Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Cemburu?



Aku menenteng tas ku yang berisi pakaian ganti. Aku berjalan beriringan dengan Catelin, begitu kontras terlihat perbedaan kami jika dia di sandingkan dengan ku, dia cantik maskulin dengan kacamata hitam di pakai nya dan dengan higheels yang begitu tinggi. Sedangkan aku selalu memakai pakaian biasa dengan celana pendek dan sepatu kets, juga tas ransel yang berwarna biru. Aku Berasa tidak pantas berjalan beriringan dengan nya yang terlihat seperti model setiap saat.


Aditya sudah berada di dalam mobil menunggu kami, dengan berat hati aku menaiki mobil nya dan duduk kembali di kurai belakang,Catelin langsung masuk di kursi depan samping Aditya. Mobil ini adalah mobil yang sama yang selalu aku naiki setiap kali aku menemani Aditya, mobil yang berwarna hitam dengan atap terbuka, membuat sinar matahari siang itu menembus kulit kita.


Sepanjang perjalanan,aku terus berusaha diam dan menikmati perjalanan dengan tidak memperhatikan mereka yang sedang berbincang dengan pembahasan yang tidak aku mengerti.


“Kamu seneng banget travelling ya deb” tanya Catelin tanpa menoleh ku ke belakang.


“Hah? Oh iya mbak” jawabku terkejut tiba tiba dia menyebut namaku.


“Udah pernah kemana aja travelling selain Sumba?”


“Kemarin sempet ke NTT ke Labuan Bajo sama ke Ubud,tapi memang terfavorit Sumba mba”


“Terfavorit?” Katanya.


“Hmm” jawab ku sambil tersenyum.


“Kayak nya ada kenangan manis disini” celetuk nya membuat ku diam teringat kejadian tadi pagi.


Apa kejadian itu termasuk kenangan manis, atau malah kenangan pahit ?


“Sama siapa ? Pacar ya” dan refleks aku melihat Aditya di kaca spion nya. Aditya memang memakai kacamata hitam namun aku bisa tau bahwa dia juga sedang memandang ku dari kaca spion nya.


“Ngga mbak, suka aja sama suasana alam nya” jawab ku pelan. Mengingat kembali percakapan aku dan Aditya tadi pagi tentang keindahan alam yang sama-sama kami sukai.


“Terus kamu juga dit, bukan nya kamu bilang Sumba tempat favorit kamu juga yaa?” tanya nya pada Aditya yang sedang begitu fokus menyetir.


“Terus tempat favorit kamu dimana nya?”


Catelin benar benar membuat keadaan semakin awkward untuk ku. Aku terus berusaha terlihat tenang dan kembali melihat pemandangan di sampingku.


“Tebing” jawabnya dengan singkat,membuat ku memejamkan mata dengan berusaha tenang.


“Tebing? Tebing mana?”


“Dekat Resort kita”


Aku kesal, kenapa Catelin tidak membicarakan hal lain saja di bandingkan dia harus membicarakan hal yang tanpa dia sadari sudah membuatku ingin turun dari sini dan pergi sendiri.


“Emang tebing nya keren yaa,kok kita ga coba kesana aja sih deb?” Tanya nya akhirnya memutar tubuhnya kebelakang melihatku.


Aku menggelengkan kepalaku dengan cepat dan terlihat panik.


“Tebing nya biasa aja mbak,lebih bagus tebing yang kemarin lusa kita datangin”


“Emang kamu tau tebing nya yang mana?” Tanya nya membuatku kikuk,dengan bodohnya aku secara tidak sadar mengatakan bahwa aku tahu dimana tebing yang di maksud Aditya.


Aku merasa bodoh.


“Ngga..” sambil menggelengkan kepalaku berusaha terlihat tenang dengan mengusap usap keningku karena merasa panik.


“ngga mbak,maksud aku kayaknya tebing di sekitar Resort biasa aja kan dan..” aku terus berusaha mencari cari jawaban yang masuk akal dan bisa di terimanya.


