
Rangga yang sudah melampiaskan seluruh kekesalannya beranjak pergi meninggalkan tempat yang menyisakan luka untuknya.
Kali ini dia benar benar berbeda, wajah yang selalu ceria, sifat yang selalu membuat onar, kini menjadi Rangga yang dingin.
•••
D dalam kelas,para siswa terlihat gaduh menunggu kedatangan sang guru pengajar. terkecuali Rangga,Rena dan Monica.
Rangga dan Monica yang selalu kompak dan gaduh dalam kelas,kali ini mereka benar benar dingin dan tak peduli. Tika yang melihat aneh tingkah Rena dan kedua sahabat itu, tak bisa menahan mulutnya untuk bertanya.
"Ren !" Sapa Tika
"Emmm !" Sahut Rena
"Apa sesuatu telah terjadi ?"
"Tidak, memangnya apa yang terjadi ?!" Jawabnya menutupi
"Tapi, sepertinya ada yang terjadi antara Rangga dan Monica !" Sambil menopang dagunya
Rena mengangkat wajahnya menatap ke arah Rangga, yang masih terus diam tanpa kata, begitu juga pada Monica.Ia kemudian melihat luka memar di punggung tangan Rangga.
"(Apa yang aku fikirkan ? Mengapa aku harus peduli ? tapi, Akh.. mengapa dia sangat menggangguku !)"
"Melihat mereka seperti itu, bukankah itu hal yang aneh ?!" Tanya Tika yang masih memperhatikan dua sejoli itu
"Apa mereka bertengkar ?" Tika benar benar penasaran
Rena tak menghiraukan pertanyaan pertanyaan Tika sama sekali.Ia berdiri dan pergi menghampiri Rangga.
Monica semakin geram melihat Rena berdiri di sisi Rangga,tapi Rangga mengabaikannya.
Tanpa mengatakan sepatah kata, Rena segera menarik Lengan Rangga,namun Rangga menghempaskan tangannya.
Melihat hal itu semua mata yang ada di dalam kelas saat itu tertuju pada Rangga dan Rena.
Rena masih saja terus mencoba menarik lengan Rangga
"Sebenarnya apa maumu ?" Bentak Rangga
"Aku hanya ingin mengobati lukamu !" Jawab Rena
"Mengapa kau harus peduli ?!" Rangga benar benar tidak mengerti dengan sifat Rena
Rena hanya terdiam, Rena sangat tau kalau Rangga masih marah padanya.
"Apa kau memiliki kepribadian ganda ?" Cibir Rangga
Sisiwi yang mendengarnya tak dapat menahan tawa,sedang Anggi dan Tika masih belum mengerti dengan apa yang di lakukan Rena.
"Terserah, kalau kau ingin mengataiku ! Yang terpenting sekarang kau harus mengobati tanganmu !" Sambil menarik kembali lengan Rangga
Rena membawanya paksa ke ruang UKS
Sesampainya disana, ia menyuruh Rangga duduk,dan dia mempersiapkan segala yang ia butuhkan.
Setelah menyiapkan segalanya, ia kemudian duduk di depa Rangga sambil mengompres tangan Rangga yang masih memar.
Rangga hanya menatap Rena yang memegang tangannya. Rena terlihat sangat terampil dalam merawat luka.
"Sepertinya tidak begitu parah, kau hanya harus terus mengompresnya dan memberinya salep !" Jelas Rena sambil terus mengompres tangan Rangga
Dan kemudian hening
"Mengapa kau harus melakukan ini ?!" Tanya Rangga memecah keheningan
"Entahlah, tapi tanganmu ini benar benar sangat menggangguku !" Jawab Rena
"Apa hanya sebatas itu ?!" Tanya Rangga
"Yap ! tunggu, apa kau berfikir aku melakukan semua ini karna aku mencintaimu ?!" Seru Rena dan menatap Rangga yang sejak tadi menatapnya
Mengapa kau terus menatapku dengan tantapan seperti itu ?!" Lanjutnya
"Apa kau tak bisa memberiku kesempatan ?!" Tanya Rangga
"Dalam hal apa ?!"
