Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Andre begitu kejam !



Hari terakhir kami di Bali. Hari itu aku memakai baju berwarna ungu muda berlengan panjang dan rok berwarna kuning,rambut ku di kuncir kuda dan memakai anting yang panjang,aku harus terlihat berpakaian sopan untuk menemui Nenek nya di hari terkahir kami di sini. Sedangkan Aditya masih saja terlihat cuek dengan baju oversize nya dan celana kulot coklat,dia terlihat begitu risih jika harus berpakaian formal,dia tidak terbiasa berpenampilan seperti orang orang pebisnis.


Pagi itu kami sudah pergi menuju rumah Nenek dengan mobil yang masih di kemudikan oleh supirnya.


“Papa sama Mama kamu sudah disana?” Tanya ku di dalam mobil.


“Seperti nya sudah” jawab Aditya dengan terus memperhatikan ponsel nya.


Kami sampai di depan rumah Nenek. Dan kami langsung turun dari mobil lalu masuk kedalam rumah besar itu. Seperti biasa sudah ada pelayan yang menyambut kami di depan pintu.


“Nenek dimana?” Tanya Aditya ke pelayan itu.


“Di ruangan nya Tuan Muda”


“Baik terimakasih”


Lalu Aditya menggandeng ku menuju lantai 3 menggunakan lift. Aku bahkan baru tahu jika rumah ini ada lift. Kenapa kemarin Papa dan Mama nya malah mengajak kami untuk naik tangga?


Lift itu membawa kami ke lantai 3 langsung ke depan ruangan Nenek Aditya.


Seorang pelayan menyambut kami di depan pintu ruangan Nenek Aditya.


“Nenek sudah di dalam menunggu Tuan Muda” ujar pelayan itu sambil membungkuk.


“Iya” lalu pelayan itu membantu membuka kan pintu.


Aku tersenyum kepada pelayan itu dan masuk mengikuti Aditya. Tiba-tiba saja Aditya berhenti di depan pintu Nenek nya setelah masuk. Aku pun jadi ikut berhenti dan menatap nya heran.


Aditya berdiri terpatung dengan tatapan nya yang sinis melihat apa yang ada di hadapan nya. Aku melihat apa yang membuat Aditya seperti ini.


Andre.


Aku terkejut melihat Andre ada disana menggunakan jas biru tua dan celana hitam begitu rapih dan terlihat elegant. Dia sedang duduk di hadapan Nenek yang juga adalah Neneknya. Karena aku sekarang tahu Andre adalah anak dari adik Papa nya.


Aditya menatap ku lalu melingkarkan tangan nya di pinggang ku untuk membawa ku menghampiri Andre dan Nenek. Aku pun tau tujuan dia seperti itu adalah agar Andre terlihat risih melihat kami seperti ini.


“Hay Nek” sapa Aditya mencium pipi Nenek nya.


Nenek nya begitu senang ketika melihat Aditya datang dan menghampiri nya.


“Hay sayang” Nenek nya memegang kedua tangan Aditya dengan terus tersenyum melihat wajah Aditya.


“Hay Dhebi” sapa Nenek nya begitu melihat ku tengah berdiri di belakang Aditya.


“Hay Nek” balas ku dengan mencium punggung tangan Nenek nya.


“Hay Dhebi” sapa Andre tiba-tiba membuat ku terkejut mendengar sapaan dari nya.


Nenek nya terlihat heran mendengar Andre yang telah mengenal ku.


Aku melirik Andre dengan kaku dan canggung. Mengingat apa yang telah dia perbuat kepadaku sebelum nya,dan sekarang dia membuat ku kikuk di depan Nenek mereka. Namun Andre terus tersenyum sinis melihat ku.


“Kalian sudah saling kenal?” Tanya Nenek nya melihat aku dan Andre bergantian.


“Aku sudah lama mengenal Dhebi Nek” tatapan nya masih terus tajam menatap ku.


“Pasti Aditya sudah sering cerita sama kamu. Dhebi memang orang nya baik sekali dan ramah,dia juga cantik” ujar Nenek memuji ku dengan menatap ku tersenyum.


“Tapi aku mengenal Dhebi bukan dari Aditya” Andre semakin membuat ku panik.


“Tapi aku juga pernah dekat dengan nya” aku tersentak mendengar ucapan nya yang begitu berani.


Keterlaluan. Bisa-bisanya dia berkata seperti itu di depan Aditya dan Nenek nya. Aditya sudah terlihat kesal menatap tajam Andre.


Nenek nya mulai bingung di buat nya.


