Lost Love In Bloom Again

Lost Love In Bloom Again
Obsesi



Semakin Rena menolak Rangga semakin Rangga terobsesi padanya. Entah perasaan apa itu ? ia selalu merasa kesal jika Rena tidak menanggapi perasaannya dan menolak segala keinginannya.


Rangga yang masih terdiam dalam kekesalannya,merebahkan badannya di atas kasur dan memilih tidur. Hingga membuatnya melupakan janji temunya bersama Monica.


Jam 17.00 Arka sudah tiba di depan pintu rumah Rena. selang waktu setelah menekan bel rumah,sosok wanita yang tak lain adalah Rani ibu Rena membuka pintu dan mempersilahkan Arka masuk dan duduk di sofa ruang tamu.


"Sebentar ya Arka, sepertinya Rena ketiduran !" Kata Rani meninggalkan Arka sendiri


"Bi, ambilkan minum buat teman Rena !" Perintah Rani


"Baik Nyonya !"


Rani melangkahkan kakinya menaiki anak tangga satu per satu menuju kamar Rena.


"Sayang, bangun !!" Sambil menepuk pelan bahu Rena


"Emmm, bentar lagi bun!" Dengan suara beratnya


"Bentar giamna ? Bukankah kau ada janji temu dengan Arka ?!"


"Emang sudah jam berapa sih bun ?"


"Tak perlu menayakan jam, Arka sudah menunggumu di bawah !"


Rena terkejut dan segera bangun melompat dari tempat tidurnya, bergegas menuju kamar mandi membasuh wajahnya dan menyikat gigi.


Rani yang melihat putrinya dengan terburu buru hanya geleng geleng kepala.


"Rena, hati hati sayang, lagian Arka tidak akan lari meninggalkanmu !"


"Apaan sih Bunda !!" Sambil memilih milih baju yang masih tergantung di lemari


"Bun, aku pakai baju yang mana ya ?" Tanya Rena


Rangga yang dari tadi mendengar percakapan antara Ibu dan Anak hanya tersenyum geli, sesekali ia menatap ke arah kamar Rena yang belum tertutup rapat. Ia menyaksikan Rena mondar mandir yang hanya memakai celana pendek dan kaos singletnya.


"Udah, pakai yang ini saja !" Sambil mengangkat gaun pendek selutut dengan lengan terbuka berwarna putih


"Tidak,tidak, aku mau nonton bund ! bukan kencan !!" Dengan ekspresi menolak


"Memangnya nanti mau kencan baru boleh memakai baju seperti ini ?!"


"Udah ah, aku pakai celana panjang saja."


Setelah memakai stelannya, Rani membantu menyisir rambut putrinya, sedang Rena memakai riasan.


Akhirnya,semuanya selesai, Rena segera berlari menuruni anak tangga,dan lagi lagi Rani kembali menegurnya.


"Pelan pelan Rena !"


"Iya Bun !"


"Maaf ya nunggu lama !?"Seru Rena


Arka segera berdiri dari tempat duduknya menatap Rena dengan senyum


"Tidak apa apa ! sudah siap ?!"


"Sudah !" Rena mengaggukkan kepalanya


Arka kemudian menghampiri Rani untuk berpamitan.


"Tan, Aku bawa Rena sebentar !"


Rani hanya tersenyum menganggukkan kepalanya tanda menyetujui.


"Bunda, aku pergi yah !?" Sambil mencium pipih Rani


"Hati hati ya, Arka ! titip Rena yah ?!" Rani mengingatkan


"Iya tante !!"


Arka berbalik menuju pintu keluar di ikuti Rena di belakang.Ia kemudian membantu Rena membuka pintu mobil dan mempersilahkannya masuk,lalu berlari kecil menuju kursi kemudi.


Di dalam mobil Arka membantu Rena memasang sabuk pengaman,membuat jantung Rena terasa berdetak lebih cepat, karna mereka cukup dekat bahkan Rena bisa merasakan hembusan nafas Arka yang hangat, belum lagi bau farfum yang sangat menyerbak merasuk hingga ke jiwa.


