Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Biro jodoh



Acara makan kami sudah selesai. Mama,Papa dan seluruh keluarga ku sudah berpamitan lebih dulu untuk kembali ke hotel.


“Di,aku temuin dulu Andre ya” ucap ku dengan meminta izin selagi dia masih berbincang dengan keluarga nya yang lain.


“Oke” jawab Aditya dengan tersenyum.


Aku langsung mencari Andre di sekitar hotel sana,hotel itu sudah mulai sepi hanya tinggal beberapa orang saja. Andre ada di samping gazebo di ujung taman sedang menerima telepon. Aku berjalan cepat menghampiri Andre yang sedang membelakangi ku dengan telepon di telinga nya. Dari belakang saja dia sudah terlihat begitu tampan dengan tubuh nya yang tinggi dan dengan kemeja biru yang di pakai nya,dia selalu berpakaian formal seperti ini sejak dulu dan dia tidak pernah berubah.


“Andre” sapa ku ketika aku melihat dia sudah mengakhiri perbincangan nya di telepon.


Andre membalikan badan nya dan melihat ku terkejut.


“Dhebi” sapa nya.


Aku langsung memeluk erat Andre begitu merindukan nya.


“Aku kira kamu tidak akan datang” ucap ku dengan masih memeluk nya.


Andre melepaskan pelukan ku dan memegang kedua lengan ku.


“Tentu saja aku pasti datang,aku tidak mau mslihat kamu sedih di pelaminan nanti karena aku tidak dateng ke acara bahagia kalian” jawab nya dengan begitu percaya diri.


Aku tertawa mendengar gurauan nya.


“Padahal aku sudah siapkan banyak tenaga untuk memarahi kamu kalo kamu sampai tidak dateng ke pernikahan aku” ledek ku dengan terlihat begitu serius.


“Oh,jangan lagi” sahut Andre dengan membayangkan itu akan mengerikan.


“Sudah cukup aku banyak di marahi kamu saat dulu Dheb” lanjut nya membuat kita terus tertawa mengingat masa lalu kami berdua.


Tiba-tiba Anandita menghampiri kami dengan raut wajah dia yang begitu bertanya-tanya.


“Kalian saling kenal?” Tanya Anandita menunjuk kami berdua.


Aku dan Andre saling melempar pandang,karena Andre masih tak melepaskan genggaman tangan nya di tangan ku.


“Kok kalian akrab gini?” Tanya lagi Anandita dengan penuh curiga.


“Iya aku kenal begitu dekat Dhebi” jawab Andre menatap ku dengan begitu dalam.


Dia membuat ku mengingat kedekatan kami dulu.


“Aditya tahu tentang kedekatan kalian?” Tanya nya lagi.


“Dia bahkan tahu bagaimana kami kenal pertama kali sampai kami bisa sedekat ini” jawab Andre terus mempermainkan jawaban nya.


“Kok bisa?”


Andre menghela nafas nya begitu dalam dan menatap Anandita.


“Sebenarnya Dhebi ini mantan pacar aku” ucap Andre membuat Anandita begitu tercengang menatap ku tak percaya.


“Andreeee” panggil ku memperingati nya.


Karena dia selalu saja menganggap ku seperti itu.


“Kenapa? Kita hampir 8 bulan bersama kan? Kita sudah banyak menghabiskan waktu bersama. Main ke luar kota bersama,berlibur ke NTT bersama,dan kamu kerap menemani aku di acara launching novel ku kan?” Ucap Andre menatap ku.


Aku hanya menatap Andre dengan begitu sedih.


“Sudah lah ndre” pinta ku agar dia tak lagi mengingat masa itu.


“Memang benar,melupakan kamu itu tidak mudah Dheb” ujar nya lagi yang masih membuat ku begitu pilu dan juga sedih menatap nya.


“Tapi kok bisa Aditya rebut Dhebi? Kamu biarin Aditya nikahin Dhebi?” Tanya Anandita lagi semakin penasaran.


Aku dan Andre kembali tertawa mendengar pertanyaan Anandita.


“Bukan Aditya yang merebut Dhebi,tapi aku yang sudah merebut Dhebi dulu dari Aditya” jawab Andre yang membuat Anandita semakin mengkerutkan kening nya.


“Hah? Sebentar,kok aku masih belum nangkep ya” Anandita semakin bingung dengan cerita Andre yang hanya setengah setengah.


“Nanti Andre pasti ceritain semua nya sama kamu kok” jawab ku dengan tersenyum melihat nya.


Aditya datang menghampiri kami. Dan Anandita masih terlihat bingung dengan apa yang baru saja di ketahui nya.


