
Aku dan Andre mencoba menjalin hubungan yang selama ini sempat tak pernah terwujudkan,hubungan pertemanan. Sampai saat ini aku masih menganggap Andre sebagai teman satu frekuensi. Kami mulai ber travelling bersama, bermain ke villa nya yang ada di Bali di pinggir pantai bahkan kami pernah mencoba menaiki gunung bersama untuk bisa mencoba mengenal alam di atas sana.
Andre bisa membuat ku bahagia namun belum bisa membuat ku jatuh cinta. Itu semua bukan karena aku tidak bisa move on dari Aditya,tetapi karena Andre sudah terlalu nyaman untuk ku anggap sebagai teman. Aku belajar dari pengalaman ku dan Aditya,hubungan kami terlalu terburu-buru hingga tidak sempat mengenal sifat satu sama lain. Biarlah hubungan ku dan Andre seperti ini dulu sampai aku bisa percaya bahwa Andre sudah ku percaya untuk ku jadikan pasangan hidup.
“Kamu kenapa sih anti banget kayak nya ketemu sama artis?” Tanya Andre lewat telepon ketika aku sedang sibuk membereskan pekerjaan ku di dalam laptop.
“Gak apa-apa Ndre , aku memang anti saja kenalan sama artis”
Aku masih belum jujur kepada Andre tentang kisah ku dan Aditya. Aku rasa kisah itu hanya akan membawa masalah untuk ku dan Andre.
“Ya udah nanti kita ketemuan dimana ?”
“Kita ketemu di Cafe biasa saja ya”
“Oke”
“Ya udah bye Ndre”
“Bye Dhebi”
Lalu aku menutup telepon nya dan dengan cepat segera menyelesaikan pekerjaan ku di dalam laptop, pergi mandi lalu bersiap untuk bertemu Andre di sebuah Cafe.
Aku terburu-buru untuk pergi sampai aku lupa mengunci Apartemen ku. Aku baru menyadari nya ketika di jalan,dan aku meminta tetangga Apartemen ku yang sudah ku percaya untuk mengecek kamar ku dan meminta tolong untuk mengunci nya.
Setiba nya sampai di Cafe tersebut aku segera masuk kedalam dan menunggu Andre yang ternyata lebih terlambat di bandingkan aku.
“Pesen apa mbak?” Tanya sang pelayan ketika aku sudah nyaman duduk di kursi ku.
“Cappuccino satu dulu aja mbak”
“Oke mbak di tunggu ya”
Lalu pelanggan itu pergi dengan membawa catatan pesanan ku.
Aku menunggu Andre dengan sabar. Aku berusaha menghubungi Andre dengan menelepon nya namun telepon ku tak di angkat nya walaupun sudah tersambung.
Kemana sih Andre? Gumam ku dalam hati.
Sudah lewat 2 jam Andre tak kunjung datang ataupun mengabari ku. Ini sudah terlalu lama, aku tidak bisa lagi menunggu dia disini.
Aku sudah mulai kesal kepada Andre namun aku mencoba meredam kekesalan ku dan menghiburnya dengan memainkan ponsel ku. Aku berusaha untuk berfikir positif tentang Andre, bisa saja Andre sedang di jalan, atau Andre masih ada janji dengan team yang lain dan tidak sempat mengabari ku.
Aku membuka Instagram di handphone ku aku memelihat beberapa Insta Story teman ku untuk menghibur rasa jenuh ku. Dan tak sengaja ku lihat Insta Story salah satu teman ku yang sedang di dalam sebuah mall di Bandung, dia sedang menghadiri acara Meet and Great beberapa artis.
Namun setelah ku lihat lagi Insta Story dia yang lain nya,barulah terlihat para artis yang sedang menjadi bintang tamu di acara Festival Film Pendek Bandung di mall itu. Aku shock ketika melihat wajah Andre ada di dalam Insta Story teman ku. Andre adalah salah satu bintang tamu di acara Meet and Great yang di adakan di mall Bandung bersama dengan beberapa artis terkenal lain nya.
