
“Are you Ok?” Tanya Andre ketika aku melepaskan pelukan nya dan menatap dia dengan sendu.
Aku mengangkat bahu ku dan menatap nya dengan sedih untuk menjawab pertanyaan nya.
Andre menatap ketiga teman ku di belakang ku yang sedang berdiri tegap memperhatikan Andre dengan kagum.
“Bisa kita bicara berdua?” Pinta Andre berbicara kepada ku.
Aku menoleh ke belakang melihat ketiga teman ku yang memang sedang berdiri berjajar dan menatap Andre dengan wajah mereka yang berseri seri.
“Oke” jawab ku sambil berjalan keluar pintu.
Andre memberikan senyuman manis dulu kepada teman-teman ku sebelum ikut mengikuti ku.
“Aku pinjam dulu Dhebi sebentar” ujar Andre menunjuk ku yang sudah duduk di depan.
“Oh iya iya”
“Iya silahkan Mas Andre”
“Iya iya iya”
Jawab mereka dengan serentak dan terlihat begitu bahagia hanya karena di sapa seperti itu oleh Andre.
Lalu Andre menghampiri ku dan duduk di samping ku. Sejenak kita saling diam dan saling menatap kedepan dengan tatapan kosong.
Lalu Andre membenarkan duduk nya dan menyerongkan posisi duduk nya untuk bersiap berbicara lebih dekat dengan ku.
“Aku baru pulang dari Apartemen kalian tadi” ucap Andre memecah keheningan.
Aku menundukan kepala ku,dan kembali bersedih mengingat Aditya.
“Aku baru saja bicara dengan dia tadi. Dan Aditya menceritakan semuanya” lanjut nya membuat ku masih terus terdiam dan membiarkan Andre menceritakan dulu semuanya.
“Dheb. Dengarkan aku. Sebenarnya,Aditya itu bukan nya tidak menerima dengan keadaan kamu yang sudah hamil seperti ini. Dia cuma shock Dheb,dia cuma merasa jika dia belum mempersiapkan semuanya untuk menyambut kehamilan kamu,akhirnya membuat dia jadi frustasi seperti ini dan dia membuat kesalahan besar dengan memarahi kamu”
“Bukan itu yang aku sesali ndre” ujar ku membuat Andre terdiam dan hanya menatap ku.
“Aditya sudah membuat aku sakit hati,dengan mengira aku telah berbuat macam-macam dengan Danu di apartemen nya” ucap ku dengan begitu merasa sakit mengatakan nya.
“Dia seperti itu karena dia tertekan Dheb. Dia terkejut melihat Danu tiba-tiba ada di dalam apartemen kamu dan hanya ada kalian berdua disana,dia jadi hilang akal,dia tidak bermaksud untuk berkata seperti itu sama kamu” ucap Andre berusaha meyakinkan ku.
“Tapi tidak seharusnya dia mengatakan hal semenyakitkan itu ndre. Dia sudah membuat ku merasa jadi wanita yang rendah dan tidak punya harga diri” ucap ku dengan terus menahan tangis ku dan dengan nada yang mulai kesal.
“Oke..oke” Andre berusaha menenangkan ku.
Dia mengisyaratkan dengan tangan nya kepada ku agar aku bersikap tenang.
“Aku tahu Dheb dia sudah sangat keterlaluan. Tapi aku yakin apa yang kamu alami sekarang itu juga karena hormon yang sedang kamu alami karena kehamilan”
“Sekarang kita bahas tentang Danu” ucap Andre mengalihkan pembicaraan kami.
“Aku baru lagi mendengar kabar nya setelah terakhir kali kamu membicarakan nya ketika bertemu di lobby Apartemen terakhir kali kan?” ucap Andre.
Aku mengingat kembali kejadian terakhir kali aku bertemu Danu di loby belakang Apartemen,dan memaki nya sampai dia tidak lagi menggangguku.
