Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Semua sudah jelas



Sienna mempersilahkan Aditya masuk kedalam rumah nya sebelum ada orang-orang yang melihat Aditya di luar sana.


“Kamu ngapain harus ke kampus sih?”


Sienna datang memberikan minuman ke atas meja lalu dia ikut duduk di samping ku.


“Aku cari kamu di Apartemen tapi ga ada yang buka pintu,lalu aku cari teman-teman kamu di kampus dan mereka kasih tau aku kalo kamu disini?”


“Kamu ke Apartemen?”


Mataku membulat mendengar dia masih saja pergi kesana. Padahal Apartemen ku sedang di buru oleh netizen.


“Di kamu gila ya, kamu kan lagi di sorot semua media kamu ngapain masih ke Apartemen aku?” Kesal ku.


“Aku udah bilang aku cari kamu disana” dia malah terlihat lebih kesal dariku.


Aku berdecak kesal.


“Sini handphone kamu”


dia mengeluarkan handphone nya di saku celana dan menyodorkan nya kepadaku.


Aku merebut dengan kasar handphone itu dari tangan nya. Dan menulis kan no ku di handphone nya.


Ya no handphone ku yang baru tidak dimiliki Aditya,dan no Sienna pun sudah aku blockir dari hp Sienna karena dulu semenjak berpisah aku sama sekali tidak ingin kembali berurusan dengan nya.


“Lain kali coba buat ga gengsi untuk minta no aku” ucap ku dengan ketus sambil memberikan kembali handphone nya.


“Aku ga perlu itu, aku bisa cari kamu dimana pun” dia masih saja bersikap keras kepala.


Aku melihat Sienna menahan senyum nya melihat tingkah Aditya yang di anggap nya lucu.


“Jangan pernah nyari aku kaya gini lagi yang bisa bikin kita nambah masalah!” Pinta ku dengan tegas.


“Dheb lo ga akan bilang masalah kemarin?”


Bisik Sienna di telingaku. Aku langsung menyikut lengan Sienna agar dia diam tidak membicarakan hal yang akan membuat Aditya emosi.


Namun bisikan nya masih bisa terdengar oleh Aditya.


“Masalah apa?” Tanya Aditya.


“Bukan apa-apa” ucap ku dengan tenang.


Namun Aditya melihat raut wajah ku yang mencurigakan.


“Sienna, ada apa?” Tanya nya melirik Sienna. Namun Sienna malah menatap ku meminta pertolongan apa yang harus di katakan nya.


“Cerita aja Syen, ada masalah apa?” Ucap Aditya yang tahu jika Sienna takut untuk menceritakan nya.


Wajah Sienna tampak ragu. Namun aku sudah tidak bisa lagi membungkam mulutnya. Aditya sudah terlihat begitu penasaran, dan aku yakin dia tidak akan berhenti bertanya ada apa sampai Sienna membuka mulutnya.


“Kemarin kita nongkrong di Cavetarian,terus..” Sienna menatap ku dulu sebelum melanjutkan ceritanya.


“Dhebi liat Jimmy sama Lucy ketemuan di Cavetarian mereka masuk ke kamar hotel,terus Dhebi ngikutin mereka”


Sienna berbicara dengan terus menatap ku dengan takut. Aku terus menalingkan wajahku tak bisa berbuat apapun.


“Lalu?” Tanya Aditya dengan tak sabar mendengarkan kelanjutan ceritanya.


“ kata Dhebi mereka ngomongin ..”


“Ngomongin apa?”


Sienna melirik ku. Aku menutup wajah ku tidak siap melihat reaksi Aditya yang pasti akan marah mendengar kejadian itu.


“Mereka ngomongin masalah kalian yang lagi viral, ternyata ini semua udah di rencanain sama Lucy sama Jimmy” ucap Sienna secara perlahan karena takut melihat ku yang begitu cemas.


Aditya melihat ku dengan tajam. Dia dam tak berkata apapun,namun aku tahu dia sudah begitu marah karena aku berusaha menutupi semua yang aku tau.


“Ikut aku” dia menarik tangan ku dengan cepat.


Aku sudah tahu semua nya akan seperti ini. Aditya akan mencari Jimmy dan Lucy,dia tidak akan membiarkan Jimmy dan Lucy terus membuat masalah dengan nya. Aku menatap Sienna yang hanya duduk di kursi nya tak bisa berbuat apapun, aku memicingkan mata ku kepadanya seolah berkata* ‘awas lo!’ *Dan Sienna menatap ku seolah dia berkata ‘maafin gue’


Aditya membawaku masuk kedalam mobil nya. Emosi nya sudah begitu menggebu gebu,aku sudah tak bisa menghentikan nya jika sudah seperti ini,karena percuma dia tidak akan mendengarkan ku.


