
“Sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan Dheb” ujar Lucy ketika aku tengah membersihkan bekas sarapan kami.
“Apa?” Tanya ku sambil menyelesaikan cuci piring ku dan mengkeringkn tangan ku.
“Ini tentang Danu” ucap Lucy membuat ku tersentak menatap nya mematung.
“Tadi malam aku sempat bertemu dia di acara Festival Orkestra Asia yang di adakan di Jakarta. Orang tua Danu ikut dalam acara nya,dan aku mendapatkan undangan untuk hadir ke acara Festival itu”
Aku masih terus diam membiarkan Lucy melanjutkan ceritanya.
“Aku duduk di samping Danu tadi malam. Sebenarnya tidak ada biat untuk aku membicarakan tentang kamu tadi malam Dheb..”
Tadi malam di acara Festival Orkestra Asia yang di gelar di Taman Ismail Marzuki. Lucy teah datang dengan ayah nya dengan menggunakan gaun yang begitu mewah dan elegant berwarna emas. Dia tampak begitu anggun dengan dress panjang nya dan tanpa lengan itu. Rambut Lucy di gulung berantakan namun membuat siapapun yang melihat nya tampak begitu cantik. Dia menggandeng ayah nya masuk ke dalam acara itu dan duduk di salah satu kursi yang telah di sediakan.
Tidak berselang lama seorang pria bertubuh tinggi,memakai jas hitam duduk di samping Lucy. Pria itu tampak begitu tampan namun berwajah dingin.
Danu. Lucy sedikit terkejut melihat kehadiran Danu di samping nya,karena dia teringat tentang perbincangan nya tadi sore dengan ku juga Andre,belum lagi dia sudah sangat tahu persis masalah yang telah di lakukan Danu kepadaku. Lucy tampak tegang sekali duduk bersandingan dengan Danu,padahal Danu pun pasti tidak tahu tentang Lucy.
Beberapa saat kemudian seorang pria setengah paruh baya menghampiri tempt duduk Lucy. Dengan memakai baju jas biru nya dan mengenakan dasi kupu-kupu. Dia membenarkan kacamata nya sebelum menghampiri Lucy.
“Selamat malam Pak Suryo” sapa pria tua itu kepada Ayah Lucy yang duduk di samping nya. Pria itu menjabat tangan ayah Lucy dengan ramah. Ayah Lucy berdiri agar lebih terlihat sopan menyapa nya,dan akhirnya Lucy pun ikut berdiri.
“Selamat malam Pak Jem”
“Terimakasih sudah bersedia datang Pak Suryo ke acara ini” ujar Pak Jem itu dengan tertawa.
“Tentu saja saya harus datang ke acara besar ini, ini adalah acara Festival Orkestra terbesar se Asia yang akhirnya di gelar di Indonesia” jawab Ayah Lucy dengan ikut tertawa dengan bangga nya.
“Kenalkan ini anak saya. Lucy” ujar Ayah memperkenalkan ku.
“Lucy” ucap Lucy sambil menjabat tangan pria tua itu dengan ramah dan sopan.
“Waw cantik sekali,belum menikah?” Tanya Pak Jem membuat ku tersenyum malu.
“Belum Om” jawab ku.
“Kenalkan juga. Ini anak saya,Danu” ucap Pak Jem meminta Danu untuk berdiri.
Danu berdiri dan dia menjabat tangan ayah Lucy dan Lucy secara bergantian. Lucy terlihat begitu tegang sekali bersalaman dengan Danu. Entah kenapa dia merasa kaku saat berhadapan dengan nya.
Kami semua kembali duduk,dan kembali menyaksikan acara yang masih berlangsung. Danu terus memperhatikan wajah Lucy.
“Bukan kah kamu dulu pernah dekat dengan Aditya?” Tanya Danu tiba-tiba membuat Lucy menatap nya dengan terkejut.
Darimana bisa dia tahu bahwa dulu Lucy pernah dekat dengan Aditya sementara pemberitaan nya dengan Aditya saja tidak pernah di publish,karena dulu Lucy sangat peduli dengan karir Aditya.
“Kamu dulu pernah bertunangan juga kan dengan dia?” Tanya Danu membuat Lucy menelan ludah nya dan terlihat gugup. Karena baru kali ini lagi ada yang membahas tentang masalalu nya.
