
Entah sudah berapa hari para reporter terus berjaga di depan bangunan Rumah Sakit tersebut, dengan satu harapan mereka akan mendapat atau bertemu orang yang mereka cari walau hanya sekali.
Namun penantian mereka tak kunjung tiba. Tak ada respon entah dari kedua pihak yang terlibat skandal,maupun pimpinan dari rumah sakit tersebut yang tidak lain adalah Orang Tua Arka. Hingga para staf juga di larang memberi komentar apapun.
Yang mana situasi ini membuat para pekerja Rumah Sakit sedikit resah karna membuat pergerakan mereka sedikit terbatas untuk mengakses jalan keluar masuk Rumah Sakit.
Namun hal ini tidak hanya terjadi di sekitaran Rumah Sakit. Gedung yang bertingkat menjulang tinggi dengan megahnya, membuat siapa saja yang melihatnya akan mengaguminya pun saat ini mengalami situasi yang sama.
Entah sampai kapan para Reporter itu akan terus menunggu, seakan mereka tidak mengenal dengan kata menyerah.
Membuat sang CEO yang sangat di segani, harus mengambil sebuah tindakan yang sedikit akan membantu masalah kedua anaknya.
"Halo Ms.Nara !" Sapa Jaya dengan telfon di tangannya.
"Halo Tuan Atmajaya ! senang bisa mendapat telfon darimu !"Jawab seorang wanita di balik telfon.
"Sudah berapa lama kita tidak mengobrol ?" Tanya Jaya sedikit santai namun masih terdengar mengandung makna disetiap ucapannya.
Ya, Ms.Nara adalah salah satu Reporter senior yang terkenal dengan berita-beritanya dan tentu dengan segala pertanyaannya yang mengandung wah bagi setiap orang yang di wawancarainya.
Dan tentu saja, tidak ada yang berani mengupas kisah hidup keluarga besar seperti keluarga Atmajaya kecuali dirinya.
Terdengar suara kekehan kecil dari seberang telfon.
"Sepertinya sudah sedikit lama.
Mengapa aku merasa bahwa Tuan Atmajaya akan mengundangku ?!" Imbuhnya.
"Kau selalu bisa membaca fikiranku !" Ucap Jaya.
"Hahaa.." Tawa Nara dengan anggun.
"Baiklah, kali ini aku yakin aku akan mendapatkan pernyataan yang berharga !" Ucapnya dengan yakin dan mantap.
"Tergantung dari bagaimana pertanyaanmu, aku yakin saat ini kau pasti sudah memiliki beberapa pertanyaan !"
"Tentu saja ! aku sudah menunggu kesempatan ini sejak beredarnya foto putri Raehana yang menggegerkan dunia maya !"
"Baiklah, sekertarisku akan memberikanmu informasi lebih lanjut !" Ucap Jaya tidak ingin berlama-lama lagi.
"Baik Tuan ! Senang bisa mendapat telfon langsung darimu !"Ucap Nara.
Kemudian telfon terputus.
•••
Pukul 14.00.
Kediaman Atmajaya.
Seperti yang di janjikan, saat ini Nara telah duduk bersampingan dengan Atmajaya dengan meja kecil sebagai perantara mereka. Beberapa set sudah di atur dengan sangat baik.
"Kamera Roll On." Ucap sang JurKam sembari mengangkat jempol memberi isyarat jika mereka sudah bisa memulai percakapannya.
Kamera menyoroti Nara.
"Selamat siang ! kembali lagi dengan saya Nara Friska.Kali ini dengan tema Di Balik Layar Sang CEO" Ucap Nara membuka acara.
Acara itu di tayangkan secara live di salah satu acara TV Suasta.
Kali ini saya berada di kediaman salah satu pengusaha sukses yang juga akhir-akhir ini telah sukses mencuri perhatian masyarakat di kota ini." Lanjut Nara sedikit memberi bumbu pada pembukaan acaranya.
Beliau adalah seorang pengusaha sukses yang bisnisnya mampu merambat hingga ke manca negara. Atmajaya Grade Lion. Penerus ke tiga Lion Group dan CEO utama Royal AT Corporation." Imbuhnya.
Kali ini kamera menyoroti keduanya.
"Selamat siang Pak Atmajaya !" Sapa Nara dengan senyum.
"Siang !" Jawab Jaya santai namun tegas dan berwibawa.
"Bagaimana kabar anda hari ini ?!" Tanya Nara sedikit berbasa-basi.
"Saya rasa itu bukanlah pertanyaan yang tepat untuk saat ini !" Ucap Jaya mendominasi suasana.
Namun demikian saya menghormati pertanyaan anda." Lanjutnya dengan sedikit senyum
Saya baik, namun juga sedikit tidak baik !" Imbuhnya sedikit berkelakar namun terdengar mengandung makna.
"Ooh baiklah,," Jawab Nara dengan senyum.
Sepertinya saat ini anda memiliki suasana hati yang sedikit mendominasi." Imbuhnya berterus terang.
