
Dua hari kemudian aku merasa sudah begitu terasa tenang. Karena sekarang aku hanya tinggal menunggu hari bahagia ku tiba karena semua urusan ku telah selesai untuk mengecek ini itu dengan Mama Aditya.
Aku sedang bersantai di kamar dengan ponsel di tangan ku. Tiba-tiba suara telepon wireless di kamar itu menyala,aku sudah tahu itu pasti dari Aditya,karena tidak ada lagi yang iseng menelepon ke kamar ku jika bukan dia.
“Ya di” sapa ku.
“Lagi apa kamu?”
“Lagi mainin ponsel”
“Chatting sama siapa?”
Aku tersenyum dan mengkerutkan kening ku.
“Ya dengan teman-teman ku lah”
“Bukan dengan laki-laki lain?”
Tanya nya yang semakin membuat ku tersenyum untuk menertawakan nya.
“Ya ada laki-laki memang,tapi kan hanya teman” ucap ku dengan memancing rasa emosi nya.
“Siapa?” Tanya nya dengan nada ketus.
“Ya ada pokok nya” jawab ku menjahili nya masih ingin mendengar dia kesal.
“Siapa aku tanya”
“Ya banyak di,kenapa sih?” ledek ku dengan terus tersenyum.
“Nanti pasti akan aku sadap handphone kamu,biar aku tahu kamu berhubungan dengan siapa saja” ujar Aditya mengancam dengan serius.
Aku lalu tertawa mendengar nya.
“Masih belum percaya ?” ucap ku dengan terus tersenyum.
“Bukan tidak percaya. Hanya saja kamu terlalu baik untuk meladeni orang yang walaupun cuma menyapa kamu saja, kamu tidak akan tahu kalo mereka pasti akan meleleh walaupun hanya di balas sapaan nya lewat pesan. Jangan mulai membuat mereka jatuh cinta kepadamu. Atau kamu tahu sendiri akibat nya” ucap Aditya begitu menanggapi dengan serius.
“Aku tahu Aditya. Kalo sampai mereka jatuh hati denganku,itu bukan salah aku tapi salah mereka. Mereka terlalu gampang untuk tertarik dengan orang lain,jangan selalu menyalahkan aku” ucap ku dengan membuat pembelaan.
“Kamu juga ikut salah. Kamu terlalu istimewa. Tapi sayang nya,sekarang ke istimewaan itu akan menjadi milik aku seutuhnya”
“O ya?” Tanya ku dengan ragu.
“Ya”
“Kalo begitu,kamu juga tidak boleh chatting dengan wanita manapun selain aku. Karena wanita di luar sana juga banyak yang membuat dirinya rendah hanya untuk bisa mendapatkan kamu” Ucap ku meminta timbal balik.
Aditya tiba-tiba saja diam. Lalu dia menghela nafas.
“Sayang nya aku baru saja membalas chat dari seorang wanita” ucap Aditya dengan pengakuan nya yang membuat ku terkejut.
Hanya satu nama yang tiba-tiba terlintas di benak ku. Anandita.
“Siapa?” Tanya ku dengan penasaran.
“Ya ada pokok nya” jawab Aditya membalas ku.
“Di…” panggil ku dengan manja.
“Kalo begitu,kamu harus ikut aku sekarang. Biar kamu bertemu dengan wanita yang sudah berani mengirim pesan ke handphone ku” ucap Aditya membuat aku semakin penasaran.
“Siapa sih dii” aku begitu penasaran dan memaksa dia untuk mengatakan siapa wanita itu.
“bersiap sekarang,nanti aku jemput ke kamar”
“Ngga! Aku ga mau!” Ucap ku dengan kesal dan duduk dengan penuh emosi di tempat tidur ku.
“Oke. Kalo begitu,biar aku sendiri yang pergi” Ucap Aditya membuat mata ku terbuka dengan lebar.
“Kok pergi sendiri sih?!” Tanya ku dengan kesal.
“Kan kamu tidak mau” ledek Aditya.
Aku begitu kesal dengan Aditya yang malah memilih pergi menemui perempuan yang ku duga Anandita sendirian.
Aku tatap kembali telepon wireless putih itu,Aditya tak lagi menghubungi ku. Apa dia benar-benar pergi?
Beberapa menit kemudian aku sudah bersiap dengan memakai pakaian rapih. Menggunakan baju atasan blouse peach dan dengan span pendek berwarna abu yang begitu ketat membuat bentuk pinggul dan paha ku terlihat indah. Blouse ku berwarna pitch dan berlengan panjang namun leher nya berbentuk V neck karena model bagian depan yang menyilang.
Seseorang mengetuk pintu ku. Aku sudah menduga itu pasti Aditya,dia tidak mungkin pergi sendiri tanpa aku ikut dengan nya.
