
Aditya berdiri di depan pintu dan tatapan nya sudah begitu tajam menatap Danu. Aku melepaskan tangan ku dari genggaman Danu dengan kasar. Aditya berjalan menghampiri kami,dan aku pun menghampiri nya. Aku mencoba untuk menjelaskan kepadanya dengan rasa bersalah ku.
“Di aku minta maaf aku..”
“Aku tahu” potong Aditya dengan menatap ku sayu. Aku mengkerutkan kening ku dan bingung menatap nya.
“Aku tahu semuanya” lanjut Aditya membuat ku tersentak dan diam. Lalu Aditya kembali menatap Danu dengan sinis.
“Aku tahu kamu sudah banyak mengganggu Dhebi,bahkan aku tahu kamu menginginkan dia. Kamu berusaha membuat aku cemburu dengan cerita omong kosong mu ketika mengantarkan kami pulang waktu itu,aku sudah tahu apa maksud mu”
Aku tidak mengerti apa yang di katakan Aditya kepada Danu. Aku hanya terus mendengarkan cerita Aditya dan berdiri di samping nya.
“Kamu memang benar. Dhebi terlalu istimewa untuk di lupakan,dan kamu merasa dia terlalu berharga untuk di lepaskan. Dan kamu terlalu terpacu untuk mengambil hati nya. Tapi aku juga tahu persis apa yang akan kamu lakukan setelah mengambil hati nya. Kamu akan begitu posesif,overthinking kepada nya bahkan akan selalu cemas dia meninggalkan mu,sampai akhirnya kamu melakukan hal-hal yang ada di luar batas. Persis seperti apa yang ku lakukan dulu” ujar Aditya mengingat sikap posesif nya dulu kepadaku.
Aku tertegun mendengar pengakuan nya.
“Kamu benar. Aku memang kerap bersikap kasar kepadanya,dan selalu cemburu berlebihan kepada laki-laki yang berani mendekati nya,sampai aku mengurung dia di Apartemen agar dia tidak bertemu dengan laki-laki manapun selain aku tapi itu semua karena aku terlalu mencintai dia. Dan sekarang,kenapa aku tidak bertindak ketika aku tahu kamu mengganggu Dhebi?” Tanya Aditya yang sama sekali tak di gubris oleh Danu yang hanya menatap nya.
“Itu karena aku ingin melihat,Sejauh mana Dhebi akan meladeni mu. Dan aku ingin tahu apa dia bisa menjaga hati nya untuk aku atau tidak. Karena aku baru sadar,jika Dhebi pasti akan bertemu dengan laki-laki yang seperti kamu suatu saat nanti,yang akan tertarik dengan pesona nya dan berusaha merebut hati nya. Dan aku ingin Dhebi menyelesaikan masalah nya sendiri tanpa harus aku bantu dengan kekerasan yang selalu aku lakukan. Dan Dhebi ternyata masih saja memiliki hati yang lembut untuk meladeni mu sampai seperti ini,tanpa dia sadari resiko nya” lanjut Aditya menyinggung sikap lembut ku.
“Kamu merasa apa yang aku rasakan kan? Tidak mudah untuk mencuci fikiran ku Aditya,aku begitu keras kepala dan tidak mudah untuk di luluhkan” ujar Danu dengan dingin.
“Aku tidak berusaha untuk meluluhkan hati mu Danu. Aku hanya ingin kamu sadar,bahwa sampai kapan pun kamu tidak akan pernah mendapatkan hati dari Dhebi”
Danu terlihat menyunggingkan senyuman nya dengan sinis.
“Bagaimana kamu begitu yakin kalo Dhebi tidak akan membuka hati nya untuk ku? kalau saja kamu membiarkan dia sedikit lagi untuk meladeni ku. Aku yakin akan dengan mudah aku mendapatkan nya” ujar Danu begitu yakin membuat ku begitu kesal.
“Aku tidak akan membiarkan Dhebi dalam bahaya. Aku tahu fikiran busuk mu untuk mendapatkan Dhebi,karena aku pernah melakukan nya,dan kamu tahu? Dhebi tetap meninggalkan aku” ujar Aditya dengan membaca fikiran nya.
“Lebih baik mulai sekarang kamu berhenti mengganggu Dhebi jika karir mu tidak mau hancur seperti yang lain nya” ujar Aditya berusaha menakuti nya. Aditya menggenggam tangan ku dan berbalik meninggalkan nya.
“Apakah itu sebuah ancaman?” Ledek Danu dengan tersenyum membuat Aditya kembali berhenti melangkah.