"Saya tidak tahu harus bertanya dari mana, karna di pertemuan sebelumnya, saya sudah pernah mewawancarai anda tentang kehidupan dan latar belakang keluarga anda. Namun kali ini sedikit berbeda dan saya berharap anda bisa memberi saya jawaban yang menyenangkan seperti sebelumnya."
Mereka berdua tertawa.Namun memiliki makna yang berbeda.
"Seperti yang kita ketahui, Putri Raehana adalah putri semata wayang atau anak tunggal dari Bapak Atmajaya dan Ibu Maharani.Dan baru-baru ini juga mendapatkan gelar sebagai dokter wanita terbaik di kota ini.
Pertanyaannya, apakah nantinya Putri Raehana akan tetap menjadi penerus Royal AT Corporation ? dan bagaimana dengan kariernya sebagai seorang dokter ?!"
"Selama ini semua orang tentu mengetahui bahwa saya dan istri saya hanya memiliki satu orang penerus dan itu adalah putriku Raehana. Yang sebenarnya kami masih menyimpan rahasia keluarga kami.
Sebelumnya saya meminta maaf untuk putraku Rendy Vikra karna untuk sekian lama telah menutupi identitasnya dari publik !"
Nara sedikit terkejut mendengar ada nama lain yang ucapkan CEO tersebut. Sebelumnya ia tidak tahu kalau dia akan mendapatkan sebuah rahasia dari wawancara eksclusifnya kali ini.
Baru pertanyaan pertama,tapi sudah di buka dengan sebuah rahasia.
"Maaf jika saya menyela,namun saya tidak bisa menahan diri atas keterkejutan saya dan mungkin mewakili dari pertanyaan sekian banyaknya masyarakat yang menyaksikan acara ini.
Siapa Rendy Vikra ? dan mengapa identitasnya tertutupi ?!" Imbuhnya.
Jaya tersenyum.
Aku mengangkatnya sebagai putra sebelum kelahiran putriku Raehana. Dan ada alasan mengapa selama ini aku menutupi indentitasnya." Terang Jaya.
"Apa saya boleh tahu ? mengapa ?!"
"Ini masalah bisnis dan keluarga !" Ucap Jaya singkat. Namun dapat di mengerti oleh Nara dengan nadanya berbicara.
"Baiklah, saya sangat senang karna bisa mendengar langsung rahasia di balik keluarga ini dan menjadi orang pertama yang mendengarnya langsung dari anda." Ucap Nara sedikit terkekeh mencoba menormalkan suasana.
"Jadi kita telah mengetahui bahwa saat ini anda memiliki dua penerus. Lalu siapa yang akan menduduki singga sana Royal AT ?!" Tanya Nara.
"Mungkin ini akan mengejutkan beberpa pihak. Karna sebelumnya saya belum pernah membahas hal ini di pada beberapa dewan direksi di perusahaan saya. Namun demikian, saya perlu mengumumkan yang akan menjadi penerus Royal AT selanjutnya, saya akan menunjuk anak tertuaku. Rendy Vikra !"
Nara lagi-lagi terkejut dengan jawaban yang ia terima, bagaimana mungkin ada orang seperti Jaya ? bagaimana bisa ia memberikan perusahaan miliknya kepada seseorang yang berstatus anak angkat ?
Dan tentu saja masyarakat yang mengikuti acara tersebut juga sama terkejut mendengarnya.
"Lalu, bagaimana dengan putri Raehana ? bukankah ini sedikit tidak adil baginya karna dia memiliki posisi penerus sah dari Royal AT ?"
Jaya tertawa kecil.
"Seperti itulah dirinya !" Ucapnya singkat.
Tidak ada yang mengenalnya lebih baik dari diriku, sejak kecil saya berusaha mengajarkannya nilai-nilai dari berbisnis, saya bahkan sering mengajaknya pergi ke acara sosial saat berumur 15 tahun, semua itu saya lakukan agar dia bisa mengenal dunia bisnis yang telah menjadi turun temurun dari keluarga kami."
Jaya kemudian meraih sebuah album foto usang dan memperlihatkan foto-foto Rena yang masih muda namun sudah banyak berfoto bersanding dengan pengusaha-pengusaha sukses lainnya.
Kamera menyorotinya.
"Wah, dia terlihat sangat berani di foto ini !" Ucap Nara menyanjung dengan fakta yang ada.
"Dia memang sangat berani. apalagi bersosialisasi dengan orang lain sejak umur seperti itu. Dan bukan hanya berani, dia juga sangat pintar mengambil hati dari klien, membuat orang-orang semakin senang bekerja sama denganku !" Ungkap Jaya.
"Wah, bisa dibilang dia adalah kunci dari kesuksesan Bapak saat ini ya..!" Ucap Nara berkelakar.
Jaya tersenyum.
"Dengan pengetahuan seperi itu, apa yang membuatnya rela menyerahkan posisinya pada saudara angkatnya ?!" Tanya Nara.
"Ya,awalnya saya juga menyayangkan hal itu. saat dia berumur 17 tahun, dirinya telah memiliki keinginannya sendiri untuk menjadi seorang dokter ! Dan tentu saja keputusannya saat itu sangat berat untuk saya terima.
