
Sebenarnya ada yang lebih menggangguku.
Sebuah artikel yang sedang viral yang ku baca beberapa bulan lalu,menceritakan sebuah kisah yang begitu tak asing untuk ku,cerita itu sempat menggangguku beberapa saat. Namun setelah keluarnya lanjutan dari artikel itu,aku bisa bernafas lega pada akhirnya. Judul artikel itu adalah Senja Teristimewa.
Di minggu terakhir aku bertugas ada pelepasan acara kecil yang di buat team management nya untuk memberikan selamat kepada para pemain film,dan sekaligus akan ada acara berdo’a bersama agar film mereka bisa membludak dan sukses banyak di sukai penonton.
Aula di sulap menjadi acara pesta makan malam yang meriah. Yang menghadiri nya adalah teman dan kerabat dari para artis, kami para crew yang bertugas pun ikut serta memeriahkan acara dengan memakai baju pesta agar para artis tidak bosan melihat kami yang hanya selalu memakai baju kaos biasa.
“Dheb cantik banget sih gila ga nyangka gue” ujar Dery meledek ku.
“Sialan lo”
Kita berdiri di antara tamu tamu undangan yang telah hadir disana dengan baju baju pesta yang elegant dan rapih.
“Eh katanya Samuel ngundang penyanyi ya kesini?”
Aku mengangguk membenarkan pertanyaan nya.
“Katanya mau bawain lagu yang di ciptain Samuel”
“Dia juga penulis lagu?” Tanya ku penasaran.
“Iya kalo penulis kan bisa jadi apa aja Dheb, bisa tulis cerita,tulis puisi,tulis lagu . Ya emang dasarnya Andre pinter aja sih”
“Hahaha iya ya ga kaya lo begoo mulu kerjaan nya”
“Terimakasih loh Dhebi” ujar nya dengan tersenyum kesal.
Terlihat Andre masuk ke dalam aula bersama dengan teman-teman nya. Dia tidak menoleh ku sama sekali, mungkin dia masih kesal dengan percakapan kami kemarin. Ya bagus lah, jadi Andre tidak menggangguku lagi.
“Dhebiii gimana penampilan gue”
Seru Mona menghampiri ku dengan centil dan memutar mutar tubuhnya menunjukan dress pesta yang di kenakan nya.
“Wooowww Monaa lo kok… biasa aja”
Ucap ku membuat dia hampir melayang jauh namun aku menjatuhkan kepercayaan dirinya.
“Iiihh sebel deh” kesal nya.
“Hahaha iya iya lo kok amazing banget sih Mon, nyuri dimana nih baju”
Mona terlihat mendelikan mata nya mendengar ku yang terus menjahili nya.
“Udah diem deh lo, bikin gue bad mood aja” aku dan Dery menertawakan kekesalan nya.
“Eh itu Zahra” ucap Mona menunjuk seorang perempuan cantik dengan penampilan yang memukau.
Dia adalah penyanyi yang di bicarakan orang orang dari tadi siang. Dia adalah tamu undangan spesial malam ini, karena dia akan sekaligus mempromosikan lagu baru nya yang di ciptakan oleh Andre istilah nya adalah sambil menyelam minum air.
Perempuan itu naik ke atas panggung ketik MC sudah memanggil nya. Dia memberikan sedikit sambutan lalu mulai bernyanyi di iringi musik dari Band bawaan nya.
Ku tak mengerti
Dengan perasaan ku ini
Teruntuk kau kekasih hati
Yang tak kunjung lagi ku temui
Tak ku kira
Ku kan merindukan mu
Walau peretemuan kita
Terkesan hanya semu
Kau wanita istimewa ku
Kembali lah kepadaku
Temui ku sekali lagi
Dan buat lah bahagia hatiku lagi
Kau wanita istimewa ku
Percayalah aku
Untuk menemani mu
Dalam kesedihan mu
Kau lah senja teristimewa
Lirik lagu itu begitu tak asing untuk ku. Aku mengingat sesuatu dengan begitu jelas. Ya tidak salah lagi, semua kata-kata dalam lagu itu memang sama dengan kata-kata yang ku lihat di dalam sebuah artikel beberapa bulan lalu.
Aku melipat kedua tangan ku di besi pembatas balkon taman dan menatap lampu kota di atas sini. Aku merenungkan semua kejadian yang telah terjadi. Aku memejamkan mata ku dan berusaha menikmati malam itu dengan tenang.
“Hay Dheb kenapa disini?”
Tanya Andre di ambang pintu di belakang ku.
Aku coba menyembunyikan perasaan kacau ku di hadapan nya. Aku harus terlihat baik-baik saja.
“Hay Ndre aku lagi cari udara seger disini”
Dia melangkah mendekatiku.
“Kenapa Dheb? Kamu merasa tidak asing dengan lirik lagu yang di bawakan Zahra tadi?”
