
“Dheb buat hari ini lo ga ikut Roadshow dulu ya,biar semua kerjaan lo di handle sama Dery aja dan lo ga perlu kemana mana dulu sampai gosip nya reda,Aditya juga ga akan ikut toadshow terakhir ini” ujar Mas Didi dengan perut buncit,tubuh tinggi dan kaca mata hitam nya di dalam kamar hotel ku.
“Iya aku tahu mas, aku juga ga mau ketemu banyak wartawan di luar sana” ucap ku yang duduk di atas kursi kamar ku dengan lemas.
“Iya udah sorry ya kayak nya lo juga harus di scorsing dulu beberapa saat. Karena mereka semua tau kalo lo kerja sama kita dan kita ga mau kerjaan kita kehambat karena gosip lo”
Aku tak percaya apa yang di ucapkan Mas Didi. Namun memang apa yang di katakan Mas Didi benar, aku tidak boleh melibatkan mereka.
“Oke”
“Loe jaga diri lo ya Dheb”
“Iya mas”
Lalu Mas Didi keluar dari Apartemen ku. Ketika Mas Didi membuka pintu terlihat ada beberapa orang yang menguping di depan pintu ku. Mereka rekan kerja ku yang begitu ingin tahu tentang gosip itu.
Setelah gosip di bar itu viral,Mas Didi meminta team management hotel untuk mengecek cctv dan klarifikasi kalau apa yang aku katakan itu benar,aku hanya sedang mencari Aditya dan kebetulan mendapati dia di Bar. Di cctv aku benar-benar hanya membangunkan dia,dan tidak melakukan hal yang di sangka semua orang yang berkomentar di laman instagram gosip itu. Pihak hotel akhirnya mau membantu klarifikasi terkait gosip itu di bar,dan akhirnya gosip itu di hapus nya,namun gosip Aditya yang sedang masuk ke Apartement ku masih belum mendapatkan klarifikasi dari siapapun sampai akhirnya membuat gosip itu menjadi tranding.
Aku tak habis fikir bagaimana ada orang yang setega itu membuat gosip besar tanpa tahu kebenaran nya. Dan bagaimana ada orang yang lancang mengambil foto ku saat di Bar tadi? Dan siapa orang yang telah memotret ku di Apartemen waktu itu?
Aku mengingat Andre. Kenapa Andre tak ada menghubungi ku dengan viral nya gosip yang sudah menyebar ini. Aku yakin Andre tahu semua ini, dan dia pun sudah membaca nya.
Aku membereskan semua barang ku memasukan pakaian ku kedalam tas dan menyambar nya pergi keluar dari sana. Aku pakai masker dan kacamata hitam untuk menutupi wajah ku dari perhatian orang lain yang melihat ku. Aku memilih jalan belakang untuk keluar dari banyak orang yang sudah menunggu di depan hotel.
Aku terasa seperti pelaku pencurian sekarang,yang terus bersembunyi dari masa yang akan menangkap ku. Handphone ku terus berdering dengan Nomor yang berbeda-beda,tapi aku enggan untuk mengangkat nya,karena aku tahu jika mereka adalah orang-orang yang sudah terpengaruh dengan gosip itu.
Sesampainya di Apartemen aku segera mengganti baju ku dengan kaos polos putih dan celana jeans pendek lalu menelepon semua teman ku yang sudah menunggu kabar dariku,mereka semua sudah khawatir dan meminta aku untuk segera menghubungi mereka.
Akhirnya mau tidak mau aku menjelaskan kepda mereka semua tentang hubungan backstret ku dengan Aditya selama ini. Aku menjelaskan kenapa bisa sampi Aditya ada di apartemen ku. Dan ya, seperti apa yang aku bayangkan, respond mereka sangat terkejut dan tidak percaya, sampai mereka terus bertanya “ini beneran?” Dan Sienna meyakinkan kedua teman nya untuk percaya, karena dia satu satu nya orang yang menyaksina Aditya menjemputku di kampus dan selalu menelepon ku. Bahkan Sienna sering di hubungi Aditya untuk menanyakanku.
Sisil dan Caca masih saja tidak percaya aku menyembunyikan hal besar itu dari mereka, mereka awalnya marah, tapi akhirnya mereka mengerti dan menyadari kalau sampai mereka di beri tahu sejak awal sudah pasti mulut mereka akan ember dan memberitahu hal itu kepada yang lain.
“Iya gue minta maaf ga cerita sama kalian”
“Ih lo ya tega banget sih sembunyiin itu dari kita” ujar Sisil dengan kesal.
