
Ketika waktu makan malam sudah tiba,kami semua segera pergi menuju meja makan yang berada dilantai bawah yang berada tepat di bibir pantai.
Tempat makan itu memiliki 2 meja makan besar dengan atap yang terbuat dari jerami yang di buat kokoh dan dengan hiasan hiasan moden yang di pajang di sekitar sana. Membuat makan malam kita begitu mewah dan pribadi namun tetap dengan suasana pedesaan asli Sumba.
Aku langsung duduk bergabung dengan ke tiga teman ku lalu aku terkejut dengan sosok Glenn yang tiba-tiba duduk di sampingku. Aku langsung melihat ke meja makan para artis di sampingku. Aditya begitu kesal melihat ke arah ku dan langsung duduk dengan teman-teman artisnya. Tentu aku tidak bisa mengusir Glenn disini,dan aku membiarkan nya duduk di sampingku.
“Tadi sore kemana ?” Tanya Glenn,ketika makanan sudah di sajikan di meja kita.
“Aku main di pantai mas” ucapku tersenyum.
“Sama siapa ?” Tanya nya sambil melirik ku. Aku menatap nya bingung.
“Sendiri” ucapku panik.
Dia menganggukan kepalanya.
Aku heran kenapa Glenn bertanya seperti itu,aku terlalu takut ada orang lain yang tahu antara aku dan Aditya.
Tidak lama menu hidangan utama datang di dalam nampan yang begitu besar yang di bawa oleh kedua pelayan untuk segera di sajikan di meja makan kami.
“Nah ini dia makanan istimewa nya” seru Glenn di sampingku.
Betapa terkejut nya aku melihat kepiting yang begitu besar dan banyak di sajikan di atas mejaku oleh pelayan itu. Aku teringat Aditya,lalu aku melirik nya di samping ku,dia pun melirik ku ketika tahu hidangan istimewa itu adalah kepiting.
“Ini Dheb” ucap Glenn yang sudah dengan baik hati menyimpan potongan kepiting raksasa di piringku.
“Thank you mas”
Aditya masih memperhatikan aku dan Glenn. Aku menatap nya dengan perasaan yang tidak menentu. Aditya terlihat tidak nyaman lalu dia pergi dari sana.
Sekarang perasaan aku yang begitu tak tentu, aku merasa kasihan kepadanya. Andai saja aku tidak tahu apa-apa,dan tidak pernah mengajarinya untuk makan kepiting. Semua nya pasti tidak akan terasa sulit seperti ini.
Setelah selesai makan malam,aku dan teman-teman ku kembali berbincang di dalam kamar menunggu rasa kantuk menyerang kami.
Tok..tok..tok
Suara ketukan pintu di tengah perbincangan seru kami.
“Lu yang buka sana” ucap ku kepada Caca.
Dia pun menuruti ku dan segera turun dari tempat tidur.
“Deb ada yang nyari elo” teriak Caca ketika dia sudah membuka pintu dan melihat siapa yang sudah mengetuk pintu kami.
Semua mata langsung melirik ke arah pintu,dan barulah terlihat sosok Glenn yang sedang berdiri dan tersenyum ke arah kami.
“Ciyeeee.” Ledek Sisil dan Sienna bersamaan.
“Apaansih” ucapku sambil tersenyum dan langsung menghampirinya.
“Hay mas” sapaku.
“Hay”
“Kenapa ?”
“Aku ganggu gak ?”
“Ngga mas, kita lagi becanda aja kok?”
“Aku mau ajak jalan” ucapnya membuatku mengerutkan keningku.
“Kapan?”
“Sekarang,malam ini. Kita cari tempat seru di sumba” aku begitu bingung dengan ajakan nya.
Tidak lama suara pintu di samping kamar ku terbuka. Aditya keluar dari kamar nya,dan aku bisa melihat terkejut nya dia ketika melihat Glenn dan aku sedang berbincang di depan pintu kamarku. Namun dia berusaha tak peduli dan berjalan menghampiri kami.
