
Esok hari Aditya sudah bersiap untuk pergi dengan memakai baju berwarna coklat terang dan celana jeans panjang juga sepatu senakers nya yang berwarna putih yang ada di apartement ku.
“Kamu mau kemana?” Tanya ku yang baru bangun dari tidur ku dan masih terdiam di tempat tidur.
“Aku harus kembali ke Jakarta”
“Sepagi ini?”
“Biar bisa sembunyi dari orang lain di bawah sana, aku ga mau nambah beban fikiran kamu”
Dia menghampiriku di tempat tidur dan mencium manis bibir ku.
“Aku segera kembali”
Aku menganggukan kepala ku,lalu dia keluar dari kamar ku dengan memakai topi,kacamata hitam dan masker untuk menutupi wajah nya.
Siang itu aku masih diam dengan bosan di ruang tengah dengan menonton tv. Handphone ku berdering di atas meja.
Andre.
“Hallo ndre”
“Kamu dimana Dheb?”
“Aku di Apartemen,kamu sudah pulang?”
“Aku sudah pulang,tapi aku ada janji dulu siang ini di Jakarta”
“Kapan ke Bandung?”
“Mungkin nanti malam”
“Oke”
“Kamu ga kerja?”
“Aku di skorsing sama atasan aku”
“Bagus Dheb,jadi kamu bisa istirahat ya”
“Iya”
“Ya udah bye Dheb”
“Bye ndre”
Mendengar Jakarta aku mengingat teman-teman ku disana. Kalau di apartemen aku merasa terkurung,berarti aku harus keluar dari Bandung,dan meminta pertolongan semua teman-temanku di Jakarta.
“Hallo Syen”
“Hay Dheb, kenapa?”
“Gue mau ke Jakarta” ucap ku tanpa basa-basi.
“Hah ? Kapan?”
“Sekarang”
“Serius?” Tanya nya terdengar bahagia.
“Iya gue mau diem disana boleh ya”
“Ih boleh boleh boleh, boleh banget lo mau tidur di gue ayok silahkan” begitu antusias dia mendengar aku akan menginap di sana.
“Ya udah gue siap-siap dulu ya”
“Oke, gue kabarin yang lain ya”
“Okeee”
Aku segera bersiap untuk pergi meninggalkan Apartemen ku sementara waktu. Aku mengganti baju dengan kaos lengan panjang turtle neck berwarna putih tulang di balut dengan jaket denim berwarna biru pudar, celana hitam dan sepatu kets berwarna abu. Dengan terpaksa aku memakai tangga darurat ke basemant,untuk menghindari orang yang keluar masuk lift bersama ku. Aku menuruni tangga yang begitu banyak nya,dan keluar menuju basemant. Aku melirik kanan kiri ku memastikan tidak ada orang yang mengikutiku. Aku langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan nya dengan cepat menuju tujuan ku yaitu Jakarta.
Sienna mengabari ku untuk menemui mereka di Cafe besar di dalam hotel di daerah Jakarta Timur. Cafe itu sangat mewah dan elegant,seperti nya tidak ada orang biasa yang mengunjungi Cafe yang berada di dalam hotel bintang lima ini.
Aku masuk ke dalam Cafe dan mencari keberadaan teman-temanku,seorang pelayang dengan sopan dan manis menghampiriku menanyakan apakah aku sudah pesan tempat duduk atau belum. Namun aku sudah bisa melihat ketiga teman ku melambaikan tangan di salah satu sofa bundar dengan begitu cantiknya mereka.
Sisil melambaikan tangan nya kepadaku.
“Oh itu mereka” ucapku kepada pelayan yang baik itu.
aku langsung menghampiri mereka.
“Hayyyy” sapa ku langsung memeluk mereka satu persatu.
“Hay Dhebii ih kangen banget gue” ucap Caca.
“Iya gue juga”
“Sini duduk” aku duduk di sofa samping Sisil.
Aku melihat sekelilingku. Cafe ini begitu intimate sekali dengan semua hiasan yang berwarna gold mengelilingi cafe ini.
“Tumben banget sih ngajak ketemu nya di Cafe gini”
“Dheb, Cafe ini tuh Cafe besar, yang datang pun pasti orang-orang yang gak nora, mereka yang gak nora biasanya ga akan peduli sama gosip-gosip yang lagi hangat tentang lo”
“Oh gitu”
Ya sejauh ini aku memang aku tidak melihat orang yang memandangku jijik atau mencemooh ku dengan tatapan mereka yang sinis,mereka sangat cuek dan terlihat tampak begitu tenang.
“Gimana kabar lo?”
“Gue baik sejauh ini”
“Dan Aditya?” Tanya Sienna.
“Dia ga baik kayak nya”
“Kok bisa sih tuh orang jahat tega gitu bilang lo selingkuhan Aditya” ujar Caca tak terima.
“Mereka mungkin orang-orang yang sirik sama gue Ca, tapi gue juga ga bisa nyalahin mereka karena mereka kan emang ga tau kalo sebenarnya gue udah lama punya hubungan sama Aditya sebelum Aditya tunangan,dan emang salahnya Aditya malah dateng ke Apartemen gue di saat dia baru aja tunangan sama Lucy”
“Iya tapi berita lo tuh viral banget Dheb, seolah lo tuh berani main-main sama anak pengusaha production house gitu” ujar Sisil.
“Sampai saat ini Lucy juga belom nanggapin itu loh” tambah Caca.
