Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Kekuatan yang aku butuhkan adalah penyemangat



Aku melihat ada taksi di depan Apartemen dan aku segera masuk ke dalam nya. Supir taksi itu segera masuk ke dalam mobil mengikuti ku yang terlihat terburu-buru.


“Mau kemana mbak?” Tanya supir taksi itu melihat ku di dalam spion tengah nya.


“Jalan dulu saja pak,nanti saya kasih tahu setelah di jalan” ucap ku dengan meminta nya segera pergi dari sini.


Aku mengambil ponsel di saku sweater ku dan mencari kontak Sienna untuk ku hubungi.


“Hallo Dheb”


“Lo dimana?” Tanya ku langsung menanyakan keberadaan nya.


“Lo kenapa?” Tanya Sienna mendengar suaraku yang tampak berbeda.


“Gue jelasin nanti kalo kita ketemu”


“Gue di kosan,lo kesini aja”


“Gue kesana sekarang”


“Oke”


Lalu aku menutup telepon nya dan memberi tahu supir taksi akan kemana tujuan kita.


Setelah sampai di kosan Sienna aku langsung masuk ke dalam rumah mini itu yang sudah di sambut khawatir oleh Sienna.


“Lo kenapa Dheb?” Tanya Sienna melihat mata ku yang sudah memerah dan bengkak juga hidungku yang memerah dan pipi ku yang sudah begitu basah dengan tangisan ku.


“Gue berantem sama Aditya”


“Kok bisa?” Heran Sienna dengan mengerutkan kening nya.


“Karena gue hamil” ucap ku dengan melamun berusaha menghilangkan isakan tangis ku.


“Lo hamil Dheb?” Tanya nya tak percaya.


“Oh my god. Lo hamil? Berapa bulan?” Tanya nya melihat perut ku.


“Baru 3 minggu” jawab ku dengan lesu.


“Terus kenapa lo malah berantem sama Aditya,harusnya ini jadi kabar bahagia dong Dheb buat kalian”


“Ya. Seharusnya” jawab ku dengan begitu pilu.


Lalu Sienna memeluk ku dengan hangat,dan membiarkan ku menangis di dalam pelukan nya.


Inilah yang aku butuhkan. Hangat nya pelukan seseorang untuk menguatkan ku dengan masalah yang tengah aku hadapi. Dari semenjak kemarin aku tidak meceritakan semua hal ini kepada orang lain termasuk Sienna karena aku ingin menghadapi semua masalah dulu sendiri sebelum orang lain tahu.


Keesokan hari nya aku terbangun dengan perasaan yang masih berantakan di kamar tidur Sienna. Aku melirik Sienna yang masih tertidur di samping ku dengan nyenyak. Aku mengingat kebisaan ku setiap pagi yang selalu melihat wajah Aditya setiap bangun nya dan menyiapkan perlengkapan dan baju nya untuk dia pergi bekerja. Pagi hari ku selalu di sibukan untuk melayani Aditya sebagai seorang istri,dan sekarang aku malah berada disini dengan perasaan yang begitu kacau. Apakah Aditya juga memikirkan aku?


Lalu aku bangun dari tempat tidur ku dan mengambil handphone yang tergelatak di meja samping tempat tidur Sienna. Aku menatap layar ponsel yang gelap karena aku mematikan handphone dari semalam. Aku tidak ingin Aditya atau siapapun mengganggu ku dulu sampai aku merasa tenang. Aku menyimpan lagi handphone ku di atas meja dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi ku.


Siang hari ketika aku dan Sienna sedang bersantai di sofa ruang tamu ,seseorang mengetuk pintu kosan Sienna,membuat ku menatap Sienna dengan panik,namun Sienna tersenyum manis kepada ku seolah meminta ku untuk tenang.


Sienna mendekati pintu dan membuka kan pintu nya.


