
Aku memang tidak mengenal siapa siswa itu,namun yang aku tahu aku telah menyelamatkan nyawa nya dengan mendorong dia ke kolam. Dan dia menyelamatkan aku untuk berenang ke darat. Aku tidak begitu mengingat wajah nya namun memang bentuk wajah pria itu begitu sama dengan Danu saat dia berbalik menatap ku dengan tajam.
Lalu aku mengingat kejadian ketika aku menabrak terumbu karang di laut. Danu juga tampak memegang bekas luka ku yang sudah lama,dan heran nya selama ini Danu sering menanyakan luka di kaki yang aku kira luka saat menyelam dengan nya.
Ketika di dalam kabin pesawat. Dia menanyakan bagaimana kaki ku karena dia melihat kaki ku tertimpa barang berat saat akan pulang kembali ke Jakarta. Lalu ketika di skygarden Apartemen,dia juga menanyakan bagaimana luka kaki ku dengan begitu khawatir.
Aku pun sempat bingung kenapa Danu se khawatir itu dengan luka ku yang tidak seberapa,lalu aku mengkaitkan nya dengan kejadian beberapa tahun silam.
Apa selama ini yang dia maksud luka kaki ku adalah luka yang aku dapat setelah mendapatkan nya?
Dan aku teringat kembali perkataan Danu ketika di rooftop Apartemen.
“Aku mencintai mu sejak dulu. Sejak pertama kali kita bertemu dan kamu bersikap seolah peduli kepada ku padahal kamu tidak tahu siapa aku”
Dan ketika di boats Bali terakhir kali.
“Kamu sudah banyak merubah hidup ku Dheb,kamu terlalu istimewa untuk aku lupakan”
Dan pertanyaan orang-orang selama ini yang tidak pernah bisa aku jawab.
“Kenapa bisa Danu terobsesi seperti ini untuk mendekati ku? Padahal selama ini aku selalu bersikap buruk kepadanya”
Aku jadi semakin mengerti kenapa Danu sampai bersikap seperti ini kepadaku. Mungkin karena dulu aku pernah menyelamatkan hidup nya,dan setelah kejadian itu aku tidak pernah lagi bertemu dengan dia saat sampai kami bertemu di Bali ketika aku PKL dan kita bertegur sapa di atas boats untuk pertama kali lagi.
Namun memang saat itu aku melihat Danu seperti tak mengenal ku juga. Bahkan sebelum itu seperti nya aku tak pernah bertemu dengan nya.
“Dheb. Hello!” Ucap Mira berusaha membangunkan ku dari lamunan dengan melambaikan tangan di hadapan ku.
“Oh ya” ucap ku dengan raut wajah kebingungan.
“Lo kenapa sih?” Tanya Mira dengan tersenyum aneh melihat ku.
“Hah. Ngga,gue cuma lagi nginget-nginget aja kejadian itu” jawab ku bingung.
“Ya emang kejadian nya udah belasan tahun kan Dheb,udah lama banget lagian,dan sampai sekarang pun kita belum tahu kenapa si Danu bisa diem disana sama elu kan?” Tanya Mira yang memang tidak pernah di ketahui jawaban nya.
“Iya gue lupa” jawab ku dengan kaku.
“Ya udah gue pergi dulu ya. Takut Aditya cari” pamit ku dengan terburu-buru.
“Oh iya Oke” jawab nya dengan kebingungan melihat ku yang mulai bertingkah aneh.
“See you Mir”
“See you Dhebi”
Lalu aku pergi ke luar toilet dengan mulai setumpuk fikiran yang mulai menggangguku. Kenapa aku bisa tidak tahu jika siswa yang pernah aku tolong itu adalah Danu. Kenapa bisa aku tidak mengingatnya sementara Mira saja ingat. Wajah itu memang tampak berbeda saat aku melihat nya di hutan beberapa tahun lalu dan sekarang aku tidak mengira jika itu adalah Danu orang yang selama ini mengganggu ku.
