Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Hal yang mencurigakan dalam diri Andre



Pagi hari nya aku kembali bekerja di kantor dengan memikirkan segala masalah yang terus menggangguku.


“Dheb nanti kita ada event lagi ya,selasa depan kita udah meeting sama team management nya, nanti gue siapin materinya lo tinggal pelajari aja ya”


Ucap Mas Didi salah satu Bos ku disana.


“Oh oke mas”


Lalu aku kembali mengotak atik komputer di meja kerja ku.


“Hay Dheb” sapa Amel berdiri di samping ku.


Aku melirik nya sinis. Karena ucapan kemarin Amel hampir saja membuat Aditya murka dan menemui Andre.


“Apa?” Sinis ku.


“Gimana kemaren Andre ada dateng ke Apartemen lo kan”


“Ngga!”


“Ih masa? Orang kemarin gue sempet papasan kok sama dia”


Aku memicingkan mata ku menatap nya.


Kemarin Andre datang ke apartemen ?


“Hehe oh iya Dheb lo udah di kasih tau sama Mas Didi tentang job baru?”


“Udah baru aja ngomong tadi dia”


“Oh ya udah yuk gue laper nih kita makan siang dulu”


“Iya bentar lagi ini gue masih kerjain kerjaan gue ini di tunggu Mas Didi”


“Iya udah gue tunggu”


“Iyaa”


Lalu Amel pergi kembali ke meja kerja nya.


Aku teringat kepada Andre. Apa dia masih marah kepadaku?


Aku coba menghubunginya lewat telepon.


“Hallo ndre?”


“Hay Dheb”


“Maaf soal kemaren ya Ndre”


“Iya Dheb gak apa-apa aku bisa ngerti”


Ternyata Andre sebaik itu.


“Aku cuma khawatir dia diem di Apartemen kamu padahal dia lagi sakit”


Aku mengerutkan kening ku mendengar Andre tahu tentang itu padahal aku belum bercerita apapun kepadanya.


“Ya udah kapan kita ketemu?”


“Malam ini?”


“Oke selesai aku kerja ya”


“Oke”


“See you Ndre”


“See you Dheb”


Andre menutup telepon nya. Aku masih memikirkan dari mana Andre tahu jika Aditya sedang sakit dan menginap di Apartemen ku. Padahal aku belum bercerita apapun kepadanya, dan dia pun tidak tahu jika saat itu Aditya tidur di Apartemen ku.


Lalu dari mana Andre tahu itu?


Malam hari sepulang aku bekerja Andre menjemput ku di kantor tepat waktu. Dia menyapa ku dengan senyuman yang begitu manis, dan seolah semua yang terjadi kemarin tidak mempengaruhi nya sama sekali.


“Udah makan?” Tanya nya.


“Belum, kita cari tempat makan aja ya”


“Oke”


Lalu dia melajukan mobil nya ke sebuah mall untuk mengajak ku makan ke sebuah Restaurant langganan nya.


Aku dan Andre segera memesan makanan.


“Jadi gimana Aditya kemarin?”


“Iya dia tetep aja bilang kalo dia sama Lucy itu tidak punya perasaan apa-apa Ndre”


“Dan kamu percaya itu?”


Aku menggedikan bahu ku.


“Setelah semua yang dia lakuin ke aku ? Aku ga bisa semudah itu percaya lagi sama dia”


Andre menggenggam tangan ku di atas meja dengan lembut.


“Dheb, kamu harus tau Lucy itu sayang banget sama Aditya, bahkan dia udah lakuin segala cara buat dapetin hati Aditya, dan keliatan nya sebenarnya Aditya juga punya perasaan yang sama dengan Lucy, karena jauh sebelum kenal kamu mereka sudah bersama kan? Tapi mungkin karena kehadiran kamu perasaan dia jadi berkurang sama Lucy”


“Aku tahu ndre,tapi aku juga ga tau kenapa Aditya masih aja ganggu aku”


“Kamu harus bisa jauhin Aditya Dheb, karena sampai kapan pun Aditya dan Lucy itu tidak bisa di pisahkan. Kalo kamu balik lagi sama dia,dia pasti bakalan terus nyakitin kamu seperti dulu”


Ucapan Andre benar, Lucy rela melakukan apa saja demi Aditya. Aku tidak mau Lucy merasa hanya di manfaatkan oleh Aditya demi reputasi nya sebagai artis. Aku tidak ingin merusak kebahagiaan dia,apapun yang di katakan Aditya tentang acting nya itu,aku tidak boleh terpengaruh,biar lah itu menjadi urusan dia,dan tugas ku hanya menjauhi mereka.