“Hayyyyy!!!” Sapa Sisil dan Caca dengan begitu gembira nya menyapa ku di balik pintu.


“Ahhh gue kangen banget sama kalian” ucap ku dengan penuh haru.


“Kita juga kangen sama elo tau Dheb. Terus pas tau cerita dari Sienna kita buru-buru kesini tinggalin semua kerjaan kita karena mau ketemu sama elo” ujar Sisil dengan penuh semangat.


“Emang lo udah udah mulai kerja?” Tanya ku mengkerutkan kening.


Sisil terlihat berfikir dan menatap ku bingung.


“Belum sih. Tapi gue sibuk rebahan di rumah Dheb,sibuukk banget. Biasanya gue nonton drakor terus tidur,beli makanan terus rebahan lagi..” jawab nya membuat Caca mendelikan mata dan membuat ku tertawa dengan kepolosan yang telah aku rindukan.


“Sttt udah cukup. Kita semua udah tahu kegiatan lo kalo dirumah yaa” ujar Caca dengan kesal.


“O iyaa. Gue belom sapa ponakan gue” ujar Sisil melihat perut ku.


“Hello baby. Kenalin ini aunty Sisil. Baby baik-baik ya di dalem sana,jangan bikin Mama nya mual-mual kasian nanti” ujar Sisil dengan nada yang lucu seperti sedang mengajak bicara seorang anak kecil.


Aku tertawa melihat tingkah nya.


“Ini kan baru 3 minggu kali Sil. Belom ada nyawa nya,masih gumpalan darah tau ga si lo” ujar Sienna.


“Emang iya?” Tanya Sisil menatap ku.


Aku menggedikan bahu dan melengkukan bibir ku tanda aku pun tidak tahu.


“Euuhh,makanya kalo lagi belajar masalah kehamilan tuh lo perhatiin jangan malah nonton drakor muluu” kesal Caca meledek nya membuat kita semua tertawa.


Sienna benar. Inilah yang aku butuhkan,yaitu penyemangat dan orang-orang yang selalu mengerti aku. Mereka adalah sahabat yang selalu menjadi penguat untuk ku. Aku bahagia karena masih ada orang yang peduli dengan ku.


Sore hari nya Sisil membelikan makan untuk kita makan sore bersama-sama.


“Lo pesen apa emang?” Tanya Caca kepada Sisil yang masih menghubungi ojek online pengantar makanan nya.


“Sushi” ujar Sisil dengan polos.


“Sushi salmon mentah pasti kan?” Tanya Caca menebak.


Sisil menganggukan kepala dengan semangat.


“Lo kan tahu ibu hamil ga boleh makan makanan mentah Sil. Gimana sih lo!” Omel Caca.


“Hah! Iya ?!” Tanya Sisil lagi-lagi menatap ku.


“Ya mana gue tahu. Gue kan baru kali ini hamil” jawab ku dengan ikut bingung memikirkan nya.


“Ya udah sini gue aja yang pesen ah” ujar Caca merebut handphone Sisil.


Sisil sudah mulai cemberut dan dia membiarkan Caca mengotak atik handphone nya. Sienna keluar untuk mematikan air di taman nya dan dia kembali masuk dengan ekspresi yang panik.


“Dheb. Ada yang cari lo di luar” ujar Sienna berdiri di depan pintu, membuat aku dan kedua teman ku menatap nya dengan panik.


“Siapa?” Tanya ku yang menerka-nerka siapa orang itu.


“Hay Dheb” sapa seorang lelaki dengan memakai baju lengan panjang berwarna coklat dan celana kulot hitam. Dia begitu tampan berdiri di sana dengan pakaian nya yang begitu rapih.


“Andre” panggil ku dengan terkejut melihat nya dan menghampiri nya dengan cepat. Aku memeluk Andre dengan erat dan menangis di dalam pelukan nya. Membuat semua teman ku terheran melihat kedekatan ku dengan Andre se intim ini.