Aku berdecak begitu kesal ketika melihat Andre malah ada disana dan tidak mengabariku sama sekali. Aku bangkit dari duduk ku dan berjalan dengan kesal keluar dari Cafe itu.
Andre keterlaluan. Bisa-bisa nya dia meminta ku menunggu nya di Cafe sementara dia malah pergi ke tempat lain. Bukan nya aku tidak memperbolehkan dia untuk bekerja, hanya saja seharusnya Andre tidak membuat janji kepada ku jika dia memang tidak bisa.
Aku melajukan mobil ku ke mall dimana Andre berada,setidak nya aku harus memperingatinya agar dia tahu aku tidak suka di buat menunggu selama itu.
Aku memarkirkan mobil ku di basement dan segera mencari Andre di sebuah lobby mall. Aku berjalan dengan cepat dan dengan kesal,tak sabar untuk menemui Andre.
Dari jauh aku sudah melihat kerumunan wartawan yang sedang mewawancarai Andre dan salah satu artis perempuan yang bermain dalam film nya juga berdiri di samping Andre. Sepertinya acara mereka sudah selesai karena artis yang lain sudah tidak ada di panggung, dan hanya ada Andre dan perempuan lain di samping nya sedang di wawancara.
Andre terlihat begitu senang dan bahagia, dia melirik wanita yang ada di samping nya dengan tersenyum manis. Entah apa yang di bicarakan mereka disana,namun sangat jelas jika mereka sedang memiliki kedekatan. Aku lihat Andre mulai merangkul wanita itu dengan tertawa.
Ingatan ku kembali di malam yang mengerikan itu di sebuah club , aku kembali mengingat Aditya yang sedang berciuman dengan Lucy di hadapan ku. Kejadian ini tidak ada beda nya dengan kejadian di Club itu, mereka sama-sama tak mau mengakui jika sedang memiliki kedekatan dengan orang lain.
Andre terkejut mendapati ku sudah memperhatikan nya dari jauh. Bibirnya bergerak menyebut nama ku. Persis seperti Aditya dulu yang shock melihat ku memergoki pengkhianatan nya.
Aku membalikan badan ku dan segera pergi dari sana. Aku segera menekan tombol lift dan masuk kedalam nya. Andre berusaha mengejar ku namun pintu lift tak memberikan kesempatan dia untuk masuk. Lift terbuka ketika sampai ke lantai basement. Aku berjalan begitu cepat dan dengan kesal.
“Dhebi” Andre berhasil mengejar ku dan menarik tangan ku.
Aku berusaha melepaskan genggaman nya.
“Bentar Dheb aku bisa jelasin”
“Ngga ndre gak apa-apa silahkan saja berbuat semaumu” ucap ku berusaha untuk pergi meninggalkan nya.
“Dheb please. Maafin aku Dheb bukan maksud aku untuk berbohong”
“Iya aku minta maaf Dheb” aku tak mengacuhkan nya terus berjalan menuju mobil ku.
“Dheb please tunggu”
Andre menutup kembali pintu mobil ku dan menghalangi ku untuk masuk.
“Aku tahu aku salah, aku sengaja ga bilang sama kamu kalo aku ada acara lain karena aku tau kamu ga mau nemenin aku kalo kamu tahu aku ada pekerjaan seperti ini. Dan yang tadi kamu liat itu ga seperti apa yang kamu fikirkan Dheb, itu semua hanya..”
“Hanya settingan” potong ku yang sudah tahu persis permainan para artis.
“Aku tahu itu Ndre, aku tahu hubungan kamu sama wanita itu cuma demi naiknya rating film kalian. Semua yang kamu lakukan cuma demi film kamu kan? Aku tahu jelas dengan promosi film kalian yang harus seperti ini walaupun kamu ga suka, tapi semua ini karena paksaan dari Agency kamu kan?”
Aku menyinggung sedikit pengetahuan yang ku tahu dari Aditya.
“Iya, dan dari mana kamu tahu?” Tanya nya dengan heran dan mengerutkan kedua kening nya.