Beberapa kali saya mencoba untuk merayunya untuk kelak mengambil alih perusahaan tapi dia terus menolaknya. Hingga akhirnya saya menyadari kalau saya tidak bisa memaksakan keinginan saya pada anak saya."
"Waw !! anda bukan hanya seorang pengusaha yang hebat, tapi juga seorang ayah yang hebat untuk anaknya !" Sanjung Nara.
Saya jadi ingin tahu apa yang di ucapkannya saat itu hingga anda menyerah dengannya ."
"Dia selalu mengatakan Aku ingin menjadi seorang dokter ! kalau aku jadi dokter, Aku akan terus merawat Ayah hingga Ayah berumur panjang dan tidak perlu ku gantikan. Ayah bisa terus menjalankan bisnis hingga cucumu bisa mewarisinya !."
Nara tertawa mendengar jawaban itu.
"Bukankah itu sangat lucu ?!" Ungkapnya.
"Begitulah, sampai dia benar-benar mewujudkan keinginannya dan menjadi dokter saat ini. Dan bahkan telah mendapatkan gelar dokter wanita terbaik tahun ini. Jujur saya tidak pernah menyangka akan hal itu." Ungkap Jaya.
"Dan ini yang membuat anda memutuskan untuk mewariskan Royal AT pada Rendy !?" Terka Nara.
"Ya !" Jawab Jaya mantap.
Jeda.
Beberapa menit kemudian.
"Akhir-akhir ini masyarakat telah di hebohkan dengan berita dimana Putri Raehana melakukan skandal dengan teman sesama kerjanya di salah satu Rumah Sakit. Bagaimana tanggapan anda dengan berita ini ?"
"Pertanyaan ini biarkan dia yang menjawabnya." Jawab Jaya tegas.
Nara sedikit tersenyum simpul.
"Bukankah anda adalah Ayahnya ? apakah anda akan menutup mata melihat kasus yang menimpa putri Raehana ? dengan kekuatan yang anda miliki saat ini, bukankah tidak sulit untuk bisa menutup kasus ini ?" Pancing Nara.
Jaya tergelak.
"Hahahaa saya bukan tipe orang yang seperti itu. saya tidak akan pernah bermain kotor dan akan melakukan apa saja untuk anaknya ! Jika dia salah, maka dia harus bertanggung jawab atas kesalahannya." Ungkap Jaya, walau menyampaikannya dengan tertawa namun tidak bisa ditutupi kalau dia sedikit mengintimidasi dari pertanyaan Nara.
Nara yang mengerti segera meminta maaf karna telah menyinggung perasaan Jaya. Ia tahu apa akibatnya jika berani menyinggung orang yang ada di sampingnya tersebut.
"Sejak kecil saya telah mengajarinya agar bertanggung jawab atas apa yang di ucapkan atau apa yang dilakukannya. Setiap tindakan akan ada konsekuensi yang harus di bayar. Dan saya menanamkan prinsip itu padanya dan juga Rendy !"
Yang bisa saya katakan saat ini adalah, Saya percaya padanya dan dia akan membuktikannya." Ucapnya lantang.
"Apa maksud anda putri Raehana akan segera memberikan klarifikasi atas kasusnya tersebut ?!" Tanya Nara.
"Ya dia pasti akan melakulannya !" Jawab Jaya penuh kepastian.
"Baik. Saya masih memiliki beberapa pertanyaan terakhir yang mungkin juga akan mewakili dari pertanyaan sebagian masyarakat.
Sebelumnya kita semua tahu bahwa putri Raehana pernah bertunangan dengan Rangga Aberald, penerus dari JA Group 5 tahun yang lalu ! Namun tiba-tiba saja Rangga Aberald menikah dengan wanita lain. Apa yang sebenarnya terjadi ? dan apastatus mereka saat ini ? mengapa Rangga Aberald kembali terlibat dalam kasus ini ?" Cecar Nara tidak ingin membuang kesempatan.
Raut wajah Jaya tiba-tiba berubah sedikit tegang dan mengintimidasi. Membuat Nara bisa tahu kalau pertanyaannya kali ini mungkin akan membuatnya sedikit terkena masalah.
"Semua pertanyaan Ms.Nara kali ini akan terjawab dari artikel yang akan segera di rilis dari agen kami !" Jawab Jaya sedikit tegas.
Nara hanya bisa menganggukkan kepalanya mengerti. Ia kemudian sedikit tertegun menatap pria yang menjawab segala pertanyaannya saat ini.
Tidak bisa di pungkiri bahwa dirinya terpesona dengan ketegasan dan kepribadian milik CEO ternama itu. Dan itulah karisma dari seorang Atmajaya Grade Lion.
Hingga akhirnya mereka menyudahi perbincangan itu dengan berkeliling ruang kerja milik Atmajaya memperlihatkan foto-foto usang yang tergantung di dinding dan beberapa prestasi-prestasi yang telah di dapatkannya juga prestasi Rena dan Rendy telah berjejer rapi di ruangan itu.
Dan Acara yang selalu menjadi acara no satu di chanel televisi itu akhirnya berakhir, menjawab sedikit keraguan dan mengubah sedikit pandangan di hati masyarakat.