
Pagi hari aku membangunkan Adityia dari tidur nya.
“Dii bangun” aku membangunkan nya dengan lembut sambil mengusap kepala nya.
Aditya mengerjapkan mata nya dengan mengkerutkan kening nya.
“Ahh kepala ku sakit” ujar nya begitu dia bangun dan memegang kepala nya.
“Kamu kenapa?” Tanya ku dengan khawatir.
“Seperti nya aku kelelahan bi,semalam aku tidak bisa tidur dan baru tidur tadi jam 4”
Aku menengok jam di samping nya jam 07.30,berarti dia baru tidur sebantar sekali.
“Aku belikan obat dan sarapan ya” ucap ku membelai kepala nya.
“Ga bi. Aku hanya perlu tidur saja” ucap nya dengan mata tertutup dan terus menyandarkan kepala nya di bantal.
“Kalo begitu aku diving sendiri ya” ucap ku mengatakan alasan ku membangunkan nya.
Dia membuka mata nya dan melihat pakaaian yang ku kenakan. Aku sudah memakai persiapan menyelam ku dengan pakaian selam underwater berpengan pendek dan sudah mengikat rambut ku.
“Kamu mau diving?” Tanya nya dengan mengerutkan kening.
“Kan aku sudah bilang kemarin,hari ini aku mau diving dulu sebelum berangkat ke Sumba” pinta ku.
Lalu Aditya terlihat mengingat percakapan kita kemarin di Mall.
“Oh iya aku lupa” jawab nya sambil membenamkan wajah nya di bantal.
“Ya sudah aku siap siap dulu” lanjut nya dan berusaha untuk bangun.
“Dii,aku sendiri aja” ucap ku menahan nya.
“Ngga bi,aku mau temani kamu” paksa nya dengan bangun secara perlahan.
“Aditya!” Pinta ku dengan serius dan sinis.
“Dengarkan aku,kalo kamu pakasakan untuk diving sekarang dan kamu sakit gimana? Aku ga mau sampai disana kamu malah droop” ucap ku dengan kesal.
“Pulang cepat dan jangan kemana mana lagi” pinta Aditya sebelum dia kembali membaringkan tubuh nya di tempat tidur
“Iyaaa” jawab ku dengan tersenyum.
Aku segera mengemasi alat-alat diving ku sebelum aku keluar dari villa. Aku menghampiri wayang yang seperti biasa sedang bersiap untuk menarik penumpang di Dive Boats nya.
“Pagii” sapa ku dengan ramah sambil membuka kaca mata hitam ku.
Wayan begitu terkejut melihat ku.
“Pagi ka Dhebi” balas sapa nya dengan nada Bali nya.
“Kak Dhebi,saya lihat berita pernikahan Kak Dhebi dengan Kak Aditya di Tv kemarin” ucap nya dengan bahagia.
Aku tersenyum mendengar dia yang juga turut begitu antusias bahagia melihat berita pernikahan ku.
“Selamat ya Kak Dhebi”
“Ya wayan,terimakasih ya”
“Sama-sama Kak,ayo naik. Saya kasih gratis tumpangan hari ini untuk Kak Dhebi” ucap Wayan membuat ku mengangkat kedua halis ku.
“Gratis?” Tanya ku dengan senang.
“Tidak usah bli,tak apa. Aku bayar saja”
“Jangan Kak Dhebi. Anggap saja ini hadian pernikahan dari saya untuk Kak Dhebi,selagi saya tidak bisa memberikan yang lebih”
Aku begitu terharu mendengar kebaikan nya. Aku beruntung sekali bisa mengenal orang-orang baik di sekitar ku.
“Terimakasih Wayan kamu baik sekali”
Lalu aku naik ke atas perahu dan menaruh tas diving ku di bawah lalu duduk di kursi dengan melepaskan jaket ku dan menaruh nya di kursi. Tak sengaja aku melihat seseorang yang aku kira rekan Wayan sedang duduk di ujung Dive Boats ini.
Pria itu memakai baju diving juga berlengan pendek,bersandar di tempat duduk dan tengah memperhatikan ku.
“Danu!” Panggil ku dengan shock melihat dia dengan santai duduk disana.
Aku langsung berdiri dan menatap nya dengan tajam.
“Apa yang kamu lakukan disini?” Tanya ku.
Dia tak menjawab lalu berdiri dan berjalan menghampiri ku.