“Ya gue cuma takut kalian heboh dan bocorin hubungan gue sama Aditya waktu itu”
“Tapi kok lo bisa si sebut selingkuhan sih Dheb?”
“Gue juga ga tau Ca, salah nya itu foto di ambil saat Aditya baru aja tunangan sama Lucy”
“Dheb hati-hati ada yang mata matain lo disana deh”
“Iya Syen, dan sekarang yang mata-mata in gue bertambah karena adanya berita gitu. Gue ga bisa kemana-mana sekarang,gue kaya buronan gini” rengek ku dengan begitu sedih.
“Ya udah mending sekarang lo jangan dulu keluar,kalo ada yang ketuk pintu lo jangan mau buka pintu,dan kalo lo ada perlu keluar mending tahan dulu aja,atau lo keluar nya tengah malem biar gada orang yang ikutin elo”
“Iya, gue juga ogah dulu buat keluar sekarang, gue bener-bener males banget”
Malam harinya seseorang mengetuk pintu ku ketika aku tengah bersantai menonton film. Aku menatap pintu ku dengan begitu malasnya,aku takut jika itu hanya orang iseng yang hanya ingin mengetahui gosip itu.
Aku mengintip nya dari lubang pintu. Ada seorang pria bertubuh tinggi dengan topi hitam menunduk kepala di depan kamar ku, lalu dia menengadahkan kepala nya melirik ke lubang pintu.
Aditya!
Aku langsung membuka kan pintu dan terkejut melihat dia yang seperti sudah berkelahi hebat,dengan luka lebam di pipi nya dan darah di sudut bibir nya. Namun walaupun begitu tidak memudarkan ketampanan nya yang sangat natural itu.
Aku menggelengkan kepala ku melihat dia yang sudah berantakan,lalu membawa nya masuk kedalam.
Aku segera mengambil kotak p3k dan membawa air hangat untuk mencuci luka nya.
“Kenapa kamu bisa kaya gini?” Tanya ku sambil mengusap luka di bibir dan pelipisnya.
“Kamu minta aku buat selesaikan pekerjaan aku kan?”
Aku menghela nafas ku dengan memicingkan mata menatap nya.
“Pekerjaan yang mana?” Sinis ku.
“Menyelesaikan Roadshow dan menghajar Jimmy”
Aku mengangkat kedua halis ku mendengar itu.
“Menghajar Jimmy?”
“Dia yang sudah ambil foto kita di bar tadi”
“Dari mana kamu tau?” Heran ku.
“Aku tahu Dheb. Sudah lama sekali aku ingin menghajarnya” ucap nya dengan terlihat puas.
Kenapa Jimmy bisa berbuat setega itu kepadaku? Dan apakah dia juga yang menyebarkan foto ku dan Aditya di Apartemen ?
“Lucy gimana?” Tanya ku mengingat Lucy tadi disana dan pasti shock melihat berita seperti itu.
“Aku tidak peduli”
“Tapi tadi dia ada disana kan Di?”
“Iya dan dia marah-marah”
“Gimana kamu jelasin nya”
“Ga ada yang perlu aku jelasin ke dia, aku biarkan dia marah-marah sepuas nya, lalu aku pergi”
Ya seperti itulah Aditya. Jika dia sudah merasa lelah dengan semuanya, dia akan membiarkan nya dan pergi.
“Ya udah aku mau ke bawah dulu”
“Mau kemana?”
“Aku mau cari makan”
“Di bawah udah banyak yang nunggu kamu” ucap nya dengan santai memegang luka luka nya memastikan seberapa parah lukanya itu.
Aku menghela nafas panjang,dan menyiapkan mental yang begitu besar untuk pergi ke luar apartemen. Aku tahu aku takut bertemu wartawan,tapi aku harus mencari makan dan minuman yang sudah menipi untuk kami makan.
Aku berbelanja di supermarket dengan terus memakai hoodie untuk mengurangi tatapan orang yang sinis melihatku.
Handphone ku berdering ketika aku sudah di meja kasir.
Andre.
“Hallo”
“Hallo Dheb,kamu dimana?”
“Aku di luar lagi cari makan”
“Aku liat beritanya” ucap nya tanpa basa basi.
“Ya dan aku di tatap orang-orang sebagai perusak hubungan orang lain” ucap ku menatap kembali orang-orang yang mencuri curi pandang kepadaku.
“Aku sudah pernah peringatin kamu”
“Peringatin apa?”
