Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Persembahan untuk semua



Hari ini adalah hari dimana aku dan Aditya akan pergi ke acara AMII yang di adakan di salah satu studio televisi yang amat sangat besar.


Kali ini aku dan Aditya memakai baju senada berwarna lylac. Aku memakai dress panjang tanpa lengan dengan belahan bawah di samping kaki kanan sampai atas lutut agar mempermudah langkah ku, dress ini terbuat dari kain sutra yang lembut dan begitu indah di pandang. Dan Aditya memakai kemeja thistle dan jas nya berwarna violet begitu rapih dan tampan. Rambut ku di buat di gelombang agar lebih bervolume,dan aku memakai anting panjang emas permata yang menambah kesan elegan ku.


“Kamu cantik sekali” puji Aditya ketika kami sudah di dalam mobil di antar oleh supir pribadi Aditya.


Aku tersenyum manis kepada nya.


“Kamu selalu mengatakan itu setiap waktu Aditya” jawab ku.


“Kamu bosan?”


Aku mengangkat halis ku menatap nya.


“Justru aku yang takut kamu bosan melihat kecantikan ku” ujar ku penuh dengan percaya diri. Aku dan Aditya tertawa bersama.


Sampailah kami di depan studio tv yang sudah begitu banyak wartawan di depan pintu menunggu kedatangan para artis untuk di foto. Kami turun tepat di depan tangga menuju pintu studio. Kami sudah di beri jalan agar tidak ada orang yang menghalangi jalan para tamu undangan yang akan masuk. Kanan kiri di beri penyangga tali untuk membatasi mereka memotret kami dan sesekali kamu tersenyum ke arah kamera untuk menyapa mereka sambil terus berjalan masuk ke dalam studio.


Studio nya begitu megah dan begitu besar sekali. Tempat duduk pun tampak hampir penuh,sedangkan aku dan Aditya terus di tuntun oleh beberapa orang untuk mendapati kursi VVIP kami. Mereka sudah tahu tamu siapa saja yang perlu di layani secara spesial seperti ini,dan kami adalah salah satu nya.


“Silahkan Pak Aditya” ujar pegawai yang tampak rapih itu mempersilahkan aku dan Aditya duduk di kursi yang sudah di tandai.


“Terimakasih” ucap Aditya dengan tersenyum.


Aku dan Aditya langsung duduk dengam anggun dan menatap di sekitar kami.


“Aneh rasanya” ucap Aditya dengan wajah nya yang begitu malas.


“Kenapa?”


“Biasanya aku di kelilingi dengan teman-teman ku dan bisa berbincang dengan mereka. Sekarang aku di kelilingi oleh para petinggi dan orang-orang ber jas rapih” kesal nya membuat ku menertawakan ocehan nya.


“Kan sekarang ada aku” ucap ku dengan manis dan menggandeng tangan nya.


Dia menatap ku dengan dalam lalu menyentuh pipi ku dengan lembut.


“No Aditya” ucap ku yang sudah tahu jika dia ingin mencium ku.


“Kenapa?” Tanya nya.


“Aku tahu apa yang ada di fikiran mu”


Lalu sekarang dia yang tertawa melihat ku.


Acara pun segera di mulai setelah semua tamu undangan hadir. Mc memberikan salam pembuka dan penyambutan dengan peofesional nya. Hampir semua stasiun tv pun menayangkan acara ajang bergengsi ini.


Berbagai penghargaan pun telah di umumkan dan di berikan kepada nominasi yang menang. Aku melihat ada Cateline juga yang maju ke depan untuk menerima penghargaan sebagai Actor wanita terbaik. Aku begitu bahagia dan begitu bangga melihat dia bisa memenangkan penghargaan itu. Cateline masih begitu cantik dan anggun,penampilan nya tampak seperti artis hollywood padahal katanya dia tengah hamil 2 bulan namun dia tetap terlihat seksi.


Tidak berselang lama aku melihat seseorang menghampiri belakang panggung berjalan dari samping dan di ikuti beberapa orang lain nya.


Aditya menoleh ke arah ku. Dia menyadari Danu melihat ku,namun aku langsung memalingkan wajah ku dan berpura-pura tak memperhatikan nya.


“Kita pulang” pinta ku merasa mulai tak nyaman.


“Kenapa?” Tanya Aditya dengan dingin.


“Aku mulai kedinginan” ucap ku memegang kedua lengan ku yang terbuka.


Aditya melepaskan jas nya dan di pakaikan di kedua bahu ku. Dia lalu mengelus bahu ku berusaha untuk menghangat kan tubuh ku.


Aku tersenyum manis kepadanya untuk mengucapkan rasa terimakasih.


Sebenarnya bukan suhu dingin yang membuat ku ingin pulang,namun karena aku tahu Danu pasti akan bernyanyi untuk mengisi acara ini karena lagu baru nya sudah begitu banyak di dengar oleh seluruh masyarakat pecinta musik. Dan lagu itu pun masih terngiang di fikiran ku karena aku merasa lagu itu memang di tujukan untuk ku walaupun tidak ada nama ku dalam lirik nya,tapi aku begitu merasakan bahwa lagu itu memang di sampaikan untuk aku. Aku takut Aditya menyadari itu.


Ternyata benar. Mc menyebut nama Danu untuk memberitahu kami bahwa dia akan menyanyikan sebuah lagu trendy nya. Aditya tampak bertepuk tangan untuk itu di ikuti semua orang di dalam studio. Aku pun terpaksa untuk ikut bertepuk tangan mengikuti Aditya.


Akhirnya lagu itu pun kembali terdengar. Aku bisa melihat Danu bernyanyi secara langsung di hadapan ku dan di hadapan semua orang. Dia begitu menghayati lagu sendu itu,alunan lagu nya pun membuat kita begitu tenang dan merasa enak untuk di dengar. Apalagi dengan lirik lagu nya,membuat kita tersentuh dan terdengar menyayat hati.


Aditya terus melihat Danu di atas panggung dengan wajah yang sulit di artikan. Entah dia kesal,marah atau malah dia sedang mendengar kata demi kata lagu itu. Namun dari ekspresi nya aku sudah tahu bahwa Aditya pun memiliki fikiran yang sama dengan ku. Lagu itu memang di tujukan untuk ku.


Aditya menatap ku dengan dingin.


“Kamu sudah pernah dengar lagu ini?”


Aku menganggukan kepala ku dengan lemah.


“Aku pernah mendengarkan nya satu kali” jawab ku dengan tanpa menoleh ke arah Aditya.


“Dia bilang sesuatu tentang lagu ini?” Tanya nya membuat ku mengkerutkan kening.


“Aku sudah tidak pernah lagi berbicara dengan dia di. Bertemu di apartemen pun dia sudah tidak berani menghampiri ku” jawab ku dengan penuh keyakinan.


Aditya kembali menatap lurus ke depan menonton kembali Danu yang masih bernyanyi dengan penghayatan dan suara nya yang begitu lembut.


“Seperti nya dia memang masih menyimpan perasaan untuk kamu bi”


“Aku tidak peduli” jawab ku dengan raut wajah yang tak acuh.


Aditya menatap ku dengan tersenyum,lalu dia memegang tangan ku dengan lembut dan mencium punggung tangan ku.


“Setiap orang berhak menyukai mu,namun hanya aku satu-satu nya orang yang harus membahagia kan kamu” ucap Aditya dengan manis.


Aku begitu terharu mendengar nya. Dan aku kembali melirik ke depan ternyata Danu sudah memperhatikan ku sebelum dia berbalik dan pergi dari atas panggung.


Dia pasti melihat Aditya mencium tangan ku.