Lost Love In Bloom Again

Lost Love In Bloom Again
Pesta Topeng



Terlihat satu persatu para tamu memasuki aula gedung yang berada di sekolah mereka juga.Sengaja Rangga memilih gedung sekolah untuk menyelenggarakan pesta, karna pesta ini bertujuan untuk mempererat pertemanan mereka selama Tiga Tahun terakhir dan malam ini adalah yang menjadi malam perpisahan mereka sebagai murid SMA Tunas Bangsa.


Seorang lelaki terlihat naik ke atas panggung dengan stelan kemeja putih di lengkapi jas rompi berwarna hitam,walaupun ia memakai topeng, tapi tak ada yang tak bisa mengenalinya.Ya, dia adalah Rangga, dari postur tubuhnya yang tinggi walau agak sedikit kurus, tak merubah fakta bahwa ia tampil dengan sangat mempesona mamalam ini.Selama ini Rangga hanya akan selalu tampil dengan memakai pakaian yang berantakan, entah celananya yang sobek atau kaos yang tak berlengan dan belum lagi rambut yang selalu acak di tambah sendal jepit yang menjadi favoritnya.


"Selamat malam semuanya, pertama tama, saya ingin berterima kasih untuk para guru guru kami, yang tak pernah lelah mendidik kami selama ini. Dan saya meminta maaf yang sebesar besarnya pada Ibu Kepala Sekolah kami yang tercinta, maafkan saya karna selalu membuat Ibu stres !"


Semuanya tertawa lepas mendengar penuturan Rangga.


"Sepertinya teman teman semua telah hadir malam ini, saya sangat berterima kasih atas kedatangan kalian, malam ini saya sengaja membuat acara dengan bertemakan Topeng.Karna saya ingin melihat apakah dengan topeng kalian akan tetap mengenali satu sama lain. Seperti yang kita ketahui,kita tumbuh dan belajar bersama di sekolah ini selama tiga Tahun lamanya. Saya hanya ingin ada kesan yang mendalam buat para teman teman untuk malam yang terakhir ini.Entah sebagai Teman,Sahabat ataupun sebagai seseorang yang Spesial."


Detik berikutnya " Sedikit pesan buat teman teman Jangan pernah menilai seseorang dari penampilan ataupun karakter. karna bisa jadi itu semua hanyalah sebuah Topeng yang sengaja ia pasang untuk menutupi Kelemahan ataupun Kekurangannya."


Detik berikutnya" Sepertinya saya terlalu banyak bicara malam ini, mari kita mulai acara ini dengan penampilan yang pertama dari...." Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan kata katanya "saya sendiri."


Semuanya kembali lagi tertawa dengan lelucon Rangga, lalu di susuli tepuk tangan yang meriah.


Song (Shela on7)🎤🎤


Hari telah terganti


Tak bisa ku hindari


Tibalah saat ini bertemu dengannya


Jantungku berdegup cepat


Kaki bergetar hebat


Akankah aku ulangi merusak harinya


Mohon Tuhan


Untuk kali ini saja


Beri aku kekuatan


Tuk menatap matanya


Mohon Tuhan


Untuk kali ini saja


Lancarkan hariku


Hariku bersamanya


Hariku bersamanya


Kau tahu betapa aku


Lemah di hadapannya


Kau tahu berapa lama


Aku Mendambakannya


Tuhan tolonglah (beri kesempatan)


Tuhan tolonglah


Penampilan Rangga di akhiri dengan tepuk tangan yang meriah


"Terima kasih." Ucapnya dan menuruni anak tangga


Selanjutnya disusuli beberapa penampilan lainnya, menunjukkan bakat mereka masing masing. Setelahnya mereka mulai mencicipi berbagai makanan dan cemilan,yang pastinya tak ada alkohol untuk malam itu.Detik,menit dan jam terus berlalu, kemudian mengakhiri acara dengan pesta dansa yang di ikuti oleh para guru guru.


Pada awalnya Rangga berpasangan dengan Bu Rika, semua hanya bisa tertawa melihat bagaimana Rangga harus menyeimbangi dirinya dengan sang guru yang berbobot 80 kg. Kalau dilihat mereka seperti angka sepuluh,yang satu kurus dan yang satunya lagi bulat.


