
Tak terasa malam tiba,di Kediaman John Abelard.Keluarga itu terlihat asik menyantapi hidangan makan malam.
"Mah, tumben mamah masak banyak,enak lagi !"Sahut Rangga mencoba merayu
"Hmmmp, semua ini dari Ibu Rani, Bunda Rena !" Jawab Mariah
Ehek ehek
Rangga tersedak mendengarnya.
"Pelan pelan makannya sayang !" Ucap Mariah sambil menyodorkan segelas air putih
"Enak yah mah ! wah, kalau Rangga dan Rena benar benar jodoh, kita bisa makan enak terus nih !?" John mencoba menggoda Rangga sambil mengedipkan mata ke arah istrinya.
Ehek,ehek,ehek
Ia kembali tersedak.
"Mah,Pah, sudah dong !" Rangga mulai merasa tak nyaman dengan sikap orang tuanya yang blak blakan.
"Oh ya, tadi kamu menanyakan alamat rumah Om Jaya, memangnya ada apa ?" Tanya John kembali teringat
"Mau mengantar Rena pulang pah !" Sahut Mariah
"Loh, kok mamah bisa tau sih ?" Tanya Rangga
"Tadi sebelum Tant Rani nyuruh kamu, beliau sudah meminta izin dulu sama mamah, soalnya katanya dia ada urusan mendadak !" Jelas Mariah
"Terus, kenapa nelfon om Jaya ?" Tanya Pak John
"Habis, aku sudah keliling, tapi Rena tidak ingin memberitahuku alamat rumahnya dimana, jadi Rangga berinisiatif menelfon Papah dan menanyakan langsung dengan Om Jaya!"
"Emm begitu ! memangnya kenapa sih kamu sama Rena ? kenapa kalian bisa sampai tidak akur seperti itu ?!" Tanya Mariah
"Entahlah ! awalnya Rangga suka saja usilin dia, eh malah berkepanjangan !" Jelas Rangga
"Terus, mengapa Rena bisa menjulukimu si otak mesum ?!" Tanya Mariah lebih lanjut
Mendengar itu,John spontan tertawa
"Hahaa apa mah ? otak mesum ?!" Katanya
Rangga, hanya terdiam tak ingin menanggapi pertanyaan Ibunya lagi. Ia segera minum dan beranjak pergi meninggalkan kedua orang tuanya yamg masih tertawa dengan cerita anaknya.
•••
Rangga yang sudah berada di kamarnya memilih berdiri di balkon menghirup udara malam sambil memandangi pemandangan kota, ia mulai teringat dengan kejadian kejadian yang berlalu bersama Rena, sejak awal bertemu sampai saat dimana mereka tak sengaja berciuman. Ya, ciuman yang tak sengaja.Ia Tersnyum mengembang di kedua bibirnya
"Kamu kenapa Ragga ?!" Tanya John yang tiba tiba berdiri tepat di sampingnya mengejutkan Rangga
"Umh, tidak kenapa kenapa pah !" Jawabnya
"Tidak kenapa kenapa, tapi ko senyum senyum sendiri ?!" Goda John
Rangga hanya membisu, sesaat kemudian ia menoleh dan bertanya
"Pah, kenapa bisa Rangga tiba tiba di jodohkan dengan anak Om Jaya ? setahu Rangga, Om Jaya kan baru pindah di kota ini !"
"Em, Papah juga sebenarnya tidak menyangka, kamu inget tidak,saat beberapa bulan yang lalu, Papah dan Mamah meningglakanmu untuk pergi ke AS ?"
Rangga mengagguk, hari itu adalah hari pertama kali ia bertemu dengan Rena.
"Awalnya Papah hanya ingin menyelesaikan masalah di cabang perusahaan disana, dan lawan bisnis Papah ternyata adalah om Jaya, tapi pPapah belum menyadarinya, setelah bertemu langsung, Papah baru sadar kalau lawan bisnis Papah ternyata teman Papah waktu kuliah dulu. Jelasnya
Akhirnya Papah ngajak om Jaya makan malam bersama dan mencoba bernegosiasi, awalnya Papah hanya bercanda akan menjodohkanmu dengan anaknya, namun kemudian Papah sendiri terkejut karna Jaya mengiyakan tawaran tersebut. dan, jadilah kalian di jodohkan !" Imbuhnya
"Jadi sebenarnya, perjodohan ini di dasari oleh bisnis papah ?!" Rangga terlihat kesal
"Sebenarnya begitu, tapi ada alasan lain kenapa Papah ingin menjodohkanmu dengan Rena !" Sambil menepuk pundak Rangga
Rangga menatap Ayahnya dengan bingung
"Nanti kamu juga akan tahu sendiri." Ucapnya dengan senyum penuh arti
"Tapi, Apakah Kamu suka sama Rena ?" Tanya John kembali
"Begini, kalu kau memang benar benar suka sama dia, kamu harus membuktikannya dan harus menjadi sesuatu yang Rena tidak bisa menolakmu lagi !"
