Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Curahan isi hati Lucy



Aku kembali ke acara pesta pertunangan itu dengan perasaan yang sudah kacau di buat Aditya.


“Dhebi,kamu dari mana?” Tanya Andre begitu melihat ku masuk di antara kerumunan.


Aku terkejut melihat Andre. Aku begitu panik ketika melihat nya.


“Aku baru aja jalan-jalan ” ucap ku terbata bata berusaha untuk tenang.


“Ayok aku kenalin temen aku”


Andre menarik tangan ku dengan cepat sebelum aku bisa mencegahnya. Aku takut bertemu dengan Lucy walaupun sebenarnya dia tidak tahu wajah ku selama ini,hanya saja jika Andre menyebut nama ku Lucy pasti akan terkejut.


Andre menepuk pundak seorang wanita dengan sebuah gaun putih yang begitu ndah, dia sedang berbicara dengan teman yang lain nya. Wanita itu berbalik dan melihat kami berdua. Dia tersenyum dengan bahagia.


“Oh hayyy” sapa wanita itu yang aku kenal dengan nama Lucy.


“Hay Lus, kenalin ini cewe yang tadi aku ceritain”


Lucy begitu antusias melihat ku. Dia terllihat begitu bahagia ketika melihat ku.


“Hay aku Lucy. Andre ga mau bilang siapa nama kamu, dia bilang supaya aku sendiri yang berkenalan” ujar nya sambil tertawa.


Aku masih takut,amat sangat takut jika Lucy tahu wanita yang selama ini membantu nya sudah ada di hadapan nya. Aku menatap Andre dengan panik.


“Hay Dhebi” seru seorang pria yang baru saja ikut bergabung dengan kami.


Aku memejam kan mataku dengan kesal ketika mendengar Aditya begitu jelas menyebutkan nama ku. Aditya tidak main-main dengan ancaman nya tadi. Aku menatap nya dengan penuh emosi. Dan Lucy menatap ku dengan terkejut.


“Lo kenal Dhebi?” Tanya Andre bingung.


“Loh Dhebi ga pernah cerita?”


Tanya balik Aditya dengan menatap ku dengan tatapan yang penuh kemenangan.


“Gue bukan cuma kenal Dhebi, tapi bahkan kami pernah pacaran lama sekali. Iya kan Dhebi?” Aditya benar-benar keterlaluan.


Dia membuat ku terpojok. Tatapan Andre pun kini tidak kalah terkejut nya seperti Lucy.


“Kamu juga kenal Dhebi kan Lus?” Sindir Aditya menatap Lucy yang masih shock mengetahui aku ada di acara pertunangan nya.


“Ini orang nya Lus, Dhebi yang selama ini sudah membantu kamu mengenal lebih dalam aku,iya kan ?” Aditya terus menyudutkan kami berdua dengan berbicara begitu tenang sementara kami bertiga hanya bisa diam saling tatap.


Lucy menatap ku tak percaya begitupun dengan Andre yang kini terlihat begitu gelisah.


“Lus selamat ya atas pertunangan kamu, aku ikut bahagia. Aku permisi” tak ingin aku berada dalam keadaan ini lebih lama lagi akhirnya aku pergi dengan cepat dari sana.


Andre mengejar ku. Dia mengikuti ku sampai masuk kedalam mobil lalu dia melajukan mobil nya tanpa membahas dulu kejadian yang baru saja terjadi.


“Jadi pria itu adalah Aditya?” Tanya Andre akhirnya dengan raut wajah nya kecewa menatap jalanan di depan nya.


“Ya” jawab ku dengan singkat.


“Jadi kejadian di club malam itu kamu bersama Aditya?”


“Ngga”


Andre diam membiarkan ku melanjutkan bicaraku.


“Aku memata matai dia di club malam itu”


“Selama ini Aditya bilang kalo dia tidak pernah ada hubungan khusus dengan siapapun selain aku. Aku tahu hubungan settingan yang di buat Aditya dengan Cateline dan wanita lain di dalam dunia hiburan hanya untuk kebutuhan promosi film nya. Tapi untuk hubungan dia dengan Lucy,aku yakini itu bukan sebuah promosi film Ndre,aku memutuskan untuk mencari tahu kebenaran nya sendiri. Dan ternyata benar, hubungan dia dan Lucy sudah jauh dari kata settingan”


Andre diam tak menjawab. Dia masih mencerna semua kebenaran yang telah aku jelaskan. Dia masih tak percaya bahwa pria yang selama ini telah membuat aku takut adalah Aditya.


Kita sampai di villa Andre. Namun Andre masih saja diam tak berbicara. Aku tahu Andre pasti masih kecewa karena aku tidak memberitahu dia sebelum nya bahwa laki-laki itu adalah Aditya.


Aku masuk kedalam kamar yang ada di samping kamar utama dan segera mengganti bajuku. Aku terus memikirkan hal yang baru saja terjadi kepadaku. Aku memikirkan kata-kata Aditya di pantai tadi,aku pun memikirkan Lucy yang akhirnya tahu aku adalah teman dekat Andre selama ini,dan yang lebih membuat ku gundah adalah Andre yang akhirnya tahu jika pria yang telah melukai ku adalah Aditya tunangan dari Lucy sahabatnya sendiri.


Sebuah pesan masuk kedalam handphone ku. Nomor yang selalu menghubungi ku untuk mendapatkan informasi tentang Aditya.