“Gue bingung nya kok Lucy bisa tau ya dimana hotel yang kemarin lo tinggalin sama Aditya” tanya Sienna.
“Ya mungkin dari orang orang disana atau dari Aditya kan” jawab Caca.
“Ga mungkin dari Aditya sih, kemarin pas Lucy nyamperin di hotel aja Aditya ngehindar gamau nyamperin Lucy” tangkis ku.
“Terus dari siapa dong?” Tanya Sienna.
Aku mengingat kejadian di hotel itu ketika ada yang memotret ku di Bar, dan Aditya meyakini itu adalah Jimmy.
“Kayak nya dari Jimmy”
“Kenapa Jimmy?”
“Karena Aditya yakin banget yang waktu foto gue di Bar itu adalah Jimmy dia sampe berantem sama Jimmy, ya dia bisa aja kan kerja sama dengan Lucy”
“Kerja sama buat apa?” Tanya Sisil.
Aku menggedikan bahuku.
“Gue juga ga tau pasti,tapi gue ngerasa dia ada campur tangan sama masalah Lucy dan Aditya”
“Euh guys ngomongin tentang Lucy dia udah ada disini tuh” ujar Sisil dengan tatapan nya yang terkejut.
Kami semua langsung menengok ke arah yang di lihat Sisil.
Ternyata benar,Lucy sudah berjalan begitu cepat dengan pakaian nya yang begitu elegant memakai dress pendek berwarna kuning,rambut dia tampak cantik dengan di keriting gantung dan berjalan dengan agun seperti model korea.
Lucy tidak melihat kami, dia langsung masuk ke dalam lift dan menghilang dari pintu lift sendirian.
Lalu Sisil kembali menunjuk seseorang dengan mata yang tampak seperi melihat hantu.
“Itu Jimmy!” Bisik Sisil menunjuk laki-laki dengan kaca mata hitam dan memakai kemeja santai berwarna coklat.
“Jangan nengok jangan nengok!” Seru ku kepada mereka berusaha menyembunyikan diriku.
Jimmy sempat melirik teman-teman ku yang berpura-pura berbincang di sofa sana dan memperhatikan mereka satu-satu, aku terus membalikan badan ku dengan memindahkan rambut hitam ku ke depan demi menutupi wajah ku. Aku takut Jimmy mengenal potongan rambut ku yang terurai.
Namun dia hanya memperhatikan sebentar dan pergi ikut masuk kedalam lift yang berbeda dari Lucy. Mungkin mereka tidak ingin terlihat bersama,jadi mereka naik dengan lift yang berbeda.
“Sebentar” aku meminta semua teman ku menunggu disini.
“Ati-ati Dheb”
Aku berjalan dengan cepat menuju pintu lift dan melihat kemana lift itu membawa Jimmy dan Lucy. Dan dua lift itu sama sama berhenti di lantai yang sama,yaitu lantai 4.
Aku berlari memakai pintu emergency menaiki tangga menuju lantai 4 berusaha mengejar Jimmy dan Lucy.
Aku berlari dengan cepat menaiki tangga. Aku sempat berhenti karena lelah dan mengatur nafas ku yang sudah berpacu dengan cepat. Lalu kembali berlari.
Aku sampai di lantai 4,membuka dengan pelan pintu darurat, melirik kanan kiri ku memastikan tak ada Lucy ataupun Jimmy disana.
Seseorang terdengar berjalan sambil berbicara sebelum aku keluar dari sana. Lalu aku kembali menutup pintu darurat dan berjongkok disana agar tidak terlihat di kaca yang ada di pintu.
“Kamu yang ga bisa pegang janji kamu, kamu bilang Dhebi bisa aman sama kamu, tapi buktinya mana?” Itu suara Lucy yang sedang berjalan dengan kesal di ikuti Jimmy.
Aku mengintip sedikit di kaca pintu untuk mengecek kemana mereka pergi.
“Semua akan berjalan lancar kalo bukan karena Aditya yang tiba-tiba datang saat itu” jawab Jimmy.
Mereka berhenti di depan pintu darurat tepat di hadapan ku,kami hanya terhalang pintu,jadi obrolan mereka begitu jelas terdengar oleh ku. Aku terus berjongkok dan berharap tidak ada yang memergoki disini.
“Denger ya Jim, aku udah berusaha percaya sama kamu bisa bantu aku agar jauhi Dhebi dari Aditya, tapi kamu malah buat mereka jadi balik lagi karena ulah bodoh kamu!”
“Lus kamu harusnya liat hasilnya sekarang, Dhebi jadi di anggap pengganggu hubungan kalian kan? dan aku yakin Dhebi pasti akan merasa tertekan dengan semuanya dan dia bisa jauhi Aditya karena tidak ingin menambah masalah”
Lucy menarik nafasnya,dia diam untuk sejenak,seperti nya dia membenarkan ucapan Jimmy.
“Aku harap hasil nya seperti apa yang di harapkan” ucap Lucy dengan penuh penekanan.
Lalu mereka berjalan masuk kedalam sebuah kamar hotel entah mau menemui siapa.
Ternyata memang benar semua ini adalah ulah Jimmy. Dia membantu Lucy untuk menjauhkan aku dari Aditya. Aku kira Lucy tidak akan bisa berbuat sejauh itu untuk mendapatkan Aditya,ternyata apa yang di katakan Lucy tentang 'dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan Aditya' benar-benar dia melakukan nya secara harfiah.