Dia melajukan mobil nya ke Cavetarian, dia memarkikan nya di depan Cafe. Dan terus menarik ku masuk kedalam hotel itu. Seperti nya Aditya tahu hotel itu karena dia tahu letak lift lain yang ada di Cafe sana.


Kita masuk ke dalam lift dan dia menekan tombol 4 untuk tujuan kami.


Aku tertegun melihat dia tahu kemana kita akan pergi sebelum aku memberitahu nya.


“Dari mana kamu tahu kemarin aku liat Jimmy sama Lucy di lantai 4?”


“Cavetarian ini milik Lucy, Lucy punya kamar pribadi di lantai 4”


Aku menatap nya dengan curiga.


“Ga usah fikir macem-macem aku kesini hanya sekali itu pun dengan banyak orang” ujar nya yang begitu tau arti dari tatapan ku.


Pintu lift terbuka dan Aditya menarik ku mencari kamar Lucy melewati lorong-lorong. Aditya melambatkan langkah nya begitu melihat salah satu pintu kamar sedikit terbuka karena terhalang slot kunci yang berwarna emas.


Aku yakin itu kamar Lucy. Kami berhenti di samping kamar nya dan mendengar Lucy tengah berbicara dengan seorang pria.


“Karena lo,Dhebi hampir di apa-apa in sama Jimmy!” Teriak seorang pria yang begitu ku kenal.


Aku membulatkan mataku ketika menyadari jika itu adalah Andre. Aku dan Aditya terus diam di samping pintu mendengarkan dulu percakapan mereka.


“Seengganya dia udah berhasil kerjain misi nya Ndre, lo liat apa yang di lakuin Jimmy sekarang? Dia berhasil buat Dhebi sembunyi dan takut ketemu Aditya kan?” Jawab Lucy dengan ikut berteriak.


“Siapa bilang? Aditya kemarin samperin Dhebi di Apartemen nya”


Lucy tak terdengar menjawab, sepertinya dia terkejut mendengar itu.


“Yang di lakukan Jimmy malah bikin Aditya khawatir, Aditya jadi malah semakin melindungi Dhebi,lo harusnya fikir dulu!”


“Ga mungkin Aditya masih nyamperin Dhebi,gue udah bayar mahal manager nya untuk itu”


Ucapan Lucy membuat Aditya semakin geram, dia hendak masuk untuk melabrak Lucy namun aku menahan nya. Meminta dia untuk mendengarkan dulu sebentar lagi.


“Lo ga akan pernah buat Aditya lepas dari Dhebi kalo gitu caranya!”


Aku tak percaya,ketika awal pertama kali aku bertemu dengan Andre saat itu,adalah sebagian dari rencana mereka. Pantas saja,kenapa bisa kebetulan aku mengurusi acara Andre saat itu,ternyata Lucy sengaja mengatur semua agar aku bertemu dengan Andre


Berarti Lucy sebenarnya sudah mengetahui aku sejak lama ? Dan selama ini dia sudah berbohong dia bilang tidak tahu wajah ku sebelum nya? Banyak sekali kebohongan mereka ternyata selama ini.


“Ini hampir selesai, kalo aja lo sama Jimmy ga buat masalah Lus!” Teriak Andre.


“Aaaahhhh!!!!!” Teriak Lucy merasa kesal.


“Gue ga mau tahu, lo harus bisa bikin Dhebi jauh dari Aditya” pinta Lucy dengan begitu marahnya.


“Tenang aja, gue bakalan bawa Dhebi pergi dari sini sejauh mungkin dan tinggalin Aditya”


Amarah Aditya sudah tak tertahan kan mendengar apa yang di ucapkan Andre. Dia menerobos masuk membuka pintu dengan kencang membuat Andre dan Lucy terkejut.


“Aditya” Lucy panik melihat dia yang terus berjalan menghampiri Andre.


Lalu Aditya melayangkan pukulan nya tepat ke wajah Andre sampai Andre tersungkur ke meja di belakang nya.


“Lo mau bawa pergi Dhebi?”


Tanya Aditya dengan kembali menarik baju Andre lalu meninju nya lagi.


“Lo mau jauhin gue sama Dhebi?”


Andre berusaha berdiri dari lantai. Aditya menbantu nya dengan mencengkram kerah kemeja Andre.


“Sampai kapan pun gue ga akan pernah biarin Dhebi sama lo”


Andre membalas pukulan Aditya, dan mereka berkelahi saling meninju.


“Aditya stop!” Panik Lucy melihat hotel nya yang sudah berantakan.


Andre sudah tersungkur lemah.


“Aditya!” Teriak Lucy membuat Aditya berhenti dan menatap Lucy dengan tajam.


Lucy berdiri dengan wajah yang panik menatap Aditya. Namun Aditya menatap Lucy penuh dengan kedendaman.


“Kamu kenapa sih Dit? Kenapa kamu sampai begini karena perempuan itu?” Lucy mulai dramatis dengan tangisan yang keluar dari matanya.