“Ga bagus aja spot nya kayaknya, kalo tempat tempat yang udah aku datangin kan sudah pasti terjamin keindahan nya”


Catelin hanya mengangguk percaya dengan semua perkataanku.


Aku melihat Aditya yang menyunggingkan sedikit senyuman sambil menggelengkan kepalanya,dia menertawakan kecerobohan ku. Dia senang melihat ku yang sudah panik,namun aku terus mendelikan mata ku dan memperlihatkan begitu kesalnya aku saat itu.


Sampai kita di dermaga aku melihat semua teman teman ku sudah berkumpul di dalam kapal Boats yang berwarna putih dan sangat mewah ini. Aku begitu beruntung karena bisa menikmati semua fasilitas ini dengan gratis dan cuma cuma.


“Hay deb” sapa Glenn begitu aku mendekat.


“Hay mas” jawab ku dengan manis.


“Temen temen kamu udah nungguin kamu tuh” Glenn menuntun ku dengan menyentuh punggung ku.


Aku melirik Aditya di belakang yang terlihat memperhatikan ku yang sedang di papah oleh Glenn. Aku senang dia melihat begitu baiknya Glenn kepadaku.


“Debiiiii” teriak teman temanku ketika melihatku masuk kedalam boats yang cukup mewah itu.


“Lo udah sembuh?” Tanya Sienna.


Aku mengangguk.


“Sembuh lah, enak aja lo semua seneng seneng sementara gue sakit sakitan di dalem kamar”


“Tapi lo ikut diving kan ?” Tanya Caca.


“Kayak nya ngga deh, gue diem aja di Boats”


“Kenapa? Ih lo ga asik banget,kapan lagi kita diving di Sumba deb”


“Sisil,gue kan baru sembuh ya kali gue langsung habisin tenaga gue buat nyebur”


“Weittsss sudah siap diving nih” seru Andika pada pacarnya Leonita.


“Sekalian pemotretan bawah laut kan” jawab Leonita.


“Catelin seksi banget sih,body nya mulus banget” seru teman nya yang lain yang bernama Bonny.


“Aditya kan suka yang seksi seksi gini” seru Glenn menepuk bahu Aditya.


Aditya malah langsung menatapku,ketika teman nya meledeknya,aku mendelikan mataku ketika Aditya menatapku. Aku heran,kenapa aku kesal sekali melihat kedekatan Aditya dan Catelin,apa ciuman tadi pagi mempengaruhi otak ku? Oh my god.


“Nongkrong nya di luar yuk” ajak ku yang sudah merasa gerah di dalam sana.


“Ih ngemil dulu deb” ucap Caca.


“Ih ayookk” aku berusaha menyeret teman teman ku untuk menjauh dari para artis ini.


Lalu kami duduk di kursi di ujung belakang boats,kami berswipe fhoto di kursi berjemur ini dengan background begitu indah yang menyuguhkan pemandangan lautan biru, sejauh mata memandang hanya ada lautan dan pulau pulau kecil yang telah kita lewati.


Boats pun berhenti,Aku dengar Aditya dan teman teman nya pun sedang ada sesi pemotretan dulu di ujung boats tepat di depan awak kapal. Terlihat Aditya dan Catelin sedang berpose berdua, begitu mesra dan begitu serasi nya mereka.


Aditya melepaskan pakaian nya, dan kembali berfhoto dengan Catelin,aku tidak ingin melihat nya namun hatiku tergerak untuk memperhatikan mereka.


Teman teman ku sudah mulai melepas pakaian nya dan menyisakan baju renang mereka yang ternyata sudah di pakainya entah kapan.


“Lo yakin gakan ikut?”


Tanya Sienna,aku menggelengkan kepalaku.


“Kamu ga akan diving deb?”


Tanya Glenn, di ikuti semua teman nya mengekor di belakangnya. Aditya dan Catelin berada tepat di belakang Glenn.


Aku menggelengkan kepalaku.


“Kenapa?” Tanya nya.


“Mungkin dia ga bisa diving” jawab Aditya,belum sempat ku menjawab. Aditya sudah begitu menyebalkan.


