Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Mendadak menjadi selebritis kampus



Hari ini adalah hari pertama ku kembali ke kampus. Aku begitu senang bertemu dengan teman-teman ku disini.


Aku begitu merindukan suasana kampus ku yang seperti ini.


“Dhebiii!!!” Teriak semua teman ku ketika kami bertemu di loby kampus.


Aku langsung berlari dan memeluk mereka.


“Aahhh akhirnya lo bisa ngampus lagi Dheb” senang Caca sambil terus memeluk ku.


“Iya ini pun demi nyelesein tugas akhir gue” aku melepaskan pelukan ku.


“Aditya mana?” Tanya Sienna.


“Dia udah suruh gue pulang” jawab ku.


“Haha biar ga bikin rusuh lagi ya?” Ledek Sisil.


“Iya lah apalagi gosip gue sama Aditya kan udah adem gini. Kalo ada yang liat dia disini nanti banyak netizen yang ganggu kita disini. Gue kan pengen ngampus dengan tenang”


“Eh itu Dhebi!” Seru seseorang dari jauh dengan menepuk teman di samping nya dan terkejut melihat ku.


“Eh itu Dhebi ayo ayo kita kesana” ujar teman nya yang lain.


Aku mengkerut kan kening ku melihat mereka yang berlari ke arah ku.


“Dheb Dheb gue denger lo pacaran sama Aditya ya?” Tanya mahasiswa yang entah siapa dia.


Teman-teman ku hingga tersingkirkan karena kerumunan orang-orang yang tiba-tiba menyerbuku.


“Dheb Jimmy emang bener ya hampir ngapa ngapain lo?” Tanya yang lain nya secara bersamaan.


“Si Lucy gimana Dheb?” Entah yang mana yang bertanya seperti itu.


“Dheb foto dulu dong?” Ujar wanita yang tiba-tiba mengambil selfie.


Aku terus bingung melihat mereka yang menjadi semangat menanyakan berita ku.


Aku tak berani untuk bersuara. Karena aku takut salah bicara dan takut menjadi masalah baru lagi.


“Guys sorry gue ada kelas ini” ucap ku kepada mereka yang begitu berisik banyak bertanya.


Namun mereka tidak menggubris ku.


Aku menatap teman-teman ku yang hanya bingung harus bagaimana.


“Kalian tolongin gue gimana sih?” Omel ku menatap semua teman ku yang hanya menonton ku di kerumuni oleh banyak siswa.


Lalu ketiga teman ku bersigap langsung menerobos kerumunan dan menarik semua orang yang tengah menggoyang goyang tubuh ku.


“Weyy weyy weyy” teriak Caca.


“Ini kampus ya guys kalian jangan cari kerusuhan disini!” Lanjut nya.


“Iya kalian heboh banget sih nyari gosip dari Dhebi” sambung Sisil.


“Dia kan lagi ada kelas dia kembali ke kampus karen harus selesein tugas nya soalnya dia bakalan married sama Aditya” ucap Sisil dengan tegas namun membuat aku dan kedua teman ku memelototi nya.


“Sisil!” Teriak Caca dan Sienna.


Aku hanya menepuk jidat ku begitu kesal dengan kepolosan nya. Dia malah menambah masalah ku disini.


Sisil terkejut melihat Caca dan Sienna terus memelototi nya dengan kesal.


Semua orang yang mendengar ucapan Sisil pun ikut terkejut. Dan segera merekam kami.


“Kenapa? Gue kan bener” polos nya menatap ku. Aku hanya menatap nya dengan emosi.


“Kemarin kan dia bilang..” ujar Sisil akan kembali mencari ulah.


Lalu Caca membungkam mulut Sisil.


“Dheb kapan married nya?”


“Dheb orang tua Aditya udah setuju?”


Aku langsung kabur pergi dari sana di bantu oleh ketiga teman ku mereka bersikap seolah bodyguard yang menghalangi orang-orang yang memaksa untuk mendekati ku.


