Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Pertemuan Aditya dan Danu



Keesokan nya aku dan Aditya sudah bangun pagi untuk bersiap diving. Aditya sudah membawa peralatan diving nya di mobil,dan juga sudah memakai pakaian selam nya yang berwarna hitam.


Aku dan Aditya segera pergi ke tempat Wayan untuk menyewa boats nya. Dia membawakan peralatan selam ku di dalam tas nya. Dan aku tidak di perbolehkan untuk membawa apapun selain menggandeng tangan Aditya.


Pantai sudah tampak ramai pagi itu. Dan beberapa orang ada yang memperhatikan kami dengan terkejut melihat keberadaan kami disini. Tidak seperti kemarin-kemarin,aku berjalan sendiri pun orang lain tak ada yang memperhatikan,karena mungkin wajah ku belum begitu terkenal di sini.


“Hay Kak Dhebi. Kemarin tidak diving kah Ka?” Tanya Wayan ketika melihat ku menghampiri boats nya.


“Ya aku terlalu banyak pekerjaan dari pagi hingga malam” jawab ku.


“Di ini Wayan yang sering aku ceritakan” ucap ku memperkenalkan Wayan kepada Aditya.


“Wih Kak Aditya ?” Seru Wayan dengan senang melihat Aditya.


“Ya” jawab nya dengan menjabat tangan Wayan sambil tersenyum.


“Kalian pacaran kah?” Tanya Wayan.


Aku dan Aditya hanya tersenyum.


“Kalian cocok sekali” ucap nya memuji kami.


“Terimakasih” jawab ku.


“Ayok naik Kak”


Aku dan Aditya langsung naik ke boats. Kali ini Aditya membantu ku untuk naik ke atas boats.


Sebenarnya aku masih merasa perih di kaki ku,luka nya memang sudah mulai menghilang karena ampuh nya pengobatan yang di berikan Danu waktu itu. Namun aku takut jika terkena lagi air laut luka ku akan kembalu terluka dan kembali sakit.


“Kaki Kak Dhebi sudah sembuh?” Tanya Wayan di depan Aditya. Membuat dia heran menatap ku.


“Udah baik kok” jawab ku dengan tersenyum.


Lalu Wayan pergi dan segera menjalankan boats nya.


“Luka kaki kamu parah?” Tanya Aditya begitu khawatir.


“Ngga di. Cuma sedikit” jawab ku dengan menyembunyikan kaki ku di lipat ke belakang.


“Sini aku liat” pinta nya.


“Ngga apa-apa di udah sembuh” tolak ku dengan terus menyembunyikan kaki ku.


“Bi” panggil nya dengan menatap ku menyeramkan. Dia berhasil membuat ku takut.


Lalu dengan perlahan aku menunjukan belas luka di betis ku kemarin.


“Ini panjang sekali luka kamu bi”


“Tapi ini sudah sembuh di. Aku tidak merasakan apapun” jawab ku membuat dia tenang.


Luka nya panjang dan hanya terlihat garis panjang saja,namun masih ada sedikit warna merah di garisnya.


“Kamu yakin?” Tanya nya.


“Ya” jawab ku.


“Di obati dengan apa? Kenapa luka nya bisa langsung kering dan menutup seperti ini?” Tanya Aditya membuat ku cemas.


“Di obati dengan air infusan dan plester yang ada obat nya aku juga tidak tahu persis apa itu” jawab ku dengan berusaha tak menyebutkan nama pemilik nya.


“Baguslah” ucap Aditya lalu dia terlihat tenang.


Aku bernafas dengan lega karena dia tidak menanyakan milik siapa peralatan obat itu. Aku tidak tahu bagaiman jika Aditya tahu jika Danu hendak mengganggu ku.


Aku dan Aditya mulai meloncat kedalam air dengan menggunakan alat diving kami. Aditya memegangi ku. Dia memang terus menjaga ku dengan berenang di sekitar ku. Sesekali dia menjaga kaki ku agar tidak terkena karang-karang di laut yang tidak terlihat. Aku selalu membiarkan rambut ku terurai jika menyelam,dan Aditya selalu membenarkan rambut ku jika rambut ku menghalangi wajah ku.


Aku melihat Aditya yang bisa tersenyum di dalam air ketika melihat ku. Aditya membantu ku berenang ke permukaan untuk mengambil nafas sejenak lalu kamu kembali berenang ke bawah air.


