Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Hanya untuk membuat dia puas dan pergi



Aku telah berdiri di samping kolam renang di rooftop Apartemen ini. Aku berdiri memandang langit yang gelap tak berbintang dan melihat lampu-lampu kota yang indah,tatapan ku kosong memandang ke depan.


Suasana kolam renang ini begitu sepi karena siapa yang mau berenang tengah malam begini selain aku yang selalu bersikap random punya keinginan ingin berenang ketika tengah malam. Aku melihat kursi panjang di dekat kolam,dan tiba-tiba aku teringat kejadian disini ketika aku bertemu dengan Danu. Dia menoleh ke arah ku dengan tersenyum,menertawakan ekspresi bahagia ku ketika melihat pesawat melintas di atas kami malam itu. Dan aku kira itu adalah kali pertama aku bertemu dengan nya,ternyata aku salah. Danu sudah begitu lama mengenal ku sejak di Bali beberapa tahun lalu,dan dia telah mengagumi ku sejak saat itu.


“Akhirnya kamu datang” ucap seseorang jauh di samping ku dengan menggunakan kemeja biru gelap dan celana hitam.


Rambut nya terlihat baru. Dia memotong rambut nya dengan jambul nya yang rapih. Dia terlihat sangat tampan dari sebelum nya. Rahang nya yang kotak wajah yang putih mata yang sipit dan bibir tipis nya membuat dia seperti artis luar negri yang bernama Kevin Zegers yang begitu tampan dan gagah. Bahkan Kevin Zegers pun pernah berambut gondrong seperti Danu kemarin dan aku baru menyadari bahwa mereka mirip sekali.


Danu tersenyum manis kepadaku dengan dua tangan yang dia masukan ke dalam saku celana nya,dia berdiri di tempat nya dan menatap ku begitu kagum dengan terus tersenyum tipis. Namun aku menatap dia begitu dingin. Aku berjalan menghampiri nya dengan anggun,dan mata terus tertuju menatap Danu.


“Kamu senang?” Tanya ku dengan sinis.


Danu masih saja tersenyum kagum melihat ku.


“Ini kan yang kamu mau?” Ujar ku lagi.


“Kamu cantik sekali Dhebi” ucap Danu dengan masih saja menatap ku dengan begitu manis.


Aku mendelikan mata ku sama sekali tidak merasa tersanjung dengan pujian nya.


“Kamu percaya dengan istilah Love at first sight?” Tanya nya.


Aku diam tak menjawab omong kosong nya.


“Aku percaya itu Dhebi. Karena aku merasakan nya. Ketika dulu ada orang asing tiba-tiba saja menyapa ku dan dengan berani meledek kehidupan ku. Aku terpesona dengan kepolosan nya,dan aku mengagumi keberanian nya. Dan ketika aku melihat nya lagi di acara penyuluhan itu,aku semakin takjub melihat kecantikan dan kelebihan nya. Kamu membuat ku semakin menyukai mu Dhebi”


Ocehan nya yang semakin membuat ku muak untuk mendengarnya.


Danu mengangkat tangan nya dengan perlahan dan dia hampir kembali memegang pipi ku.


“Jangan berani menyentuh ku lagi!” Tegas ku dengan menatap nya sinis.


Danu melipat jari-jari nya dan kembali menurunkan tangan nya. Dia menghela nafas begitu dalam.


“Aku tidak pernah tahu,kenapa kamu begitu membenci ku Dhebi. Aku juga tidak pernah menginginkan perasaan ini,kamu yang membuat perasaan ku semakin tumbuh” ucap nya yang begitu tak asing di telinga ku.


Ini adalah kata-kata Aditya dulu,yang pernah dia ungkapkan kepadaku.


“Semakin kamu mengacuhkan aku,semakin aku tertarik sama kamu. Kecantikan kamu..” ucap nya dengan menatap ku begitu dalam.


“Kebaikan kamu,kepolosan kamu,bahkan kejeniusan kamu membuat semua orang yang mengetahui itu akan langsung mencintai mu. Kamu pun pasti menyadari itu” ucap nya dengan menyelidik wajah ku.


Sejauh ini memang orang yang mendekati ku adalah orang-orang yang seperti Danu.


“Dengar Danu” ucap ku dengan mengumpulkan segenap keberanian ku menatap nya dengan tegas.


“Apapun yang kamu rasakan saat ini. Itu hanya semu,perasaan yang kamu miliki hanya sementara tidak dengan ketulusan. Kamu hanya mencintai aku dari luar nya saja,bahkan tanpa mengenal ku. Kamu hanya terlalu terobsesi untuk memiliki ku. Jika memang benar kamu mencintai ku,kamu tidak akan pernah membuat aku merasa takut,merasa terancam bahkan merasa terpaksa melakukan ini. Yang aku lakukan sekarang,hanya untuk membuat mu puas,dan agar kamu tidak lagi merasa penasaran” ucap ku dengan begitu pilu.


