Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Mangata dan Swastamita



Di salah satu mall besar di Bandung. Kita juga mengadakan Meet And Great dengan para penggemar masih dalam strategi promosi film. Sudah ada panggung kecil yang di sediakan di lobby utama mall dan dengan banner besar bertuliskan “Around the World in Country”


Semua pecinta novel itu sudah berkumpul disana menunggu dengan tenang para artis dan penulis novel naik ke panggung.


Terdengar suara riuh dari para pengunjung mall di segala penjuru ketika para artis sudah duduk di panggung sana. Para artis melambaikan tangan nya ke sekeliling mereka untuk mengucapkan rasa terimakasih mereka atas sambutan yang meriah ini.


Ucapan terimakasih dan penjelasan sinopsis film telah di jelaskan para artis di depan para penggemarnya.


“Dan kita lanjut ke penulis nya nih” ucap Mc di panggung sana.


Aku masih meninjau acara yang tengah berlangsung dari jauh,meski jauh suara dari speaker mic itu begitu terdengar di dalam seisi mall.


“Siapa yang udah nunggu Kak Samuel Andres?” Teriak Mc di ikuti sorak semua pengunjung.


“Mas Samuel ini tampan sekali ya ternyata , masih single lagi kayak nya”


Samuel atau Andre yang ku kenal itu hanya tersenyum dengan malu.


“Mas boleh ceritain lagi ga tentang film yang mas tulis ini secara garis besar nya aja ?”


Andre melirik ku dari jauh, aku langsung membuang wajah ku ketika mata kami bertemu.


“Ini sebenernya cerita dua orang pasangan yang saling jatuh cinta karena keindahan alam yang menyatukan mereka, jadi mereka itu di pertemukan oleh Mangata atau bayangan bulan yang ada di permukaan air yang terbesit seperti jalanan, Mangata itu kan ada nya di malam hari,jadi mereka itu awal ketemu nya di pantai menikmati mangata awal awal disana..”


Aku ingat persis percakapan ku dengan Andre ketika di club malam itu. Kita membahas tentang Mangata buku yang ada di dalam tas nya yang menjadi awal perbincangan seru aku dan dia ketika malam itu.


“Tapi buku Mas Samuel yang judul Mangata dan Swastamita juga kayak nya udah populer banget ya Mas ternyata, disini mana yang udah punya buku nya?” Ujar Mc kondang itu yang membuat ku terkejut.


Buku Mangata dan Swastamita adalah Novel yang di tulis Andre ?


Aku tak percaya dengan apa yang sudah ku dengar ini,kenapa aku tidak pernah menyadari buku yang selalu aku baca itu adalah ciptaan Andre,kenapa aku tidak pernah melihat siapa penulis buku itu. Andre melihat ku dari atas panggung, dia melihat gerak gerik ku yang tampak bingung,itu malah membuat Andre menjadi cemas. Lalu aku pergi dari sana.


Malam hari nya aku diam di sebuah taman kecil di dalam hotel yang berada di lantai 5. Taman kecil itu di sediakan untuk bersantai para tamu hotel yang menginap disana,lengkap dengan rumput hijau dan tanaman yang mengelilingi taman kecil itu.


Aku duduk di kursi taman dengan sebuah minuman soda di tangan ku,aku duduk menghadap pemandangan kota di luar sana. Memikirkan tentang Andre yang sudah mengganggu hari-hari ku.


Lalu sebuah telepon dengan nomor yang tidak di kenal terlihat di layar ponsel ku.


“Hallo dhebi” terdengar panik dari suara perempuan di sebrang sana.


“Hallo”


“Dheb, aku mau minta tolong lagi” ujar nya dengan suara yang begitu serius membuat ku ikut panik.


Keesokan pagi nya,aku mendapati Andre sudah menunggu ku di depan kamar hotel ku.


“Andre?!” kaget ku.


“Hay Dheb”


“Kamu ngapain disini?”


Aku melirik kanan kiri ku takut jika ada yang melihat Andre di depan kamarku seperti ini.


“Aku mau bicara Dheb”


Aku menyeret nya ke tangga darurat yang berada si sekitar sana dengan kesal.


“Kamu ga bisa ya biarin aku kerja dengan tenang?” aku sudah begitu kesal di buat nya.


“Dheb aku cuma mau bicara sama kamu”


“Ya sudah, silahkan bicara!”


“Ga di sini Dheb”


“Terus dimana ?”


“Nanti malam di Novotel Cafe aku tunggu jam 8 malam selesai acara hari ini”


“Aku ga bisa Ndre”


“Kalo kamu ga bisa,aku akan terus ganggu kamu seperti ini setiap harinya”


Aku berdecak kesal.


“Gimana?”


“Oke fine, terserah”


Andre tersenyum dengan penuh kemenangan lalu dia pergi dengan bahagia nya.


Aku mengusap dengan kasar wajah ku. Aku yakin Andre akan terus bertindak seperti ini jika aku tidak menuruti keinginan nya.


Aku menenangkan diriku sebisa mungkin. Aku meyakinkan diriku bahwa ini tidak akan berlangsung lama.


Waktu berlalu begitu cepat, pekerjaan ku di hari itu berlangsung dengan singkat. Dan setelah melakukan semua pekerjaan yang telah melelahkan itu aku bersiap lagi untuk menemui Andre di Novotel Cafe untuk menyelesaikan semua nya.


Aku harus memberi ketegasan Andre agar tidak menggangguku. Dan jangan berusaha berbuat seolah kita adalah teman. Jujur saja aku takut kisah ku dengan Aditya dulu terulang,walaupun aku tidak tahu tujuan Andre mendekati ku apa,tapi aku merasa jika dia menyukai ku,bukan nya aku percaya diri,tapi dari gerak gerik nya terlihat jelas jika dia menyukai ku. Aku masih trauma,ingatan Aditya pun masih begitu menempel di fikiran ku.


