
Hari ini adalah hari terakhir aku menemani Aditya dan team nya Roadshow di Bandung. Hari itu Jimmy tampak dingin kepadaku, dia tidak menyapa ku atau menggangguku sama sekali. Mungkin dia merasa malu dengan kejadian tadi malam.
Aku sedang di Restaurant mengecek sarapan para artis sebelum kami pergi.
“Ih itu Lucy tunangan nya Aditya” seru teman kerja ku di samping ku ketika kami tengah memeriksa sarapan.
Aku langsung melirik kearah yang di tunjukan.
Dan memang benar, Lucy sudah ada disini masuk ke dalam loby hotel dengan seorang wanita lain yang sepertinya adalah seorang asisten mengekor di belakang nya. Lucy belum melihat ku saat itu, dan aku langsung berpura-pura tak melihat nya.
Aku tidak mau bertegur sapa dengan nya,dan tidak mau tahu apa yang di lakukan Lucy disini. Aku berusaha untuk tak memperdulikan itu.
“Hay Dheb” sapa Lucy mengejutkan ku disaat aku sedang berpura-pura tak memperhatikan nya.
“Oh hay Lus” seolah aku tak menyangka melihat dia disini.
“Kamu apa kabar?” Sapa Lucy sambil memeluk ku dengan lembut.
“Aku baik, kamu?”
“Aku juga baik” ucap nya sambil melepaskan pelukan nya dan memegang tangan ku seolah kita sudah begitu akrab.
sebenarnya aku risih di bersikap seperti ini,karena perlakuan dia mengundang tatapan heran orang lain.
“Oh iya, kamu liat Aditya di mana?”
“Oh coba aku tanya sama team yang ngurus mereka ya”
Aku mengatakan 'mereka' agar aku terlihat sama sekali tidak mengurus hanya Aditya saja.
“Euh memang nya kamu tidak tau dia dimana?” Tanya nya seperti menyinggung ku seolah aku tau keberadaan Aditya.
Aku mengerutkan kening ku.
“Disini ada bagian-bagian nya kok, dan aku disini cuma sebagai ketua lapangan saja yang cuma ngasih tugas dan mereka yang mengerjakan”
Lucy menganggukan kepala nya.
“Kamu sudah coba telepon dia?”
Lucy menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
“Aku mau kasih kejutan sama dia”
Aku tersenyum seolah ikut bahagia mendengarnya.
“Sebentar ya aku coba tanya lewat HT” ujar ku dan langsung mengambil HT di saku celana ku.
“Monitor guys,coba cek Aditya ada di kamarnya atau tidak” ucap ku kepada siapa saja yang bisa menjawab di sebrang HT.
“Aditya ga ada di kamar nya Dheb”
Ucap teman ku di sebrang HT.
“Udah di cek langsung ke kamar nya?” Tanya ku lagi memastikan.
“Udah, ini gue di depan kamar nya di gedor ga ada yang buka”
“Coba cek di kamar teman nya yang lain”
“Oke”
“Kamu duduk dulu aja Lus sambil nunggu kabar dari teman aku”
Ucap ku sambil menunjukan kursi di samping ku.
“Dheb di kamar lain juga ga ada” jawab orang yang berbeda lagi.
“Kok bisa ga ada sih? All team cari Aditya di kolam,parkiran,taman atau tempat lain nya”
Ucap ku meminta semua team ku untuk bergerak mencari Aditya. Bukan hanya karena ada Lucy disini,tapi karena kita masih ada acara lain setelah sarapan dan Aditya harus ada.
“Oke” ucap semua yang memegang HT secara bergantian.
“Tunggu di sini ya Lus”
Lucy tersenyum menganggukan kepala nya. Sedangkan aku cemas mendengar Aditya tak ada dimanapun.
“Udah ada yang nemu Aditya?” Tanya ku sambil berjalan cepat menuju lift.
“Aku ga nemu Aditya di kolam”
“Aku juga ga liat dia di parkiran”
“Dia ga ada di loby juga”
Aku berdecak kesal mendengar mereka tak berhasil menemukan Aditya. Sementara pagi itu setelah sarapan kita harus mengunjungi bioskop terakhir.
Aku mencari dia di tempat Gym dan aula namun Aditya tak ada disana.
“Amel monitor”
“Masuk Dheb”
“Mel sarapan mulai aja ya kalo udah ada yang pada turun kesana langsung arahin untuk makan aja”
“Oke Dheb”
Aku masih terus mencari Aditya di seluruh penjuru hotel. Sampai aku tak sengaja melewati pintu Bar yang hanya di buka malam hari itu. Aku menghentikan langkah ku ketika aku hampir melewatinya.
Bar itu tampak sepi dan bersih tidak ada pegawai satupun yang ada disana. Sampai aku melihat seseorang di sudut sana tengah berbaring di sofa panjang.
Aditya. Aku menghembuskan nafas kesal ku dan berjalan cepat menghampirinya.
Dia menutup wajah nya dengan lengan nya, dia tidak terlihat sedang tertidur.
“Apa yang kamu lakuksn disini?” Tanya ku dengan ketus.
“Aku sedang mencoba untuk tidur Dhebi” Jawab nya tanpa bergerak sedikit pun.
“Kamu belum tidur?”
“Aku jaga Jimmy semalaman di kamar nya,dia mabuk berat semalam”
Aku menghela nafas begitu panjang. Walaupun dia marah kepada Jimmy,tapi ternyata dia masih sangat begitu peduli kepadanya.
