Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Pertanda baik atau pertanda buruk?



Beberapa minggu berlalu. Setelah kejadian saat itu di loby belakang dengan Danu aku sudah tidak lagi melihat Danu menghampiri ku atau mengirimkan hal yang misterus lagi kepadaku.


Aku pernah berpapasan dengan dia di lobby Apartemen namun dia seolah tidak melihat ku dan melewati ku begitu saja. Aku merasa aneh namun aku berusaha untuk membiarkan nya,karena inilah yang aku pinta kepada nya untuk menjauhi ku dan berpura-pura untuk tidak mengenal ku. Mungkin Danu berusaha membuang perasaan nya kepada ku,akhirnya dia benar-benar melakukan nya walau mu gkin akan terasa sulit.


Aku sedang di sibukan dengan pekerjaan rumah ku mengelap semua benda-benda yang mulai berdebu. Hari itu aku memakai tanktop hitam dan memakai hotpants untuk membuat ku leluasa bergerak. Sementara Aditya sudah pergi untuk menyelesaikan proyek nya.


Aku sedang menikmati lagu di dalam player yang di konekan ke dalam TV. Sehingga suara musik begitu menggelegar dengan kedua sound home theater. Lalu terlihat handphone ku menyala di atas meja makan. Itu dari Sienna dia sudah berusaha menghubungi ku beberapa kali,namun suara handphone ku tidak terdengar karena kebisingan mp3 di dalam ruangan.


Aku mematikan dulu musik nya lalu mengangkat telepon Sienna.


“Hay Syen” sapa ku dengan duduk di kursi meja makan.


“Lo kemana aja sih? Di teleponin susah bener” omel nya terdengar kesal.


“Sorry,gue lagi bersih-bersih Apartemen sambil dengerin musik. Ada apa?”


“Lo nyalain TV sekarang lihat saluran TV 12” ujar Sienna membuat ku penasaran.


Aku langsung turun dari kursi dan mengambil remot di atas sofa ruang tengah. Aku langsung menyalakan TV dan mencari saluran 12. Terlihat ada Danu sedang bernyanyi di suatu acara besar yang sedang di adakan di Jakarta.


“Lalu? Gue harus nonton dia nyanyi?” Tanya ku dengan heran.


“Tv lo bisa playback kan? Coba lo playback dulu lagu baru Danu dan lo dengerin” pinta Sienna. Dan aku menuruti nya dengan menekan tombol play back untuk mendengarkan lagu baru Dany dari awal.


Not a day without thinking about you


(Tiada hari tanpa memikirkan mu)


You always on my mind


(Kamu selalu ada dalam fikiran ku)


Even though that i know


(Walaupun aku tahu)


You never think i exist


(Kau tidak pernah menganggap ku ada)


Trust me baby


(Percaya padaku sayang)


I'm still here for you


(Aku masih disini untuk mu)


Even if you are happy with someone else


(Walaupun kau sudah bahagia dengan yang lain)


I'm happy with your happiness


(Aku bahagia dengan kebahagiaan mu)


With the man who makes you meaningful


(Dengan seseorang yang sudah membuat mu berarti)


(Biarkan perasaan ku tetap seperti ini)


Even if you won't think about it


(Walaupun kau tidak menginginkan nya)


Let my feelings straw like this


(Biarkan perasaan ku berkobar seperti ini)


Even if you won't understand


(Walaupun kamu tidak mau mengerti)


Instrumen nya begitu halus dan menenangkan. Lagu nya pun begitu menyentuh hati. Siapapun yang mendengar lagu ini pasti akan merasa terbawa hanyut dengan lagu nya,dan mereka akan merasakan perasaan sakit nya.


Lalu aku mematikan tv sambil terus menatap kosong layar tv yang sudah gelap itu.


“Fikiran lo pasti sama kan sama gue?” Tebak Sienna setelah tidak mendengar ku berkomentar setelah aku memutar lagu Danu.


