Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Biarkan saja perasaan itu ada



Aku berjalan lurus berusaha untuk tak memperdulikan nya. Namun aku melihat Danu turun dari tempat duduk nya dan mengejar ku sebelum aku berbelok ke lorong Apartemen. Dia menarik tangan ku.


“Apa sih nu!” Kesal ku dengan menatap nya sinis.


Dia tidak menjawab hanya menatap ku dengan dingin.


“Lepasin tangan ku” pinta ku dengan menatap tangan ku yang masih di pegang nya.


“Aku cuma mau bicara,jangan dulu pergi”


Aku menggelengkan kepala ku dengan kesal karena melihat sikap nya yang masih saja keras kepala.


“Waktu kamu cuma sebentar,aku masih sibuk siapin makan sore untuk suami ku” ucap ku dengan menyinggung Aditya,berharap membuat hati nya tidak nyaman.


Dia lalu melepaskan genggaman nya dan memasukan kedua tangan di saku celana nya.


“Bagaimana liburan mu?” Tanya Danu membuat ku menatap nya bingung.


“Liburan? Honeymoon maksud kamu?” Ledek ku dengan membenarkan pertanyaan nya.


“Semua berjalan dengan baik,bahkan aku begitu bahagia sekali disana bersama Aditya. Aku malah berharap bisa tinggal disana agar bisa merasa tenang” ucap ku menatap nya sinis. Aku harap aku berhasil menyindir nya.


Danu terlihat tidak terusik dengan ucapan ku,dia malah terlihat biasa saja.


“Sayang sekali aku tidak bisa menyusul mu kesana,padahal aku ingin sekali bisa melihat kamu disana menyaksikan orang yang aku cintai berbahagia” ucap nya membuat raut wajah ku berubah menjadi sangat kesal.


“Tidak ada yang mengharapkan kehadiran kamu disana Danu. Karena kamu hanya akan mengganggu ketenangan ku dengan Aditya,walaupun kamu berada di jarak 1 Kilo meter dengan kami” ucap ku dengan begitu serius.


“Kenapa kamu sangat membenci aku Dheb?” Tanya Danu membuat ku mendelikan mata.


“Apa yang pernah aku lakukan sampai kamu begitu membenci aku?” Tanya nya yang sebenarnya juga sulit untuk aku jawab.


“Karena aku jatuh cinta sama kamu? Kamu fikir aku mau menyimpan perasaan ini terus menerus untuk kamu? Aku juga tidak mau Dheb. Aku juga mau membuang perasaan ini secara perlahan agar dia tidak terlalu sakit hati. Namun semuanya buruh proses” Ujar nya yang lagi-lagi membuat ku gundah karena dia begitu berani mengutarakan perasaan nya terus menerus.


“Andai kamu memberikan pengertian kepada Aditya tentang perasaan yang aku miliki ini tumbuh begitu saja,aku yakin Aditya pun tidak akan marah,dia bisa menganggap ku hanya sebagai pengagum kamu saja sama seperti wanita lain yang menaruh hati kepada Aditya yang dia anggap hanya sebagai fans. Tapi karena kebencian kamu yang tidak jelas alasan nya,membuat Aditya pun jadi ikut marah. Padahal sampai saat ini pun aku sudah tidak lagi memaksakan perasaan kamu untuk membalas cinta ku. Aku cukup tahu diri untuk tidak merusak kebahagiaan kamu yang sudah menikah dengan Aditya” ujar Danu membuat ku terenyuh.


Aku memang memiliki rasa benci kepada Danu karena dulu dia terlaku memaksakan hati ku dan selalu mengusik kehidupan ku. Dulu dia seolah menjadi pengagum yang terobsesi untuk mendapatkan perhatian ku dengan cara nya yang misterius. Tapi Danu benar,setelah kejadian malam itu di rooftop dan sampai sekarang,dia sudah tidak lagi mengganggu ku. Dia hanya hadir di hari bahagia ku dan juga mengirimkan bunga hanya untuk birthday gift.


Aku menatap mata Danu yang begitu sendu dengan tatapan yang tak menentu. Mulut ku tiba-tiba terkunci,aku tidak tahu harus berkata apa kepada Danu. Lalu dia melangkah pergi melewati ku yang masih berdiri memikirkan kata-katanya.


Dia hanya mencintai ku,hanya itu kesalahan nya. Dan aku sangat membenci nya,padahal dia tidak pernah menginginkan perasaan itu muncul. Yang dia rasakan sama seperti Andre bahkan sampai sekarang pun Andre masih selalu mengatakan jika dia masih menyimpan perasaan untuk ku namun aku membiarkan nya karena kita sekarang sudah menjadi teman. Dan bahkan Aditya pun tidak keberatan dengan perasaan yang di miliki Andre,karena dia sendiri pernah mengatakan perasaan orang lain tidak bisa di paksakan untuk tumbuh atau di hilangkan,yang penting dia tidak berusaha untuk mengganggu rumah tangga kami.