Di sisi lain disudut ruangan, terlihat seorang gadis cantik dengan gaun terbuka tanpa lengah dan rambut yang dibiarkan terurai ke samping tengah asik menikmati minuman yang ada di tangannya,sesekali melirik ke arah Rangga dan tersenyum kecil


"Hmmp dia memang konyol"Lirihnya


"Apa barusan kau mengatakan sesuatu ?" Tanya Tika


"Aah tidak !"Jawabnya mencoba menutupi


"Apa kau ingin berdansa denganku ?" Tanya seorang lelaki yang tiba tiba muncul dari arah belakang


"Wah, tampannya.." Seru Tika saat melihat Arka yang memakai kemeja hitam senada dengan jasnya


Rena hanya bisa tertawa melihat Tika yang tertegun mangap melihat penampilan Arka.


"Hey, awas tu mulut kemasukan laler !"


"Ah, Rena, kau mempermalukanku !" Gerutu Tika yang sudah tersadar


"Maaf Arka, aku tak bisa berdansa, bagaimana kalau kau mengajak Anggi saja !?"


Anggi yang terlihat acuh sambil meminum minumannya tiba tiba tersedak mendengar ucapan Rena


"Ukhuk, ukhuk,apa kau ingin mempermalukan semua sahabatmu malam ini ?!"


"Maaf Anggi, apa kau baik baik saja ?" Sambil menyodorkan tisu


Anggi meraihnya


"Ya, aku baik baik saja !"


"Aku akan mengajarimu" Sahut Arka


"Hmmp sepertinya aku tak bisa menolakmu malam ini !"


Arka tersenyum dan mengulurkan tangannya dan sedikit membungkuk, dan Rena pun menyambutnya.


Mereka mulai berdansa, namun belum berapa lama mereka memulainya, Bu Rika langsung memisahkan mereka.


"Oh murid kesayanganku, kau terlihat sangat tampan malam ini, mau kah berdansa dengan ibu ?!" Ajak Bu Rika


Arka gelagapan ketika Bu Rika tiba tiba datang menghancurkan kesenangannya. Rangga yang sengaja melepaskan Bu Rika hanya bisa tertawa melihat ekspresi Arka


"Rena, apa kau bisa berbagi dengan Ibu ?!"


"Oh, tentu saja !" Jawab Rena dengan senyum kemudian melepaskan pegangannya pada Arka


Rena kemudian menatap Rangga yang perlahan mendekatinya, membuatnya terasa sedikit canggung, walau bagaimanapun ini adalah malam pertama mereka resmi berpacaran.Namun ketika pipinya yang tengah asik merona seketika lenyap dan tertegun di tempatnya, Rangga hanya melewatinya dan meraih tangan seorang wanita yang berdiri tepat di belakangnya.


"Apa aku boleh berdansa denganmu ?" Tanyanya


"Ra-Rangga.. tentu saja !" senyum wanita itu yang tak lain adalah Monica, ia terlihat seksi malam itu


Rena hanya bisa mengepalkan kedua tangannya, ia merasa sangat memalukan. Ia kemudian berbalik menuju ke kedua sahabatnya.


"Ada apa Ren ?" Tanya Anggi


"Ah, tidak, aku hanya sedikit pusing, aku akan ke toilet sebentar !"


"Em baiklah !"


"Rangga !" Ucap Monica


"Ya ?!"


"Apa kau sengaja melakukan ini ?"


"Apa maksudmu ?"


"Aku tahu, kau sengaja ingin membuat Rena cemburu kan ?!"


Rangga hanya tersenyum kecil mendengar tanggapan Monica


"Dasar gadis bodoh, kau terlalu banyak berfikir, bagaimana mungkin aku sengaja melakukannya padamu ? kau adalah sahabat terbaikku. Apa aku tidak bisa berdansa denganmu ?!"


"Oh, kalau begitu maafkan aku !"


"No problem !"


Di sisi lain, Rena hanya bisa melampiaskan kekesalannya lewat cermin.


"Mengapa kau begitu terlalu bodoh ! ingat, kau hanya terpaksa berhububgan dengan dia. Lagian apa bagusnya dia ? walau malam ini dia terlihat sangat menawan, bukan berarti itu merubah fakta bahwa dia seorang lelaki yang berotak mesum !" Ia terus memaki dengan suara lirihnya


"Apa kau sedang menghafalkan naskah ?" Tanya seorang wanita yang tiba tiba berdiri disampingnya membuatnya terkejut


"Ah, Sasya ? sejak kapan kau berada disini ?" Rena terlihat salah tingkah


"Baru saja !" Sambil memperbaiki lipstiknya


"Apa barusan kau mendengarku ?!" Tanya Rena sedikit menyelidiki


"Hahaa jangan khawatir, aku tak terlalu mendengarnya !" Jawab Sasya dengan tertawa lucu melihat ekspresi Rena


"Apa kau akan tetap disini menjadi penghuni kamar mandi ?!" Tanya Sasya yang sudah membalikka badannya ingin pergi


"Ah, sedikit lagi, aku akan keluar !" Jawab Rena sedikit terbata


Rena terlihat santai melangkahkan kakinya menyusup di antara kerumunan, dan seseorang tiba tiba menarik lengannya


"Hey.. !" Ia sedikit terkejut,namun tak ada waktu untuk melawan, Rangga sudah terlanjur memegang pinggangnya dengan tangan yang lainnya menarik bahu miliknya


"Apa yang kau lakukan !"