Aku menyadari ucapan ku yang memang perlu di curigai karena telah begitu jauh mengetahui hal semacam itu.
Aku panik tidak tahu harus menjawab apa. Aku langsung masuk kedalam mobil ku dengan cepat menghindari pertanyaan Andre. Andre terlihat memutari mobil ku dan ikut masuk ke dalam mobil ku di duduk di kursi samping pengemudi tanpa izin dariku.
“Keluar Ndre, keluar!”
“Ngga aku gamau”
“Andre keluar!”
Kami terus berseteru di dalam mobil dengan aku yang terus mendorong tubuh Andre memaksa dia keluar.
Andre memegang kedua tangan ku dengan erat.
“Aku ga akan keluar sebelum kamu jelasin semuanya”
“Kenapa kamu begitu membenci profesi artis,kenapa kamu seperti setrauma itu dengan pekerjaan mereka,dan kenapa kamu bisa tau hal semacam itu ?”
Aku terdiam. Andre menatap ku dengan tajam dan serius. Aku mulai menenangkan diriku, dengan menarik nafasku dengan tenang.
Mata ku mulai basah. Andre mulai melepaskan tangan ku dengan perlahan.
Aku mulai terlihat tenang dan menarik nafas ku dengan dalam. Mungkin ini adalah saatnya aku untuk menceritakan semua nya kepada Andre. Aku sudah begitu mempercayainya.
“Aku pernah menjalin hubungan sama seorang artis dengan waktu yang cukup lama” kalimat pertama ku sudah pasti akan membuat Andre tertegun sejenak,namun dia tidak menyeka ucapanku.
“Dia selalu cerita tentang kehidupan para artis di belakang kamera ,bahkan dia juga menjelaskan tentang bagaimana berjalan nya hubungan yang di sebut settingan. Aku sering lihat dia dengan wanita lain di semua media,bahkan aku sering melihat dia bermesraan dengan wanita lain di semua chanel tv,dan dia meminta aku untuk bisa mengerti semua itu demi karir nya. Awal nya aku bisa nerima semuanya, tapi pada akhirnya,dia sudah merusak kepercayaan ku. Hubungan settingan yang mereka lakukan hanya sebuah kedok untuk ku. Mungkin pada awal nya tujuan mereka memang settingan, tapi setelah berjalan nya waktu mereka bisa merasakan perasaan yang tumbuh begitu saja di dalam diri mereka. Dan hubungan settingan itu berujung menjadi real life. Dia mengkhianati ku Ndre”
“Dia tinggalin kamu?” Tanya nya.
“Aku yang meninggalkan dia”
“Siapa orang nya Dheb”
Aku menggelengkan kepalaku.
“Aku ga bisa bilang, aku cuma mau kamu tahu sampai sini”
Andre menatap ku begitu dalam. Andre merasakan kesedihan yang aku alami. Dia memegang dengan lembut kedua tangan ku.
“Aku ngerti sekarang. Selama ini kamu masih ragu sama aku karena kamu takut semua akan sama. Tapi Dheb, aku dan dia itu berbeda, aku ga akan pernah mau di minta untuk jalani hubungan settingan dengan orang lain. Aku dan Clara itu teman baik, tadi yang kami lakukan di depan wartawan hanya untuk meyakinkan mereka jika kami masih berteman baik, aku ga pernah mau bersandiwara di depan kamera. Kamu harus bisa percaya sama aku Dheb”
Andre terlihat begitu bersungguh sungguh mengatakan itu. Tersirat dari raut wajah nya dia begitu tulus.
Aku menggedikan bahu ku dengan sedih.
“Aku belum bisa percaya itu”
“It’s okay, aku akan berusaha membuat kamu untuk percaya walaupun itu membutuhkan waktu yang cukup lama”
Andre mendekatkan wajah nya kepadaku dengan hati-hati. Aku tak bergerak dari tempat ku, dia semakin mendekat ,aku berusaha untuk tak menghindar darinya. Dia memiringkan wajah nya dan mencium bibir ku dengan lembut.
Aku akan mencoba menerima Andre.