
Keesokan nya jam 04.30 seseorang mengetuk pintu kamarku.
Tok..tok..tok
Aku mengerjapkan mataku sebentar dan kembali tertidur.
Tok..tok..tok
“Iya sebentar” kesal ku sambil berdecak kesal karena bisa bisa nya pagi hari seperti ini seseorang berusaha mengganggu tidurku.
Aku membuka pintu dengan mata sedikit tertutup menahan kantuk. Terlihat tubuh tinggi dengan pakaian olahraga berdiri di balik pintu kamarku.
“Ck apaansih di, aku masih ngantuk ini” kesalku begitu melihat Aditya yang sudah berisik mengetuk pintuku.
“Kita lari pagi” ucapnya membuatku membuka mata lebar lebar.
“Lari pagi ? Ngga mau, aku masih ngantuk” ucapku terus berusaha menyadarkan diriku sepenuh nya.
Aditya terus berdiri dengan tegap tak menghiraukan ku.
“Ck..” aku berdecak dengan kesal lalu berbalik nenuruti kemauan nya.
Aku mencuci wajah ku dan mengikat rambutku, mengganti pakaian dengan baju lekbong hitam dan di balut dengan jaket tipis berwarna biru, memakai celana pendek dan sepatu kets biru untuk membuat kaki ku leluasa berlari.
Aku keluar kamar hotel dengan malas dan menghampiri Aditya yang sudah menungguku. Aditya menyambutku dengan senyuman yang begitu manis begitu melihat ku menghampirinya
“Mau kemana sih ? tumben banget ngajak aku lari pagi jam 04.30 loh ini” omel ku yang masih saja kesal.
“Sekali-kali kamu olahraga biar ga banyak lemak” ucap nya menyindirku.
Aku membentuk wajah kesal mendengar ocehan nya.
Kami pun mulai berlari di pesisir pantai, dengan beriringan, sesekali aku melirik nya yang begitu tampan dan menawan itu.
Sampai detik ini pun aku masih tidak percaya bahwa aku sudah begitu dekat dengan Aditya, seorang artis terkenal yang tampan dan juga menyebalkan. Bisa-bisa nya ada artis yang berhasil mencuri hatiku seperti dia.
Aku tidak tau bagaimana jadi nya,jika saja ada orang lain yang memergoki ku berduaan seperti ini dengan Aditya, sudah pasti itu akan membuat hari hari ku di buat sulit oleh media media yang akan mengincarku. Namun keadaan sekitar seperti memihak ku. Sepanjang pesisir pantai masih sepi dan Aditya mengajak ku ke tempat yang jauh dari Resort bahkan jauh dari kerumunan wisatawan.
Dan sampailah kami di salah satu tempat indah yang menawan dengan background tebing tinggi dan dengan karang karang yang begitu indah bagaikan properti pantai.
Aku mengatur nafasku yang sudah mulai kelelahan, aku menyentuh kedua lututku yang sudah mulai sakit.
“Cape banget, kita mau kemana sih ? Nyari ujung pantai ?” Tanyaku mengoceh sambil terus mengatur nafasku yang sudah mulai sesak.
“Kita udah sampe” Aditya terlihat begitu santai, dia sama sekali tidak terlihat kelelahan.
Aditya menarik tangan ku ke atas karang karang yang menjulang tinggi ke permukaan air. Dia mengajak ku duduk di atas karang yang begitu besar, aku mengikutinya duduk di samping nya. Kita belum terlambat untuk menikmati sunrise pagi itu.
“Kamu udah pernah kesini juga ?” Tanyaku mengingat dia memiliki favorite untuk menyaksikan sunrise.
Dia menggelengkan kepalanya.
“Ini pertama kalinya aku kesini” aku mengangkat halis ku dan membulatkan mulutku.
Rasa kantuk masih menyerang ku,membuatku menguap beberapa kali.
“Masih ngantuk?” Tanya nya.
“Iya orang aku tidur lewat tengah malem” ucap ku dengan badmood.
“Kenapa? Nungguin aku?”
“Iya” jawabku tanpa sadar dan langsung menatapnya panik dengan jawaban ku yang begitu jujur tak ter kontrol.