Beberapa jam berlalu aku sudah menyiapkan makan untuk kepulangan Aditya dari kerja nya. Suara pintu ruang utama berbunyi tanda seseorang akan masuk dengan akses kunci nya,dan terlihat Aditya masuk ke dalam Apartemen dengan menggantungkan jas di lengan nya dan tas kantor di tangan yang lain nya.


“Hay” sapa ku dengan ceria melihat nya.


“Hay” sahut nya.


Dia mendekati ku memeluk dan mencium bibir ku dengan lembut.


“Mandi dulu lalu makan” perintah ku melihat wajah nya yang sudah terlihat lelah dan kusam karena keringat.


“Oke” jawab nya. Lalu dia masuk ke dalam kamar dan segera mandi dengan cepat.


Tidak lama dia sudah keluar lagi dengan memakai kaos dan celana santai nya.


“Lancar,akan ada beberapa proyek lagi mulai bulan depan”


“O ya?”


“Ya. Papa benar-benar mengerjai ku. Dia tidak main-main saat dia mengatakan aku akan menjadi bos besar di perusahaan kakek ternyata memang pekerjaan yang di berikan Papa juga begitu besar” ujar Aditya dengan lelah.


Aku menertawakan ocehan nya.


“Orang bilang setelah suami lelah bekerja seharian dan dia merasa penat,semua rasa lelah dan penat nya itu akan hilang ketika dia pulang dan melihat istri yang di cintai nya” ucap ku dengan tersenyum malu mengingat tulisan yang ada di dalam quotes sosial media.


Aditya terlihat menatap ku dengan senyum tipis nya lalu dia memegang tangan ku.


“Karena bagi suami pulang adalah tempat ternyaman untuk dia menghilangkan stres dan istri adalah orang yang paling tepat untuk membuat kita tenang walau hanya melihat nya saja” ucap Aditya yang semakin membuat ku malu dan haru.


“Benarkah?” Tanya ku berpura-pura ragu dengan ucapan nya.


“Yang aku ingat selama aku bekerja adalah kamu”


“Sudahlah di,kamu terlalu membuat ku tersanjung” ucap ku menatap nya begitu dalam.


Lalu kami mulai makan sebelum makanan nya dingin.


“O ya. Kamu ada hubungi Andre?” Tanya Aditya membuat ku tersentak kaget. Aku takut dia menanyakan tentang percakapan kami tentang Danu.


“Aku ada perlu sama dia,dan aku belum sempat menanyakan kabar nya. Apa dia akan pulang?” Tanya Aditya melanjutkan ucapan nya dan membuat ku sedikit bernafas lega.


“Ada. Kemarin aku sempet comment status nya saat dia jumpa fans di Malaysia”


Aditya menatap ku sebentar dengan tatapan biasa saja dan kembali menyantap makanan nya.


“Lalu?” Tanya nya.


“Ya aku belum tanya kapan dia pulang”


Aditya hanya menganggukan kepala nya.


“Kamu tahu kan Andre masih menyukai ku?”ucap ku dengan hati-hati.


“Ya” jawab nya dengan dingin.


“Kamu tidak ada rasa cemburu jika aku masih berhubungan dengan nya?” Tanya ku sengaja memuat dia cemburu dengan raut wajah ku yang jahil menatap Aditya.


“Aku kan sudah bilang. Tidak ada alasan lagi untuk aku cemburu dengan Andre selama kamu tidak menanggapi perasaan nya. Biarlah perasaan Andre seperti itu,aku tidak memaksakan perasaan Andre untuk tidak menyukai mu karena itu memang bukan salah nya” ucapan Aditya sama persis dengan apa yang di katakan Danu tadi pagi.


“Dan sekarang aku sudah mendapatkan kamu seutuh nya. Kamu sudah menjadi istri ku,dan tidak ada ketakutan lagi untuk aku akan kehilangan kamu,karena kita sudah di ikat dalam satu janji yang sangat sakral yaitu pernikahan” ucap Aditya mengingatkan betapa penting nya komitmen suatu pernikahan


“Jadi kamu tidak akan marah jika ada orang lain yang menaruh perasaan untuk ku?” Tanya ku mengingat Danu.


“Selama kamu tidak membalas perasan itu,dan dia tidak berusaha mengganggu atau menyentuh mu aku tidak bisa memaksakan perasaan mereka. Aku juga punya fans,bahkan banyak sekali fans fanatik yang sudah mencintai ku sejak lama,tapi mereka tidak mengganggu ku bahkan menyentuh ku,karena itu perasaan mereka yang tidak bisa aku atur atau pun aku hilangkan” ujar nya menggedikan bahu nya seolah perasaan mereka itu tidak penting untuk nya.


Aditya benar. Tidak sepatut nya aku mencintai Danu hanya karena dia mencintai ku. Aku jadi merasa tidak enak hati kepada Danu karena selalu bersikap kasar kepada nya.