
Rangga segera menyalakan mesin mobilnya namun tiba tiba Monica mencegahnya dan mengetuk kaca mobil Rangga.
"Rangga, kau mau kemana ?" Tanyanya
"Aku mau mengantar Rena dulu, maaf ya ? aku buru buru !"
Rangga segera melajukan mobilnya meninggal Monica sendiri,Monica benar benar merasa terabaikan sejak kehadiran Rena di sekolah itu. Tika dan Anggi yang masih belum mengetahui yang sebenarnya hanya saling menatap satu sama lain dengan wajah yang semakin penasaran.
Beberapa menit berlalu begitu cepat, Rangga yang masih belum tau alamat rumah Rena mencoba menayakannya pada Rena
"Ekhem, Ren rumah kamu dimana ya ?" Tanyanya
Suara Rangga memecahkan keheningan di dalam mobil itu, namun Rena hanya berpura pura tidak mendengarnya. Tika mencoba mengguncang lengan Rena, Rena menoleh menatap isyarat padanya agar diam.
Rangga yang mengetahui Rena sengaja tak memberitahunya segera meraih ponselnya dan menelfon seseorang
"Halo pah !"
"Iya Rangga, kamu kenapa tumben menelfon papah di jam segini ?!"
"Apa om Jaya bersama Papah ? Rangga mau bicara sebentar !"
"Oh iy, tunggu sebentar !"
Rena yang mendengar Rangga menyebut nama Ayahnya benar benar kesal.
"Halo Rangga, ada yang bisa om bantu ?!" Tanya Jaya di seberang telfon
"Maaf om, Rangga hanya ingin menanyakan alamat rumah om dimana ya ? soalnya Rena tidak mau memberitahuku !"
"Hahaa, baiklah, nanti om kirimi alamatnya !"
Tut, telpon terputus
John ayah Rangga merasa penasaran dengan obrolan mereka mencoba menebak sambil menatap mata Jaya.
"Apa yang terjadi ?" John tak bisa menahan rasa penasarannya
"Biasa, Rangga hanya menanyakan alamat rumahku !" Jawab Jaya
"Tapi sepertinya tidak sesederhana itu ?" John mengerutkan alisnya ingin lebih tau.
"Hahaa !" Jaya hanya tertawa lepas melihat ekspresi dari wajah sahabatnya.
Rangga tiba di kediaman Atmajaya, ia memarkirkan mobilnya dan segera turun berlari membukakan pintu untuk Rena. Rangga mencoba mengulurkan tangannya ingin meraih tangan Rena, namun Rena hanya diam dan menolaknya.
Tika dan Anggi saling menatap kemudian segera membantu Rena dan memapahnya masuk ke dalam rumah.Rangga hanya mengikuti mereka dari belakang.
Sesampainya diruang tamu,Rena menghentikan langkah kakinya dan berbalik menatap Rangga.
"Sekarang kamu boleh pergi !"
Anggi yang tak merasa enak pada Rangga mencubit tangan Rena. Rena kemudian menatap Anggi dengan heran, Anggi hanya tersenyum canggung pada Rangga,dan memberi kode pada Rena bahwa perlakuannya itu sama sekali tidak baik.
"Rangga, maafkan Rena ya ?" Sahut Anggi mencoba menghibur Rangga
"Emm, oke, tidak masalah, kalo begitu aku balik deluan !" Ucap Rangga menatap Rena
Namun Rena hanya memalingkan wajahnya. Rangga kemudian berbalik dan berjalan menuju pintu keluar, Namun langkahnya tiba tiba berhenti dan berbalik dengan langkah yang lebih cepat mendekati Rena,ia segera mengangkat Rena dan menaiki anak tangga pergi menuju kamar Rena.
Sejak masuk kedalam rumah Rena, Rangga sudah memperhatikan tiap sudut rumah Rena, dan menebak kalau kamar Rena pasti berada di bagian atas,Rangga tahu kalau Rena pasti merasakan nyeri di bagian perutnya kalau dia menaiki anak tangga sendiri.
Setelah menemukan kamar Rena, ia segera membuka pintu dan menuju pembaringan,ia membaringkan Rena di atas kasur, dan kemudian segera bangkit namun tertarik kembali, membuat mereka saling berpandangan menatap satu sama lain.