Aku menatap nya dengan refleks. Dia dapat melihat ekspresi wajah ku yang terkejut. Kenapa Andre bertanya seperti itu?
“Ya memang tidak asing”
Jawab ku terbata bata mencari alasan berusaha tenang.
“Mungkin lagu nya sudah sering di puter di YouTube atau di radio jadi sudah terdengar familiar”
Andre menatap ku dengan dingin.
“Ya sudah, aku masuk dulu ya Ndre takut di cariin anak-anak”
Aku memberikan dia sebuah senyuman sebelum akhirnya aku melangkah pergi.
“Lagu itu baru aku putar hanya disini Dheb”
Langkah ku terhenti. Aku tak bisa lagi dapat mengelak.
“Bahkan belum pernah aku promosikan dimana pun”
Andre menghampiri ku lagi dan diam tepat di hadapan ku. Dia menatap ku lagi dengan tajam dan serius.
“Kenapa kamu bisa tahu situs web artikel ku Dheb?”
Tanya nya mengingat kejadian kemarin tentang salah satu management artis yang menanyakan situs web Andre untuk kepentingan project. Aku dengan sigap memberi tahu situs web Andre kepada mereka karena selama ini aku sering membaca artikel Andre di internet dengan situs web.
“Kamu tahu,situs web itu ? Itu adalah situs khusus aku buat hanya untuk bikin artikel Dheb bukan untuk buku buku yang aku tulis untuk umum”
Skakmat. Aku tidak tahu tentang itu.
Andre terus menatap ku dengan emosional.
“Dhebi jawab. Selama ini kamu baca artikel aku ?”
Aku masih diam tak sanggup untuk mengakui nya.
“Dhebi, selama ini kamu baca artikel aku?!” Tanya nya meminta pengakuan ku.
Aku menatap nya begitu dalam dan juga sedih. Dia diam menunggu ku berbucara.
“Iya Ndre aku baca semua artikel kamu”
Jawab ku akhirnya mengakui.
Beberapa bulan kemarin aku memang selalu membaca artikel Andre yang begitu viral di website. Artikel nya menceritakan tentang kisah pertemuan kami di malam club itu. Andre memang benar-benar menganggap pertemuan kami sangat berkesan sampai dia menulis nya di sebuah artikel dan menyebut ku sebagai Senja. Aku tidak pernah mengira jika dia akan menganggap ku menjadi wanita istimewa nya. Bahkan dia sempat membuatkan puisi yang berjudul ‘Senja Teristimewa’ yang tadi di bawakan oleh Zahra menjadi sebuah lagu. Aku tahu semua itu,dan itu menjadi suatu alasan aku untuk menjauhinya,agar dia tidak berlarut larut dengan perasaannnya.
“Aku baca semua artikel kamu ndre, aku baca semuanya. Aku tau jika kamu udah cari aku selama hampir setaun ini, aku juga tau kalo kamu buat puisi yang indah yang sekarang sudah di jadikan sebuah lagu yang di nyanyikan Zahra tadi untuk ku” Ucapku dengan mata yang berkaca kaca.
Ada sedikit rasa menyesal aku telah membaca semua artikel nya yang berjudul Senja.
“Kamu baca semuanya?” Tanya Andre dengan penuh kebahagia di raut wajah nya.
“Ya aku baca” jawab ku dengan masih terus bersedih.
“Bahkan aku baca artikel kamu sampai akhir. Cerita Pelangi yang datang setelah pergi nya Senja” sesak sekali aku membaca akhir cerita itu.
Aku menganggap Andre telah menemukan pengganti Senja nya. Ya aku rasa,dia sudah mulai mau melupakan aku.
“Jadi untuk apa kamu tahan aku lagi Ndre?”
Ucap ku dengan begitu kecewa, aku menahan tangis ku. Aku sedih karena sejujurnya aku pun merasakan hal yang sama kepada Andre selama ini, namun aku harus menyembunyikan perasaan ku terhadap dia karena ku rasa sudah terlambat untuk mengakui semuanya,dan juga resiko ku akan besar jika pada akhirnya kita menjalin sebuah hubungan yang lebih jauh dan Andre mem publish hubungan kita di media. Aku tidak tahu bagaimana tanggapan Aditya ketika mengetahui kedekatan ku dan Andre. Sejujurnya aku masih memikirkan Aditya.
Andre menarik ku kedalam pelukan nya.
“Aku belum pernah bertemu dengan Pelangi ku Dheb itu hanya rekayasa, aku masih setia menunggu Senja ku”
Bisik nya di telingaku membuat ku terpaku dan juga bingung dengan pengakuan nya.
Andre memeluk ku dengan penuh bahagia.
Aku sudah mulai menyukainya saat aku mmebaca artikel itu,aku merasa memiliki orang yang satu pemahaman denganku,aku senang karena dia mencariku,aku merasa bahagia karena selama ini dia masih saja menaruh perasaan pada wanita yang hanya di temuinya satu kali di malam itu,aku merasa senang.