
Setelah lelah seharian berjalan-jalan dan menghabiskan waktu sampai malam hari. Aku dan Aditya langsung tertidur dengan pulas nya,dan aku terbangun di pagi hari. Rencana hari itu aku dan Aditya akan menyaksikan matahari terbit di tengah laut dengan speed boats namun seperti nya kami terlalu lelah karena kemarin terlalu bersemangat kesana kemari.
Matahari sudah lebih dulu bangun dari kami. Aku langsung membuka mata ku dan melepaskan pelukan Aditya dengan perlahan. Seperti biasa pagi hari aku selalu menyapa pemandangan indah di luar kamar dengan menghirup udara yang begitu segar. Aku masih memakai kimono ku ketika aku keluar hotel dan berdiri di bibir pantai. Aku biarkan matahari pagi menyentuh kulit ku dan angin sejuk menerbangkan rambut ku. Pagi itu aku meminta maaf kepada surya karena tidak melihat nya saat terbit.
Lalu aku kembali ke kamar hotel sebelum Aditya bangun. Namun belum sempat aku sampai ke hotel aku melihat ada buket bunga biru tergeletak begitu saja di kursi panjang samping kolam renang. Mata ku langsung terbelalak dan berjalan dengan perlahan mendekati buket bunga itu. Aku melihat di sekitar ku,mencari siapa pemilik nya. Namun tk ada seorang pun yang berada disana dan buket bunga biru itu tampak mencurigakan. Memang bentuk nya berbeda namun bunga biru ini adalah bunga yang sama dengan bunga yang di berikan Danu waktu itu.
Aku melihat bunga yang ternyata masih sangat segar dan terlihat masih baru itu wangi nya pun masih menyengat. Aku yakin bunga ini pasti belum lama itu di simpan disana.
Aku langsung menyimpan buket bunga itu kembali di atas kursi dan segera berlari kembali ke hotel. Ketika aku menaiki anak tangga menuju hotel ku seseorang mengejutkan ku dengan berdiri di hadapan ku.
“Diii” kesal ku dengan wajah begitu tegang.
Aditya terlihat heran dan bingung melihat ku.
“Kamu kenapa? Kenapa wajah mu terlihat panik seperti itu?” Tanya nya menyadari ekspresi wajah ku.
Aku langsung menyisir rambut dengan jari ku untuk menghilangkan rasa tegang ku.
“Ngga. Tadi aku diem di pesisir pantai kan,lalu aku baru ingat jika kita sudah menyewa speed boats untuk pagi ini. Aku takut penyewa nya sudah menunggu” ucap ku berdalih.
Namun raut wajah Aditya masih saja ragu dia menatap ku masih dengan bingung.
“Aku sudah telepon pihak penyewa nya,dia bilang tidak apa-apa kita bisa mengambil nya kapan saja. Lebih baik kita makan dulu” pinta Aditya dengan menggandeng tangan ku kembali masuk ke dalam hotel.
Bukan nya aku ingin menutupi ke panikan ku kepada Aditya. Namun aku masih belum yakin bunga itu milik siapa dan dari siapa aku tidak ingin berspekulasi bahwa itu adalah untuk ku hanya karena aku terlalu paranoid tentang Danu kemarin. Dan aku rasa tidak mungkin Danu sampai mengejar ku sampai sini,dia tidak mungkin se niat itu hanya untuk mengganggu ku,namun tetap saja aku ingin memastikan apakah dia benar disini atau dia ada pekerjaan di Jakarta.
“Pesan makanan di antar kesini atau kita ke Restaurant?” Tanya ku dengan berusaha untuk melupakan buket bunga yang tidak jelas itu.
“Lebih baik minta di antar kesini,aku mau mandi dulu” ujar Aditya sambil membuka baju dan masuk ke dalam kamar mandi.
Aku mengambil kesempatan untuk menghubungi Andre yang bisa aku pintai tolong,aku hanya ingin merasa tenang berlibur dengan Aditya. Biar aku memastikan dulu semuanya,kalau sampai benar buket bunga itu dari Danu dan dia ada disini baru lah aku akan bercerita kepada Aditya.