Aku melihat Aditya yang berdiri di kursi nya dengan bungkus obat di tangan nya. Aku berhenti sejenak dan menenangkan diriku,aku belum mau menceritakan ini kepada Aditya. Aku akan menceritakan nya nanti setelah kami memiliki waktu luang lagi untuk bercerita.
“Hay” sapa ku.
“Sudah?”
“Sudah” jawab ku dengan riang gembira.
“Ayo” jawab ku sambil menggandeng lengan nya.
Sesampainya kami di apartemen. Aku langsung mengganti pakaian ku dan duduk merebahkan diri di sofa.
“Kamu mau makan apa?” Tanya Aditya saat dia ikut duduk di samping ku.
“Aku mau..” ucap ku menggantung memikirkan sesuatu. Tiba-tiba aku malah teringat tentang Danu yang telah aku selamatkan di dalam hutan saat itu.
“Apa?” Tanya Aditya dengan bingung menunggu jawaban ku.
“Di. Aku mau tanya sesuatu dulu” ucap ku mengganti topik pembicaraan.
Aditya hanya menatap ku dengan diam.
“Dulu ketika di Sumba. Aku sempat menyelamatkan kamu saat kamu terkena panic attack” ucap ku mengingat kejadian kita ketika di Sumba.
Aditya hanya memperhatikan ku membiarkan ku berbicara sampai selesai.
“Apa yang kamu fikirkan pertama kali saat melihat ku ada disana waktu itu?” Tanya ku dengan hati-hati.
Aditya menatap ku dengan dalam. Dia tak langsung menjawab,dia terus menatap ku dengan menyelidik. Aku pun merasa takut di tatap nya seperti itu. Aku takut Aditya malah bertanya-tanya kenapa aku bertanya hal seperti itu.
“Kamu seperti malaikat Dheb” jawab nya dengan begitu dalam membuat ku terdiam.
“Kamu adalah penyelamat hidup ku bahkan sampai sekarang. Aku tidak tahu bagaimana kehidupan ku kalau aku tidak bertemu dengan kamu saat itu. Aku sudah mencintai kamu sejak saat itu” jawab Aditya membuat ku menatap nya dengan haru.
“Benarkah?” Tanya ku.
“Ya. Kamu sudah membuat ku jatuh cinta ketika kamu menyelamatkan aku saat itu. Bahkan ketika kamu tahu tentang rahasia ku tentang kepiting. Aku merasa jika kamu adalah wanita istimewa yang di kirim tuhan untuk aku. Ya ,walaupun kamu selalu bersikap menyebalkan. Tapi hati ku selalu bergerak untuk terus mengenal kamu lebih dalam”
Lalu aku menganggukan kepala ku dengan tersenyum.
“Dan aku beruntung bisa mendapatkan kamu,walaupun harus melawan rasa keras kepala kamu”
“Kamu lebih keras kepala di” tangkis ku dengan menatap nya kesal.
Lalu dia tertawa melihat ku yang sudah memicingkan mata menatap nya.
“Sekarang kita makan. Kamu harus isi perut kamu dulu baru kita lanjutkan pembicaraan kita tentang masa lalu ya. Aku tidak mau bayi ku kelaparan” ucap Aditya membuat ku tertawa dengan senang.
“Oke”
“Aku pesan kan dulu makan” Aditya langsung berdiri dan segera pergi mengambil handphone nya.
Raut wajah ku berubah ketika melihat Aditya pergi ke kamar. Aku kembali gundah memikirkan Danu.
Apa benar dengan apa yang di katakan Aditya? Dia bisa mencintai ku saat pertama kali aku membantu nya di Sumba? Apa itu juga yang di alami oleh Danu?
Aku jadi semakin mengerti dengan sikap Danu yang bisa mencintai ku seperti ini. Mungkin Danu masih merasa jika aku adalah penyelamat hidup nya,dan apakah dia juga menganggap ku sebagai malaikat nya?
Masa lalu Danu mulai kembali mengusik fikiran ku.