Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Perjuangan Danu selama ini



Aku berusaha melepaskan tangan ku.


“Lepaskan aku Danu” ucap ku.


“Bagaimana kabar mu? Aku sudah tidak melihat kamu beberapa hari ini. Aku khawatir” ucap Danu membuat ku menatap nya dengan heran.


“Aku baik-baik saja. Aku sedang menjaga kandungan ku di dalam apartemen. Dan Aditya tidak mengijinkan ku untuk berkeliaran sendiri sebenarnya” jawab ku dengan sinis.


“Aditya sudah tidak membuat mu sedih lagi?” Tanya Danu dengan terus menatap ku begitu dalam.


“Itu bukan urusan kamu Danu,sekarang lepaskan aku” ucap ku dengan hendak pergi meninggalkan nya namun dia malah mencengkram kedua lengan ku dengan kencang.


“Tentu itu urusan ku Dhebi. Aku tidak ingin melihat kamu bersedih, aku ingin melihat kamu terus bahagia. Dan aku selalu ingin memastikan jika kamu baik-baik saja” ucap Danu dengan raut wajah yang yang bersungguh-sungguh.


Aku kembali mengingat cerita dari Mira yang telah memberitahu ku tentang kejadian beberapa tahun lalu di acara camping sekolah.


“Kenapa? Karena aku sudah menolong kamu ketika di hutan beberapa tahun lalu?” Tanya ku dengan begitu sinis menatap nya membuat Danu terkejut dan perlahan melepaskan cengkraman nya dari lengan ku.


“Kamu jadi seolah berhutang budi kepadaku dan merasa jika kamu harus selalu menjaga ku karena aku sudah menyelamatkan nyawa kamu? Please Danu. Siapapun yang melihat kamu saat itu juga pasti akan menyelamatkan kamu,jadi jangan bersikap seperti ini,seolah kamu harus membalas perbuatan ku saat itu. Aku sudah memiliki Aditya yang akan terus menjaga ku, dan dia sudah menjadi suami ku, aku mohon jangan lagi mengkhawatirkan aku” ucap ku meminta untuk dia menjauhi ku, namun Danu hanya menatap ku dan tidak menjawab nya.


“Kamu tahu? Apa yang akan aku lakukan saat itu?” Tanya Danu membuat ku balik diam menatap nya.


“Aku akan bunuh diri Dhebi. Aku sudah memegang sebuah racun untuk ku minum ketika di hutan saat itu” ucap Danu membuat ku tersentak mendengar nya.


“Aku akan bunuh diri karena beberapa tahun lalu aku sedang di timpa sebuah masalah besar dalam hidup aku dan kamu malah menyelamatkan nyawa ku dan membahayakan nyawa kamu sendiri” lanjut nya membuat ku mengingat kejadian itu.


Ketika aku mendorong nya kedalam kolam air terjun ,aku melihat Danu melepaskan sesuatu dari tangan nya sesaat dia tercebur ke dalam kolam dan aku tidak tahu apa itu.


“Andai dulu kamu membiarkan aku mati, aku pasti tidak akan seperti ini sekarang Dheb. Keluarga ku dulu hampir setiap kali bertengkar, bahkan mereka bercerai dan aku di telantarkan mereka di rumah dengan bibi ku. Mereka sibuk dengan dunia mereka masing-masing dan tidak pernah memperhatikan aku. Dari kecil aku sudah kurang perhatian dari orang tua ku Dheb, bahkan ketika d acara camping itu, aku melihat seluruh orang tua mengantar anak nya untuk camping sementara aku sendiri dan tidak memiliki siapapun. Aku merasa kesepian, aku tidak memiliki penyemangat hidup lagi untuk bertahan. Fikiran ku begitu pendek dan aku memutuskan untuk mengakhiri hidup ku di hutan,aku berfikir mungkin jika aku mati aku baru bisa melihat Ayah dan Ibu menangis melihat ku pergi,dan mereka menyesali perbuatan mereka. Tapi seorang perempuan datang kepada ku dan dia malah mendorong ku ke dalam kolam air terjun lalu aku melihat kaki nya tertimpa ranting pohon yang aku terkejut dengan apa yang kamu lakukan Dheb. Kamu kesakitan di dalam kolam dan terlihat sulit bernenag,aku menyelamatkan kamu dan menyeret kamu ke daratan. Aku merasa bersalah karena sudah membuat kamu terluka seperti itu,aku selalu di hantui bayang-bayang bersalah ku,tapi aku juga kesal dengan usaha ku yang sudah kamu gagalkan. Tapi kejadian itu Ayah ku akhirnya datang menjemput dengan khawatir,dia mendapatkan kabar jika aku tenggelam di kolam air terjun dan dia segera menyusul ku ke Bandung di tengah kesibukan nya bekerja. Dia meminta maaf kepada ku karena terlalu sibuk dengan urusan nya. Aku berfikir, jika saat itu kamu tidak menyelamatkan aku, mungkin aku akan menyesal di alam lain karena aku sudah memutuskan untuk bunuh diri di banding bertahan hidup, dan sampai sekarang pun aku masih berterimakasih kepada kamu karena menyelamatkan hidup ku dan membuat aku seperti ini Dheb” cerita Danu membuat ku sedih dan meneteskan air mata.


