
Aditya dan Andre menghampiri ku yang sedang berdiri di tempat kami dengan panik.
“Kamu yakin yang kamu lihat itu Danu?” Tanya Andre meyakinkan diri ku. Seperti nya Aditya sudah memberi tahu Andre tentang kepanikan ku.
“Aku yakin ndre. Aku memang hanya lihat punggung nya saja,tapi aku tahu itu dia” jawab ku dengan begitu yakin.
Aditya tampak menghubungi seseorang dengan ponsel nya.
“Hallo. Sam gue mau minta tolong” ucap Aditya lalu dia menjauh dari ku dan Andre.
Seperti nya dia mau minta bantuan kepada manager nya.
Lalu Aditya kembalu kepadaku dan Andre setelah menghubungi orang lain.
“Gimana?” Tanya Andre kepada Aditya.
“Gue lagi minta schedule Danu ke team management nya” ujar Aditya dengan terus mengutak atik handphone nya.
Mata ku masih terus menyisir keramaian,mencari sosok itu lagi. Namun dia sudah menghilang dan entah berada dimana.
“Hallo. Gimana Sam?” Tanya Aditya ketika menerima telepon dari Sam.
“Oke. Thank you Sam” lalu Aditya kembali menutup telepon nya.
Aditya menatap ku dengan bingung.
“Dia sedang ada off air di Jakart bi” ucap Aditya membuat Andre pun bingung menatap ku.
Mereka mengira aku hanya berhalusinasi saja.
“Tapi aku bener di,ndre. Aku yakin itu Danu” ucap ku bersikeras. Karena aku begitu yakin aku tidak mungkin salah lihat.
Andre dan Aditya saling melempar pandang.
“Aku akan cari dia Dheb. Kamu dan Aditya beristirahat lah,kalian pasti terlalu lelah” ujar Andre menyentuh lengan ku.
Aku yakin Andre pasti mengira aku hanya salah lihat karena aku terlalu lelah,dan Andre pun sudah tahu apa yang telah di lakukan Danu selama ini berdasarkan cerita ku dan Aditya. Andre pasti hanya mengira aku terlalu panik sehingga berhalusinasi.
“Kita ke kamar ya” pinta Aditya membelai rambut ku.
“Aku yakin itu Danu ndre” ucap ku terakhir kali menatap Andre yang terlihat masih ragu dengan ucapan ku.
Lalu Andre menatap ku dengan khawatir.
“Oke Dheb,aku janji akan mencari nya” ujar Andre yang masih begitu peduli kepadaku.
“Thank ndre” ujar Aditya menepuk bahu nya lalu Aditya membawa ku pergi masuk ke dalam kamar di Khayangan Estate itu.
Masuk ke dalam kamar dengan interior yang terbut dari kayu jati yang kokoh dan mengkilap. Semua terlihat begitu mewah dan berkelas membuat siapapun yang menginap disini akan merasa betah dan nyaman.
Aku di dudukan di tempat tidur oleh Aditya.
“Aku ga mungkin salah liat di” ucap ku yang masih terus bersikeras dengan keyakinan ku.
“Iya aku percaya kamu. Aku hanya masih bingung bagaimana dia ada disini sementara dia ada jadwal off air di Jakarta” ucap Aditya.
“Ya aku juga ga tau,aku malah bingung,kenapa dia bisa datang kesini padahal acara pernikahan kita begitu private”
“Kamu harus tenang. Tidak akan ada lagi yang bisa menyentuh kamu atau pun melukai kamu bi,mereka harus bisa menghadapi ku dulu. Aku akan mengalahkan semua obsesi mereka yang ingin mendapatkan kamu” ucap Aditya menatap ku dalam. Lagi-lagi dia menenangkan ku,dan membuat ku percaya bahwa semua akan baik-baik saja.
Aditya lalu mendekatkan wajah nya kepadaku. Lalu dia mencium bibir ku dengan lembut pada,aku hanya mengikuti alur Aditya. Lalu beberapa saat kemudian dia ******* bibir ku dengan penuh gairah dia memegang kepala ku untuk menahan bergerak nya kepala ku. Dia melepaskan baju ku,aku pun membantu melepaskan kemeja nya. Kita masih di posisi duduk selama ciuman itu masih berlangsung,lalu Aditya mencium leher ku dengan segala gairah nya,dan aku hanya bisa diam mengikuti dan merasakan kehangatan nya. Dia menyeret ku ke atas tempat tidur dan menanggalkan semua pakaian kami di lantai sampai di tubuh kami tak ada sehelai pun kain yang tertinggal.
Jika saat pertama kali kita melakukan nya di Sumba dengan rasa nafsu saja,kali ini kita melakukan nya dengan penuh kasih sayang. Dia diam di atas ku dan menatap ku dengan dalam.