“Aku mau free diving” jawab nya dengan menatap ku dingin.
Jantung ku berdetak tidak karuang,aku merasa panik melihat nya ada di hadapan ku lagi.
Lalu aku membereskan barang-barang ku dan membawanya kembali.
“Kamu mau kemana?” Tanya nya menahan tangan ku.
“Aku tidak mau pergi diving bersama kamu” ucap ku dengan melepaskan genggaman nya dan aku terus membereskan barang-barang ku kembali.
“Dhebi” panggil Danu. Namun aku tak menghiraukan nya dan terus bergegas pergi dari boats ini.
“Dhebi tunggu” Danu menarik tas Diving ku.
“Kenapa kamu begitu membenci ku ?” Tanya nya membuat ku sangat kesal.
Aku menghampiri nya dan berdiri tepat di hadapan nya memandang nya dengan tajam.
“Kamu masih belum sadar,dengan apa yang sudah kamu perbuat selama ini?” Tanya ku dengan begitu sinis.
“Kamu sudah membuat aku takut selama ini dengan semua kehadiran kamu dan ungkapan perasaan kamu yang bodoh itu,bahkan kamu sudah hampir membuat ku dan Aditya bertengkar hanya karena obsesi kamu untuk merebut ku dari Aditya” ucap ku dengan kesal.
“Kamu masih belum sadar,sampai sekarang kamu masih selalu hadir di hadapan aku seperti ini seperti hantu dan membuat ku risih. Kamu tidak takut andai saja aku mengajak Aditya kesini dan melihat kamu berada di sini mengikuti aku” ucap ku mengingatkan tentang Aditya yang amat sangat membenci nya.
“Aku tidak mengikuti mu Dhebi. Kamu datang sendiri dan aku sudah lebih dulu disini”
“Aku tahu Aditya pernah bilang jika dia tidak bisa memaksakan perasaan seseorang untuk tidak menyukai mu. Dia tahu kalo kamu terlalu istimewa untuk tidak di sukai” ujar nya membuat ku tersentak dan bingung. Darimana dia tahu semua itu.
“Berarti dia juga bisa memaklumi perasaan aku yang sudah terlanjur mencintai kamu Dhebi. Dia tidak bisa memaksa untuk aku menghapus perasaan ku untuk kamu. Karena semua itu memang sulit,sampai saat ini saja perasaan ku masih bertahan seperti ini untuk mencintai kamu”
“Jadi kamu memang ada di Mall kemarin?” Tanya ku ketika mengingat kejadian kemarin di Mall ketika aku tak sengaja melihat sosok Danu melintas di belakang Aditya dan penggemar nya.
“Aku sedang berbelanja” ujar nya.
“Lalu apa mau kamu sekarang?” Tanya ku yang sudah begitu lelah.
“Aditya memang bisa membiarkan orang lain menyimpan perasaan untuk ku,asalkan dia tidak berani kurang ajar atau pun menggangguku. Dan sekarang yang kamu lakukan begitu mengganggu ku Danu,aku begitu risih melihat kamu ada di sekitar aku” ucap ku dengan penuh kejujuran.
Danu menatap ku dengan dingin,dia mencerna kata-kata ku.
“Baiklah,aku akan pergi” ucap nya dengan kecewa. Dia memasang kaca mata hitam nya dan membawa peralatan diving nya. Aku terus berdiri di tempat ku melihat dia menenteng tas nya.
Ada rasa tidak enak melihat dia hendak pergi karena ucapan ku yang sudah menyinggung nya,namun jika aku tidak tegas seperti itu,Danu akan terus bersikap menyebalkan seperti ini.
Dia melewati ku begitu saja tanpa menoleh ke arah ku.
“Dan satu lagi” ucap nya berhenti di depan tangga untuk turun.
“Happy birthday Dhebi,aku senang karena kamu menerima pemberian bunga dariku” ucap nya kembali membuat ku terkejut membulatkan mata ku dengan lebar.
Jadi bunga itu darinya?
Ternyata benar Danu ada di pernikahan ku saat itu,dan dia yang sudah memberikan bunga biru itu yang kini sudah ku simpan dengan cantik di dalam Villa ku.
Danu benar-benar tidak bisa di tebak,dia begitu misterius dan nekat. Dia masih berani bersikap seperti ini bahkan setelah aku sudah menikah dengan Aditya.