku untuk menari mengikuti alunan lagu.


Aku masih mencuri pandang ke arah Catelin dan Aditya yang masih duduk di meja bartender. Catelin melingkarkan tangan di leher Aditya, dan merekatkan tubuhnya ketubuh Aditya. Aditya terus meneguk minuman alkohol yang ada di samping nya.


Akupun tidak ingin kalah dengan nya, aku menari membelakangi Glnn dan merekatkan tubuhku dengan nya. Glenn pasti bingung kenapa aku bisa se agresif ini kepadanya,namun dia sama sekali tidak terlihat keberatand engan apa yang sudah aku lakukan.


Aditya terlihat risih, dan terus meneguk alkoholnya dengan wajah yang begitu kesal, dia cemburu, aku tahu itu.


Aku menari begitu powerfull diantara teman teman ku, kami bahagia bersama dan tertawa bersama,aku terus berjoged bersama Glenn yang sepertinya sudah gemas ingin memeluk ku namun tidak ada keberanian. Aku bisa melihat wajah nafsunya itu.


“Deb aku bawa dulu minum ya” ucapnya di telingaku sedikit berteriak


“Iyaa” jawabku dengan berteriak juga.


Dia menghampiri meja bar tenders dan terlihat berbincang dengan Aditya yang sudah terlihat mabuk.


Semua orang berhenti menari dan terlihat berlari mengerumuni sesuatu di dekat meja bartenders.


“Ada apa?” Tanyaku. Teman temanku mengangkat bahunya menandakan mereka pun tidak tahu.


Dan akhirnya aku melihat beberapa orang seperti sedang memisahkan perkelahian di meja sana.


“Aditya!” Begitu terkejut nya aku melihat dia meronta ronta berusaha melepaskan diri dari orang orang yang menahan nya.


“Masalah lo apa!” teriak Glenn terdengar begitu emosi. Glenn pun terlihat di pegang oleh Andhika untuk tidak terbawa emosi.


“Lo emang Brengsek!” teriak Aditya sambil terlihat mabuk.


Glenn menyeka luka di bagian bibir nya dengan nafas yang begitu berat.


“Glenn berantem sama Aditya ya” tanya Caca membuatku panik terus berdiri di tempatku.


“Kita pulang” ucapku merasa takut. Caca dan yang lain hanya melempar pandang, tanpa berfikir panjang aku pergi meninggalkan tempat malam itu dan di ikuti semua teman teman ku.


Aku masuk kedalam kamar ku dan duduk di samping tempat tidurku, memikirkan hal yang baru saja terjadi. Aku berfikir,apa Aditya berkelahi karenaku? Apa sebegitunya dia tidak suka melihat ku dengan Kevin ?


Aku menggelengkan kepalaku, bingung dengan semua hal yang berkecamuk dalam fikiran ku. Kenapa aku harus ada dalam posisi seperti ini.


Aku segera pergi mandi dan mengganti pakaian ku. Berharap semua fikiran ku akan hilang setelah terbilas air.