Hari pertama ku masuk kampus tidak berjalan baik. Aku menjadi selebritis dadakan. Banyak sekali orang-orang yang mengejar ku dan meminta foto dengan ku. Aku harus terus bersembunyi dan berlari. Di tambah lagi Sisil yang menambah masalah ku di kampus. Gosip itu pasti sudah cepat menyebar di seluruh kampus. Aku takut jika Aditya tahu dan menyalahkan ku tidak bisa menjaga rahasia tentang rencana pernikahan kita. Mudah-mudahan dia percaya jika bukan aku penyebab kekacauan ini.


Ketika istirahat di kantin pun aku masih saja di ganggu oleh beberapa orang yang meminta informasi tentang berita ku.


“Heh? Lo ga liat Dhebi lagi makan?” Seram Sienna memarahi orang yang tiba-tiba duduk di samping ku.


Aku tak menanggapi mereka. Dan terus saja menyantap nasi goreng ku.


“Pergi lo!” Pinta Sienna dengan seram nya.


Lalu wanita itu pun pergi dengan bergumam tak jelas menatap sinis Sienna.


“Duh gue cape deh” keluh ku menyimpan nasi goreng ku. Nafsu makan ku seketika hilang.


“Iya lo mendadak jadi selebritis Dheb” seru Caca.


“Niat gue mau kelarin ngampus jadi makin sulit ini” ucap ku dengan menopang wajah ku di meja.


“Ya udah ga usah kelarin kuliah aja sih Dheb. Lo ngapain juga nyari gelar nanti kan lo bakalan jadi Nyonya Aditya dan jadi orang kaya besar di Bali” ujar Sisil membayangkan ucapan nya sendiri.


Aku begitu lelah mendengar ocehan dari Sisil.


“Gue boleh gantung aja ga sih ni orang capek gue nanggepin nya” kesal Caca yang juga sudah lelah melihat tingkah gemas Sisil.


“Salah mulu deh gue” ujar Sisil dengan cemberut.


“Ya lo emang salah. Lo bisa ga sih mulut lo tuh di kunci gitu jangan ember. Rencana Dhebi nikah sama Aditya kan belum pasti kapan Sil. Sekarang karena bibir lo yang lemes itu akhirnya bikin rencana nikah Dhebi tuh cepet ke sebar tau ngga” kesal Sienna ikut memarahi nya.


“Ya gak apa-apa dong,kan jadi mereka banyak yang nge do’ain pernikahan lo lancar kan Dheb?”


Aku hanya menatap nya dengan dingin tak ingin menanggapi nya. Karena hanya akan percuma saja jika aku menanggapi kepolosan nya.


“Tenang Dheb kita pasti setia bantu lo kok buat kelarin tugas lo di kampus” ujar Caca mengusap punggung ku.


“Bener ya? Kalian harus bantuin gue” ujar ku memohon.


Aku memeluk Caca, lalu Sienna ikut memeluk ku di samping lain nya.


“Gue juga ikutan dong” cemberut Sisil melihat keharmonisan kami.


Aku tersenyum manis padanya. Walaupun dia memiliki sifat yang polos dan sering kali menyebalkan,tapi kami semua pun begitu menyayangi nya.


“Ya udah sini” manis ku. Lalu Sisil tersenyum bahagia dan dia menghampiri kami dan memeluk kami semua dari belakang sambil berdiri.


1 hari di kampus sudah aku selesaikan dengan susah payah. Walaupun banyak sekali yang membuat ku badmood namun aku berusaha sebisa mungkin untuk mengerjakan tugas ku.


Aditya sudah berada di parkiran ketika aku bilang aku akan pulang 15 menit lagi. Dan dia datang tepat waktu.


“Kenapa?” Tanya Aditya ketika aku baru saja masuk ke dalam mobil nya dengan menekukan wajah ku.


“Aku mendadak menjadi selebritis hari ini” ujar ku dengan malas dan bersandar di kursi.


Dia tertawa.


“Biasanya orang lain akan senang jika dia bisa langsung menjadi artis tanpa susah payah” ledek nya.


“Menurut mu aku senang?” Sinis ku kepadanya.


“Tidak” jawab nya dengan masih saja tersenyum menertawakan ku.


Lalu dia menjalankan mobil nya dan membawa ku pulang ke Apartemen untuk beristirahat di hari yang melelahkan ini.