Danu tersenyum sinis mendengar ucapan ku.


“Jika perasaan ku hanya sementara,tidak mungkin aku menyimpan nya selama ini”


“Itu karena perasaan kamu tidak pernah terbalas!” Jawab ku dengan begitu tegas.


Membuat Danu diam.


“Andai saja dulu kamu mengatakan ini,dan dengan mudah nya aku menerima perasaan kamu. Aku tidak yakin hubungan yang kita jalani akan bertahan lama,mengingat begitu egois nya kamu,dan begitu keras nya kamu. Aku tentu tidak tahan dengan semua sikap kamu yang seperti ini” ucap ku dengan menyebut segala sifat buruk nya selama ini kepadaku.


“Bagaimana dengan Aditya?” Tanya Danu menyinggung nama Aditya.


Aku terdiam tak bisa menjawab nya.


“Aku tahu bagaimana sikap Aditya padamu Dheb. Dulu dia sering sekali bersikap kasar sama kamu kan? Bahkan dia begitu posesif nya hingga membuat kamu takut” ucap Danu membuat ku bingung bagaimana dia bisa tahu.


“Kenapa kamu bisa menerima dia ? Jika dia saja memiliki sifat dan watak yang sama seperti ku”


“Dia memang tidak bisa mengontrol emosi nya. Dia memang temperamental. Tapi dia tidak akan terpancing emosi jika saja dulu aku menuruti nya dan percaya kepadanya,bahkan sampai sekarang pun aku menyesal pernah sempat meninggalkan nya. Dia seperti itu karena terlalu mencintai aku,dan dia takut kehilangan ku. Tapi dia tidak pernah tahu bagaimana mengungkapkan nya dan itu semua membuat dia berubah menjadi posesif seperti itu. Sedangkan kamu? Kamu hanya terobsesi. Kamu tidak pernah benar-benar mencintai ku. Belum saja kita menjalin hubungan kamu sudah bersikap seperti ini,membuat ku takut dan merasa terganggu. Bagaimama akhirnya kalau seandainya kita bersama ?”


“Aku bisa berubah Dhebi. Jika Aditya saja bisa membuat mu percaya,aku pun pasti bisa melakukan nya” ucap Danu dengan begitu meyakinkan.


“Danu..” panggil ku dengan begitu lelah mendengar nya.


“Tolong. Jangan membuat semua nya menjadi sulit. Sampai saat ini pun,aku tidak pernah memiliki perasaan apapun terhadap kamu. Aku akan menikah,dan tidak akan pernah aku mengkhianati Aditya,ataupun meninggalkan nya”


“Lalu bagaiman dengan perasaan ku Dhebi?” Tanya Danu dengan bersikeras meminta pertanggung jawaban.


“Aku tidak tahu. Dan itu bukan urusan ku” ucap ku dengan menatap nya dingin.


Lalu hendak pergi meninggalkan nya. Danu menarik tangan ku dengan kencang sampai aku menabrak tubuh nya. Dia memegang tangan ku begitu kuat.


“Tentu ini menjadi urusan mu. Karena kamu yang sudah menumbuhkan perasaan di hatiku Dhebi,bahkan sekarang dengan kamu memutuskan untuk datang kesini dan memenuhi semua keinginan ku membuat aku begitu yakin kamu juga sudah mulai memiliki perasaan untuk ku” ucap Danu dengan begitu serius menatap ku.


Aku mengkerutkan kening ku mendengar ucapan nya yang begitu tidak masuk akal.


“Aku sudah bilang. Semua yang aku lakukan sekarang hanya untuk membuat mu puas. Dan ini semua demi Aditya. Aku tidak ingin dia mendapatkan lagi masalah hanya karena ulah mu” ucap ku dengan begitu tajam.


“Aku juga merahasiakan ini,karena aku kasihan kepada mu Danu. Karena jika Aditya tahu kamu selalu mengganggu ku seperti ini,dia pasti akan menghajar mu”


Danu tersenyum sinis mendengar ucapan ku tentang Aditya. Dia seperti tak terlihat takut dengan ancaman ku.


“Aku tidak pernah takut dengan itu” ucap nya dengan tersenyum.


“Kalau begitu lepaskan dia. Urusan mu dengan ku” ucap seseorang yang berdiri di dekat pintu masuk dan dengan memakai jaket hitam dan celana joger panjang nya.


Aditya.


Aku terkejut melihat dia berdiri disana dengan menatap ke arah kami berdua. Entah sejak kapan dia berdiri disana. Namun sekarang aku melihat Aditya sudah begitu kesal dengan tatapan nya yang begitu tajam melihat Danu.