“Kamu tau dari dulu aku sayang sama kamu,aku cinta sama kamu, aku rela melakukan apa saja demi kamu” ucap nya dengan penuh penghayatan.


Aku hanya bisa berdiri di luar di balik pintu bersembunyi mendengarkan dialog mereka dengan ekspresi yang begitu cemas dan tak percaya.


Aditya menggelengkan kepalanya.


“Aku udah pernah bilang,aku akan bisa menemani kamu selama mungkin dengan hanya sebagai teman”


Namun Lucy malah menangis semakin menjadi.


“Aku ga mau. Aku ga mau kita hanya sebatas teman, aku mau kita bersama, aku ga bisa liat kamu sama orang lain Dit, aku udah berusaha jadi yang terbaik untuk kamu, bahkan aku sudah membuat kamu sehebat ini sekarang. Aku kira apa yang aku lakukan bisa buat kamu sepenuhnya jatuh cinta sama aku”


“Lus,perasaan aku ga bisa di tukar dengan semua itu. Aku udah menganggap kamu hanya sebagai adik, dan aku tidak pernah bisa memaksaan perasaan aku untuk jatuh cinta sama kamu”


Jawaban Aditya malah membuat Lucy semakin geram.


“Apa yang di miliki Dhebi dit apa?!” Tanya nya dengan berteriak menyinggung namaku yang tanpa di ketahui orang itu ada di luar kamar hotelnyau


“Aku bisa berusaha seperti dirinya,aku rela kamu hanya memandang aku seperti dia, aku rela berkomunikasi dengan dia hanya untuk mencari tau tentang kamu dari dia,aku rela merendahkan diri aku agar kamu bisa mencintai aku seperti kamu mencintai perempuan itu”


Lucy benar-benar marah kepadaku.


“Dia punya sesuatu yang tidak akan pernah kamu miliki” ujar Aditya membuat Lucy kembali diam.


Aditya sudah mulai muak. Dia menatap Andre yang masih terduduk lemas dan kesakitan dengan tatapan penuh kebencian. Lalu dia segera pergi berjalan mendekati pintu dan membuka pintu lebar-lebar membuat aku bisa begitu terlihat oleh semua orang yang ada di dalam kamar hotel Lucy.


Andre melihat ku dan terkejut.


“Dhebi”


dia segera bangun dari duduk nya dan berusaha menghampiri ku dengan banyak nya luka lebam di wajah nya. Wajah Andre penun harap,dia terlihat panik dan sepertinya dia siap menjelaskan semua ini.


Aditya menghalangi Andre dengan tangan nya agar dia tidak berani melangkahkan kaki lebih dekat lagi denganku.


Aku menatap Andre dengan air mata yang mengalir di pipiku.


Aku tidak percaya bahwa Andre yang ku kenal selama ini adalah Andre seorang aktir yang sedang beracting mendalami peran nya demi untuk mempermainkan aku,dan sialnya aku tidak pernah menyadari semua itu. Acting Andre patut di acungi jempol,bahkan seorang Aditya saja bisa kalah dengan acting Andre selama ini.


“Pertemuan kita ternyata sudah di atur?” Tanya ku dengan tak percaya mantap Andre.


“Selama ini kamu berusaha menjauhkan aku dari Aditya?”


“Dheb aku bisa jelasin” ucap nya dengan panik.


“Aku kira kamu beda dari yang lain Ndre”


“Aku memang tulus sayang sama kamu Dheb, semua itu benar, semua yang aku katakan itu ga ada yang bohong. Aku sangat mencintai kamu dari awal kita bertemu,aku ga mau kamu kembali dengan Aditya,aku ga mau kamu pergi dari hidup aku,aku mau kamu dengan aku selanya Dheb. Aku membantu Lucy karena aku mau kamu berpisah dengan Aditya”


Aku menggelengkan kepala ku tak percaya dengan yang dia katakan.


“Kenapa harus seperti ini caranya ndre ? Aku percaya sama kamu,aku benar-benar percaya kalo kamu selalu jujur dengan aku”


“Aku jujur Dheb,please,dengarkan aku,jangan pergi aku mohon”


Aku menangis tak bisa lagi menahan nya.


“Kalian memang jahat” ucap ku dengan lemah.


“Dheb” panggil Andre dengan begitu sediih.


Dia berusaha mendekati ku,Namun Aditya tidak akan membiarkan itu,dia terus menjaga Andre agar menjaga jarak dengan ku.


“Dhebi,please kasih aku kesempatan” ujar Andre begitu takut aku pergi.


“Jangan pernah ganggu aku lagi”


sinis ku dengan penuh ketegasan. Lalu aku pergi dari sana dengan cepat di ikuti dengan Aditya di belakangku,dia memastikan jika Ndre tidak mengejarku.