“Ya gue ga peduli. Itu untuk gue kek,untuk orang lain atau untuk siapapun itu bukan urusan gue” ucap ku begitu terdengar meyakinkan tetapi kenyataan aku merasa hati ku terenyuh mendengar lirik yang di nyanyikan Danu. Namun aku harus berusaha tak memperdulika itu,karena memang semua itu tidak seharusnya aku fikirkan.


“Iya gue cuma kasih tahu lo aja Dheb” ujar Sienna dengan merasa bersalah karena telah mendengar nada ku yang mulai kesal.


“Iya it’s Ok. Ya udah gue lanjut lagi beres-beres ya” ucap ku mengakhiri percakapan ku dengan Sienna.


“Oke. Kapan kita ketemu?” Tanya Sienna sebelum aku menutup telepon nya.


“Kapam ya? Gue sih bisa kapan aja,asal bilang sama Aditya”


“Iyalah,lo pasti harus minta izin sama suami. Tapi dulu sebelum married juga Aditya memang minta lo buat izin kalo mau kemana mana kan?” Ledek Sienna mengingat masa pacaran ku dulu dengan Aditya yang selalu harus laporan ketika akan pergi hangout dengan mereka.


Membuat ku dan Sienna tertawa.


“Ya anggap aja itu simulasi kali Syen”


“Ya udah. Kabari kita aja ya kalo mau keluar”


“Oke”


“Bye Dheb”


“Bye Syen”


Aku menutup telelpon nya seketika raut wajah ku berubah kembali murung. Melihat layar TV yang baru saja menayangkan Danu dan lagu baru nya membuat ku terenyuh dan merasa tidak nyaman. Aku merasa memang lagu itu di sampikan untuk ku,dia memang sedang berusaha keras untuk tidak lagi mengusik ku,dia telah menuruti keinginan ku untuk tidak lagi saling mengenal namun kenapa perasaan ku jadi tidak enak. Aku jadi merasa bersalah karena telah membenci nya.


Aku berusaha membuang fikiran ku dan berdokus kepada pekerjaan ku kembali. Dan ketika aku kembali membersihkan debu tiba-tiba aku terus bersin-bersin dan mulai merasa pusing. Karena memang sejak kemarin tubuh ku merasa tidak enak dan tiba-tiba selalu pusing. Aku lalu duduk di sofa untuk mengistirahatkan tubuh ku dan menenangkan fikiran ku.


Aku rasa ini karena aku terlalu kelelahan mengerjakan aktifitas di rumah dengan begitu bersemangat. Aku terlalu banyak bekerja dan banyak memakan makanan yang tidak sehat selama di apartemen. Mungkin karena itu aku jadi selalu merasa lelah.


Aku jadi ingat dengan obat pil yang sudah tidak lagi aku makan dalam seminggu ini. Obat itu adalah obat pencegah kehamilan yang selalu aku makan setiap malam setelah pernikahan ku. Aku memang sudah sepakat dengan Aditya untuk menunda kehamilan kami sampai saat nya Aditya siap. Dan aku pun masih memiliki keinginan untuk berkeliling Indonesia dengan Aditya sebelum kami memiliki anak. Tapi setelah berjalan nya waktu aku tidak lagi memakan pil itu karena aku selalu merasa kram di perut dan selalu membuat sakit. Dan di samping itu aku sudah sangat ingin merasakan bagaimana jadi ibu,namun aku memang belum mengatakan ini kepada Aditya karena takut dia akan marah dan dia masih belum siap.


Apakah aku sudah hamil?


Secepat ini?


Tanya ku dalam hati. Sekarang fikiran itu mulai mengganggu ku. Aku merasa tidak yakin apakah aku benar hamil atau tidak. Namun aku selalu berfikir positif,yang aku alami hanyalah kelelahan dan aku kurang asupan nutrisi. Lagian tidak ada tanda mual-mual atupun morning sickness seperti apa yang aku baca di artikel kehamilan.