Aku tidak pernah menyangka jika kehidupan Danu dulu bisa semenyedihkan itu.


“Dan kamu tahu,kamu sudah menyelamatkan hidup ku dua kali Dheb. Kamu sudah membuat fikiran ku terbuka ketika kita kembali di pertemukan di bali ketika kamu KKN dulu. Saat itu aku pun sedang dalam masalah yang amat besar dan hampir membuat karir ku pendek karena aku selalu memutuskan sesuatu tanpa berfikir panjang, dan tiba-tiba kamu bilang jika aku kurang menikmati hidup dan melupakan hal-hal di sekitar aku yang akan membuat aku bahagia. Dari situ aku kembali termotivasi dengan kata-kata mu dan mengingat wajah mu Dhebi. Ternyata kalian adalah orang yang sama yang sudah menyelamatkan hidup ku. Aku diam di apartemen ini karena mangikuti mu, aku melihat kamu dan Aditya tinggal disini akhirnya aku pun ikut tinggal disini hanya untuk melihat kamu dari jauh. Kamu tidak pernah menyadari itu sejak dulu, karena yang aku mau hanya memastikan kamu baik-baik saja Dheb,walaupun kamu selalu bersikap buruk kepada ku” ucap Danu dengan penuh menyayat hati ku.


“Aku tahu aku tidak bisa mendapatkan hati mu,tapi setidak nya aku bisa melihat kamu terus bahagia walaupun itu tanpa bersama ku. Aku tidak rela ada orang lain yang menyakiti kamu Dhebi, bahkan Aditya sekali pun. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Aku akan selalu menjaga mu” ucap Danu lalu pergi meninggalkan ku yang masih terpatung mencerna setiap ceritanya.


Andre dan Lucy datang dari supermarket dan mereke begitu khawatir melihat ku yang sedang berdiri dan menangis.


“Dhebi!!’ Teriak Lucy berlari mendekati ku sambil membawa sebah kantung belanja di salah satu tangan nya.


“Kamu kenapa Dheb? “ tanya Lucy dengan begitu khawatir.


Namun aku hanya terus menangis dan menutup wajah ku dengan telapak tangan.


“Kita bawa dia ke dalam apartemen ya” ucap Andre dengan wajah nya yang ikut panik.


Kami bertiga segera pergi dari sana dan kembali ke dalam apartemen ku.


Lucy mendudukan ku di sofa dan dia membawa ku sebuah minuman hangat untuk ku. Andre duduk di samping ku dengan terus menatap ku khawatir.


“Kamu kenapa? Ada yang sakitin kamu tadi?” Tanya Andre mengelus punggung ku.


Aku masih saja terdiam dan menahan tangis ku.


“Danu” ucap ku dengan begitu berat untuk mulai berceria.


“Kenapa lagi si brengsek itu? Dia tadi nemuin kamu? Dimana dia sekarang biar ku kasih dia pelajaran” ucap Andre dengan penuh emosi.


Aku menggelengkan kepala ku dengan memejam kan mata berusaha menenangkan fikiran ku.


“Tidak ndre. Dia sama sekali tidak menyakiti ku”


“Lalu apa yang dia lakukan sampai membuat kamu menangis seperti ini?” Tanya nya dengan kesal.


“Aku dan Danu ternyata memiliki masa lalu yang mendalam ndre” ucap ku.


“Masa lalu apa?” Tanya Andre dengan mengkerutkan kening nya.


“Aku dan Danu ternyata satu sekolah ketika kelas 1 SMA,dan aku pernah menyelamatkan nyawa nya ketika acara camping sekolah dulu. Dia merassa berhutang budi karena itu, dan aku menyelamatkan nyawa nya selama dua kali dan karena perbuatan ku itu dia bisa sampai seperti ini. Sejak dulu dia sudah memperhatikan ku ndre, bahkan sejak pertama aku disini dengan Aditya, Danu ikut tinggal di apartemen ini hanya untuk memperhatikan ku dari jauh. Dia bilang dia hanya ingin memastikan ku baik-baik saja walaupun aku sudah bahagia dengan yang lain” jawab ku dengan mulai kembali menangis dan lucy memeluk ku.