Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Aditya kembali



Malam hari nya aku sudah siap beristirahat dengan mengganti pakaian ku dengan baju babydoll bergambar micky mouse pink. Aku mencuci muka dahulu dan menggosok gigi di wastafel kamar mandi. Memandang wajah ku di depan cermin wastafel dan melihat apa yang spesial dalam diriku. Kenapa orang-orang itu bisa menyukai ku. Padahal di luar sana begitu banyak artis cantik dan seksi yang masih melajang. Kenapa bisa mereka tertarik dengan wanita jutek dan ketus seperti ku. Aku memang memiliki kulit putih juga,berbadan slim dan memiliki wajah oval yang terkadang teman-teman selalu menyamakan wajah ku mirip dengan artis korea yang bernama Song Hye Kyo. Aku pun tidak mengenal siapa dia,namun katanya wajah ku mirip dengan wajah artis yang ada di film korea Full House pada masa nya. Tapi tetap saja aku merasa biasa saja,tidak bisa berdandan seperti mereka,dan juga sikap ku tak semanis artis-artis cantik itu.


Aku menggelengkan kepala ku menilai betapa bodoh nya mereka yang bisa menyukai ku,dan menghilangkan rasa kepercayaan diri ku yang hampir membuat ku melambung tinggi. Lalu keluar dari kamar mandi.


“Hay” sapa Aditya dengan berdiri di depan pintu kamar mandi.


Dia masih memakai baju rapih nya,dan terlihat sekali gerah dari perjalanan dia dari Jogja.


“Aditya” seru ku dengan begitu senang.


Aku langsung meloncat ke dalam pelukan nya dan memeluk nya begitu erat.


“Kapan kamu datang?” Tanya ku dengan begitu bahagia melihat nya.


“Baru saja” jawab nya. Aku terus saja menatap nya dengan bahagia. Aku amat sangat merindukan pria tampan ini.


“Sudah mau tidur?” Tanya nya melihat ku yang sudah bersiap untuk pergi tidur.


Aku menggelengkan kepala ku sambil terus tersenyum.


“Aku mau melihat mangata dulu sebelum tidur” ujar ku.


“Baiklah” jawab nya dengan tersenyum.


“Tapi tidak dengan pakaian seperti ini” pinta nya memperhatikan pakaian ku.


Lalu aku tertawa dengan manis.


“Baiklah” jawab ku.


Aku mengganti pakaian ku dengan baju kemeja besar coklat dan dengan celana pendek. Aku masukan bagian bawah kemeja ke dalam celana nya dan aku biarkan 3 kancing atas terbuka. Dan Aditya seperti biasa memakai kaos polo nya yang oversize dan dengan celana pendek katun nya yang berwarna abu.


Aku dan Aditya berjalan di pesisir pantai dan membiarkan rambut ku tergerai indah terbawa angin.


“Bagaimana pekerjaan mu di Jogja?” Tanya ku memulai perbincangan.


“Berjalan cukup bagus” jawab nya.


“Bagaimana tugas mu?” Balik tanya nya.


Lalu tiba-tiba saja aku teringat Danu yang telah mengganggu fikiran ku akhir-akhir ini.


“Berjalan kurang baik” jawab ku dengan lesu.


“Kenapa?” Tanya nya.


Aku berusaha memikirkan alasan yang lebih bisa di terima Aditya.


“Ya mungkin karena tugas ini aku harus mengerjakan nya sendiri. Sementara teman-teman ku tidak mengerti dan tidak bisa membantu” jawab ku sedikit berdalih.


Aditya tertawa mendengarnya.


“Mama dan Papa mu masih belum tahu kan aku disini?” Tanya ku.


“Belum. Aku menunggu tugas mu selesai dulu baru aku akan memberi tahu mereka jika kamu sedang disini. Percayalah bertemu dengan orang tua ku sekarang akan lebih melelahkan di bandingkan mengerjakan tugas mu”


Aku tertawa dengan ucapan nya. Membayangkan aku akan begitu sibuk ketika bertemu dengan Mama Aditya setelah ini. Dia pasti akan mengajak ku kesana kemari untuk mengurus acara pernikahaan kami.


“Aku harus menyiapkan stamina ekstra untuk itu” jawab ku membayangkan hal itu terjadi.


“O iya jika kamu ada waktu besok aku ada undangan datang ke pesta pertunangan teman ku” ucap nya membuat ku menatap nya dengan mengangkat kedua halis ku.


