Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Free diving



Esok pagi aku sudah kembali bersiap untuk menemui teman lama ku Wayan. Aku akan menyelam ke dalam laut untuk melepas rasa rindu ku dengan lautan. Sudah lama sekali aku tidak pernah lagi diving di laut pelas setelah melakukan terakhir kali di Sumba.


Aku selalu free diving dengan tanpa menggunakan alat bantu pernafasan apapun selain kaca mata menyelam. Aku hanya membutuhkan itu. Karena aku senang berenang ke dalam laut dan melihat karang-karang indah dengan banyak ikan hias di bawah sana. Bukan karena aku tak mampu menyewa tabung udara untuk menyelam. Tapi aku tidak pernah mau terganggu dengan peralatan yang di pakai di tubuh ku.


Aku bertemu dengan Wayan yang sudah selalu standby di pagi hari untuk bersiap mencari pelanggan.


“Hay Kak Dhebi” sapa dia.


“Hay Bli”


“Mau diving?” Tanya dia melihat pakaian ku yang sudah begitu siap untuk pergi menyelam.


“Ya. Sudah lama aku tidak menyaksikan keindahan bawah laut”


“Ayo kalau gitu Kak Dhebi adalah pelanggan pertama ku yang datang hari ini” ujar nya.


Aku segera naik ke boats putih itu,dan boats itu membawa ku dengan kencang ke tengah laut. Dia dan teman lain nya membantu ku untuk berenang di laut lepas sana. Menjaga ku dari atas dan mengawasi jika aku meminta pertolongan.


Aku segera memakai kacamata menyelam atau lebih di kenal dengan masker lensa kacamata yang menutup hidung dan mata ku. Lengkap dengan snorkle nya,selang panjang yang membantu ku mengambil udara di atas laut itupun asalkan aku tidak menyelam terlalu dalam,tidak lupa juga memakai long fin atau kaki katak yang begitu panjang membantu ku untuk mengayuh kaki dengan jauh.


Aku begitu terkesima dengan pemandangan di bawah laut pagi hari itu. Laut belum pasang aku bisa menyaksikan keindahan laut yang indah dengan karang-karang dan ikan yang berenang kesana kemari. Banyak sekali ikan hias yang bersembunyi di balik karang yang banyak tidak berbentuk itu. Aku mengambil nafas begitu dalam dan berenang lebih dalam untuk menghampiri ikan-ikan yang seperti menyapa ku di bawah sanah. Laut biru yang dingin cahaya matahari yang menembus air laut ini,mulai membuat air menjadi terasa hangat.


Setelah puas aku menyelam,aku segera berenang ke dasar laut dan mengambil nafas kembali. Menyingkap kan masker lensa ku ke atas kepala dan menarik nafas sedalm dalam nya dari mulut ku. Lalu berenang mendekati boats. Di bantu kedua penyewa boats itu.


“Sudah saja Kak Dhebi?” Tanya Wayan.


“Sudah lah. Aku masih ada kerjaan siang ini”


“Oh bagus kalau gitu. Aku juga sudah ada yang menunggu di tepi pantai, dia pelanggan ku sekarang” ujar Wayan dengan menyalakan kembali boatsnya.


“O ya? Syukurlah sudah punya pelanggan tetap”


“Iya orang nya yang kemarin itu. Artis tampan itu,Danu namanya” ucap Wayan membuat ku cemberut mendengar nama nya.


“Bulan lalu pun dia pernah kesini dan menyewa boats ku untuk free diving dengan Pak Siregar sang pelatih free diving nya selama satu minggu”


“Sampai menyewa pelatih?” Tanya ku heran.


“Ya dia bukan free diving biasa Kak. Dia memakai tali khusus untuk mengukur dan membantu kedalaman dia menyelam. Nafas dia pun begitu kuat menyelam selama beberapa menit di dalam sana,dan dia hanya mengikuti tali yang sudah di sediakan pelatih nya di dasar air”


“Waw” aku membayangkan dia menyelam begitu dalam ke dasar laut dengan pelatihan khusus nya hanya untuk sekedar menggeluti hobi. Begitu hebat nya dia.