“Bukan. Itu peringatan agar kamu lebih hati-hati” jawab Aditya tanpa menoleh nya.
Aditya membawaku kembali ke Apartemen. Dia menutup pintu Apartemen dan hanya diam tidak berusara sama sekali.
“Di aku minta maaf” ucap ku kembali memohon maaf kepadanya karena telah membohongi dia.
“Aku tahu seharusnya aku tidak menyembunyikan ini. Tapi aku hanya mengakhawatirkan kamu,aku takut nama kamu kembali mencuat dengan berita yang miring karena kamu kembali berkelahi dengan orang lain. Kita mau menikah,aku tidak mau lagi keluarga kamu merasa lelah dengan semua pemberitaan miring tentang mu,dan aku juga tidak ingin di salahkan. Aku minta maaf Di”
Ucap ku dengan mencucurkan air mata di pipi ku dengan begitu merasa sedih.
Aditya menatap ku dengan pilu.
“Aku tahu. Aku tahu semuanya sejak awal. Ketika di Bali aku melihat cara Danu menatap kamu berbeda,bahkan kamu terlihat begitu gelisah setiap kali bertemu dengan dia. Walaupun sebelum nya aku tidak tahu ada apa di antara kalian tapi aku bisa melihat tatapan Danu yang penuh arti. Dan semua nya semakin jelas ketika aku mendengarkan percakapan kamu dan Danu ketika di acara pertunangan Cateline” ujar Aditya mengatakan semua yang dia ketahui.
Aku mengingat kembali di acara pertunangan Cateline ketika di Bali. Aku sempat berbincang dengan Danu ketika Aditya pergi ke toilet, dan Danu begitu berani menghampiri dan mengatakan perasaan nya kepadaku.
“Aku memang marah dan ingin sekali menghajar nya saat itu. Tapi aku coba untuk melawan rasa emosi ku,karena aku pun tidak ingin acara pernikahan kita hancur hanya karena perasaan bodoh Danu. Lalu Danu pun sempat membuat aku cemburu ketika dia memberi tumpangan kita pulang dari Bandara. Dia menceritakan semua kisah ketika kalian diving bersama di Bali dan dia menolong mu berenang menuju boats,bahkan dia juga bercerita jika dia yang mengobati luka mu saat itu. Dengan enteng nya dia bercerita seperti itu kepadaku dan berusaha untuk membuat ku cemburu tapi sayang nya aku terlalu menahan rasa emosi ku untuk kamu. Dan kemarin aku pun tahu kamu menyembunyikan sebuah box dalam tas laundry,kamu terlihat begitu panik ketika memasukan box itu,tapi aku sudah terlanjur melihat nya Dheb dan aku hanya diam,ingin tahu seberapa jauh kamu menyembunyikan semua itu. Dan saat kamu ke kamar mandi aku melihat box itu dan juga catatan kecil itu”
Aku terus mendengarkan semua penjelasan Aditya dengan terus merasa bersalah,tapi Aditya tidak terlihat marah sama sekali.
“Aku sempat kecewa dengan apa yang kamu lakukan,kamu mau menuruti semua keinginan nya dan aku mengikuti kamu sampai Danu datang dan mendengarkan semuanya. Dari situ aku yakin,jika kamu memang hanya mencintai aku,dan kamu sudah berusaha sekuat mungkin untuk menjauh dari dia tapi ternyata dia tidak mudah untuk di hindari kan?”
Aditya menyentuh pipi ku dengan lembut dan menyeka air mata ku dengan jari nya.
“Aku tahu kamu berusaha melindungi ku. Aku tahu kamu tidak ingin melihat berita yang buruk lagi tentang ku di sebar di media,kamu takut pernikahan kita hancur hanya karena aku akan menghajarnya kan?” Tanya Aditya melihat ku yang terus menangis dan gelisah.
Aku menganggukan kepala ku.
“Tapi mulai dari sekarang,kamu jangan pernah melakukan itu lagi. Jangan berusaha melindungi ku,jangan pernah membiarkan diri kamu dalam bahaya untuk aku. Aku tidak akan pernah memaafkan diriku jika sesuatu terjadi kepada mu Dhebi. Kali ini aku memaafkan mu karena kamu sudah bermain di belakang ku,tapi mulai dari sekarang jangan lagi ada kebohongan di antara kita” pinta Aditya dengan sungguh sungguh.
Aku diam menatap mata nya yang begitu tajam.
Aditya memang sudah berubah. Dulu dia memang begitu posesif dan kasar,tapi kini dia begitu berusaha menahan emosi nya dan begitu terasa menyayangi ku.
Aku mencintai mu Aditya. Maafkan aku..