“Lalu kenapa?” Tany Lucy masih saja sinis.
“Kenapa bisa hubungan kalian berakhir?” Tanya nya dengan tersenyum meledek membuat Lucy kesal.
“Itu bukan urusan anda” jawab nya,lalu Lucy memalingkan wajah nya dan berusaha untuk tak memperdulikan Danu.
“Aku hanya penasaran,kenapa bisa pasangan yang telah bertunangan ditinggalkan begitu saja dan pria nya menikahi orang lain” ledek Danu yang masih terus memancing emosi Lucy.
“Dengar. Pertunangan itu tidak pernah nyata,pertunangan yang kami gelar itu karena unsur terpaksa. Aditya tidak benar-benar ingin melakukan nya karena apa? Karena dia tidak pernah mencintai ku,sejak dulu hingga sekarang yang dia cintai hanyalah Dhebi yang akhirnya telah menjadi istri nya sekarang. Untuk apa kamu menanyakan ini? Kamu mengenal mereka?” Tanya Lucy menyindir Danu.
Danu menggedikan bahu nya.
“Aku telah mengenal Dhebi sejak lama,tapi dia tidak mengenal ku. Dan sampai saat ini aku masih menyimpan perasaan untuk nya. Andai saja dulu kamu menjadi menikah dengan Aditya,aku pasti sudah bisa mendapatkan Dhebi tanpa susah payah” ujar Danu begitu berani mengakui nya kepada Lucy yang bahkan dia pun tidak mengenal Lucy sebelum nya. Danu kembali menatap lurus kedepan.
“Cinta kamu juga bertepuk sebelah tangan?” Tanya Lucy membuat Danu kembali menatap nya.
“Kamu tahu kan Dhebi sudah menikah? Satu-satu nya orang yang dia cintai hanya Aditya. Bahkan setelah beberapa laki-laki yang berusaha mendekati Dhebi pun tidak bisa mencuri hati nya. Perasaan mereka begitu kuati sampai tidak ada orang yang bisa memisahkan mereka. Dan saran ku,lebih baik kamu kubur perasaan kamu sedalam mungkin karena akan terasa sakit jika perasaan kamu tidak pernah di notice oleh Dhebi,dan biarkan dia bahagia dengan Aditya” ucap Lucy memperingati membuat Danu menatap nya bingung dan mengkerutkan kening nya.
“Aku tidak tahu apa tujuan kamu mengatakan seperti itu. Tapi itu bukan urusan mu untuk mengatur hati ku Nona cantik” ujar Danu membuat Lucy terdiam dan malu.
Setelah mendengar cerita dari Lucy. Aku begitu tak percaya dengan keberanian Danu yang mengaku tentang perasaan kepada ku.
“Dia emang gila” umpat Andre sambil meneguk kopi nya yang telah ku buatkan untuk nya.
“Dia bukan hanya gila,tapi terdengat psikopat” timpal Lucy.
Aku masih terus terdiam dan benar-benar bingung memikirkan bagaimana membuat Danu tidak lagi mendekati ku.
“Apa Danu tidak pernah punya pacar?” Tanya Lucy.
“Seperti nya dia pernah punya,tapi itu sudah lama sekali,dan dia tidak lagi terlihat menggandeng wanita lain” jawab Andre.
“Entah lah hati nya terbuat dari apa. Padahal setahu ku aku tidak pernah berbuat baik kepadanya selama ini” ucap ku mengingat aku yang selalu bersikap ketus setiap kali bertemu dengan nya.
“Dheb. Jangan sampai aku membahas hal ini lagi” ucap Andre membuat ku menatap nya dengan tajam.
Lucy menatap kami dengan tak mengerti.
“Bahas apa?” Tanya Lucy.
Aku diam tak menjawab nya dan Andre hanya menggedikan bahu nya. Aku tahu apa yang sudah di maksud dengan Andre,dia pasti akan membahas tentang dia dulu yang tiba-tiba mencintai ku dan terobsesi untuk mendapatkan ku. Dan dia pun pasti akan menjelaskan kenapa Danu bisa se dalam itu menyukai ku,karena menurut Andre aku memiliki hal unik yang tidak di miliki wanita lain,bahkan seorang Lucy sekali pun tidak memiliki nya.