
“Iya Syen memang Andre sama Lucy tuh temenan udah lama banget menurut ceritanya”
Ucap ku di dalam telepon yang aku sempilkan di telinga dan bahuku sementara tangan ku sibuk kesana kemari membuat sarapan.
“Ya kalo menurut gue ya, Andre itu udah tau lama deh kalo lo pernah berhubungan sama Aditya”
“Masa sih?”
“Iya ini feeling gue sih ya, karena banyak yang aneh aja gitu dari cerita lo”
“Gue juga ga tau lah,kalo pun dia tau dari awal kenapa dia harus tutup-tutupin,ga manfaat banget buat dia kan?”
“Ya kali aja dia emang sengaja bikin lo ga enak sama dia karena udah sembunyiin itu Dheb”
Ucapan Sienna benar, selama ini aku menutupi itu karena tidak mau Andre tahu kalo laki-laki yang pernah mengkhianati ku adalah Aditya pacar sahabat nya sendiri. Dan setelah terbongkar kebenaran nya aku jadi merasa bersalah seperti ini.
“Ya udah Dheb gue harus ke kampus ni buru-buru ada tugas penting”
“Iya iya iya thank you ya Syen”
“Oke. Eh Dheb kapan ke Jakarta jadinya anak-anak udah pada nanyain ini”
“Akhir bulan ini lah gue coba ajuin dulu cuti sama atasan gue dulu ya”
“Oke kabari secepatnya ya Dheb”
“Okee bye”
Lalu aku menutup telepon nya dan segera menyantap sarapan ku agar bisa cepat masuk kantor mengejar deadline ku.
Aku pergi ke kantor ku untuk mengikuti meeting yang di perintahkan oleh Mas Didi waktu itu.
Aku berjalan cepat mengikuti lorong yang ada kantor ku dengan beberapa lembar kertas di tangan ku. Lalu seseorang berdiri di hadapan ku.
“Hay Dhebi” sapanya.
“Jimmy?!” Tanya ku tak percaya melihat dia ada disini.
Dia terlihat tersenyum begitu bahagia.
“Kamu ngapain disini?”
“Aku ada meeting disini untuk promosi film”
Aku mengerutkan kening ku.
“Meeting?”
Dia menganggukan kepala nya.
“Meeting sama team direksi itu?”
“Iya”
“Oh ternyata kamu bintang film nya”
Dia tersenyum manis.
“Iya Dheb”
“Kalo gitu kebetulan sekali ya, aku juga team lapangan nya nanti yang bantu kamu”
Ucap ku mencurigai bahwa dia juga telah tahu semuanya.
“Oh iya? Waw kebetulan sekali dong yah” ucap nya dengan raut wajah yang tak meyakinkan jika dia terkejut mengetahui hal itu.
Sampai sekarang pun aku masih saja merasa malas berurusan dengan dia mengingat dulu Aditya begitu cemburu dengan Jimmy. Dan karena dia lah Aditya selalu emosional jika sudah menyangkut tentang Jimmy.
“Ya udah yuk masuk team aku udah di dalem juga”
“Oh iya ayok” ucap ku.
Aku dan Jimmy masuk kedalam ruang meeting itu. Ternyata benar sudah ada beberapa orang di dalam sana yang seperti nya adalah para pemain film dan sutrada. Aku menganggukan kepala ku ketika bertemu dengan mereka,dan aku di kejutkan oleh seseorang di ujung meja dengan sebuah ponsel di tangan nya. Wajah nya begitu ketus ketika melihat ku masuk kedalam. Lalu dia membuang muka nya dan kembali memainkan ponselnya.
Aditya!.
Lagi-lagi aku di buat terkejut oleh nya. Kenapa dia selalu bersikap seperti hantu yang selalu ada dimana-mana, dan selalu membuat ku terkejut seperti ini. Aku semakin gelisah mengetahui dia ada disini. Namun aku berusaha untuk tak memperdulikan nya dan segera duduk di samping Jimmy. Jimmy dan Aditya ada dalam satu project,dan aku menjadi orang yang terlibat di dalam nya,waw betapa beruntung nya aku.
Meeting di mulai ketika semua sudah berkumpul di dalam ruangan. Mas Didi menyempatkan diri nya untuk berkenalan dan memberi sambutan juga do’a untuk hal yang akan di bahas saat ini. Lalu dia menjelaskan semua tujuan meeting ini untuk visi dan misi nya.
“Disini juga ada perwakilan dari team lapangan” ucap Mas Didi menunjuk ku.
Aku langsung berdiri dan menyapa mereka dengan membungkukan tubuh ku.
“Dia yang akan membantu film ini di lapangan nanti, dia yang akan bertanggung jawab untuk semuanya,jadi jika ada yang perlu di tanyakan lagi boleh langsung di tanyakan ke Dhebi ya”
Aku hanya terus tersenyum sambil berdiri membiarkan Mas Didi memperkenalkan ku.