“Hay Dheb”


“Hay” dingin ku.


“Makan apa?”


“Aku sudah makan tadi di hotel”


“Oke”


“Andre boleh mulai saja pembicaraan nya,aku harus istirahat”


Andre menghela nafas nya sebelum dia memulai pembicaraan nya. Dia tampak gugup namun dia bisa mengatur rasa gugup nya.


“Dheb, maaf kalo aku buat risih kamu selama ini. Bukan maksud aku untuk ganggu kamu Dheb, tapi aku ga percaya aku bisa bertemu kamu disini. Selama ini aku cari kamu, aku cari asal usul kamu,bahkan aku pernah menanyakan tentang kamu kepada Lucy malam itu tapi sayang nya Lucy bilang dia tidak pernah mengundang teman nya yang bernama Dhebi. Aku semakin bingung Dheb, aku kira kamu adalah penyusup asing yang datang tanpa di undang ke acara ulang tahun Lucy”


“Aku bukan penyusup Dre, aku memang tidak di undang ke acara ulang tahun Lucy tapi aku di ajak seorang teman”


“Teman?”


“Iya seorang teman yang datang saat kamu pergi ke toilet”


Andre terdiam mendengar kan itu. Dia memperhatikan raut wajah ku yang begitu meyakinkan.


“Aku liat kamu menangis di parkiran club malam itu”


Jantung ku berhenti sejenak. Dia memergoki ku menangis, dia mengejar ku malam itu namun aku tak menyadarinya.


“Aku bisa saja mengejar kamu pake mobil aku malam itu Dheb, tapi Lucy meminta aku untuk masuk dan bergabung dengan semua teman nya. Aku tidak bisa berhenti memikirin kamu sejak saat itu ,aku menyesal tidak pernah meminta no telepon kamu sebelum kamu pergi”


“Untuk apa ? Untuk tanya kenapa aku nangis malam itu?”


Dia menggelengkan kepala nya.


“Aku juga ga tau. Aku cuma tiba tiba aja ga bisa lupain kamu setelah percakapan kita yang panjang malam itu, aku sudah berusaha cari kamu selama hampir setaun ini Dheb”


“Terus sekarang kamu mau apa ?”


“Aku mau kita berteman”


Aku terpatung mendengar nya. Dia membuat ku bingung dengan alasan nya mencari ku selama ini. Bahkan dia masih saja menyimpan foto ku di handphone nya. Aku tidak ingin pertemanan ini akan menjadi lebih jauh selanjutnya. Bagaimana pun Andre adalah teman dekat nya Lucy, dan sekarang Lucy dan Aditya sudah dalam menjalani hubungan.


“Maaf Ndre aku tidak membuka lowongan pertemanan”


Aku beranjak pergi dari Cafe itu dan berlari keluar meninggalkan Andre yang berusaha mengejarku.


“Dheb tunggu dheb”


“Apa lagi ?” Kesal ku terpaksa berhenti berjalan.


“Selama ini aku sudah susah payah mencari kamu kemana mana, aku tidak mungkin biarkan kamu pergi lagi setelah aku di beri kesempatan untuk bertemu kamu lagi”


“Alasan kamu tidak masuk akal Ndre,kamu mencari aku selama ini hanya karena kamu mau berteman dengan aku? Apa ga ada orang lain yang bisa kamu ajak berteman? Secara kamu ini kan penulis hebat dan terkenal”


“Dhebi. Aku juga ga tau kenapa bisa aku kefikiran terus sama kamu seperti ini, aku juga ga mau Dheb, kamu fikir aku ga cape?”


“Ya terus kenapa kamu ga nyerah aja? berhenti untuk cari aku. Aku bukan wanita special Ndre,aku hanya wanita biasa”


Dia diam menatap ku begitu pilu.


“Dheb aku suka sama kamu dari awal kita bertemu di club malam itu”


Ucap Andre akhirnya memberikan alasan yang jelas yang malah membuat ku tambah kesal dengan nya. Akhirnya pengakuan itu keluar dari mulutnya sendiri.


“Aku tahu ini ga masuk akal, tapi aku juga ga tau kenapa aku bisa tiba-tiba suka sama kamu, suka dengan orang yang baru saja aku kenal. Aku cuma merasa kalau kamu istimewa Dheb. Mungkin baru kali ini aku bertemu orang yang punya pemikiran sama dengan aku, selama ini aku hanya bisa menikmati keindahan alam dengan sendiri, aku memang banyak teman, tapi semua teman aku tidak ada yang sepaham dengan kamu”


Aku masih menatap dia dengan bingung.


“Dheb please ,seengga nya kamu mau berteman dengan aku”


“Aku ga bisa ndre”


“Kenapa?”


“Ada hal yang tidak kamu tahu tentang masalah aku!”


“Aku kan cuma minta kita untuk berteman Dheb. Aku ga minta untuk tau tentang masalah kamu”


Tapi masalah yang aku punya itu bisa merembet dan timbul lebih besar lagi jika aku berteman dengan kamu Ndre.


Gumam ku dalam hati.


“Please dheb”


Aku melepaskan genggaman tangan nya dan pergi tanpa menjawab permintaan nya.


Kenapa jika hanya ingin berteman dia sampai se dramatis ini. Aku sudah bisa menebak kedepan nya akan seperti apa,walaupun aku tidak tahu apakah sifat Andre berbeda atau sama dengan Aditya,tapi aku hanya belum siap.