Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Klarifikasi



Aku menunggu acara tv yang di hadiri Aditya di mulai. Aku bersiap duduk di sofa dan menyalakan tv yang amat besar itu.


Acara reality show itu pun segera di mulai. Awal nya pembawa acara itu membuat pembukaan dengan menyapa para penonton yang dirumah. Lalu dia memberitahukan akan ada bintang tamu yang sensasional yang akan menjadi bintang tamu besar di hari itu.


Beberapa menit kemudian Aditya masuk kedalam scene dengan tersenyum kedepan kamera dan menyapa semua orang yang menonton acara nya. Tidak sadar aku ikut tersenyum melihat nya disana.


Perbincangan pun di mulai. Aditya duduk di sofa dengan host wanita itu. Host itu menanyakan bagaimana kabar Aditya dan bagaimana tentang pemberitaan nya selama ini. Dan dia menjawab dengan tenang jika dia baik-baik saja dan dia hanya beristirahat ke Apartemen nya.


“Lalu katanya Aditya ini sudah di kontrak untuk ikut dalam film layar lebar yang besar dengan production film yang terkenal dan tiba-tiba production film itu membatalkan kontrak dengan Aditya karena pemberitaan yang miring di luar sana tentang Aditya. Itu bagaimana bisa terjadi seperti itu?” Tanya host itu dengan baik kepada Aditya.


Lalu kamera menyorot raut wajah Aditya yang terlihat tersenyum tenang.


“Memang benar. Kontrak itu telah di batalkan oleh anak production house bernama Lucy. Dia tidak ingin saya kerja sama dengan produksi film nya” dia dengan berani menyebut nama Lucy di depan kamera.


“Lucy itu tunangan kamu kan?” Tanya host itu menunjuk Aditya.


“Secara terlihat mungkin iya. Tapi secara harfiah itu tidak,semua itu settingan”


Aditya benar-benar mengatakan semua itu. Aku terus berharap semua orang akan percaya itu.


“Settingan?” Tanya host.


“Wow mengejutkan sekali. Settingan untuk apa ini maksud nya coba jelaskan biar para fans kamu ngerti gitu” ujar Host itu dengan centil.


“Settingan karena dia yang minta” ujar Aditya semakin membuat Host itu terkejut.


“Sebenarnya aku dan Lucy dari dulu memang berteman baik,dia sering membantu ku untuk memproduksi film yang aku bintangi. Dan tiba-tiba Lucy menyatakan perasaan nya kalau dia menyukai ku,dan manager ku meminta untuk kita bertunangan. Ya dan aku mau saja” ujar Aditya menjelaskan seolah dia terpaksa melakukan hal yang dia ceritakan.


“Mau demi popularitas kamu atau untuk lancar nya semua produksi film yang kamu bintangi?” Tanya nya dengan membuat pilihan.


“Untuk produksi film” jawab Aditya


“Karena banyak nya tanggung jawab yang harus aku pikul. Banyak crew,pemain,dan bagian promosi yang sangat mengharapkan film yang mereka kerjakan akan booming dan membantu perekonimian mereka. Aku hanya membantu mereka”


“Wow mengejutkan sekali ya. Ternyata tunangan itu bukan sungguhan saudara-saudara” Host itu tertawa menghadap kamera dan begitu pun Aditya yang ikut tertawa


“Lalu dengan wanita yang sempat di perbincangkan bahwa dia adalah perusak hubungan dan karir kamu itu sebenarnya siapa?” Jantung ku berdebar hebat ketika Host itu menanyakan tentang diriku.


Aditya terlihat diam dan memandang kamera. Aku merasa jika dia sedang menatap ku di depan tv layar lebar ini.


“Justru dia lah sebenarnya wanita ku selama ini. Aku mengenal dia sudah lama sebelum project film di Sumba beberapa tahun yang lalu. Dan dari pertemuan singkat kami,aku sudah dekat dengan dia, kita menjalin hubungan saat itu juga” Aku terharu dengan kejujuran nya.


“Kalian menjalin hubungan tanpa di ketahui orang ya?”


“Ya backstreet istilahnya” jawab Aditya dengan tenang.


“Kenapa harus sembunyi? Kenapa ga publish?


“Kita tahu sendiri kan dunia perfilm an seperti apa, banyak shipper di luar sana yang sangat ingin aku untuk pacaran dengan lawan main aku di layar lebar saat itu,dan yaa lagi lagi aku harus menuruti apa yang netizen mau,bahwa aku harus menjalin hubungan dengan artis ini seperti itu,dan aku harus menyembunyikan pacar asli aku”


“Hebat sekali berarti ya pacar kamu,dia bisa kuat banget,bisa special mendapatkan hati seorang Aditya”


“Ya,aku sangat bersyukur. Dia terlalu bisa mengerti aku. Bahkan orang tua ku saja belum tentu bisa mengerti aku seperti itu”


Host itu tampak memperhatikan Aditya dengan serius.


“Ada wanita seperti itu?” Tanya Host itu tak percaya.


“Ada. Dia” jawab nya dengan begitu meyakinkan.


“Wow dan sejak saat itu kalian menjalin hubungan?” Tanya nya lagi.