Aku membuka pintu kamar itu dan terlihat lah Aditya dengan menggunakan kaos turtle neck berwarna biru tua dan dengan celana panjang berwarna hitam. Dia begitu tampan seperti oppa korea yang sedang mengalami musim dingin.
Aku langsung menyilangkan kedua tangan ku di dada dengan memasang raut wajah yang begitu kesal.
“Katanya mau pergi sendiri” ledek ku dengan membuang wajah tak menatap nya.
Aditya hanya berdiri tegap di ambang pintu dengan menatap ku begitu dingin.
“Aku kasian lihat kamu sudah dandan cantik seperti ini tapi tidak kemana mana” balas Aditya meledek ku,membuat ku canggung dan malu.
“Siapa bilang aku tidak kemana mana?” ucap ku dengan berdalih.
“Aku mau pergi kok” ucap ku dengan penuh keyakinan dan menatap nya dengan tatapan meledek.
“Pergi kemana?” Tanya nya dengan mengerutkan kening.
Aku mencari alasan dan jawaban yang tepat untuk membuat Aditya percaya.
“Ya kemana saja. Aku sudah biasa pergi sendiri kan” ucap ku dengan ketus.
Aditya lalu menaruh tangan nya di pintu tepat di samping ku membuat ku tegang dengan tatapan nya yang mulai tajam.
“Kebiasaan kamu yang dulu jangan pernah di lakukan lagi sekarang” ucap nya dengan begitu serius.
“Kamu tidak boleh berkeliaran lagi di luar sana dengan sendiri,saat aku kerja atau aku tidak ada di rumah. Kalau sampai itu terjadi,aku bisa menyewa bodyguard yang banyak untuk menjaga kamu” ancam Aditya.
Aku tersenyum melihat Aditya yang begitu serius menanggapi bercanda ku. Aku menggelengkan kepala ku menatap nya.
“Pergi sama aku atau diam di kamar?” Tanya Aditya dengan serius.
“Aku tidak mau ada wanita lain yang mencoba menggoda kamu,walaupun aku yakin kamu tidak mungkin tergoda” jawab ku dengan sinis dan penuh percaya diri.
Lalu dia menggandeng tangan ku dengan lembut,dan kami keluar dari rumah besar itu menggunakan mobil sport Aditya.
Sepanjang jalan Aditya tidak berbicara sepatah katapun. Dan aku pun ikut diam dengan terus memikirkan siapa wanita yang akan kita temui.
Kami sampai di Villa yang sama sekali tak asing untuk ku. Villa ini adalah Villa Aditya yang pernah aku singgahi oleh dia dan ketiga teman ku.
“Kenapa disini?” Tanya ku dengan bingung.
“Memang aku janjian disini” jawab Aditya dengan melepaskan seatbelts nya.
“Kok bisa di?” Aku begitu terkejut kenapa bisa wanita itu menunggu Aditya di dalam Villa nya.
Aditya hanya tersenyum dan turun dari mobil nya. Raut wajah ku berubah menjadi kesal,emosi ku sudah mulai naik dan bersiap untuk bertemu dengan wanita itu.
Aku menyusul Aditya masuk ke dalam Villa dan menyalip dia untuk lebih dulu bertemu dengan wanita itu.
Namun di dalam Villa itu tampak sepi dan tidak ada orang.
“Dimana?” Tanya ku dengan kesal membalikan badan ku menatap Aditya.
“Di halaman belakang mungkin” jawab Aditya dengan dingin.
Aku berjalan begiru cepat menuju halaman belakang yang langsung menyuguhkan pemandangan laut dan taman beserta kolam nya,aku tidak sabar ingin melabrak wanita itu,dan sudah menyiapkan begitu banyak ceceran pertanyaan untuk nya.
Namun begitu sampai ke halaman belakang aku malah melihay banyak balon balon besar yang di tempat dan berterbangan dimana mana,dengan begitu banyak taburan bunga dan hiasan dekorasi indah di sekitar taman.
“Surprise!!!!” Teriak 3 orang wanita yang sudah berdiri di taman belakang dekat kolam renang dan dengan dekorasi yang begitu indah dan mewah berwarna pink dan di belakang di ding bertuliskan “bridal to shower” dengan lampu-lampu kecil di sekitar nya.
Caca,Sisil dan Sienna sudah berdiri di belakang meja panjang dengan begitu banyak makanan yang di hias di atas meja nya. Ada cake,ada cupcake,ada coklat,steak,minuman berwarna merah mungkin itu adalah wine,dan dekoarsi meja yang amat sangat cantik.
Itu adalah acara Bridal To Shower ku yang pernah mereka janjikan untuk ku.