“Jangan pernah berhubungan dengan Aditya lagi, kamu liat sendiri kan akibatnya?”
“Aku ga pernah jadi selingkuhan Aditya ndre, aku ga akan sembunyi dari orang-orang,biarkan mereka menilai aku sepuasnya aku yakin kebenaran pasti akan terungkap” ucap ku membela diri.
Terdengar helaan nafas dari Andre di sebrang telepon.
“Ya udah, aku masih ada kerjaan di luar kota, pulang dari sini aku langsung nemuin kamu”
“Oke”
“Hati-hati Dheb”
Lalu dia menutup telepon nya. Dan aku segera membayar belanjaan ku di depan kasir.
Kasir itu tampak tidak fokus me scan belanjaan ku. Dia malah terus memperhatikan wajah ku, aku menatap nya dengan bingung.
“Mbak bisa lebih cepat?” Ucap ku dengan ketus.
“Oh iya maaf mbak” lalu dia kembali fokus pada belanjaan ku, namun sesekali dia melirik ku.
Aku menyodorkan kartu debit kepada kasir itu setelah semua belanjaan ku masuk kedalam kantung belanja.
“Mbak yang di gosipin sama Aditya kan?”
Jantung ku tersentak mendengar nya dan aku diam tak menjawab pertanyaan itu. Dengan ketus aku memijit no pin kartu debit ku dan setelah selesai aku segera pergi dari sana.
Sepanjang jalan orang-orang mengeluarkan ponsel nya dan mencuri-curi gambar ku dengan kamera handphone nya. Aku membiarkan mereka melakukan itu dan aku berusaha untuk tak memperdulikan.
Aku berdiri di samping jalan menunggu di ujung zebra cross untuk menyebrang menuju Apartemen ku.
“Ih itu liat selingkuhan nya Aditya kan?” Seru seseorang di samping ku.
Aku tak menggubrisnya,aku terus memperhatikan mobil dan motor yang melintas untuk segera menyebrang.
“Iya ga tau malu banget ya,padahal Lucy udah ngumumin pernikahan nya sama Aditya loh?” Timpal yang satunya lagi begitu terdengar di telinga ku.
Sepertinya mereka sengaja berbica begitu kencang agar aku bisa mendengar ocehan mereka.
“Oh iya? Parah banget ya dia, untung Lucy nya baik banget ga nyudutin selingkuhan nya ini” cibir nya.
Dan aku berusaha untuk tegar tak menanggapi nya.
Sampai di loby Apartemen pun semua orang melihat ku dan berbisik bisik ketika aku melewati mereka.
Aku kembali ke Apartemen ku dan melihat Aditya berbaring di sofa ku dengan menonton Tv. Aku masuk kedalam dengan perasaan yang begitu kesal,aku simpan belanjaan ku di atas meja makan dengan kencang. Membuat Aditya menengok ke arah ku.
“kenapa?” Tanya nya yang telah melihat ku begitu cemberut.
Aku diam tak menjawab nya. Aditya langsung menghampiri ku melihat mata ku yang mulai basah.
“Hey kamu kenapa?” Khawatir nya menyentuh kedua pipiku.
“Mereka semua menganggap ku perusak hubungan kamu” kesal ku menatap mata nya dengan sinis.
“Siapa yang bilang?”
“Semua orang di luar sana” sedih ku menunjuk keluar pintu seperti anak kecil.
Lalu air mata ku berlinang,aku sakit hati karena di pandang buruk oleh orang-orang. Aku tidak terima karena aku tidak merasa seperti apa yang mereka kira.
“Hey jangan nangis,aku ga bisa lihat kamu sedih seperti ini”
“Terus aku harus gimana? Semua orang udah menganggap aku jahat” rengek ku mulai menangis.
Aditya menarik tubuh ku bersandar di dada nya yang bidang itu, dia mengelus kepala ku memeluk ku begitu lembut.
“Maafin aku,aku yang udah bawa kamu sampai sini”
Aku terisak,lalu teringat apa yang di katakan orang yang akan menyebrang tadi.
“Mereka juga bilang katanya kamu udah mau nikah sama Lucy”
“Dan kamu percaya itu?”
Aku diam bingung harus menjawab seperti apa.
“Aku akan memperbaiki semuanya Dhebi”
“Caranya?”
“Dengan menyelesaikan semuanya”
Aku masih saja tidak mengerti maksud dari Aditya selama ini apa,kenapa dia selalu mengatakan sedang mengerjakan pekerjaan nya, apa yang maksud dari semua itu ?