“Ya terus kamu ngapain tidur disini?”
“Emang kenapa?”
Dia masih saja tak beranjak dari tempat nya dan terus menutup wajah nya dengan lengan nya.
“Bentar lagi udah sarapan kamu udah harus bersiap ke acara terakhir,semua orang udah nyari kamu”
Lalu Aditya bangun dan duduk dengan begitu santai. Dia menengadahkan kepala nya menatap ku.
“Semua orang atau hanya Lucy?”
Aku terkejut mendengar nya.
“Kalo kamu tau ada Lucy disini kenapa kamu ga nyamperin dia?”
Aditya membuang wajah nya dariku.
“Aku ga mau ikut untuk Roadshow hari ini”
“Kenapa? Karena ada Lucy?”
Diam nya menjawab pertanyaan ku benar adanya.
“Aditya kamu harus selesai kan dulu pekerjaan kamu, setelah itu terserah kamu mau sembunyi lagi atau mau pergi. Kamu harus bisa bersikap profesional” kesal ku dengan penuh emosi.
“Aku ga mau banyak wartawan yang mengambil gambar aku dengan Lucy!” Ucap nya dengan berdiri.
Aku bingung menatap nya. Aku tidak tahu harus berkata apa tentang hal itu. Aditya terlihat memang begitu tak ingin bertemu dengan Lucy.
Sebuah telepon masuk ke dalam handphone Aditya di atas meja nya.
Mas Kai. Dia adalah manager Aditya.
Aditya melirik nya sebentar lalu mengabaikan nya lagi.
“Di tapi setidak nya kamu bisa selesai kan pekerjaan kamu dulu” ucap ku dengan memaksa.
“Selama masih ada Lucy aku ga mau keluar”
“Kenapa?”
“Karena dia sudah mengundang banyak wartawan disana, aku ga mau berita aku semakin besar karena keberadaan Lucy disini”
“Iya apa alasan nya?” Tanya ku dengan geram.
“Aku sudah lelah Dheb, aku mau semua ini selesai”
Tiba-tiba sebuah pesan masuk kedalam handphone ku. Diikuti banyak nya notif yang masuk setelah itu.
Aku terkejut melihat notification yang begitu banyak di Instagram ku. Di dalam salah satu akun gosip ada sebuah unggahan foto yang baru saja di upload dan langsung viral hanya dalam hitungan detik. Caption nya pun membuat siapapun yang baca akan geleng-geleng kepala.
‘Aditya sama siapa nih? Kok kaya bukan Lucy’
Dan foto itu adalah foto aku dan Aditya di dalam ruangan Bar ini, yang masih kami tempati. Terlihat aku sedang memegang tangan Aditya yang tengah berbaring di sofa seolah kami sedang melakukan hal yang begitu manis,padahal aku hanya membangunkan dia saja tapi fhoto ini malah seperti menunjukan kita sedang bermesraan di dalam bar yang sepi ini.
Fhoto ini berarti baru saja di potret orang lain. Nafasku semakin berat melihat komen dan like sudah semakin banyak di laman instagram gosip itu,wajah cemas ku begitu tersirat sampai membuat Aditya khawatir,lalu dia merebut handphone itu dari tangan ku dan melihat apa yang membuat ku tiba-tiba sepanik ini.
Aditya langsung melihat sekeliling ruangan mencari seseorang yang sudah berani diam-diam mengambil foto kita. Namun disana benar-benar tampak sepi tak ada orang satupun, orang yang mengambil gambar ini pasti sudah pergi.
Lalu Aditya segera keluar dari Bar dengan emosi. Raut wajah nya begitu menyeramkan,dan membuat ku tak berani untuk menahan nya.
Aku pun ikut keluar dari Bar dan mendapati semua teman ku sudah berada di luar sana untuk memastikan apakah yang di posting di laman instagram gosip itu benar atau tidak. Dan mereka terkejut ketika melihat Aditya lalu aku keluar dari Bar kosong itu.
“Dheb lo ngapain?” Tanya Amel dengan ekspresi tak percaya nya.
“Gue abis nyari Aditya dan gue nemu disini, gue cuma ngobrol sama dia ga ngapa-ngapain,kalian bisa cek cctv” ucap ku menjelaskan kepada semua orang yang sudah terlihat penasaran dengan gosip itu.
Mereka juga tampak begitu heran melihat ku.
“Iya gue tau, tapi apa iya lo selingkuhan nya Aditya?” Tanya nya lagi membuatku semakin terkejut.
“Hah?”
“Lo liat updatean berita seudah nya deh”
Aku kembali melihat handphone ku dan mengecek berita di akun gosip Instagram. Dan benar saja,disana ada postingan yang menyusul dengan caption ‘gatcaa!!’ Atau artinya ‘ketangkep lo’ dengan sebuah foto aku dan Aditya yang sedang berjalan masuk kedalam Apartemen ku. Aku ingat foto itu sepertinya di ambil ketika aku dan Aditya baru pulang dari mall untuk membeli baju Aditya.
Aku semakin tak percaya dengan apa yang aku lihat ini.
Siapa orang yang sudah lancang membuat gosip ini seolah aku adalah selingkuhan Aditya. Aku benar-benar bingung tak tahu harus bagaimana menghadapi semua orang yang sudah menatap ku tak percaya. Dan kemana Aditya?