Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Alumni Kampus ku



Keesokan nya aku kembali ke kampus menyelesaikan tugas kuliah ku yang sudah hampir selesai. Sienna mengejar ku di lorong kampus ketika aku akan hendak pergi ke kelas ku.


“Dheb..Dheb” ujar Sienna dengan nafas yang terengah engah.


“Apasih lo” kesal ku melihat dia yang begitu heboh.


“Lo harus ikut gue” pinta nya dengan wajah yang begitu panik.


“Kemana?” Tanya ku dengan bingung.


“Udah ayo ikut aja” pinta Sienna menarik tangan ku.


“Gue ada kelas ini”


“Bentar aja ayoo” pinta nya dengan raut wajah yang begitu panik,dan aku pun mengikuti nya.


Sienna menarik tangan ku ke Aula kampus yang sedang mengadakan acara penyuluhan tentang komunitas MAPALA ku kepada mahasiswa baru. Terlihat begitu ramai nya isi aula dengan mahasiswa yang tengah duduk memperhatikan orang yang sedang berbicara di depan mereka.


Danu. Aku terkejut melihat dia yang berada di depan sana tengah berbicara tentang keindahan alam bawah laut dan meminta kita untuk bisa mencoba menjaga dan mencintai keindahan nya.


Dia memakai kemeja coklat yang besar berlengan pendek dengan celana hitam nya,seperti biasa dia tidak mengkancingkan 3 kancing nya dari atas dan bisa membuat semua orang dapat nelihat Dada bidang nya. Juga rambut nya yang di ikat membuat dia memiliki gaya khas andalan nya. Siapapun yang melihat dia pasti akan terpesona karena ketampanan dan pesona yang di miliki Danu sudah seperti artis luar negri.


Danu melirik ku yang diam di depan pintu.


“Karena seseorang sempat mengatakan,jika kita jangan terpaku kepada tujuan kita tanpa menikmati proses nya. Aku begitu banyak melewatkan kebahagiaan ku tanpa aku sadari,tapi dia sudan menyadarkan ku tentang itu” ujar Danu dengan terus menatap ku mengingatkan tentang nasehat yang pernah ku berikan kepadanya.


Aku menatap nya dengan kesal. Sienna ikut melirik ku,karena hanya dia yang tahu tentang kisah itu. Aku melihat Zio yang sedang berbicara dengan mahasiswa lain jauh di samping ku. Aku berjalan dengan cepat menghampiri nya.


“Zio” panggil ku. Lalu dia membalikan badan nya.


“Hay Dheb,akhirnya lo mau dateng juga ke penyuluhan ini. Lo mau sedikit kasih masukan ke mereka?” Tanya Zio yang memang selalu meminta ku untuk kembali ikut kegiatan MAPALA ini dan membantu dia untuk mendorong mahasiswa baru agar bisa terpacu untuk mengikuti setiap kegiatan kita.


“Gue mau bicara” pinta ku dengan menyeret dia ke ruang MAPALA yang ada di samping aula.


Kita masuk ke dalam ruangan kosong itu dan Sienna ikut masuk lalu menutup pintu nya.


“Lo ngapain ngundang Danu sih?” Tanya ku dengan kesal.


“Danu? Wardanu?” Tanya dia memperjelas.


“Iya Wardanu” jawab ku dengan malas.


“Dia itu ternyata alumni kampus kita Dheb” ujar nya membuat ku mengkerutkan kening tak percaya.


“Dan kegiatan dia tuh lagi di sorot sorot nya sekarang sama media karena dia punya hobi free diving dan menikmati keindahan bawah laut gitu”


“Ya tapi kenapa harus dia sih?” Tanya ku dengan kesal.


“Kenapa tidak aku?” Ucap seseorang yang tiba-tiba masuk ke dalam ruang MAPALA tanpa permisi membuat kita bertiga terkejut,karena orang yang tengah kita bicarakan masuk dan sudah mendengarkan percakapan kita.


“Eh Kak” sapa Zio dengan kikuk.


“Ngga Kak ini Dhebi menanyakan tentang Kakak,aku baru menjelaskan kepadanya” ujar Zio mencoba agar Danu tak tersinggung.