"Kenapa ? aku hanya ingin berdansa dengan pacarku dan juga calon istriku !" Senyum Rangga dengan bangga


"Sssst pelankan suaramu, aku tidak ingin ada yang mengetahui tentang perjodohan kita !" Sambil melirik ke kanan dan kirinya


"Mengapa ? apa kau malu bila dijodohkan denganku ?!"


Rena segera menginjak sepatu Rangga


"Aaw.. !" Ringkih Rangga


"Sudah ku katakan pelankan suaramu !"


"Ok, ok ! sekarang jawab pertanyaanku, darimana kau tadi ?!" Tanya Rangga pelan


"Apa urusanmu ?!" Rena sedikit jutek


"Tentu saja menjadi urusanku, sekarang kau adalah pacarku, aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu denganmu !"


"Hem," Rena tertawa kecil


"Apa kau ingin mengatakan bahwa kau khawatir padaku ?!"


"Tentu saja !"


"Hahaa kau terlalu pandai merayu, tapi sayangnya aku sama sekali tidak tertarik !"


"Tapi aku sedang tidak merayumu !"


"Lantas ?!"


"Aku serius padamu !"


"Benarkah ?! tapi beberapa waktu yang lalu kau mempermalukanku !?"


"Oho.. sepertinya kau cemburu ! apa kau cemburu karna aku lebih dulu mengajak Monica berdansa dari pada kamu ?!" Rangga tersenyum


Rena hanya bisa terdiam, ia merasa dirinya terjebak dengan pertanyaannya sendiri


"Tenang saja, aku hanya ingin berdansa dengan teman kecilku sebelum menghabiskan waktuku dengan kekasihku !" Bisik Rangga di telinga Rena, dan memutar tangannya membuat Rena ikut berputar kemudian menangkapnya.


Dan Acara Selesai


Mereka masih saling menatap mata satu sama lain.Rangga perlahan membuka topeng Rena dan terlihat pipi yang putih itu mulai memerah merona. Rangga tersenyum puas melihat raut wajah Rena seperti itu, sepertinya malam ini ia merasa telah berhasil membuat hati Rena bergetar.


Namun ada beberapa pasang mata yang menatap sinis dan iri melihat pemandangan itu, tak terkecuali Anggi dan Tika yang hanya bisa terkesima melihat pasangan itu.


"Wah, sepertinya mereka adalah Ratu dan Raja malam ini." Ucap Tika sambil menggenggam erat kedua tangannya di dada merasa gemas dengan pasangan di depannya yang terlihat sangat romantis.


•••


Di luar gedung, terlihat para tamu undangan meninggalkan gedung itu satu persatu


"Halo bund,?"


"Rena, pulangnya sama Rangga aja yah, Bunda mau kerumah tante Nisa, dan Ayah kamu masih di kantor. Jadi pak Joko harus nganterin Bunda dulu !"


Rena tak ingin banyak bertanya, karna ia sangat tau kalau semua itu hanya alasan agar dirinya bisa pulang bersama Rangga.


"Kalau begitu Rena naik Taxi aja !"


"Jangan sayang, Bunda takut terjadi sesuatu denganmu ! Sama Rangga aja ya !?"


"Tapi.. "


Tut, telfon terputus


"Ada apa Ren ?" Tanya Anggi


"Ah, itu.. sepertinya aku harus mencari Taxi !"


"Ikut sama aku aja gimana ?!" Ajak Anggi


"Tapi arah Rumah kita kan berlawanan !"


"Tidak mengapa, aku bisa mengantarmu lebih dulu !"


"Bagaimana jika aku mengantarmu ?!" Tanya Arka yang tiba tiba muncul di antara mereka


"Ah,itu.. aku.. aku akan memesan Taxi !" Ucap Rena terbata,ia sangat ingin menjaga perasaan Anggi


"Kau akan sendiri disini jika menunggu Taxi !" Sahut Tika


"Benar Rena, akan lebih baik jika Arka mengantarmu !" Timpal Anggi


"Tapi.. !" Rena sedikit ragu


"Apa kau takut aku melakukan sesuatu padamu ?! tenang saja, aku tidak akan memakanmu !" Ucap Arka sedikit tertawa


"Eh bukan,aku tidak bermaksud seperti itu !"


