
Pagi itu aku masih memikirkan masalah semalam antara aku,Danu dan Aditya. Bagaimana Danu bisa mengetahui semua cerita se detail itu padahal cerita hubungan ku dan Aditya tak pernah mencuat ketika awal aku dan Aditya menjalani hubungan,sifat Aditya yang seposesif itu aku dapat ketika aku masih di sembunyikan Aditya dari media,dan tidak ada orang lain yang tahu selain teman dekat ku. Sedangkan hubungan kami saja baru di ketahui publik setelah masalah yang baru di buat oleh Lucy dan Jimmy waktu itu. Dan aku meyakini jika ada orang yang memberi tahu Danu dengan semua masalah yeng pernag ku alami dengan Aditya.
Aku teringat satu orang. Aku mulai mencurigai dia dengan apa yang telah dia lakukan selama ini.
Aku segera pergi ke kampus ku dengan bertujuan mencari teman ku,dengan emosi yang sudah tak tertahan lagi. Aku berjalan cepat di lorong kampus dengan menggunakan baju kemeja kotak-kotak berlengan panjang dan ketat,dengan menanggalkan kedua kancing atas ku terlepas dan dada mulus ku terlihat, juga memakai celana jeans berwarna telur asin yang melebar dari lutut sampai ke bawah atau lebih di kenal dengan celana cutbray. Rambut ku tergerai pagi itu dan terapung-apung terbawa angin mengikuti alur berjalan ku yang begitu cepat.
“Hay Dheb” sapa Caca begitu keluar dari kelas nya.
“Mana Sisil?” Tanya ku dengan raut wajah yang begitu kesal.
Caca menatap ku dengan bingung.
“Di ruang MAPALA” jawab nya dengan terheran melihat ku yang begitu marah.
Tanpa mengucapkan terimakasih atau berkata apapun lagi aku langsung berjalan ke ruang MAPALA di ikuti oleh Caca yang berjalan di belakang ku dengan penasaran ada apa aku mencari Sisil.
Aku membuka dengan kencang pintu ruang MAPALA itu,dan membuat terkejut seisi ruangan. Disana terdapat beberapa orang yang entah siapa saja,karena aku hanya terpaku kepada Sisil yang sedang duduk di meja panjang dengan minuman di tangan nya.
“Semua keluar kecuali Sisil,Sienna dan Caca!” Pinta ku dengan begitu tegas dan menyeramkan dan tatapan tetap tajam melihat Sisil.
Semua orang yang ada di dalam sana saling pandang tak mengerti. Namun mereka dengan cepat langsung meninggalkan ruangan itu,begitupun Zio sang pemilik sangkar ruang ini pun ikut keluar dengan takut,karena Zio tau jika aku sudah tidak bisa berkompromi.
Tersisa lah aku dan ketiga teman ku disana. Caca membantuku menutup pintu dan mengunci nya. Sisil terlihat begitu panik,dan Sienna melihat ku bingung yang hanya terus menatap Sisil dengan sinis.
Aku berjalan menghampiri Sisil yang turun dari meja panjang itu. Sisil memegang minuman di tangan nya dengan raut wajah yang takut dan terlihat sekali gelisah.
“Kenapa lo lakuin ini Sil?” Tanya ku dengan begitu tak percaya karena teman ku ini sudah membuat ku terjerumus kepada sebuah masalah yang berat.
Sisil tampak terkejut dan menatap ku dengan bersalah. Aku yakin Sienna dan Caca pun bingung dengan pertanyaan yang aku lontarkan.
“Dheb..” panggil Sisil tak mampu berkata kata.
“Lo sengaja kan ngajak kita semua untuk hangout ke Mall waktu itu karena lo mau ketemuin gue sama Danu?” Ucap ku dengan begitu tak percaya.
Caca dan Sienna terkejut mendengar ucapan ku.
“Dan kemarin Zio bilang sama gue kalo Danu di undang ke acara penyuluhan kemarin,itu semua karena saran dari elo. Lo sengaja juga kan bikin Danu kesini biar dia ketemu gue?!” Aku yakin kecurigaan ku tidak salah.
“Dheb lo tenang dulu. Kenapa lo bisa nyangka kaya gitu sih sama Sisil?” Ujar Sienna dengan penuh rasa tak percaya.
“Karena Sisil pernah bilang kalo dia adalah penggemar berat Danu semenjak dia di SMA” ucap ku dengan terus menatap Sisil dengan kecewa. Dan mengingat jika dia pernah bercerita tentang dia sangat mengagumi Danu dulu.
“Dan lo sempet ketemu juga sama dia kan di Bali kemarin pas nemenin gue nugas? bahkan lo sampet foto bareng”
Ujar ku mengingat waktu ke Bali kemarin Sisil sempat mengunggah foto dengan Danu di Instagram nya dan dia tidak bercerita apapun tentang itu.