"Memangnya harus seperti itu pah ?" Tanya Rangga menoleh menatap Ayahnya
"Hmm ! apa kau tahu, dulu waktu Papah menyatakan perasaan Papah ke Mamah kamu, Papah langsung di tolak mentah mentah !"
"Terus ?"
"Tapi, walaupun Papah udah di tolak beberapa kali, itu tidak membuat Papah putus harapan, Papah masih ingin memperjuangkan cinta Papah, apa pun yang Mamah kamu sukai,Papah juga akan mencoba melakukannya."
"Apa Papah tidak malu ? Mengejar Mamah Seperti itu ? bukankah itu terlalu obsesi? ?!"
"Kalau cinta sudah bicara,tak ada kata malu lagi dalam kamus memperjuangkan cinta,harus pantang menyerah,kalau kamu yakin dia benar benar cinta sejati kamu !"
"Jadi Pejuang Cinta dong !"
Hahahahaaaa mereka berdua akhirnya bisa tetawa lepas setelah sekian lama.
"Kalian lagi menceritakan Mamah ya ?" Seru Mariah dari belakang
Rangga dan Ayahnya saling menatap dan tersenyum penuh makna.
John segera mendekati itrinya dan memeluknya dengan hangat dan mengecup keningnya, Rangga yang melihat keromantisan Orang Tuanya hanya tersenyum dan memalingkan wajahnya
"Mengapa Mamah kesini ?" Tanya John
"Papah sendiri sedang apa di sini ?"
"Emm, Mamah merindukan Papah ya ?" Tanya John mengalihkan pertanyaan, mencoba menggoda istrinya yang sudah memakai piyama putih.
"Ih, geer, Mamah tadi nyariin papah, mau nanya besok mau pakai dasi warna apa ?Mamah cari di ruang kerja,tapi tak menemukanmu, jadi Mamah inisiatif ke kamar Rangga.
"ekhem,ekhem, romantisnya di kamar mamah papah saja ya ?! Rangga serasa jadi anti nyamuk nih di sini." Sahut Rangga
"Hahaaa, baiklah, yuk mah ?! Ajak John sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Maria
"Apaan sih pah !"Tolak Mariah, ia merasa malu pada anaknya, kemudian mencubit pinggang John Membuat Rangga tertawa
"Ya sudah sayang, Mamah dan Papah kembali ke kamar ya, good night sayang." Sambil mencium kening Rangga dan John hanya menepuk pundak Rangga sebelah
Kemudian mereka berbalik meninggalkan Rangga sendiri.
Rangga yang sudah mendapat petuah dari Ayahnya hanya tersenyum semangat yang penuh arti, ia berajalan menuju kamar dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya,menyikat gigi, kemudian menuju tempat tidur.
Ia mematikan lampu utama dan hanya menyisakan lampu tidur yang di biarkan tetap menyala, Rangga merebahkan tubuhnya di atas kasur dan meraih ponselnya,ia mulai mencari akun Rena di sosmed dan akhirnya ketemu,perlahan ia membuka foto Rena satu persatu dan tersenyum
"(Cantik,Lucu,gemesin)" Gumamnya
Rangga segera tersadar dan menepuk jidatnya sendiri, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"(Apa yang aku katakan? Cantik? lucu? hmm sepertinya aku mulai tidak waras! )"
Rangga melempar Ponselnya ke samping dan memposisikan kedua tangannya di bawah kepalanya sambil menatap langit langit kamarnya
•••
Di sisi lain Rena juga yang baru selesai menyikat gigi dan meminum obatnya, kemudian berbaring di tempat tidur, ia mematikan lampu kamar dan mencoba memejamkan matanya, namun tiba tiba ia teringat kembali dengan kejadian siang tadi.
Saat dirinya dan Rangga saling menatap, mata Rangga yang berkilau selalu terbayang di fikiran Rena membuatnya gelisah tak bisa tidur, hanya megingatnya saja membuat jantung Rena berdegup kencang.
"(hmmmmp perasaan apa ini ? kenapa aku harus memikirkannya ? dan, ada apa dengan jantungku ?)" Rena terus bertanya dalam fikirannya
Ia kembali duduk, mencoba mengatur nafasnya dan meletakkan telapak tangannya di dada, tiba tiba matanya membola
"Akh, jangan jangan ! tidak tidak, itu tidak mungkin terjadi, mana mungkin aku bisa suka dengan si otak mesum itu ! ieeeew !!!"
Ia kemudian menarik selimutnya merebahkan dirinya dan kembali menutupi kepalanya.
Dan, hal yang sama juga terjadi pada Rangga. Malam itu menjadi malam yang sangat singkat buat mereka.
Apakah ini yang di sebut dengan detak jantung yang sama ?