Lalu dia berdiri di samping ku begitu dekat.


“Kita bertemu lagi” lanjut nya membuat Zio bingung.


“Kak Danu kenal Dhebi?” Tanya nya dengan begitu senang.


“Boleh kita bicara?” Pinta Danu dengan terus menatap ku dan tidak mengacuhkan Zio.


Aku tak menjawab nya dan terus membuang wajah ku tak ingin menatap nya.


Zio yang mengerti itu langsung gelagapan.


“Euh aku keluar sebentar ya Kak” ujar Zio tampak mengerti apa yang di inginkan Danu.


“Ayo Syen” ajak Zio menarik tangan Sienna.


Sienna menatap ku dengan khawatir,karena dia tahu bagaimana cerita ku dengan Danu,dan dia takut jika Danu kembali membuat ulah.


“Ayoo” paksa Zio dengan membawa Sienna keluar.


Dan akhirnya tinggal kami berdua di ruang MAPALA ini.


“Aku tahu kamu kuliah disini dari sosial media mu” ujar Danu dengan terus berdiri begitu dekat di samping ku.


“Begitu kebetulan juga karena ternyata ini adalah kampus ku dulu” lanjut nya dengan begitu bangga mengatakan itu.


Aku menatap nya dengan sinis.


“Dan kebetulan sekali ya kamu mau ikut penyuluhan ini,karena kamu sudah begitu di kenal dengan hobi gila kamu itu” ledek ku dengan ketus.


Danu tertawa melihat sikap ku yang selalu sinis setiap kali berbicara kepadanya.


“Aku bisa saja menolak tawaran ini kalau saja aku tidak tahu kalau ternyata ada kamu yang menjadi icon MAPALA kampus ini” Danu terlihat tersenyum dengan bangga mengetahui itu.


Aku melipat kedua tangan ku di dada dan berbalik menghadap nya dengan terus menatap dia sinis.


“Ya begitulah aku. Senang memberikan motivasi kepada orang lain,tapi mereka terlihat menanggapi nya biasa saja tidak seperti kamu yang terlalu terbawa perasaan” cibir ku.


“Motovasi yang kamu berikan kepada ku dan kepada mereka sangat berbeda Dhebi. Yang kamu berikan kepada mereka adalah motivasi yang begitu lumrah,sedangkan kepadaku adalah motivasi yang tak biasa. Kamu bisa lihat perbadaan nya kepada ku dan Aditya” ucap nya dengan menyinggung nama Aditya.


Aku menggelengkan kepala ku sambil menyunggingkan bibir ku menertawakan ucapan nya.


“Sampai kapan kamu akan mengira jika kamu begitu sama dengan Aditya?” Tanya ku meledek nya.


“Kamu tidak mengenal Aditya. Dan aku sangat mengenal nya,awal pertemuan kami memang persis seperti ini,di awali dengan berbagai kebetulan. Tapi perasaan yang kami punya bukanlah suatu kebetulan,perasaan kami tumbuh karena kami memiliki banyak persamaan,dan kita terlalu mengerti satu sama lain. Sedangkan kamu,aku bahkan tidak mengerti apa mau mu,dan apa tujuan mu. Jadi jangan pernah mengira jika perasaan yang aku punya ke Aditya akan ku berikan juga sama kepada kamu” ucap ku dengan penuh ketenangan dan ketegasan.


Namun Danu tetap saja menatap ku dengan dingin.


“Kamu memang tidak mengerti aku karena hati kamu sudah tertutup hanya untuk Aditya,tapi perasaan yang aku punya untuk mu tidak akan aku biarkan merasakan nya sendiri,kamu akan membalas nya suatu saat nanti” jawab nya dengan bersungguh-sungguh.


Aku menatap nya dengan gelisah. Dan dia langsung pergi dari hadapan ku,keluar dari ruangan ini dengan raut wajah yang begitu kesal.


Aku tidak mengerti kenapa dia bisa se ambisi itu untuk mencintai ku. Kenapa bisa Danu bisa yakin jika aku akan membalas perasaan nya suatu saat nanti,apa yang akan dia lakukan?


Dia sudah sangat terlalu membuat ku frustasi,dia membuat ku takut. Apa yang harus aku lakukan?