“Hay dit” sapa Glenn.
“Hey” jawab nya sambil melirik ku penuh arti.
Dia melewati kami begitu saja dan langsung turun tangga entah kemana.
“Yah jadi gimana ?” Tanya nya lagi.
“Sorry mas, kayak nya ngga dulu deh, aku masih ga enak badan dari kemarin”
“Kamu belum sembuh?”
Aku menggelengkan kepala ku.
“Mau aku anter kerumah sakit?”
“Ngga mas, aku cuma kecapean aja kok,aku kayak nya masuk angin maen mulu di pantai” dia pun tertawa mendengarnya,seolah percaya dengan alasan ku.
“Oke kalo gitu, lain kali ya?”
“Oke mas” lalu dia pun pergi.
Aku berjalan kembali bergabung dengan semua teman-teman ku.
Kembali terdengar suara ledekan dari mereka yang begitu bising di telingaku.
“Ciyeeeee”
“Di ajak nge date nih”
“Apaan sih lo” ucapku kesal sambil melemparkan bantal kepada mereka dan duduk di antara Sisil dan Caca.
“Lo kenapa sih cuek banget sama Glenn?” Tanya Sienna.
“Ngga cuek, gue cuma lagi ga mood aja buat jalan sama dia”
“Emang aneh ya lo, orang lain tuh malah berebut mau deket sama Glenn, dia udah jadi artis terkenal,ganteng, baik lagi, lo udah seberuntung ini malah ga curi kesempatan” ujar Caca.
“Kalo aja Glenn tuh naskir nya sama gue ya,gue ga akan fikir panjang, gue langsung embat tuh si Glenn,ngajak jalan,terus pacaran terus ikut terkenal sama dia” ujar Sisil sambil berkhayal.
“Wwuuuu ngarep lu”
“Tapi yang jadi gue heran sih Aditya sama Catelin tau ngga” aku terpaku ketika mendengar Sienna mengucapkan nama Aditya.
“Kenapa?” Tanya Caca.
“Iya keliatan banget Catelin tuh gatel banget sama Aditya, tapi Aditya nya malah cuek cuek aja tuh”
“Eh iya bener,kemarin aja dia tuh kayak berantem gitu sama Aditya” tambah Sisil.
“Hah yang bener?”
“Bener cuma gue gatau mereka berantem apaan, tapi pokoknya mereka berantem aja gitu”
Tiba-tiba aku teringat ucapan Aditya,tentang betapa tidak suka nya dia jika ada yang mengusik kehidupan nya bahkan mengatur kehidupan nya.
Aku tahu begitu berat nya dia menjalani kehidupan yang tak di inginkan nya. Aku merasakan betapa tersiksanya dia dengan posisi seperti ini.
Malam pukul 01.15. Aku masih saja tidak bisa memejamkan mataku untuk tidur. Aku sudah merubah posisi tidurku senyaman mungkin, namun tetap mataku tidak bisa di ajak kompromi.
Aku pun bangun dengan kesal,dan melihat ketiga teman ku yang sudah pulas tertidur di samping ku. Aku pergi keluar kamar dan seperti biasa menikmati sejuk nya malam itu, aku menopang tubuh ke pembatas loteng dan melihat pemandangan laut malam di hadapan ku. Tidak sengaja aku melihat sosok laki-laki di lantai bawah yang sedang duduk di kursi panjang di samping kolam renang.
Aditya. Dia sedang duduk menatap pantai dengan sebuah minuman di tangan nya. Aku turun dan menghampirinya.
Aditya melirik ku sebentar dan kembali memandang lurus kedepan.
“Ga bisa tidur juga?” Tanya ku yang ikut duduk di kursi di samping nya.
“Ternyata memang benar,suara ombak di malam hari terdengar merdu,aku baru menyadarinya” ucap nya mengingat ucapan ku ketika pertama kali Aditya menghampiri ku di Resort.
Aku mengangguk membenarkan ucapannya.