“Hallo ndre” sapa ku dengan terus melirik kamar mandi ,jaga-jaga takut Aditya keluar kamar mandi.
“Hay Dheb kenapa?”
“Kamu dimana?”
“Aku sudah di malaysia kan Dheb,ada apa?”
“Waktu itu kamu sudah bertemu Danu?” Tanya ku mengingat janji nya untuk berbicara dengan Danu.
“Aku belum bertemu dia Dheb. Dia sudah pulang ke Jakarta saat aku mau menemui nya,karena dia memang sedang ada acara tv live di Jakarta. Dan siaran nya pun memang ada,aku kira kamu melihat nya juga”
Lalu terdengar suara tawa dari Andre.
“Ndre tapi aku takut sekarang Danu ada disini”
“Hah?”
“Tadi aku nemu buket bunga warna biru yang waktu itu dia kasih untuk hari ulang tahun ku ketika di Venue,dan buket bunga itu sama persis dengan yang aku dapatkan di Bali. Aku takut itu dari dia lagi” ucap ku dengan begitu cemas.
“Dia mengirimkan lagi buket bunga itu? Langsung ke kamu lagi?” Tanya nya membuat ku berfikir.
“Memang tidak. Buket bunga itu aku menemukan nya tergeletak begitu saja di kursi panjang dekat kolam renang,dan ya aku hanya curiga,kenapa bisa buket bunga yang terlihat baru itu tergeletak di sana tanpa ada pemilik nya,aku kan jadi ingat dengan pemberian Danu”
Terdengar helaan nafas dari Andre.
“Dheb. Kamu hanya terlalu khawatir,bisa saja itu memang untuk orang lain kan? Bisa saja itu memang ada pemilik nya hanya saja belum di ambil” ucap Andre yang begitu masuk akal.
Aku memang terlihat begitu panik dan begitu takut ketika melihat bunga itu. Dan aku pun sudah tahu bagaimana nekat nya Danu,bisa saja dia memang mengikuti ku sampai sini. Hanya saja dia bersifat misterius.
“Dheb. Kamu tenang ya,aku coba cari tahu dulu tentang Danu di Jakarta,apakah dia ada acara atau tidak nya” ujar Andre membuat ku tenang.
“Baiklah. Terimakasih lagi ndre”
“Anytime Dheb”
Lalu aku menutup telepon nya dan segera menyusul Aditya untuk mandi.
Beberapa saat kemudian kita berdua sudah berganti pakaian dengan memakai baju putih putih senada dengan santai ala di pantai agar membuat kesan kita lebih serasi. Aku memakai dres umpak berwarna putih,yang memiliki rok lebar dan hanya bisa terlihat lebar ketika aku berputar atau terhempas angin. Dan Aditya memakai baju kemeja putih dengan model begitu santai.
Setelah sarapan di dalam kamar kami berdua langsung pergi ke luar hotel dan mengunjungi tempat lain nya yang belum pernah kita kunjungi sebelum nya. Begitu aku keluar dari hotel aku melirik ke bawah ke tempat buket bunga biru yang tadi pagi aku lihat. Namun kursi panjang itu sudah kosong,mungkin memang benar buket bunga itu ada pemilik nya dan aku hanya terlalu paranoid dengan nekat nya Danu.
Ketika masuk ke dalam mobil sebuah pesan masuk ke dalam handphone ku. Itu dari Andre dia mengirimkan siarang langsung dari Jakarta dan mengirim screenshoot sebuah tatanan acara besar di sana.
Fhoto itu adalh fhoto Danu yang sedang menghadiri sebuah acara Festival Film Indonesia yang tengah berlangsung hari itu,dan di hadiri oleh sebagian artis terkenal juga beberapa orang pejabat tinggi. Lalu tatanan acara menunjukan jika Danu adalah salah satu bintang tamu yang akan menyanyi dalam acara tersebut.
Akhirnya aku bernafas lega dan aku segera menghapus pesan itu sebelum Aditya melihat nya.
“Dheb ayo masuk” ucap Aditya yang sudah menunggu di dalam mobil.
“Oh iya” aku langsung masuk dengan perasaan yang lebih baik.