“Kamu pernah dekat dengan Andre juga?” Ucapan Nenek terdengar tidak nyaman sekali di telingaku,terdengar seolah aku ini suka sekali berganti pria.


“Dulu aku dekat dengan Dhebi saat Aditya punya pacar bernama Lucy,bahkan mereka sempat bertunangan Nek,Nenek tidak tahu itu kan ?”


Andre benar-benar keterlaluan,bisa-bisanya dia membahas hal itu.


Nenek nya terlihat tak mengerti dengan apa yang di dengar nya,dia menatap ku dengan heran. Dia tak berkata apapun. Aditya terlihat geram,dia mengepal kan tangan nya menahan emosi.


“Tapi Aditya mengakhiri hubungan nya dengan Lucy,dan dia malah mendekati Dhebi”


Terdengar begitu rendah sekali aku dalam ucapan Andre. Aku jadi merasa takut dan malu. Aku takut jika Nenek nya percaya dengan apa yang di katakan Andre,dan aku malu karena Nenek nya pasti mengira aku wanita murahan yang hanya memanfaatkan kekayaan mereka berdua.


Mata ku mulai basah. Aku sangat ingin menangis namun sebisa mungkin aku menahan nya. Andre begitu puas melihat ku dan Aditya yang mulai terlihat panik di hadapan Nenek nya.


“Saya permisi” ucap ku dengan menahan air mataku. Dan pergi dengan cepat dari sana.


Aku keluar dari kamar Nenek Aditya dan turun melewati tangga dengan cepat. Semua pelayan yang aku lewati langsung menunduk ketika melihat ku namun kali ini aku tak mengacuhkan mereka karena suasana hati ku sedang tidak baik.


Aku mendengar suara langkah yang mengikuti ku berlari. Aku yakin itu adalah Aditya. Namun dia tak berani menghentikan ku saat itu.


Aku terus berlari dengan air mata yang terus menetes dan dengan perasaan yang amat sangat kacau. Supir Aditya dengan sigap turun dari mobil dan langsung membuka pintu untuk ku ketika melihat ku keluar dari pintu.


Aku masuk kedalam mobil nya tanpa memberikan senyuman terimakasih seperti biasa kepada supir Aditya. Aku tahu supir nya akan mengerti kenapa aku bersikap seperti itu setelah melihat wajah sedih ku masuk kedalam mobil.


Aditya langsung ikut masuk ke dalam mobil dan duduk di samping ku. Supir Aditya langsung menutup pintu nya dan dia masuk ke kursi depan belakang mobil. Dia langsung melajukan mobil nya ke tujuan kami ke Bandara.


Aditya menggenggam tangan ku dengan erat sambil menatap ku dan menghapus air mata ku.


“Jangan terpengaruh ucapan Andre” ucap nya dengan khawatir.


“Jangan sampai buat dia berhasil membuat kita hancur seperti apa yang di inginkan nya” sambung nya.


Aku terisak lalu menahan tangis ku dengan menengadahkan kepala ku agar air mata tak terus keluar dan membasahi pipi ku.


“Aku takut Nenek kamu yang terpengaruh Di. Aku takut Andre berhasil membuat Nenek kamu menilai aku seperti apa yang dia mau”


“Itu tidak akan terjadi. Sampai Nenek menilai kamu seperti itu,aku akan kembali meninggalkan dia dan tidak akan pernah memperdulikan keinginan nya” ancam nya membuat ku melihat nya dengan shock.


“Jangan. Kamu malah hanya akan membuat Nenek kamu semakin membenciku. Dia akan mengira bahwa aku yang menghasut kamu untuk semakin membantah nya”


“Dengar Bi” dia memegang tangan ku dan satu tangan nya yang lain membelai rambut nya.


“Tidak akan ada lagi yang bisa membuat aku jauh dari kamu,bahkan keluarga aku pun tidak ada yang bisa membuat kamu pergi dari aku. Dan aku tidak akan mendengarkan orang-orang yang berusaha menentang hubungan kita. Seandainya Nenek menilai kamu buruk dan dia tidak menyukai kamu. Aku tidak akan peduli dan aku tidak akan terpengaruh dengan itu. Aku bisa pastikan semua itu. Jangan membuat semua ini mempengaruhi fikiran kamu untuk pergi lagi dari ku” dia terus menguatkan aku dan memperingati agar aku tak berusaha untuk meninggalkan nya.


Aku menatap nya dengan sedih. Aku begitu terharu melihat dia yang begitu bersungguh-sungguh mencintai ku. Aku beruntung karena mendapatkan cinta tulus dari Aditya.