“Yah. Dan sampai saat ini aku menyesal dulu sudah menyembunyikan dia dari semua orang”


“Bukan. Aku sudah menjalin hubungan dengan dia sejak lama sekali bahkan sampai sekarang. Mungkin sempat berpisah beberapa bulan yang lalu tapi setelah itu balik lagi karena masih saling sayang” aku tersenyum mendengar dia bisa setenang itu berbicara kepada media.


“Dan ada satu bukti foto yang menguatkan jika Aditya dan wanita yang di sebut perusak hubungan Aditya itu ternyata mereka benar menjalin hubungan sejak lama. Dan mari kita lihat bukti itu” ucap Host itu melihat ke kamera.


Dan aku di buat terkejut dengan sebuah foto ku dan Aditya yang memakai baju adat pernikahan Sumba terpampang di layar tv. Di foto itu adalah pertama kali nya aku merasakan ada getaran yang begitu hebat saat menatap nya dari dekat,tatapan ku pun begitu dalam menatap mata Aditya. Dan sentuhan tangan Aditya di pinggang ku pun terlihat begitu erat.


“Itu ternyata salah satu bukti foto jika kalian memang sudah menjalin hubungan jauh sebelum kamu dan Lucy bertunangan?” Tanya Host itu lagi memastikan.


“Seperti tadi aku bilang. Aku sempat berpisah dengan dia selama beberapa bulan,dan selama berpisah itu aku dan Lucy cukup dekat sampai dia ingin bertunangan. Tapi setelah aku menemukan lagi dia,aku menjelaskan kepada Lucy bahwa perasaan yang aku punya tidak bisa di paksakan. Aku masih mencintai wanita itu,dan tidak bisa membuka hati untuk dia. Dan dia marah lalu membatalkan semua kontrak film yang akan aku bintangi”


“Lalu bagimana akhirnya kamu akan memperbaiki popularitas kamu di entertainment?”


“Aku bisa saja berhenti di dunai entertaint ini dan mungkin mau meneruskan bisnis keluargaku” ujar Aditya sambil tersenyum.


“Bisnis keluarga? Keluarga kamu menekuni bisnis?”


“Iya”


“Bisnis apa?”


“Tekstil,perkayuan,real estate”


“Real estate juga ada?”


“Ada” jawab Aditya sambil menganggukan kepala nya.


“Mendiang Kakek aku pendiri Mayangdiri” ujar Aditya menyebutkan salah satu bisnis yang dimiliki keluarga nya.


“Mayangdiri? Bukan kah dia adalah satu pemilik lisensi yang menerbitkan Forbes Indonesia dulu?” Tanya Host itu tak percaya.


“Iya” jawab Aditya dengan tersenyum malu.


“Waw” host itu tidak percaya dengan apa yang di katakan nya.


“Kamu cucu dari pendiri Mayang diri?” Tanya nya lagi tak percaya.


“Bisa di cek di Website Mayangdiri,disitu ada fhoto keluarga di simpan di sebuah profil pribadi,dan ada fhotoku di dalam sana kalau kalian mau lihat” ujar Aditya meyakinkan semua penonton di rumah maupun yang ada di studio.


“Lalu kenapa kamu malah mau menjadi artis?”


“Karena ingin mencoba nya saja. Sebenarnya aku dulu terlalu banyak di atur oleh keluargaku sampai akhirnya aku membuktikan jika aku bisa memulai hidup ku dengan sendiri tanpa bantuan dari mereka, dan aku malah memilih menjadi artis yang ternyata lebih banyak di atur oleh orang lain. Ternyata apa yang di katakan orang tua ku itu benar,hidup seperti ini tidak akan membuat aku tenang”


Aku senang akhirnya dia mengatakan yang sejujurnya dengan bijak kepada semua orang yang pasti menonton nya. Dia juga menyinggung tentang kebenaran orang tua nya yang selama ini dia bantah. Aku yakin keluarga Aditya akan bangga melihat dia mengatakan kejujuran ini. Dan untung nya Aditya juga tidak terlalu menyudutkan Lucy atas kesalahan fatal yang telah dia perbuat dengan menyebarkan foto hoax itu.


Suara pintu ketukan terdengar. Aku melirik pintu sebentar dan kembali mendengar ketukan yang kedua untuk memastikan jika itu memang suara ketukan pintu Apartemen Aditya dan ternyata benar suara ketukan itu berasal dari pintu Apartemen Aditya.


Aku menghampiri pintu dan melihat di lubang intip nya. Seorang laki-laki dengan topi dan juga masker membawa sebuah paket yang cukup besar di tangan nya.


Aku mengingat kembali apakah aku ada memesan orderan online atau tidak. Tapi setelah ku ingat aku sama sekali belum memesan apapun. Dan aku sempat berfikir itu adalah paket Aditya.


Aku membuka pintu nya.


“Iya Mas paket atas nama siapa?” Tanya ku setelah membuka kan pintu.


Pria itu menengadahkan kepala nya dan menatap ku tajam. Aku mengerutkan kening dan melihat dengan jelas mata yang seperti nya ku kenal.


“Jimmy !” Aku terkejut melihat nya. Lalu dia langsung melepaskan topi dan masker nya.


“Masih ingat aku ternyata?” Ujar Jimmy dengan senyum sinis nya.