“Sejuk angin pantai di malam hari juga bisa bikin kita tenang kan?” Tanya ku.
Dia hanya tersenyum lalu memandang ku dengan tajam.
“Mau temenin aku makan?” Ajak nya.
Membuat ku langsung tersenyum senang dan menganggukan kepalaku.
Aku yakin dia pasti akan mengajak ku untuk memakan kepiting,balas dendam atas makan malam nya yang membuat dia tidak puas.
Dia menggandeng tangan ku ke restorant yang masih buka 24 jam. Dan segera memesan kepiting untuk kami.
Aku terlihat begitu bahagia,karena Aditya yang kini ku kenal sungguh berbeda, dia jadi begitu hangat dan menyenangkan. Tidak ku sangka kini aku bisa begitu sedekat ini dengan Aditya,dan merasa nyaman.
“Udah puas makan nya?” Tanyaku ketika semua makanan di sapu bersih oleh Aditya.
Dia hanya tersenyum manis.
Lalu kami pulang kembali ke Resort. Kami berdua berjalan beriringan menuju ke kamar yang berada tepat di lantai 3 melewati kamar-kamar para artis lain nya.
“Aku masih heran deh kok bisa sih kamu ga berani bilang sama semua orang kalo ternyata kamu itu ga alergi kepiting” tanya ku.
“Kamu masih penasaran dengan itu?” Tanya nya sambil terkekeh.
“Ya aku cuma mau tahu aja alesan yang sebenernya” ucapkku sambil menggedikan bahuku.
Dia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
“Aku heran kenapa kamu bisa tahu kalo sebenernya ada alasan lain?”
“Entahah, menurut aku alasan yang kamu kasih ke aku, bener-bener ga masuk akal aja”
“Kenapa emang?”
“Ya masa cuma gara-gara kamu ga bisa makan kepiting, kamu sampai bilang kalo kamu alergi? Padahal sbenernya kamu bisa bilang yang sejujurnya kan ?”
“Kalo seandainya memang aku malu untuk jujur gimana ?”
Aku langsung menertawakan ucapan nya.
“Malu ?? Seorang Aditya malu ? Itu amat sangat tidak mungkin”
Lalu senyuman Aditya seketika hilang.
“Tadi ngobrol apa sama Glenn?” Tanya nya dingin.
“Dia cuma ngajak aku jalan”
“Kapan?”
“Ga tau, besok mungkin” ucapku sambil melirik nya melihat ekspresi nya begitu tidak nyaman.
“Kamu mau?” Tanya nya sambil menghentikan langkah kaki nya saat kami sudah sampai di lantai kamar kami berada.
“Kenapa ? Kamu cemburu ?” Ledek ku , mengingat kemarin sore pun dia menanyakan hal yang sama tentang Cateline.
“Iya” jawabnya singkat yang membuat ku terpatung menatap nya bingung.
“Aku cemburu liat Glenn begitu dekat dengan kamu” aku terus saja terdiam tidak tahu harus berkata apa.
Aku lalu melangkahkan kakiku untuk meninggalkan nya. Dan dia menarik tangan ku menyandarkan diriku ke tembok. Dia menatap ku dengan tajam dan diam dalam waktu yang sangat lama. Aku sampai bisa mendengarkan dengan jelas deburan ombak dan angin yang menghempas tubuh kami.
“Aku ga bisa liat kamu dengan orang lain Debi” ucapnya begitu tajam dan membuat ku terpana.
Lalu dia mencium bibirku dan menggiring ku ke dalam kamar nya. Aku tidak tahu kenapa aku tidak bisa berontak menghindarinya ataupun kabur dari dekapan nya. Aku malah membiarkan dia menggiringku ke kamar nya.
Dia begitu bersemangat mencium bibirku dan melepaskan pakaian ku. Dan setan kini sudah merasuki kami berdua, dan malam itu adalah malam yang membuat perasaan kita semakin tak menentu dan akan membuat kisah yang tak terlupakan untuk di kenang.