
“Duduk Lus” pinta Andre setelah dia berdiri dan mempersilahkan Lucy untuk duduk di kursi nya.
Lucy tampak begitu takut untuk berbicara dengan ku. Cara dia untuk duduk pun terlihat sangat ragu dan panik. Aku memalingkan wajah ku dari nya dan menunjukan betapa aku masih menyimpan perasaan kesal kepadanya.
“Dheb. Aku minta maaf untuk kesalahan yang pernah aku perbuat sama kamu dan Aditya” ujar Lucy menatap ku dengan tulus,dan dia memegang kedua tangan ku.
“Aku terlalu terobsesi waktu itu untuk mendapatkan hati Aditya. Aku tahu apa yang aku lakukan benar-benar salah Dheb. Aku sadar aku sudah hampir membuat hubungan kalian hancur,aku sudah kelewatan. Tolong maafkan aku Dheb” ucap Lucy dengan tatapan nya yang begitu tulus dan menyedihkan.
“Kenapa tiba-tiba kamu minta maaf seperti ini sekarang?” Tanya ku dengan sinis. Membuat Lucy terlihat malu dan melepaskan genggaman nya di tangan ku.
“Selama ini aku tidak punya teman Dheb. Aku hanya seorang wanita angkuh yang di dekati orang-orang hanya karena kekayaan yang aku miliki dan mereka memanfaatkan kesepian ku dengan mengaku sebagai teman hanya ketika aku bisa memberi mereka uang dan kesenangan saja,setelah itu mereka pergi dan tidak memperdulikan masalah yang menimpa ku. Aku tidak punya seseorang yang tulus untuk ku jadikan teman selama ini. Seperti teman yang bisa di ajak untuk bermain keluar,berbagi cerita ataupun menjadi sandaran ketika kita memiliki masalah. Dulu hanya Aditya lah yang bisa menemani ku dan membuat ku merasa tidak sendiri Dheb. Tapi setelah tahu jika dia juga hanya memanfaatkan ku,aku sadar jika memang tidak ada seorang pun di dunia ini yang mau menjadi teman ku”
Ucap nya dengan terus menunduk.
“Aku tahu,aku sudah terlalu terobsesi untuk mendapatkan hati Aditya sampai aku melakukan suatu tindakan di luar batas. Namun aku teringat dengan apa yang di ucapkan Aditya waktu itu, bahwa cinta itu tidak bisa di paksakan,kita tidak bisa merubah perasaan seseorang untuk tumbuh atau pun di hilangkan. Semua terjadi dengan sendiri nya. Dan Aditya pun benar,jika aku memang tidak memiliki ketulusan seperti apa yang kamu punya Dheb” ucap Lucy menatap ku dengan mata nya yang mulai basah karena air mata yang masih tertahan di sana.
“Karena jika aku memiliki ketulusan,tentu aku akan membiarkan dia berbahagia dengan yang lain dan tidak berbuat hal bodoh dengan menghancurkan kalian. Aku benar-benar minta maaf Dheb. Aku terus di hantui rasa bersalah kepada kalian,aku merasa wanita paling jahat di muka bumi ini. Semua yang aku lakukan hanya karena aku kesepian Dheb, aku tahu itu terdengar aneh” ucap Lucy dengan kembali menundukan kepala nya.
Aku menyentuh lengan Lucy dengan lembut.
“Lus. Aku tahu apa yang sudah kamu lakukan itu sulit untuk di maafkan. Tapi jika kamu sudah mengatakan tentang pengorbanan,aku tentu tidak bisa membiarkan itu dan bahkan aku berterimakasih kepada kamu karena sudah merelakan orang yang kamu cintai berbahagia dengan aku” ucap ku dengan lembut dan ikut bersedih melihat nya.
“Kamu memaafkan ku?” Tanya Lucy dengan ekspresi yang begitu bahagia.
“Asalkan kamu benar-benar tulus meminta maaf,aku juga akan tulus memaafkan mu” ucap ku dengan manis.
“Aku benar-benar meminta maaf Dheb. Aku minta maaf atas apa yang sudah aku lakukan Dheb. Aku bersungguh-sungguh” ujar Lucy mengatakan nya dengan begitu cepat.
Aku menganggukan kepala ku dan tersenyum kepada nya.
“Thank Dheb,Thank you So Much” ucap nya begitu terharu menatap ku.
“It’s Ok. Sekarang kamu bisa menganggap ku sebagai teman” ujar ku dengan membuat nya tambah senang.
Dia menatap ku tak percaya.
“Really?” Tanya nya dengan terpatung terus menatap ku bingung.
“Ya. Tentu saja” jawab ku dengan manis.
Lucy lalu tersenyum bahagia dengan meneteskan air mata di pipi nya.
