
“Danu siapa?” Tanya Andre dengan bingung.
“Wardanu” jelas ku dengan menyebutkan nama artis Nya.
“Wardanu yang sekarang tengah di sorot karena hobi nya free diving itu?” Sudah pasti Andre tau tentang berita yang sedang hangat di perbincangkan.
Aku diam menjawab benar tebakan nya.
“Kenapa dengan dia?” Tanya Andre dengan bingung.
“Aku..” begitu sulit nya aku mau bercerita kepada Andre tentang masalah ku.
“Aku di ganggu oleh Danu” ucap ku dengan begitu panik.
Andre semakin bingung menatap ku dengan kening nya yang berkerut.
“Di ganggu kenapa?”
“Aku sempat bertemu dengan dia di Bali saat KKN beberapa tahun lalu,bahkan aku saja sempat lupa tentang itu. Tapi Danu mengingatkan ku jika kita pernah bertemu dan sempat berbicara,lalu bulan lalu aku kembali bertemu Danu di Bali ketika dia sedang diving,dia bilang dia tertarik dengan ku begitu saja tanpa memiliki alasan yang kuat kenapa dia menyukai ku” ucap ku dengan segenap keberanian menceritakan nya.
Andre hanya menatap ku dengan terus mendengarkan cerita ku dengan serius.
“Sampai sekarang kita masih selalu bertemu tanpa di sengaja. Aku sempat bertemu dia di acara pertunangan Cateline tempo lalu,dan ternyata dia juga satu Apartemen dengan Aditya selama ini”
“Aditya tahu tentang ini?” Tanya Andre dengan wajah yang begitu bingung.
“Tentu tidak ndre. Aku tidak mungkin mengatakan ini kepada nya, kamu tahu Aditya seperti apa? Kita akan menikah sebentar lagi,aku tidak mau ada pemberitaan buruk lagi tentang dia setelah semua nya sudah berjalan dengan baik”
“Lalu bagaimana? Kamu mau aku membantu mu?” Tanya Andre berusaha mencari solusi.
Aku menggelengkan kepala ku dengan penuh keyakinan.
“Tidak. Kamu tentu harus fokus dengan karir mu di Malaysia sana,aku tidak ingin menghambat semua impian mu hanya karena kamu mengurusi masalah ku yang tidak sepadan dengan itu”
“Kalau begitu kamu harus menyelesaikan semua nya sendiri” ujar Andre membuat ku diam.
Andre membenarkan duduk nya,dan dia melipat kedua tangan nya di meja lalu mencondongkan tubuh nya kedepan menatap ku dengan tajam.
“Apa yang sudah dia lakukan sampai kamu merasa terganggu?” Tanya Andre menyelidiki.
Aku menghela nafas ku untuk mengingat kembali semua kejadian dengan Danu.
“Dia selalu tiba-tiba datang di hadapan ku dan dia selalu mengatakan jika semakin aku mengacuhkan nya semakin dia tertarik kepadaku. Dia juga sempat menggenggam tangan ku di tempat umum,bahkan dia berani memeluk ku ketika aku berolah raga di sky garden Apartemen ini” ucap ku dengan begitu kesal mengingat nya.
“Apa yang membuat dia berbuat seberani itu?” Dia sudah seperti polisi yang mengintrogasi dan mencoba memahami cerita ku.
“Entahlah. Dulu ketika pertama kali bertemu dengan nya aku hanya pernah mencibir nya jika dia terlalu terpaku dengan kehidupan keartisan nya dan kurang menikmati hidup. Lalu ketika kembali bertemu di Bali kemarin kejadian nya pun sama,aku sempat bersikap ketus kepadanya karena dia meminta ku untuk mencoba hobi dia yang gila itu. Dan dia juga membantu ku ketika aku terluka dan hampir tenggelam ketika diving”
Andre tampak sedang memikirkan sesuatu. Dia terlihat begitu gelisah.
“Dheb. Aku pernah merasakan apa yang dia rasakan” ujar Andre membuat ku memandang dia dengan rasa bersalah.