Kita sampai ke pesisir pantai. Aku segera melompat dari boats nya dan mengambil handuk ku yang ku simpan di tempat duduk dekat bibir pantai. Danu juga tengah menunggu disana. Dia terkejut melihat ku turun dari boats nya dan berjalan menghampiri nya. Aku mendelikan mata ku tak ingin menatap nya dan segera mengambil peralatan ku di samping dia duduk.


“Habis free diving atau scuba diving?” Tanya nya.


Aku menatap nya sinis.


“Kamu melihat ku membawa peralatan pernapasan?” Jawab ku dengan balik bertanya.


Dia tersenyum menatap ku yang sangat tidak ramah.


“Kamu suka freediving?” Tanya nya tak menghiraukan ku yang begitu ketus kepadanya.


“Ya aku suka. Tapi tidak segila yang kamu lakukan” ujar ku dengan masih saja sinis. Lalu segera memasuka peralatan diving ku kedalam tas.


“Aku tidak gila. Freediving seperti itu bisa membuat kamu lebih menyaksikan keindahan alam laut lebih jauh di bawah dan lebih lama lagi. Aku membutuhkan pelatihan khusus dan pengawasan untuk melakukan itu” ujar nya menjelaskan tentang cibiran ku yang sudah membuat nya tersinggung.


Aku menatap nya dengan tidak enak.


“Kamu kira artis tidak bisa memiliki hobi lain?” Tanya nya yang terlihat mulai kesal namun berusaha untuk tenang.


“Entahlah” ucap ku lalu hendak meninggalkan nya.


“Tunggu” dia menahan langkah ku.


Aku berbalik tanpa menyauti nya.


“Jika kamu mau coba untuk free diving dan memiliki pelatihan khusus agar kamu bisa menikmati keindahan laut dengan pernapasan yang terlatih,kamu bisa ikut aku untuk melakukan itu. Semua gratis” ujar nya dengan penuh keyakinan.


Aku tersenyum begitu manis kepadanya.


“Terimakasih untuk tawaran nya. Tapi seperti nya aku tidak membutuhkan itu” jawab ku dengan terus tersenyum yang tampak begitu di paksakan.


Aku melangkah menjauhi nya dan pergi dari sana.


Aku pergi kembali ke villa dan segera membersihkan tubuh ku. Aku mendapati ketiga teman ku sudah tidak ada di villa. Entah kemana mereka pergi aku tidak tahu dan aku tidak peduli.


Aditya menelepon ku ketika aku baru saja mengeringkan rambut ku dengan hairdryer di depan wastafel kamar mandi.


“Hay”


“Hay di”


“Dari mana?” Tanya nya karena dia sempat menghubungi ku ketika aku diving,dan aku meninggalkan handphone ku di villa.


“Aku baru pulang diving dengan penyewaan boat yang aku ceritakan kemarin”


“Diving sendiri?”


“Ya. Teman-teman ku pasti tidak mau aku ajak menyelam” aku keluar dari kamar mandi dan mengambil sepatu ku


“Haha lalu kemana mereka sekarang?”


“Entahlah aku tidak tahu. Mungkin mereka sedang jalan-jalan di mall atau mencari makanan” ucap ku dengan bersiap memakai sepatu.


“O iya di. Kemarin minggu aku bertemu artis di Apartemen kamu nama nya Wardanu kamu kenal?” Tanya ku.


“Ya dia juga tinggal di Apartemen itu. Tapi kami tidak saling mengenal. Aku hanya pernah bertemu dia di loby Apartemen” ujar Aditya.


“Oh” jawab ku dengan melingkarkan kan mulut ku.


“Kenapa?” Tanya nya mencurigai ku.


“Tidak. Aku hanya bertemu dia di kolam renang minggu lalu. Dan aku melihat nya tidak asing saja”


“Ya dia memang seorang penyanyi”


“Baiklah”


“Sekarang kamu kemana?” Tanya nya lagi seolah tahu jika aku akan pergi.


“Menyelesaikan tugas ku. Aku harus cepat menyelesaikan semua nya”


“Oke. Bawa handphone mu jangan sampai aku sulit untuk mencari kamu”


“Iya” jawab ku dengan tersenyum.