“Kamu emang benar-benar wanita yang baik Dhebi. Tidak salah jika Aditya dan Andre begitu tergila-gila kepada mu” ucap Lucy membuat ku mengkerutkan kening menatap Andre.
“Oh No Me!” Sangkal Andre dengan menunjukan kedua telapak tangan nya kepadaku seolah dia tidak ikut-ikutan.
“Just Aditya” lanjut nya lagi membenarkan ucapan Lucy.
“Kamu yakin?” Tanya Lucy meledek Andre.
“Mungkin hanya sedikit,tidak lagi tergila-gila” jawab Andre membuat aku dan Lucy tertawa mendengar jawaban nya.
“Oke. Sekarang kalian sudah resmi berteman dan tugas pertama seorang teman adalah membantu teman lain nya untuk mencari informasi” ucap Andre kembali ke inti pembicaraan.
“Ya begitulah” jawab ku sambil tertawa.
“Aku sempat mengenal Danu dari dulu sekali. Aku pun lupa aku mengenal nya dimana waktu itu. Dan kemarin aku sempat mencari tahu tentang team management nya agar aku bisa mencoba sedikit mengusik karir nya di bidang musik jika dia mencoba macam-macam lagi dengan kalian. Tapi ternyata..” ucap Lucy menggantungkan kalimat nya.
“Kenapa?” Tanya ku penasaran.
“Dia adalah anak dari seorang musis terkenal di Indonesia Dheb. Dan ayah nya juga sudah go international dengan membawa orkestra nya berkelilinh Dunia. Danu adalah anak dari Warseno Hutaradja” ucap Lucy membuat ku mengkerutkan kening seolah aku tidak percaya dengan apa yang di katakan nya.
“Huta siapa?” Tanya ku dengan bingung.
Lucy mengangkat kedua halis nya dan dia menatap ku dengan terkejut.
“Warseno Hutaradja Dheb. Musisi orkestra terkenal. Kamu tahu kan?” Tanya Lucy dengan kembali menyebut nama yang begitu asing di telinga ku.
Lalu Andre terlihat tersenyum menertawakan ekspresi wajah ku yang mulai kikuk.
“Lus. Sudah” ujar Andre dengan menggaruk kening nya.
“Dunia ke artisan ataupun seputar selebritis,itu adalah salah satu kelemahan Dhebi. Dia tidak pernah tahu dengan artis manapun yang terkenal sekali pun”
“Apa?” Tanya Lucy tak percaya.
“Bukan karena dia tidak punya tv,ataupun dia tidak menonton infotainment. Tapi Dhebi itu paling tidak suka dengan dunia ke artisan yang dia nilai terlalu banyak drama dan settingan” lanjut Andre menebak isi fikiran Lucy.
“Thank you Andre” ucap ku begitu berterima kasih karena mewakilkan ku untuk menjelaskan sedikit tentang kehidupan ku.
“Sama-sama Dhebi”
“Waw. Kamu tidak mengikuti kehidupan artis sama sekali?” Tanya Lucy menatap ku dengan heran.
“Untuk apa?” Tanya ku mengkerutkan kening.
“Ya memang tidak untuk apa-apa. Tapi bagaimana dengan Aditya? Bukan kah Aditya juga artis kan?” Tanya Lucy membuat ku tersenyum mengingat pertama kali aku bertemu dengan Aditya.
“Cerita nya panjang Lus. Aku yakin kamu pasti akan bosan mendengar nya” jawab ku dengan terus tersenyum.
“It’s Ok. I have a lot of time” ucap Lucy begitu terlihat tertarik dengan cerita ku.
“Kamu benar-benar mau mendengar nya?”
“Yeah. Sure”
Aku menatap Andre dengan bingung.
“It’s Ok. Aku bisa mendengar nya lagi” ucap Andre seolah tahu isi fikiran ku.
“Oke. Jadi dulu aku mengenal Aditya di sebuah tour di Sumba untuk sebuah project film besar yang sudah di adakan shooting disana beberapa tahun lalu….” Aku bercerita dengan penuh antusias kembali mengingat masa-masa dengan Aditya dulu.
Begitu menyakitkan namun begitu membahagiakan jika aku mengingat semua kenangan itu kembali. Aku pun tidak pernah tahu,jika keputusan ku saat itu,untuk ikut tour di Sumba dengan para artis membuat aku akan menjadi pacar Aditya seorang artis terkenal pada saat itu. Dan aku pun tidak mengira,jika hubungan ku akan banyak melalui masalah besar dari awal hingga akhirnya kami menikah bahkan sampai saat ini.
Perjuangan kita berdua memang berat bisa sampai ada di titik ini. Namun,kapan Aditya dan aku akan kembali bahagia seperti semula? Dan aku berharap tidak akan ada lagi masalah yang akan menimpa ku dan Aditya di kemdian hari.