Rangga menatap Rena yang masih dengan ekspresi menegang di raut wajahnya


"Kamu kenpa ?" Tanya Arka dengan senyum


"Tidak kenapa kenapa !" Jawab Rena gugup


Arka kembali ke posisinya semula, memakai sabuk pengamannya dan menyalakan mesin mobil, kemudian melaju menjelajahi jalanan di Ibu Kota yang sangat padat.


Disisi lain.


Monica yang dari tadi mencoba menelfon Rangga,namun tak ad jawaban.Ia mulai merasa kesal dan frustasi, bahkan ia hampir saja merobek tiket yang sudah ia beli.


Pip Pip..


Suara klakson mobil terdengar dari luar pintu gerbang.


Monica segera berlari mendekati, akhirnya semangtnya kembali, setelah melihat mobil Rangga yang sudah terparkir.


"Maaf ya Mon, aku terlambat !"


"Tidak apa apa, yang penting sekarang kamu sudah ada di sini !" Jawab Monica yang sudah duduk di samping Rangga dan menutup pintu mobil


Rangga segera melajukan mobilnya


•••


Hari itu mereka menonton film Genre Romantic I Still Believe.


Arka dan Rena yang sudah duduk di kursi penonton bagian tengah, sedang Rangga dan Monica duduk di belakang kursi dua baris dari tempat Arka dan Rena duduk.


Karna sedikit terlambat, dan hanya kursi itu yang tersisa.Rangga kembali meminta maaf pada Monica karna keterlambatannya.


"Maaf ya Mon, karna aku, kita jadi dapat tempat bagian belakang !"


Monica hanya tersenyum dan menarik tangan Rangga untuk duduk


Penonton mulai tenang, dan melakukan aktivitas mereka masing masing, ada yang bergandengan,ada yang hanya sekedar berpegangan tangan.dan sebagian haya menikmati pop corn yang berada di tangan mereka.


Dan salah satunya adalah Rena. Sesekali Arka memandangi Rena yang terlalu serius menatap layar lebar yang berada di depannya dan memasukkan pop corn di mulutnya tanpa memperhatikan multnya yang sudah belepotan dengan sisa sisa kecil pop corn yang menempel di bagian bibirnya.


Sedangkan Rangga yang tidak terlalu suka dengan Genre filmnya, terkadang sesekali ia melirik kesana kemari memperhatikan semua penonton yang ada,yang hampir semuanya adalah pasangan.


Tiba tiba matanya tertuju pada Rena dan Arka, Arka yang tengah mengusap bagian mulut rena dan perlahan menyentuh bibirnya.Rena yang terkejut dengan perlakuan Arka hanya menatapnya, kini mata mereka bertemu satu sama lain. Dengan satu tatapan yang tidak bisa di artikan.


Rangga yang melihat pemandangan itu sangat kesal dan mengepalkan kedua tangannya.


Rena yang masih tebawa suasana dengan film yang ia nonton hanya bisa terdiam saat Arka perlahan mendekatkan wajahnya bermaksud ingin menciumnya.


Kali ini jantungnya kembali berdegup cepat. Ia hanya memejamkan matanya, membuat Arka semakin berani mengambil tindakan, dan mendekatkan wajahnya.


Deru nafas Arka yang hangat membuat seluruh tubuh Rena mendadak merinding, ia belum pernah benar benar merasakan ciuman yang sebenarnya.


Ketika tepat bibir Arka menyentuh bibirnya, dengan cepat Rangga batuk dengan sangat keras, seperti seseorang yang terkena batuk kronis,membuat Arka menyudahi keinginannya.


Ukhuuuk ukhuuk uuukhuk !!


"Ada apa denganmu Rangga ?!" Monica bertanya sambil menepuk belakang Rangga yang sudah menunduk. Dengan actingnya,ia mencoba menahan tawa, ia bisa membayangkan,bagaimana wajah sial Arka saat ini.


Semua penonton sangat marah dan resah. Rena yang tersadar merasa malu dengan dirinya sendiri.Ia berpamitan untuk pergi ke kamar kecil, Arka hanya mengangguk dengan senyum paksa.