Setelah setengah jam lama nya aku dan Aditya kembali ke boats. Dan kami segera melepas peralatan diving kami.


“Aku jadi memikirkan untuk pre weeding kita di lakukan di bawah laut” ujar Aditya tiba-tiba saja.


“Ya aku sempat memikirkan itu” jawab ku.


“Kalau begitu aku akan atur jadwal pre weeding kita di bawah laut”


Aku menganggukan kepala ku dengan manis sebagai bentuk persetujuan.


“Dan aku juga mau pre weeding kita di lakukan di tebing saat kamu melamar ku waktu itu,pemandangan disana begitu indah dan juga mangata terlihat begitu jelas di atas sana” pinta ku.


“Baiklah” jawab Althara begitu menyetujui permintaan ku.


Boats pun sampai ke pesisir pantai. Aditya membantu ku untuk turun dari boats. Lalu dia membawa tas peralatan diving kita dan menggandeng ku untuk berjalan kembali ke Villa. Baru saja beberapa langkah kami berjalan Aditya melihat seseorang yang di kenal nya mendekati boats yang baru saja kami tumpangi.


Danu terlihat menatap Aditya dengan dingin begitu pun Aditya menatap Danu dengan bingung mungkin dia heraskenapa mereka bisa bertemu disini. Aditya memperhatikan pakaian menyelam Danu dan juga peralatan yang di bawakan kedua rekan nya yang sudah aku lihat sebelum nya.


Aku begitu panik melihat Danu malah menatap Aditya seperti itu. Aku takut Danu berusaha mengajak ku untuk berbincang di hadapan Aditya. Namun dia hanya melirik kaki ku yang kemarin terluka dan di obati nya lalu dia menatap ku dengan penuh arti.


Aditya bingung menatap ku dan Danu secara bergiliran.


“Hay Aditya” sapa Danu.


Aku menelan ludah ku dengan panik mendengar Danu malah memanggil Aditya bukanya langsung pergi untuk diving.


“Danu” sahut Aditya dengan memanggil nama nya juga.


Aku ingat Aditya pernah mengatakan jika dia memang tahu Danu namun mereka tidak saling mengenal.


“Aku sering melihat mu di Apartemen tapi kita tidak pernah saling sapa” ujar Danu dengan tersenyum kepada Aditya.


“Ya aku juga pernah melihat mu beberapa kali” jawab Aditya dengan masih saja terlihat bingung.


“Aku juga sempat melihat dia di kolam renang saat itu” ujar Danu melihat ku.


“Ya ini Dhebi pacar ku” jawab Aditya dengan merangkul bahu ku begitu bangga memperkenal kan kepada Danu.


“Dia memang tinggal disana juga” Sambung Aditya.


Danu hanya menatap ku dengan dingin.


“Kamu diving?” Tanya Aditya.


“Ya aku olah raga free diving,tapi di bantu dengan pelatihan khusus. Aku mencampai kedalaman terdalam di laut lepas dengan bantuan sebuah tali sebagai petunjuk nya”


“Waw menakjubkan sekali. Bukan kah arus laut dalam lebih besar di banding permukaan?” Tanya Aditya.


“Ya memang benar,tapi aku di temani oleh ahli nya dalam melakukan itu” jawab Danu.


“Itu cukup keren” ujar Aditya mengakui keahlian nya.


“Ya dan ada yang bilang hobi ku cukup gila” ujar Danu menyindir cibiran ku waktu itu.


“Memang ada benar nya” jawab Aditya dengan tertawa.


Aku terus saja diam mendengarkan perbincangan mereka.


“Kapan-kapan cobalah olahraga ini jika kalian berdua senang dengan free diving” Danu masih saja mencari teman untuk menemani nya berolah raga ekstreme itu.


“Seperti nya tidak. Dhebi tidak pernah mau melakukan hal seperti itu,dia hanya mau menikmati keindahan laut saja” jawab Aditya begitu mengetahui segala sesuatu tentang ku.


Danu kembali menatap ku dengan dingin.


“Baiklah. Kalau begitu aku pergi diving dulu” ujar Danu.


“Oke” jawab Aditya.


Lalu Danu segera menyusul rekan nya yang sudah berada di atas kapal boats itu.


“Ayo” ajak Aditya kepadaku.


“Ayok”