Semua teman ku menatap ku bersamaan. Mereka sangat tau apa yang akan aku lakukan setelah mendengar pernyataan Aditya.


Hatiku merasa kesal, merasa di remehkan.


Aku membuka pakaian ku di depan semua orang di hadapanku,dan melepaskan celana pendek ku. Semua terdiam melihat ku yang sudah bersiap dengan pakaian berenang ku yang begitu minim,dengan sport bra dan celana olah raga yang begitu pendek hanya sejengkal yang sebenarnya memang sudah aku siapkan sebelum aku merasa malas tadi. Glenn hanya melongo melihat ku dari atas sampai bawah,karena pakaian renang ku ini bisa memperlihatkan bagian perut ku yang begitu mulus dan paha putih ku yang juga sangat mulus.


“Aku bisa diving kok” ucap ku sambil tersenyum dan bernafas lega.


Aditya hanya menatap ku dingin dan membuang mukanya. Sepertinya dia tidak senang dengan apa yang aku lakukan,atau dia tidak suka dengan pakaian renang ku?


Kami mulai bersenang senang di dalam air, berfhoto dengan riang gembira dengan go-pro. Dan berharap kebahagiaan ini akan terus seperti ini. Aku begitu mencintai alam ku dan begitu jatuh cinta dengan negriku.


Aku berenang kesana kemari dengan luas nya. Dan sesekali menyelam ke bawah untuk menyapa ikan-ikan laut yang bersembunyi di balik karang dengan kacamata khusus dan kaki katak. Sisil memotret ku dengan kamera underwater nya. Aku bergaya dengan indah di dalam laut dan merasa begitu bahagia. Aku melihat para artis pun ikut bersenang-senang dengan menyelam ke dalam laut,dan berfoto bersama. Aku tidak melihat Aditya di antara mereka,mungkin dia sedang malas berenang.


Aku merasa haus,lalu berenang mendekati Boats dan naik ke atas untuk mendapatkan minumam.


Aku melihat Aditya yang sedang duduk berjemur dengan kacamata hitam nya. Aku menghela nafasku,dan berusaha untuk tidak menghiraukan nya. Aku mengambil botol minuman yang berada tepat si samping nya.


“Bukannya kamu masih sakit?” Tanya nya tanpa menoleh ku dan tanpa bergerak sedikit pun.


“Aku udah sembuh” singkat ku sambil berusaha membuka botol minuman ku.


Begitu sulit membuka segel botol nya, karena licin tangan ku basah juga karena segelan nya terlihat memang kuat.


Aditya berdiri,dan diam di hadapanku dengan tegap, dia merebut botol minuman di tangan ku, dan membantu ku membukakan tutup botol itu,lalu menyodorkan nya kembali kepadaku.


Aku heran namun tetap aku ambil botol minum yang sudah dia buka kan untuk ku.


“Kamu ga bisa pake pakaian yang biasa aja seperti biasanya?” tanya nya membuatku heran.


Lalu aku menenggak botol minum itu.


“Kenapa ? Kamu fikir aku ga bisa berpakaian seksi kaya artis artis itu?” Tanyaku meledeknya.


“Kamu itu bukan mereka” celetuk nya.


“Terus maksud kamu,cuma artis aja yang bisa memamerkan kemolekan tubuhnya dan memperlihatkan tubuh mulusnya?” Tegas ku padanya, Aditya memang sudah benar benar membuatku kesal.


“Terus kamu seneng,tubuh kamu di tonton orang lain kaya gini?”


Tanya nya berhasil membuatku diam, sebenarnya memang ini bukan lah aku, yang berusaha terlihat seperti orang lain . Biasanya aku tidak perduli dengan apa yang orang lain lakukan, dan aku selalu melakukan hal hal yang aku sukai sendiri tanpa melihat orang lain.


Aditya pergi dari hadapanku dan dia masuk kedalam boats dan berbaring di atas kursi empuk melanjutkan tidurnya.


Aku begitu malu dengan ucapan nya,Aditya berhasil membuatku sadar diri.