“Danu melihat aku berkelahi dengan Aditya di studio tv waktu itu. Dan dia melihat aku menangis di rooftop Apartemen” aku menghela nafas ku sebelum aku kembali menceritakan tentang Danu.
“Dia bilang kalau dia tidak bisa membiarkan aku menangis,lalu dia mengikuti aku sampai Apartemen. Dia terus memaksa aku untuk bercerita ada masalah apa antara aku dan Aditya sampai aku menangis seperti itu. Dia bilang,dia tidak terima jika ada orang lain yang menyakiti ku,saat di depan pintu kamar dia memaksa masuk ke dalam Apartemen ku,lalu Aditya datang dan mendapati kami berdua di dalam apartement nya,dan akhirnya mereka berkelahi”
“Kenapa bisa Danu seberani itu Dheb? Apa sebelum nya kalian pernah memiliki hubungan?” Tanya Andre membuat ku menatap nya dengan tajam.
“Aku tidak pernah menjalani hubungan apapun dengan Danu. Bahkan pertama kali aku bertemu dengan dia pun,aku sudah bersikap buruk kepada nya. Aku selalu meminta dia untuk menjauhi ku dan jangan pernah menggangguku,tapi aku juga tidak tahu kenapa dia masih saja bersikap seolah peduli kepadaku dan tidak menyerah untuk menyatakan perasaan nya ndre” ucap ku dengan kesal.
“Danu memang benar Dheb. Dia hanya melakukan apa yang di katakan hati nya. Dia adalah salah satu orang yang mencintai kamu dengan tulus,dan dia tidak ingin melihat kamu tersakiti oleh siapapun,karena dia menilai bahwa dia akan bisa lebih membahagiakan kamu dari pada yang lain nya termasuk juga dari Aditya. Mungkin jika aku ada di posisi Danu aku juga akan mengatakan hal yang sama kepada Aditya saat itu,karena Danu melihat Aditya sudah membuat kamu menangis,dia tidak rela melihat orang yang di cintai nya bersedih Dheb,dan dia langsung menilai jika Aditya tidak pantas untuk membahagiakan kamu,sementara dia tidak tahu bagaimana perjuangan Aditya dari dulu untuk bisa menikah dengan kamu” ucap nya.
“Lalu apa yang harus aku lakukan ndre. Aditya pasti menyangka bahwa aku dan Danu masih berhubungan di belakang dia selama ini”
Andre menatap ku begitu dalam.
“Aditya tidak mungkin punya pemikiran seperti itu Dheb. Kamu harusnya lebih mengenal Aditya di banding aku. Dia hanya asal bicara kemarin,tidak mungkin dia berfikir hal yang macam-macam tentang kamu orang yang sangat di cintai nya” ucap Andre membuat ku menatap nya dengan ragu.
“Benarkah?” Tanya ku.
Andre menganggukan kepala nya dengan penuh keyakinan.
“Dan aku juga punya teman yang bisa membantu kita untuk mencari tahu tentang Danu”
“Siapa?” Tanya ku dengan mengkerutkan kening ku.
“Tapi kamu harus percaya jika dia sudah berubah dan dia benar-benar ingin menebus kesalahan nya” ucap Andre semakin membuat ku penasaran dan mengkerutkan kening ku.
“Hay Dhebi” sapa seorang wanita yang tiba-tiba sudah berdiri di samping ku dengan parfume nya yang harum dan rok span pendek. Dia berdiri dengan tegap memegang tas kecil nya dan terlihat begitu kaku menatap ku.
“Lucy” sapa ku dengan terkejut menatap nya tak percaya.
Raut wajah Lucy berubah menjadi begitu takut.
“Apa yang dia lakukan disini?” Tanya ku menatap Andre dengan kesal.
Aku ingat persis apa yang sudah di lakukan dia dulu terhadap ku dan Aditya.
“Dengar Dheb,izinkan Lucy untuk bicara dulu” pinta Andre.
Aku menatap Andre dengan kesal dan masih tidak mengerti dengan apa tujuan nya.