“Dia hanya tertarik kepada mu. Dan terobsesi untuk mendapatkan kamu. Pasti ada sesuatu yang kamu lakukan atau kamu katakan kepadanya tanpa kamu sadari sampai membuat dia seperti itu. Mungkin sekarang dia sedang merasa jika kamu itu terlalu istimewa,dan dia sedang mencari tahu apa yang membuat kamu terlihat istimewa di mata nya sampai membuat dia memiliki perasaan sedalam itu kepadamu”
ucapan Andre memang benar. Danu pernah beberapa kali mengatakan jika dia selalu termotivasi karena ucapan ku.
“Lalu aku harus bagaimana?”
“Kamu harus bisa melawan nya. Dan membuktikan jika perasaan kamu tidak bisa di paksakan. Lakukan seperti apa yang kamu lakukan dulu kepadaku Dheb” ujar Andre menatap ku dengan senyum semu nya.
“Tidak Dhebi. Memang harus seperti itu,agar membuat dia mengerti,dan dia akan pergi seperti ku. Percayalah” ujar Andre.
Lalu aku menghela nafasku untuk mencoba cara itu lagi. Tapi aku takut Danu tak seperti Andre yang bisa cepat mengerti walaupun dengan proses yang sangat sulit.
Beberapa jam telah berlalu dan Aditya sudah kembali ke Apartemen. Aku dan Aditya langsung mengantarkan Andre ke Bandara untuk kepergian nya. Kita berpisah di lobby Bandara di depan tempat masuk keberangkatan.
“Oke Dit. Thank sudah antar gue kesini” ujar Andre dengan berdiri di hadapan kami berdua.
“It’s ok. Sukses disana” jawab Aditya dengan memeluk Andre dengan satu tangan nya.
Lalu Andre menatap ku.
“Dheb”
Aku langsung memeluk Andre dengan erat.
“Thank you Ndre. Terimakasih karena mau menjadi teman ku” ujar ku dengan begitu hangat di pelukan nya.
“Senang menjadi teman mu Dheb. Maaf selama ini sudah mengganggu mu” ucap nya sambil melepaskan pelukan nya.
“Sudah lah Ndre” ujar ku dengan cemberut.
“Kamu datang kan ke pernikahan kita?” Tanya ku penuh harap.
“Mmmm” Andre terlihat begitu berfikir keras seperti sedang mempertimbangkanan keinginan ku.
“Aku coba lihat dulu schedule ku disana ya. Soalnya aku pasti sibuk” ucap Andre begitu sombong.
Aku langsung memicingkan mataku menatap nya dengan cemberut.
“Awas saja kalau sampai kamu tidak datang!” Ancam ku.
Lalu Andre dan Aditya tersenyum menertawakan ku.
“Baiklah,aku akan datang” ujar Andre.
“Janji?” Ucap ku mengikrarkan perkataan nya.
“Janji” jawab nya dengan menatap ku begitu pilu.
Aku tahu apa yang di fikirkan nya. Pasti dia memikirkan tentang cerita ku dan Danu. Dia pasti tampak khawatir sekarang.
“Baiklah. Aku pergi ya” ucap Andre menatap ku.
“Oke” aku menganggukan kepala ku dengan sedih.
“Dit. Lancar ya buat pernikahan lo,dan jaga Dhebi jangan sampai dia kenapa napa” ucap Andre berpesan kepada Aditya.
“Pasti” jawab Aditya dengan tidak sepenuh nya mengerti arti pesan itu.
Lalu Andre menarik koper hitam nya dan berbalik masuk ke dalam pintu otomatis yang terbuat dari kaca itu.
Dia melambaikan tangan nya kepada kami saat pintu mulai tertutup. Kami membalas lambaian tangan nya dengan tersenyum begitu sedih.
Aku dan Aditya segera pulang kembali ke Apartemen. Aku merasa perasaan ku sedikit lebih tenang karena sudah menceritakan masalah ini kepada orang lain. Dan aku harap apa yang di katakan Andre akan berjalan sesuai harapan ku. Bahwa aku harus lebih tegas lagi menghadapi Danu dan membuat dia mengerti jika perasaan yang aku punya hanya milik Aditya. Andre benar,ini bukan pertama kali nya aku menghadapi situasi seperti ini, namun Andre tidak tahu jika yang aku hadapi adalah laki-laki berhati dingin yang persis seperti Aditya.