“Bilang kalo semua sangkaan gue ini ga bener Sil” ucap ku penuh harap.
Sisil tampak mulai bersedih. Raut wajah nya berubah menjadi muram dan merasa bersalah.
“Maafin gue Dheb. Gue ga pernah ada maksud buat ngejebak lo. Waktu di Bali gue emang sempet nemuin dia waktu lo bilang lo ketemu Danu di Bali,gue langsung cari dia. Dan gue bilang sama Danu kalo gue salah satu fanbase nya,bahkan gue tunjukin semua bukti-bukti foto dia di kamar lama gue di rumah,dan dia malah nanyain tentang elo ke gue, gue juga ga tau kenapa dia bisa tau kalo gue ini temen elo Dheb. Dia ceritanya kalo dia itu temen elo yang udah lama banget, dan dia bilang selama ini dia cari elo buat bilang sesuatu Dheb tapi elo malah banyak ngehindar,dia minta tolong gue buat di pertemukan sama elo” ucap ku dengan terus tak percaya dengan pengakuan nya.
“Dan malam waktu elo ketemu dia di Bali itu memang gue yang atur. Sebelum kalian ketemu,gue udah lebih dulu ketemu sama Danu siang hari nya Dheb,dan gue seneng banget gue akhirnya bisa sedekat itu sama Danu walaupun dia cuma nanyain tentang elo. Dia sempet nanya kenapa bisa elo ngehindar terus dari dia,dan gue cerita tentang elo yang ga suka dengan dunia ke artisan,gue kira itu alesan elo ngejauhin Danu,dan gue ceritain semua masa lalu lo dan Aditya,waktu dulu lo dapet perlakuan kasar saat Aditya sembunyiin lo dari semua orang” ujar Sisil mengingat kan ku betapa kebetulan nya malam itu aku bertemu dengan Danu di pesisir pantai Bali yang sebegitu luas nya dan bagaimana Danu tahu tentang masa lalu ku dengan Aditya.
“Dan kemarin waktu penyuluhan memang gue yang minta Zio untuk undang Danu ke acara itu buat isi acara,tapi gue ga ada maksud buat ketemuin kalian Dheb. Ini pure emang gue mau ketemu sama Danu aja,gue seneng banget waktu Danu bilang bersedia untuk datang dan gue ga tahu kalo ternyata Danu malah nyari elo. Dan hari itu pun Danu nemuin gue lagi Dheb di kantin kampus”
Ucap Sisil dengan mengeluarkan seluruh rahasia nya. Dan aku hanya terus menatap nya menunggu dia menyelesaikan pengakuan nya.
“Dia minta gue buat pertemukan dia sama elo sekali lagi sebelum elo married Dheb. Dia keliatan banget kalo dia suka sama elo dan dia pengen ngobrol berdua sama elo,dan gue mau bantu dia atur lagi pertemuan kalian di Mall waktu itu. Gue minta maaf Dheb,ga ada maksud buat ngejebak lo atau pun membuat elo jadi semarah ini” ujar Sisil dengan penuh penyesalan dan rasa takut.
“Danu itu bukan temen gue Sil !” Ucap ku dengan kesal dan begitu kecewa.
“Elo ga tau Danu itu sakit jiwa. Dia itu udah berusaha ngusik kehidupan gue selama ini ,dia selalu bilang kalo dia itu suka sama gue dan mau gue jadi milik dia,dia sama sekali ga peduli kalo gue mau nikah sama Aditya,bahkan semalem dia berani minta gue dateng ke rooftop tengah malem dengan gaun pembelian dia. Gue sengaja rahasiakan semua ini dari elo karena gue tahu elo terlalu polos,gue takut elo ga sengaja ngomong ke Aditya tentang Danu,dan buat Aditya marah. Tapi ternyata elo malah membuat masalah besar” ucap ku dengan begitu emosi.
Sisil mulai menangis begitu terkejut dengan mendengar masalah yang telah aku hadapi yang sudah di sebabkan oleh nya.
“Dheb gue bener-bener minta maaf gue ga tahu kalo Danu udah berbuat setega itu”
Aku menjambak rambut ku sendiri dengan begitu kesal. Aku menghela nafas ku dengan dalam agar mengatur emosi ku.
“Mulai dari sekarang jangan pernah elo bantuin Danu ataupun membuat gue dalam bahaya lagi !” Ancam ku dengan kesal dan keluar dari ruang MAPALA dengan berjalan begitu cepat.
Aku tahu Sisil begitu polos,dan dia terlihat sangat mudah di bodohi. Selama ini Danu sudah memperalat Sisil untuk bisa bertemu dengan ku dan mengorek semua masalah ku dengan Aditya. Danu terlalu cerdik mencari cara untuk mendekati ku,dan memasuki kehidupan ku. Namun aku pun harus bisa lebih pintar dari dia,aku tidak ingin lagi di ganggu oleh nya.