Bisa kita ketemu?


Akhirnya Lucy mengajak ku untuk bertemu. Setelah sekin lama aku selalu menolak ajakan nya untuk bertemu membahas Aditya, kini aku harus bersedia demi menjelaskan semuanya.


Aku pergi ke luar villa Andre dan mendapati Lucy sudah ada di depan villa dan tak lagi menggunakan dress nya,mungkin acaranya sudah selesai dan dia mencuri curi waktu untuk menghampiriku. Dia berdiri membelakangi ku dan menatap laut yang ada di hadapan nya.


“Lucy” panggil ku.


Dia membalikan badan nya dan tersenyum manis begitu melihat ku.


“Hay Dhebi”


Aku melangkah mendekati Lucy.


“Kita ngobrol di sana aja ya” ucap ku menunjuk kursi dan meja yang ada di halaman depan kami.


Lucy mengangguk dan mengikuti ku duduk disana.


“Sorry ya tadi di sana aku malah diem aja ketemu kamu” ucap nya dengan tersenyum kaku.


“Gak apa-apa Lus, aku tahu kamu shock dan kaget kenapa aku ada disana”


Dia tertawa dengan pelan.


“Maafin aku ya Dheb”


Lirih nya menatap ku.


“Aku tahu aku salah. Aku tahu seharusnya aku tidak berusaha untuk memaksakan perasaan Aditya selama ini. Aku hanya bingung, kenapa bisa Aditya jatuh cinta dengan orang yang baru dia kenal dengan mudah seperti itu, sedangkan aku orang yang sudah menemani dia dari nol bahkan sudah membantu dia sampai di titik ini pun masih belum bisa mendapatkan rasa cinta dia seperti dia mencintai kamu Dheb. Aku ingin tahu, apa yang ada dalam diri kamu yang tidak aku miliki, agar aku bisa memperbaiki itu dan Aditya bisa mulai mencintai ku seutuhnya”


Dia terlihat begitu tulus mencintai Aditya. Dia bersungguh-sungguh untuk mendapatkan kasih cinta dari Aditya. Tapi Aditya memang keras kepala,dia sulit sekali untuk di bantah,terutama tentang perasaan nya.


“Lucy, aku tidak pernah merasa istimewa untuk siapapun. Aku tidak pernah merasa jika ada sesuatu yang spesial dalam diri aku yang membuat Aditya jatuh cinta seperti itu. Aku dan dia pun di pertemukan dengan secara kebetulan, dan aku pun tahu segala sesuatu tentang dia dengan situasi yang tidak terduga sebelum nya. Aku tidak pernah bertanya kenapa dia bisa jatuh cinta kepadaku Lus, perasaan dia tumbuh begitu saja tanpa kita rencanakan”


“Tapi pasti ada sesuatu yang buat dia tergila-gila seperti itu sama kamu Dheb dan kamu belum sadari itu”


Aku menggelengkan kepalaku.


“Aku tidak pernah tau, tapi yang aku tahu itu sudah bukan lagi urusanku. Aku sudah tidak bisa lagi bantu kamu, Aditya sudah tau semuanya, dia sudah tau kalo selama ini kamu hubungi aku. Jadi aku minta maaf,urusan kita selesai sampai disini. Jadilah diri kamu sendiri Lus agar dia mencintai kamu apa adanya”


Dia terkekeh menertawakan ucapan ku.


“Aku mengenal dia dari sebelum dia masuk kedalam dunia entertainment, sejak dulu dia mengenal ku hanya sebatas teman, sampai aku membantu dia seperti ini pun dia tidak pernah menunjukan jika dia bersungguh-sungguh mencintai aku. Apalagi saat tahun lalu, saat kalian menjalin hubungan. Aditya jadi sulit di hubungi, dia malah membiarkan aku kebingungan. Aku tidak pernah melihat Aditya sedingin itu sama aku Dheb, walupun dia sedang di gosipkan dengan wanita manapun dia tidak pernah berubah sedikit pun kepadaku. Tapi semenjak dia menjalin hubungan dengan kamu, dia berubah, dia menjadi lebih dingin dan tidak memperdulikan aku”


“Udah lah Lus, itu semua kan masa lalu. Kamu sudah bertunangan dengan Aditya kalian akan menikah,semua ini tinggal menunggu waktu,jadi tidak ada lagi yang bisa membuat kamu khawatirkan lagi”


Dia menggelengkan kepalanya.


“Kamu ga ngerti Dheb. Sampai sekarang aku masih takut jika Aditya hanya main-main”


Aku teringat ucapan Aditya di pantai tadi. Tentang dia yang hanya sedang menyelesakan misi nya, yang aku pun tidak tahu misi apa yang di maksud Aditya.


“Aku minta maaf selama ini sudah memperalat kamu untuk mendapatkan Aditya. Mulai saat ini aku akan kembali menjadi diri ku sendiri dan berusaha untuk membuat Aditya lebih bisa menerima aku apa adanya”


Lucy menggenggam kedua tangan ku dengan lembut.


“Dan aku harap kamu ga pernah lagi masuk kedalam kehidupan Aditya dan mengganggu hubungan kami, aku mohon sama kamu”


Ucap nya memperingatiku dengan sungguh-sungguh.


Aku menganggukan kepala ku dengan sedih. Lucy memeluk ku dengan perasaan yang begitu lega.


“Terima kasih Dhebi terimakasih”