Wajah kikuk ku membuat Aditya tersenyum.
“Ngga maksud aku,ya aku susah tidur aja seperti biasa” tangkis ku terpatah patah.
Dan terlihat lah matahari yang mulai muncul sedikit demi sedikit dari ujung pantai. Bayangan matahari mulai terlihat di permukaan air, begitu indah nya cahaya berwarna jingga yang menyinari lautan.
Aku begitu bahagia samapi aku tak menyadari bahwa senyuman kusudah terpancar di wajahku.
“Kamu suka ?” Tanya Aditya saat melihat ku terlihat begitu senang dengan apa yang ku lihat.
“Iya” jawab ku begitu kagum dengan keindahan ini.
“Kamu pernah liat juga bayangan bulan di pantai?” Tanyanya lagi membuatku teringat sesuatu.
“Mangatan” jawab ku.
Dia melirik ku heran.
“Maksud kamu mangatan kan?” Tanyaku.
“Aku tahu, bayangan bulan yang terbesit seperti jalanan di atas laut” ucapku.
Dia tersenyum mendengar apa yang aku katakan.
“Orang lain ga akan ada yang ngerti itu” ujar nya.
“Iya” ucap ku membenarkan.
“Hanya orang-orang yang mengerti indah nya alam yang bisa menikmatinya” ucap ku membuat di kembali tersenyum.
Lalu seketika dia kembali diam dengan tatapan nya yang kosong.
“Aku udah nemu jawaban untuk pertanyaan kamu waktu itu” Ucap nya.
“Pertanyaan ?” Tanyaku mengerutkan keningku.
“Pertanyaan tentang apa yang harus kamu lakukan” ujar nya mengingat perbincangan ku dengan nya ketika di kamar ku.
“Kita harus menerima dengan perasaan yang kita punya sekarang, bagaimanpun kita menyangkal nya perasaan ini ga akan bisa di bohongi” aku terus diam mendengar kan nya.
Ucapan nya sungguh membuatku bingung tidak tahu harus bagaimana menanggapi nya.
“Maafkan aku yang terlalu egois. Harusnya aku tahu jika posisi kita itu terasa sulit. Aku tahu aku terlalu cemburu liat kamu dengan orang lain,harusnya aku ga sepatutnya seperti itu,tapi aku berusaha untuk mengatur rasa emosi aku demi kenyamanan kamu”
“Maaf” ucapku lirih.
“Untuk?”
“Bikin kamu berantem sama Glenn” jawab ku mengingat telah membuatnya baku hantam dengan Glenn.
Dia tersenyum mendengar ucapan ku.
“Aku yang ga bisa kontrol emosi. Rasanya udah lama aku ga pernah rasain cemburu lagi seperti ini” raut wajah nya begitu pilu.
Aku tidak tahu apa dia merasa sedih atau malah bingung dengan kondisinya yang seperti ini.
“Jadi ceritanya kamu udah bener-bener jatuh cinta sama aku?” Ledek ku sambil menertawakan ucapan ku sendiri.
“Aku ga tau , aku juga bingung” ucap nya sambil tersenyum.
“Kenapa ?”
“Ini akan sulit bi,kalo sampai aku mengakui perasaan yang aku punya, ini ga akan mudah untuk ku dan untuk kamu”
Dia menatap ku begitu dalam,aku bisa melihat ucapannya bersungguh-sungguh. Lalu aku mencium bibir nya dengan lembut. Membiarkan kehangatan matahari ikut menghangatkan hati kami.
Aku begitu mengerti dengan apa yang di rasakan nya sekarang. Aditya begitu bingung,dia tidak tahu harus berbuat apa dengan perasaan nya yang sudah terlanjur dia miliki. Aku tahu ini akan terasa sulit,namun Aditya benar, kita tidak bisa menyangkal perasaan yang kita miliki, bagaimana pun aku berusaha untuk menghindari nya,perasaan ini akan tetap seperti ini. Aku harus mencoba menjalani nya agar aku bisa menghindari rasa bingung yang sudah menghantuiku.
Akan ada badai yang menunggu ku di depan sana,namun aku harus siap untuk melawan arus nya. Dan aku harap Aditya pun akan bersaha membantu ku untuk melawan badai itu.