“Hay” sapa Aditya merangkul pinggang ku.


“Kita pulung duluan ya ndre,lo tidur dimana?” Tanya Aditya dengan ekspresi yang biasa saja menyapa Andre.


“Gue tidur di rumah Nenek malam ini,nemenin dia dulu disana”


“Yah,memang dari dulu lo juga udah jadi anak kesayangan Nenek” ledek Aditya.


“Ya udah kamu istirahat ya,jaga diri kamu baik-baik” pinta Andre menyentuh lengan ku dengan lembut semakin membuat Anandita terheran melihat Aditya yang biasa saja menanggapi perilaku Andre terhadap ku.


“Peluk aku lagi” pinta ku dengan melingkarkan tangan ku di leher nya. Dan Andre melingkarkan tangan nya di tubuh ku dengan begitu erat.


“Apakah ini akan menjadi pelukan terakhir untuk ku ?” Tanya Andre dengan begitu menyedihkan.


Aku melepaskan pelukan itu dan memegang kedua tangan Andre.


“Ndre. Aku yakin setelah ini,kamu pasti akan menemukan pelukan baru yang lebih hangat dan menenangkan pasti nya” ucap ku dengan tersenyum manis.


Andre mengkerutkan kening nya. Lalu aku melirik Anandita yang masih berdiri di samping kami dengan tatapan nya yang bingung. Dia terkejut ketika aku melirik Anandita,dia menyadari apa maksud ku.


“Aku?” Tanya Anandita dengan kikuk.


Kami bertiga tertawa melihat ekspresi nya yang menjadi tegang.


“Kenapa aku harus memeluk nya?” Tanya Anandita dengan canggung dan terlihat untuk tenang.


“Kenapa tidak?” Tanya Andre balik bertanya kepada nya.


“Bukan kah sejak kecil kamu selalu memeluk ku juga?” Ledek Andre mengingat masa kecil mereka.


Anandita terlihat gelagapan dan menatap Andre tegang.


“Iya itu kan karena kita masih kecil dan kita tidak mengerti apa-apa” gugup nya sambil melempar pandang nya ke sekeliling dia.


Dia terlihat tak ingin menatap mata Andre,aku yakin Anandita pun pasti sempat memiliki perasaan kepada Andre,terlihat begitu jelas sekali dia merasa canggung ketika di goda Andre.


“Ya sudah,aku pulang dulu ya ndre” pamit ku terakhir kali.


“Oke” jawab nya lalu dia menatap Aditya.


“Jaga dia baik-baik ya Dit” pinta nya kepada Aditya.


“Pasti gue akan menjaga nya” ucap Aditya dengan begitu meyakinkan. Lalu Aditya menatap Anandita.


“Gue juga titip Anandita ya” ledek Aditya kepada Andre. Membuat ku tersenyum menertawakan nya.


“Kenapa aku harus di titip di Andre? Memang nya aku anak kecil” timpal nya membuat kita semua semakin tertawa dengan hal yang tidak di pahami nya.


“Aku pulang ya Anandita” pamit ku dengan menyentuh lengan dia.


“Iya oke” jawab Anandita dengan masih saja kaku kepadaku.


Aku dan Aditya segera pulang meninggalkan tempat itu dan berjalan pulang melewati villa nya.


“Kenapa Anandita terlihat terkejut melihat aku menghampiri kalian tadi?” Tanya Aditya yang sedang berjalan beriringan dengan ku dengan tangan yang tak lepas melingkar di pinggangku.


“Karena dia melihat ku memeluk Andre” jawab ku mengingat hal lucu tadi.


“Apa aku juga harus mengkhawatirkan itu?”


“Karena aku memeluk Andre?” Tanya ku menatap Aditya.


Dia hanya diam tak menjawab nya.


“Mungkin saja kamu harus khawatirkan itu,karena bisa saja dia merebut ku lagi nanti” ucap ku dengan bergurau.


Lalu Aditya terlihat menghela nafas nya dengan dalam.


“Berarti aku harus segera menjodohkan Andre dengan Anandita segera,agar dia tidak merebut kamu lagi” jawab Aditya dengan membalas gurauan ku.


Aku tertawa mendengar ucapan nya yang terkesan lucu.


“Apa kita akan menjadi biro jodoh sekarang?” Tanya ku dengan terus tersenyum.


“Ya jika itu di perlukan,aku akan membuat mereka menyusul pernikahan kita” jawab Aditya yang semakin membuat ku tertawa.


Lalu Aditya menyeret ku lebih cepat pulang dari sini dengan terus tertawa.