“Siapa?”


“Teman ku di Ubud” jawab nya.


“Jam berapa acaranya'?”


“Malam hari sepertinya waktu ku kosong” jawab ku mengingat schedule ku besok hari.


“Baguslah” jawab Aditya dengan tersenyum manis kepadaku.


“Lalu kamu? Besok apa saja jadwal mu?” Tanya ku.


Aditya mengajak ku berhenti berjalan dan dia mengajak ku duduk di atas pasir memandang cahaya bulan yang mulai menyinari lautan.


“Besok seperti nya jadwal ku akan sibuk dari pagi hingga malam” aku mengkerutkan kening ku mendengar ucapan nya yang seperti nya sedang banyak pekerjaan.


“Kemana ?” Tanya ku.


“Aku harus menemani mu dari pagi hingga malam hari ke undangan pesta” jawab nya menatap ku dengan senyuman manis nya.


Aku ikut tersenyum dengan ucapan nya lalu memperhatikan wajah nya yang selama ini telah ku rindukan.


Semakin hari ku perhatikan ketampanan Aditya semakin bertambah. Wajah putih dengan mata yang indah dan memiliki bulu mata lentik itu selalu membuat ku terpana ketika dia menatap ku seperti itu. Rambut dia yang terlihat messy berantakan membuat dia begitu cool dan seksi.


“Besok pagi aku juga mau ikut diving” ujar Aditya memecah lamunan ku yang sedang menatap ketampanan nya.


“Hah? Diving?” Tanya ku terkejut. Mengingat Danu tadi pagi pun sempat mencari ku untuk mengajak lagi diving pagi hari.


“Iya” jawab nya.


“Tapi seperti nya besok aku tidak akan pergi diving” ujar ku membuat raut wajah yang begitu malas.


“Kenapa?” Tanya nya.


“Kaki ku sempat kram saat kemarin menyelam,dan tadi pagi pun aku tidak pergi diving karena takut akan terserang kram kaki lagi” jawab ku menceritakan hanya segelintir saja.


Dia menatap kaki ku dan menarik kaki ku dengan lembut melihat luka yang masih tertutup dengan plester.


Aku belum mau menceritakan pertemuan ku dengan Danu kepada Aditya saat itu. Aku takut Aditya akan mencari Danu dan malah menambah masalah ku.


“Mungkin kamu kurang pemanasan” jawab nya yang begitu sama dengan apa yang di katakan Danu.


“Besok aku yang akan temani kamu untuk pemanasan dan diving. Aku akan terus siaga untuk menjaga kamu” jawab Aditya membuat ku kembali terharu dengan ucapan nya.


“Baiklah” jawab ku dengan bahagia.


Lalu aku menyandarkan kepala ku di bahu Aditya dan kami menikmati mangata dalam diam untuk beberapa saat.


“Di” panggil ku tanpa merubah posisi kami.


“Hm” sahut Aditya.


“Apa aku terlihat berbeda dari yang lain?” Tanya ku dengan penasaran atas pertanyaan itu.


“Berbeda dari segi apa?” Tanya Aditya tak menangkap maksudku.


“Apa yang membuat kamu merasa jika aku istimewa di bandingkan artis-artis cantik di luar sana?” Tanya ku dengan menatap nya.


Aditya menatap ku dengan tajam.


“Karena kamu adalah Dhebi. Aku tidak pernah memiliki alasan pasti kenapa aku bisa menyebut mu begitu istimewa di banding yang lain. Yang aku tahu kamu berbeda,kamu tidak seperti mereka yang banyak sibuk memikirkan kehidupan mereka esok hari tanpa menikmati kehidupan mereka di hari ini. Kamu selalu menikmati hari-hari mu tanpa memikirkan segala masalah yang akan datang menghampiri mu. Mungkin begitulah aku melihat kamu” jawab nya.


Aku berfikir,apa orang-orang seperti Jimmy,Andre dan Danu juga memiliki alasan yang abstrak seperti Aditya. Mereka menyukai ku tanpa sebab dan tanpa memiliki alasan.


“Kenapa?” Tanya Aditya.


“Aku hanya merasa jika aku tidak memiliki kelebihan apapun” jawab ku berdalih.


“Kamu memiliki apa yang tidak di miliki wanita lain. Dan itulah kelebihan mu” jawab Aditya semakin membuat ku melambung tinggi.


Dan aku kembali menaruh kepala ku di bahu nya.