Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Kejutan hari ulang tahun ku



Acara pernikahan ku masih di lanjut hingga malam hari. Pakaian pengantin kami pun di tukar dengan gaun berwarna biru dan dekorasi sekitar venue di rubah menjadi acara makan malam yang megah dengan dekorasi berwarna biru aquamarine warna kesukaan ku. Malam harinya aku memakai gaun bouffant berlengan panjang berwarna biru laut dengan rok melingkar lebar di lutut ku. Rambut ku di ikat kuncir kuda dengan di gelombangkan agar lebih bervolume,riasan wajah ku pun di ubah sesederhana mungkin untuk acara makan malam.


Dan Aditya memakai kemeja biru laut dan celana hitam,rambut dia pun sudah terlihay begitu messy namun tampak begitu cool sekali.


“Coba lihat ketiga teman mu?” Ujar Aditya memperhatikan ketiga teman ku yang masih saja heboh berfoto dengan bersemangat nya mengabadikan moment indah malam itu di venue yang indah ini.


“Kenapa?” Tanya ku.


“Sejak dulu sikap ketiga teman mu tidak pernah berubah” ujar Aditya lalu dia meneguk minuman di tangan nya.


“Lalu aku?” Tanya ku menatap Aditya menyelidik.


Aditya menatap ku dengan dingin.


“Ya begitupun kamu,dari dulu sifat kamu pun tidak pernah berubah” jawab nya.


“O ya?” Tanya ku tak mempercayai ucapan nya.


“Ya tentu saja. Menyebalkan nya kamu,sinis nya kamu,galak nya kamu” ujar nya membuat ku memelototi nya dengan kesal. Lalu aku memicingkan mata menatap nya merubah raut wajah ku menjadi cemberut.


“Semua tidak pernah berubah sampai sekarang. Bahkan pesona kamu,kecantikan kamu,ketulusan kamu pun tidak pernah berubah. Aku senang karena akhirnya kita berakhir bahagia” ujar Aditya mulai serius.


“Aku juga masih belum percaya,sekarang aku sudah menjadi istri kamu. Istri dari seorang CEO kaya raya dan begitu posesif” ujar ku dengan mendekatkan tubuh ku ke tubuh Aditya bersikap romantis.


“Kamu adalah laki-laki yang terhebat dan begitu tersabar yang pernah aku temui di. Kamu bisa setegar itu menahan rasa sakit setiap kali aku menyakiti hati kamu. Bahkan kamu selalu menganggap makian ku hanya lah sebuah khiasan di telinga kamu,aku tidak pernah tahu bahwa Aditya ku bisa sesabar ini” ucap ku menatap nya dengan begitu dalam.


“Kesabaran ku tergantung dari apa yang aku hadapi. Kalo yang aku hadapi adalah kamu,aku akan bersabar sekuat mungkin agar tidak meluapkan emosi ku. Tapi jika kesabaran ku di uji karena orang lain atau pun pengganggu,aku tidak akan bisa mengukur kesabaran ku untuk itu” jawab Aditya.


Aku mengangkat halis ku lalu tersenyum kepadanya. Aku menyandarkan kepala ku di bahu Aditya dan merasakan kehangatan disana.


Ketiga teman ku menghampiri kami.


“Iihh udah dong ntar lagi mesra mesra an nya,kan bisa di villa” ujar Sisil melihat kami dengan sirik.


Aku dan Aditya tertawa mendengar ocehan nya.


“Kita foto dulu ayoo” pinta Sisil dengan manja.


“Iya ayo foto dulu” sahut Sisil.


“Mas mas boleh minta fotoin” ujar Sienna menghentikan pelayan Venue yang baru saja melintas di hadapan kami.


Lalu kami sekua berfoto bersama dengan gembira dan penuh kebahagiaan.


“Ih keren banget deh” ujar Sisil. Melihat lihat hasil foto di kamera nya.


“Aku ada kejutan untuk kamu” ucap Aditya membuat ku menatap nya dengan heran.


Tidak lama suara ledakan dengan di ikuti tebaran kembang api terhempas di langit malam menghiasi malam kami. Begitu banyak dan begitu berwarna warni. Kembang api itu begitu banyak dan begitu menakjubkan.


“Kamu suka?” Tanya Aditya bertanya dengan tersenyum manis menatap ku.


“Dii,ini indah sekali” ucap ku dengan terus menatap kembang api yang tak henti meledak di atas langit kami dan menebar kelap kelip indah di atas sana.


“Sekarang kamu lihat ke bawah” ucap nya.


Aku langsung melangkahkan kaki mendekati jurang tebing dan memegang besi penghalang menatap ke arah bawah dengan hati-hati. Mataku terbelalak melihat lampion-lampion yang berterbangan melewati ku melayang ke atas dengan api di tengah nya. Aku tidak tahu kenapa bisa lampion itu muncul dari bawah sana karena terlalu gelap dan aku tak bisa memperhatikan jelas di bawah sana. Aku kembali terpaku dengan semua lampion yang berterbangan dengan indah nenunculkan cahaya orange nya.


“Happy birthday Dhebi” ujar Aditya membuat ku menatap nya dengan bingung.


“Ulang tahun ku kan masih besok dii” ucap ku mengingatkan hari ulang tahun ku yang sebenarnya.


Aditya tersenyum menatap ku.


“Aku tahu. Aku ingin jadi yang pertama yang mengucapkan nya,dan aku mau semua ini di saksikan oleh orang-orang penting di hidup kita” ujar Aditya membuat ku menatap sekitar ku.


Memang benar. Semua orang yang berarti di hidupku menyaksikan kejutan ulang tahun ku yang begitu menakjubkan.


Mama dan Papa sedang mengabadikan keindahan lampion dan kembang api dengan ponsel nya. Lalu orang tua Aditya pun ikut bangga menyaksikan keindahan itu. Ada teman-teman ku,ada Andre,ada Nenek dan ada saudara kami yang lain.


Lalu aku menatap kembali Aditya dan memeluk nya dengan hangat.


“Thank di” ucap ku dengan lirih.


Lalu aku membuka mataku dan melihat sosok pria jauh di hadapan ku sedang berjalan menjauh dan menghilang dari keramaian.


Aku terkejut dan melepaskan pelukan ku.


“Di” ucap ku dengan raut wajah yang begitu terkejut.


“Kenapa?” Tanya Aditya dengan khawatir.


Di samping yang lain nya Andre melihat raut wajah ku yang begitu panik.


“Aku seperti melihat Danu” ucap ku dengan takut.


“Dimana?” Tanya Aditya membalikan badan nya dengan sigap mencari sosok laki-laki itu.


Lalu Andre mencari apa yang sedang aku lihat dan yang sudah membuat ku menjadi panik. Dia memang tidak bisa mendengar percakapan ku dan Aditya,namun Andre tahu jika aku sedang panik.


Andre lantas mengejar sosok yang tengah aku cari ke arah yang aku tunjukan. Dan Aditya pun ikut mencari sosok Danu disana. Aditya dan Andre bertemu di keramaian dan mereka terlihat berbicara berdua dengan mata yang terus menyisir ke kanan dan kiri mereka.


Aku pun ragu. Apa benar apa yang aku lihat adalah Danu?


Namun aku begitu mengenal bagian punggung Danu yang tegap dan tinggi,belum lagi cara dia berjalan dan bentuk wajah nya yang oval,dari belakang pun aku sudah bisa melihat bahwa itu adalah Danu. Tapi kenapa bisa dia ada disini? Padahal acara pernikahan ku kan begitu private,dan ketat.