Rangga yang melihat Rena berdiri dan meninggalkan ruangan juga segera berpamitan pada Monica


"Mon, aku keluar dulu yah ?!" Ukhuk ukhuuuk !!"


"Ya sudah, pergilah ! jangan lama lama, aku memunggumu !" Jawabnya, menutupi wajah kesalnya


Rena yang selalu gugup akan selalu ke kamar kecil, dan hal ini sudah sangat di ketahui oleh Rangga.


Rangga berlari menuju kamar kecil dan berdiri di depan pintu Toilet wanita.


Sedang Rena yang masih berada dalam kamar kecil terus menyirami wajahnya dengan air dan menatap dirinya di depan cermin.


"(Apa yang aku lakukan ? Betapa bodohnya !! )"Rena mengumpat dirinya sendiri.


Namun ia tidak bisa mengelak bahwa sentuhan bibir Arka masih terasa jelas di bibirnya.


Setelah merasa sedikit baikan, Rena melap wajahnya dengan beberapa tisu dan memakai bedak yang ada di tasnya, mengaplikasikan di wajahnya dengan tipis tidak ketinggalan dengan lip gloss nya yang membuat bibirnya terlihat semakin menggoda.


Setelah selesai, Rena menuju keluar,saat ia melangkahkan kakinya keluar


Tiba tiba seseorang menarik lengannya dan dengan cepat menyandarkannya ke dinding.


Rena yang terkejut ingin berteriak namun Rangga segera membungkam mulutnya dengan telapak tangannya.


Rena kemudian menyadari,seseorang itu adalah Rangga, ia mencoba memberontak, namun dengan gesit Rangga menangkap kedua tangannya dan mencengkramnya dengan erat.


Melihat tak ada perlawanan dari Rena, Rangga melepaskan cekramannya


"Apa yang kamu lakukan !!"Rena membentak Rangga


"Seharusnya aku yang menyakanmu, apa yang kamu lakukan dengan Arka ?!" Seru Rangga menatap tajam mata Rena


Rena spontan menutup mulutnya, ia berfikir kalau Rangga sudah menyaksikan semua yang terjadi antara dirinya dan Arka


"Astaga, apa kau menguntitku ?!" Seru Rena, mencoba menutupi kesalahannya


"(apa ini? kenapa aku harus merasa bersalah?!)" Gumamnya


"Kau mencoba mengalihkan topik nona ?!" Tanya balik Rangga dengan serius


Rangga kemudian menempelkan tangannya di dinding, mengungkung Rena di hadapannya. Jantung Rena kembali berdegup cepat terasa ingin melompat dari tempatnya.


("mengapa jantungku harus selalu bertingkah seperti ini, di saat saat seperti sekarang ?!")


Namun ia mencoba menenangkan dirinya.Dan memberanikan diri menatap Rangga


"Sekarang,apa yang akan kau lakukan padaku ?!" Tanya Rena


Rangga hanya tersenyum licik, ia perlahan mendekatkan wajahnya pada Rena, memperaktekkan kembali apa yang baru saja dilihatnya antara Arka dan Rena.


Rena hanya menoleh wajahnya kesamping dengan mata terpejam,ia mengepalkan kedua tangannya dengan erat.


Ketika Rangga telah menyentuh ujung bibir Rena, ia menyudahi dan melepaskannya.


Rangga terus menatap Rena dengan senyum, menurutnya pada saat itu wajah Rena terlihat lebih menggemaskan.


Rena yang menyadari tak ada sesuatu yang Rangga lakukan padanya, ia segera merasa lega dan perlahan membuka matanya.


"Tenang saja, aku tak secepat itu memakanmu, aku hanya tidak ingin kau mengingat bibir lelaki lain selain diriku." Ucap Rangga


Entah setan apa yang merasuki fikiran dan perasaan Rena hingga membuat pipinya merah merona mendengar kata kata Rangga.


Ia segera menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya, melihat posisi Rangga yang sudah agak berjarak darinya,ia berfikir, ini adalah kesempatannya untuk melarikan diri. Namun sayang, Rangga sudah menangkapnya dan menggendong lebih dulu, membawa Rena menuju area parkiran bawah tanah.