"Kalau begitu, tak ada alasan untuk menolak !" Ucap kembali Arka sambil menarik tangan Rena


Rena hanya bisa menatap pasrah ke arah Anggi dan Tika.Baru berapa langkah ia meninggalkan tempatnya, Rangga tiba tiba datang dan menarik paksa Rena,membuat Rena terbentur di dada bidang miliknya.Tak ingin melepas kesempatan, Rangga langsung memeluk erat Rena dengan satu tangannya tak membiarkan Rena bergerak.


"Apa yang kau lakukan !" Seru Arka,ia terlihat sangat geram dengan perlakuan Rangga


"Sekarang apa yang akan terjadi" Bisik Tika pada Anggi


"Kenapa ?! Sepertinya kau harus lebih banyak belajar sopan santun, kau tahu kalau Rena adalah calonku, mengapa kau selalu saja mendekatinya ?!" Ucap Rangga dengan nada sedikit meledek


"Tapi, bukankah Rena sudah mengatakan, kalau dia tidak ingin bersamamu ?! aku rasa kau harus sadar diri !"


"Hahahaa.. Apa kau tidak percaya pada waktu ? kelihatannya kau terlalu percaya diri ! apa kau fikir Rena akan terus menolakku ?!"


"Apa maksudmu ?"


Rangga perlahan melepaskan pelukannya pada Rena dan menatapnya penuh makna sambil memegang kedua bahunya.


"Sayang, apa aku harus menjelaskan padanya bagaimana kau menerima cintaku hari ini ?!"


Rena tak bisa berkata apa apa, perasaannya saat itu sperti badai yang sedang berkecamuk.


Arka yang mendengar perkataan Rangga tak bisa lagi memendung emosinya, ia sangat kesal dengan pemandangan yang ada di depannya, tangannya mengepal dengan erat. Dengan cepat ia meraih Rena menjauh dan melepaskan pukulannya pada Rangga


"Arka... " Rena memekik


Rangga yang sudah jatuh tersungkur akibat pukulan Arka, hanya bisa tertawa kecil dan membersihkan darah yang keluar dari sudut bibirnya.


"Rena, aku akan mengantarmu !" Sambil meraih tangan Rena,namun Rena menghempaskan tangannya


"Maafkan aku Arka." Ucapnya, dan segera berlari mendekati Rangga


"Apa kau baik baik saja ?!" Tanya Rena pada Rangga sambil merangkul wajah Rangga dengan satu tangan


Rangga hanya tersenyum kecil melihat kekhawatiran di wajah gadis pujaannya.


"Akhirnya kau mengkhawatirkanku !"


"Kau masih sempatnya tersenyum dan merayu dengan keadaan seperti ini !" Ketus Rena


Arka tak tahu harus berbuat apa, ia sangat kesal, terlebih lagi ia sangat malu pada dirinya sendiri. Tanpa secara langsung Rena telah menolaknya dan memilih Rangga. Ia segera pergi tanpa sepatah kata terucap di bibirnya.Rena segera membantu Rangga untuk berdiri.


Anggi dan Tika yang menyaksikan kepergian Arka segera berlari menghampiri Rena dan Rangga.


"Jadi, apa kau tetap ingin menunggu Taxi atau biarkan kami mengantarmu !" Tanya Tika


"Aku akan pulang bersama Rangga !"


"Apa kau yakin ? dia kan otak mesum !" Tanya Tika sedikit berbisik ke arah Rena


"Hey, apa maksudmu ? jangan fikir aku tak mendengarnya !" Seru Rangga melihat sinis ke arah Tika


"Tidak mengapa, aku percaya padanya !" Ucap Rena, membuat Rangga tertegun sejenak, baru kali ini ia mendengar kalau Rena percaya padanya.


"Baiklah, kalau begitu kita deluan yah ! telfon kita jika dia ingin berbuat sesuatu padamu !" Ucap Tika sedikit memperingati


Rena hanya tersenyum mengangguk, kemudian menatap Anggi yang sedari tadi diam,Rena tahu kalau Anggi mencemaskan Arka.


"Anggi, apa kau baik baik saja ?!" Sapa Rena sambil memegang pundak sahabatnya


"Eh, iya, yuk Tik.. !" Jawab Anggi dan mengajak Tika


•••


Di dalam mobil