“Oke, mulai sekarang aku akan bersikap tegas sama Aditya”


Dia mengelus tangan ku sambil tersenyum.


“Tunggu sebentar ya aku ke toilet dulu”


“Oke”


Dia bangun dari tempat duduk nya dan pergi menuju toilet.


Handphone Andre bergetar di atas meja. Aku melihat layar nya menyala dengan sebuah pesan masuk kedalam handphone nya.


Lucy. Begitu jelas nama Lucy terpampang di layar kunci ponsel nya.


Aku melirik ke arah toilet memastikan Andre sudah masuk ke dalam toilet. Lalu aku mengambil handphone Andre dan menyalakan nya.


Lucy


Gue ga mau tau, loe harus lakuin sesuai rencana kita Ndre!


Aku mengembalikan handphone Andre ke tempat semula seolah handphone itu tidak tersentuh sama sekali.


Isi pesan itu mulai mempengaruhi ku.


Makanan pun tiba bersamaan dengan Andre yang kembali dari toilet.


“Terimakasih mbak” ucap Andre kepada pelayan.


Aku berusaha untuk menutupi rasa penasaran tentang isi pesan Lucy itu.


“Ayok makan dulu”


Aku tersenyum kaku kepadanya.


“Oh iya Ndre kemarin Aditya juga sempet bilang, katanya Lucy juga berpengaruh dengan karir nya Aditya. Memang nya kenapa ya? Kok bisa Lucy berpengaruh sekali untuk Aditya” Tanya ku berusaha memancing.


“Dia cerita seperti itu?”


Tanya nya menatap ku curiga.


“Iyaa dia bilang Lucy sudah berjasa sama karir nya”


Namun aku berusaha meyakinkan dia dengan kebohongan ku.


“Memang iya, karir Aditya bisa seperti ini juga karena bantuan dari Lucy”


Aku menganggukan kepala ku seolah aku mengerti. Lalu aku mengingat malam kemarin di Apartemen ku ketika Aditya terdengar berbicara dengan seseorang. Namun aku tak pernah berani bertanya dengan siapa dia berbicara lewat telepon malam itu,karena sudah pasti Aditya akan mengatakan ‘bukan urusan mu’.


Aku melirik Andre,dan aku memikirkan sesuatu untuk bisa mengorek korek semua yang dia tahu tentang Lucy dan Aditya.


“Dan kayak nya manager nya pun dukung banget dengan hubungan Aditya dan Lucy ya, karena kemarin Aditya sempet bilang manager nya lewat telepon jangan sampe bikin Lucy sakit hati, karena kayak nya manager nya tahu kalo Aditya nyamperin aku kesini”


Andre terkekeh mendengar cerita ku yang telah ku karang ini.


“Haha iya memang Aditya bener Dheb,kalo sampe Lucy kenapa napa karir Aditya bisa hancur dan manager nya ga mungkin biarin itu terjadi”


Andre masuk kedalam perangkap ku. Aku terkejut mendengar pengakuan dari Andre yang tidak pernah di katakan oleh Aditya. Ini semua pasti karena manager nya yang menekan Aditya harus seperti ini. Manager nya yang mau Aditya melakukan semua ini demi karir Aditya. Tapi kenapa Aditya malah menuruti segala keinginan manager nya yang hanya akan membuat dia tertekan.


“Kamu memang masih sering ketemu Lucy?” Tanya ku berusaha tenang tak mencurigakan.


“Masih Dheb, hari minggu ini juga aku mau bertemu dia”


Aku merasakan ada sesuatu yang aneh dalam diri Andre. Aku rasa ada yang dia sembunyikan. Andre terlihat mencurigakan, dan aku harus mencari tahu tentang itu.