Aditya sama sekali tak memperhatikan aku di depan sini. Dia terus tak acuh dengan memainkan ponsel di tangan nya. Ucapan ku malam itu mungkin sudah berhasil mempengaruhi nya sampai seperti ini.
Meeting selesai. Aku segera membereskan berkas-berkas ku di atas meja.
“Dheb kita makan dulu yu sambil ngobrol”
Aku melirik Aditya yang sudah beranjak dari tempat duduk nya. Lalu dia melewati ku dan Jimmy begitu saja.
“Ngga Jim aku masih sibuk, masih banyak kerjaan”
“Belum waktunya makan siang?”
“Aku makan siang kalo kerjaan aku sudah selesai”
“Oke kalo gitu, sampai ketemu di event nanti ya Dheb” ucap nya.
Aku menganggukan kepala ku dengan tersenyum manis.
Malam hari nya aku sudah ada janji dengan Andre untuk makan malam bersama. Malam itu aku pulang lebih cepat dan menemui Andre di parkiran. Aku berjalan di basement dan mendengar seseorang tengah berbicara sendiri.
“Ya itu kan tugas kamu, aku ga tau itu. Kalo kaya gini terus mereka bisa bersama lagi dan rencana kita juga bisa gagal”
Itu suara Andre berbicara lewat telepon. Dia sedang berdiri di belakang mobil nya dan berusaha untuk bersembunyi dari orang lain,namun dengan tidak sadar suaranya begitu terdengar oleh ku.
“Iya kamu dong yang kasih peringatan sama manager nya !”
“Oke aku tunggu kabar segera”
Lalu dia menutup telepon nya. Aku berusaha untuk terlihat baru saja datang dan tidak mendengar apapun.
“Andre” panggil ku pura-pura mencarinya.
“Disini Dheb” lalu dia keluar dari belakang mobil.
“Udah selesai?”
“Udah aku baru aja kelar. Kamu ngapain di belakang mobil?”
Tanya ku berpura-pura tidak tahu dia sudah menerima telepon.
“Aku habis telepon rekan kerja aku disana, biasalah Job baru”
Aku menganggukan kepala ku berpura-pura untuk percaya.
“Ya udah yuk kita pergi”
“Ayok”
Lalu di dalam perjalanan pulang aku masih memikirkan pembahasan Andre di telepon tadi. Aku curiga jika yang menghubungi nya adalah Lucy,dan mereka baru tahu jika Aditya mengadakan Roadshow di Bandung dengan team ku.
“Oh iya Dheb tadi kamu abis meeting?” Tanya nya membuat ku melirik nya heran.
“Kok kamu tau?”
“Iya tadi aku sempet nanya sama rekan kerja kamu pas di basement katanya kamu lagi meeting”
Aku tau dia berbohong,di sudah mengetahui hal itu sebelum nya,dan aku yakin dia tahu semua itu bukan dari rekan kerjaku.
“Kamu meeting sama siapa?”
“Meeting sama para pemain film yang mau Roadshow di Bandung”
“O yah? Siapa aja?”
Aku malah curiga jika dia hanya memancing ku agar bercerita bahwa aku sudah bertemu dengan Aditya.
“Ada Jimmy,ada Glenca,ada Sabrina ada Aditya juga” aku melirik Andre ketika menyebut nama Aditya.
“Aditya?” Dia terdengar terkejut.
“Aditya ikut Roadshow juga sama kamu?”
Aku menganggukan kepala ku dengan santai.
“Kok bisa sih Dheb?”
“Ya mana aku tahu, orang aku cuma terima kerjaan aja kan. Bukan aku yang atur itu”
Andre jadi terlihat begitu risau dan panik.
“Dheb, ini pasti di jadiin kesempatan buat Aditya kembali deketin kamu, kamu jangan pernah mau di hasut untuk kembali sama dia ya”
“Seperti nya dia ga keliatan kaya gitu. Tadi aja dia pura-pura ga memperhatikan aku saat meeting. Bahkan dia sepertinya ga peduli jika ternyata Roadshow itu ada aku yang jadi crew nya”
Andre tampak diam mendengar nya.
“Ya pokok nya kamu harus sebisa mungkin tidak mendekati dia lagi oke?” Ucap nya begitu mengkhawatirkan hal itu.
“Aku cukup tahu diri ko ndre untuk tidak menggoda tunangan orang lain” sinis ku kesal dengan ucapan nya yang seolah merendahkan ku.
“Bukan gitu maksud aku Dheb. Kamu kan terlalu polos dan juga baik, aku takut kalau Aditya mencari cara buat curi perhatian kamu lagi dan kamu terpancing dengan mudah,itu pasti akan membuat berantakan semuanya”
“Aku juga tahu Aditya tidak serendah itu untuk mencari perhatian aku”
Andre terdengar menghela nafas nya untuk tidak lagi berdebat dengan ku.