“Jangan pernah berfikir untuk meninggalkan aku Dhebi” ucap Aditya dengan rambut nya yang mulai berantakan dan keringat yang sudah mengkilat di wajah putih nya.
“Apa bisa aku melakukan nya?” Ujar ku mengingat itu tidak mungkin bisa terjadi.
Lalu Aditya tersenyum manis kepada ku dan kembali mencium manis bibir ku,kita bercumbu dengan mesra nya dan dengan penuh kehangatan.
Keesokan pagi nya aku terbangun dengan suasana yang masih dingin di dalam pelukan Aditya. Aku mengerjapkan mata ku,dan melihat Aditya yang masih memeluk ku dengan erat. Kulit tubuh ku merasakan dada Aditya yang begitu bidang dan hangat. Tubuh ku begitu melekat di tubuh nya seperti tak ingin melepaskan kehangatan ini.
Dengan perlahan aku melepaskan pelukan Aditya dan memakai ****** ***** baru juga kimono yang sudah tersimpan di dalam lemari. Aku membuka pintu balkon dengan hati-hati, berusaha untuk tak membangunkan Aditya di dalam tidur nya.
Cahaya sinar matahari menyambut pagi ku menyorot ke dalam kamar,lalu aku kembali menutup pintu nya dan berjalan ke luar balkon untuk menyapa pemandangan samudra hindia di hadapan ku. Laut lepas berwarna biru,sinar matahari yang mulai menghangatkan tubuh kami juga langit yang begitu cerah mengawali hari ku sebagai seorang istri dari Aditya. Aku tersenyum mengingat kejutan Aditya tadi malam memberikan kejutan untuk ku yang sebenarnya adalah hari ini. Dia memang orang pertama yang memberikan kejutan untuk ku dan dia adalah orang teristimewa yang sudah memberikan hadiah yang begitu besar selama hidup ku. Yaitu menjadi istrinya.
Tak sengaja aku melihat ke bawah ku,dan melihat seseorang tengah berdiri di atas venue dan menatap samudra hindia di tepian tebing. Dia memakai baju longgar berwarna abu-abu tua,juga memakai celana di berbahan kain pun terlihat oversize di kaki nya. Rambut dia terbawa angin dengan terlihat cool. Dia tampak terus berdiri memandang pemandangan indah di hadapan nya.
Aku seperti tahu siapa yang bertubuh tegap itu. Aku yakin itu Danu,namun dia tidak saja membalikan badan nya sehingga aku tidak bisa memastikan bahwa itu adalah dia.
Laki-laki itu masih saja memebelakangi ku terlihat kecil dan jauh di bawah sana. Namun aku begitu mengenali tubuh tinggi dan model rambut baru nya,aku menunggu dia membalikan badan namun dia masih terus membelakangi ku.
“Selamat pagi Dhebi” sapa seseorang di belakang ku dengan mamakai kimono nya juga yang berwarna putih berbahan lembut seperti ku.
Aditya memeluk ku dengan erat dan menyimpan kepala nya di bahu ku. Aku langsung melirik nya dan membalikan badan ku.
“Pagi Aditya” balas ku menyapa nya dengan memberikan senyuman terbaik ku.
Aku kembali melirik orang di bawah sana,tapi tiba-tiba sudah menghilang.
“Kenapa?” Tanya Aditya melihat wajah panik ku.
Aku langsung gelagapan dan berusaha untuk tenang.
“Hah,ngga di tadi aku cuma ngerasa liat saudara aku di bawah” ucap ku berdalih.
“Jangan dulu ada yang mengganggu,aku masih ingin berdua dengan kamu” ucap Aditya dengan mendekatkan wajah nya sehingga aku merasakan nafas nya di wajah ku.
“Kita akan selalu ada bersama berdua setiap hari nya mulai dari sekarang di,kamu tidak perlu khawatirkan itu” ucap ku dengan melingkarkan tangan di leher nya.
“Setiap hari disini,kamu mau?” Tanya Aditya membuat ku mengkerutkan kening.
“Di venue yang mahal dan megah ini? Kamu gila?” Ucap ku terbelalak tak ingin semua itu terjadi.
“Aku bisa melakukan apapun yang kamu mau”
“Ya aku tahu. Tapi aku tidak akan membiarkan kamu menghamburkan uang hanya untuk hal seperti ini” ucap ku menggelengkan kepala ku kepadanya.
“Baiklah nyonya Nugraha,sekarang keuangan ku akan kamu yang mengatur jika tidak aku bisa saja membeli pulau ini untuk kamu” ucap nya membuat ku tertawa dengan ocehan nya.
Lalu Aditya kembali mencium bibir ku di balkon terbuka itu,dengan background laut di hadapan kami. Dia terus ******* bibir ku lalu menggendong ku kembali ke kamar dan kembali bercumbu menghabiskan waktu berdua di Khayangan Estate.