Detak jantung mereka berdetak semakin cepat,Rena merasa gugup dan segera mendorong Rangga
"Aaw !" Rena meringkih kesakitan
Anggi dan Tika yang masih bingung dengan hubungan mereka segera menyusul dan mendapati Rangga yang posisinya ingin memeluk Rena, membuat Anggi dan Tika menganga dan sontak berlari memukul Rangga
"Hei,hei ! tenang dulu ! rambut Rena tersangkut di kacing bajuku !" Seru Rangga menahan rasa sakit dari pukulan dua sejoli itu
Kemudian ia perlahan mencoba membuka kancing bajunya satu persatu,dan akhirnya membuka seragamnya
Anggi, Tika Dan Rena benar benar terbelalak melihat otot otot di lengan dan dada Rangga, walaupun masih terbungkus kaos putih,namun tak menampik bahwa kaos itu terlalu ketat dan memperlihatkan potongan potongan tubuh milik Rangga.Sedikit sempurnah, namun sangat seksi untuk cowok yang seumur Rangga.
"Hey ! mengapa kau melepaskan pakaianmu ?!" Teriak Rena, dan mencoba mengalihkan pandangannya menutupi pipinya yang mulai memerah.
Rangga, yang melihat reaksi Rena hanya tersenyum dan mencoba melepaskan rambut Rena yang sudah melilit di kacing baju Rangga. Setelah selesai,ia segera memakai bajunya kembali dan pergi meninggalkan mereka bertiga yang masih tertegun dalam diam.
Setelah Rangga menghilang dari pandangan mereka, kini Anggi dan Tika menyilangkan kedua tangannya berbalik menatap Rena dengan penuh tanya
"Cepat jelaskan ke kita, apa maksud dari semua ini ?"
"Memangnya, apa yang harus aku jelaskan ?!" Rena mencoba menutupi
"Ren, kita berdua selama ini tau kalau kamu dan Rangga itu seperti Tom and Jerry ! tapi kali ini, kita benar benar tidak menyangka dan curiga sama kamu !" Seru Tika mencoba mengintrogasi Rena
"Aduh, aduh, aaw !" Rena kembali meringis kesakitan, mencoba mengalihkan pertanyaan mereka
"Sudahlah Ren,kami tak akan tertipu !" Ucap Anggi
Rena tersenyum dan menarik tangan kedua sahabatnya itu dan duduk di sampingnya.
"Sebenarnya, aku dan Rangga telah jodohkan !" Jelasnya
"What !!" Tika dan Anggi spontan bersamaan berteriak kaget dengan pengakuan Rena
"Biasa saja kali ! kalian sangat berlebihan !" Sahut Rena menatap kedua sahabatnya
"Berita besar nih !" Celoteh Tika
"Heh ! awas ya,kalau berita ini sampai bocor !" Rena mencoba memperingatkan
"Tapi ko' bisa sih Ren ? secara, kamu kan baru beberapa bulan pindah di sini, ko bisa tiba tiba kamu di jodohkan,dan yang lebih parahnya orangnya adalah Rangga ?!" Anggi semakin penasaran
"Hem,makanya, kalau benci yang sewajarnya saja, jadi Jodoh kan !? hahahaa" Celetuk Tika, ia merasa lucu dengan nasib Rena
Rena dan Anggi menatap Tika dengan ekspresi dingin
"Iya, iya, maaf !" Ucapnya
"Aku juga belum tahu, kapan semua ini terencana, aku taunya sewaktu orang tuaku mengajakku makan malam bersama dengan rekan bisnis mereka,yang tidak lain adalah Orang tua Rangga.
Dan aku sama terkejutnya dengan kalian, mengetahui kalau aku akan di jodohkan dengan Rangga !" Rena mencoba menjelaskan
"Tapi, kalian belum tunangan kan ?" Anggi mencoba memperjelas
"Belum !" Jawab Rena
"Hmmp, syukurlah ! Anggi bernafas lega
Lagian ya Ren, kalau Monica tahu tentang hal ini, aku tidak bisa membayangkan, entah apa yang akan dia lakukan denganmu !" Imbuhnya
"Hem, bener tuh !!" Sahut Tika
Mereka bertiga akhirnya terdiam, namun suara ketukan pintu segera menyadarkan mereka.
"Non, ini minumnya !"
"Oh, iya bi, taruh di situ saja !"
"Non, apa non tidak membutuhkan yang lain lagi ?" Tanya Bi Hanum asisten rumah Rena
"Oh, Tidak Bi, terima kasih ya ?!"
"Iya non !" Senyum Bi Hanum kemudian pergi dan menutup kembali pintu kamar Rena.