"Kalau aku layak untukmu !!" Jelas Rangga
Aku akan membuktikan kalau aku layak untukmu !" Imbuhnya
Rena hanya menatap Rangga dalam diam,kemudian memberikan salep ke tangan Rangga
"Aku serius !!" Sahut Rangga
Namun Rena hanya terus membisu,dia sendiri juga bingung, apa dia harus memberi Rangga kesempatan ? Rena kemudian memberi plaster pada luka Rangga.
setelah selesai ia menyimpan kotak obat dan segera pergi meninggalkan Rangga. Rangga terdiam di tempatnya menatap plaster luka yang ia terima dari Rena. Entah, saat itu dia harus merasa senang atau sedih.
•••
Di dalam kelas terdengar seorang guru menjelaskan materi pembelajaran
Tok tok tok !!!
"Maaf pak, saya terlambat !"
Pak Seno hanya mengangguk setuju, kemudian melanjutkan materinya.
Rena segera menuju kursinya dan duduk, disusuli Rangga dari belakang.Karna Rangga duduk di pojok bagian belakang, dia bisa menatap Rena dengan bebas kapan pun ia mau.
Sedang Arka sendiri, berbeda kelas dengan mereka.
Waktu terus berputar, hingga tak terasa bel bertanda sekolah telah usai berbunyi.Guru meninggalkan kelas lebih dulu, sedang para siswa dan sisiwi merapikan bukunya masing masing.
"Ren,hari ini pulang bareng yuk !" Ajak Tika
"Maaf Tik, hari ini adalah piketku !" Rena menolak dengan senyum
Tika menghela nfasnya kasar
"Hemmm !" Ia terlihat cemberut
"Besok saja, bagimana ?!" Rena mencoba menghibur
"Baiklah, kalau begitu aku dan Anggi akan menunggumu !" Jawab Tika
Anggi menganggukkan kepalanya menyetujui usulan Tika
"Hemmmmp oke oke !
Kalau begitu kita deluan ya !?"
Rena menganggukkan kepalanya dengan senyum,sekarang tinggal Rena dan Mia di dalam kelas itu. Mia adalah salah satu teman Monica.
"Mia, mengapa kamu duduk saja ?! bantuin dong !" Seru Rena dengan kesal
"Kerjakan saja sendiri." Jawab Mia yang hanya fokus dengan ponselnya
"Tapi ini kan pekerjaan kita berdua !" Ucap Rena
"Nih anak benar benar cerewet !" Gerutu Mia
"Makanya, bantuin dong !" Tegas Rena
"Kalau aku tidak mau, kau mau apa ?" Tantang Mia yang sudah berdiri menyilangkan kedua tangannya di dada
"Apaan sih, mengapa kau harus nyolot seperti itu !?" Tanya Rena
Tiba tiba Monica datang dari arah belakang dan menarik rambut Rena
"Aaaw !" Pekik Rena
"Cewe ganjen seperti dia, bagusnya kita apain ya ?!" Tanya Monica pada kedua sahabatnya
Mereka bertiga tiba tiba tersenyum licik, Mia mengeluarkan gunting dari tasnya dan menyerahkannya pada Monica
"Mon, apa yang akan kau lakukan !?" Tanya Rena sedikit takut
"Apa kamu takut ?" Tanya Monica sambil menempelkan gunting itu kewajah Rena dan semakin menarik rambutnya
"Aaaw ! Mon ! jangan becanda yah, ini tidak lucu !!"
"Lucu ? ya, aku rasa ini adalah lelucon yang menarik !" Kata Monica dengan tawa jahat
Rena mulai memberontak ingin melawan,namun Mia dan Siska segera memegang tangannya.
Sreeet
kreeek
Monica milai menggunting rok Rena,ia juga berniat ingin menggunting baju dan rambut Rena.
"Mon, tolong Mon, jangan lakukan ini !!" Ucap Rena mulai meminta
Namun Monica tidak menghiraukannya, baginya ini adalah kesempatannya untuk menyakiti Rena, membalaskan sakit hatinya.
Setelah menggunting semua kancing baju Rena ia bersiap ingin memotong rambut Rena. Tiba tiba
"Monica !!" Suara itu menggema ke seluruh sudut ruangan
Monica terkejut dengan suara itu, dan perlahan menoleh ke arah belakang
"Ra-ng-ga !!" Ucapnya terbata
Rangga segera berjalan ke arah mereka
"Apa yang kamu lakukan ?!" Tanya Rangga dan mengambil gunting di tangan Monica
"Mengapa kamu kembali ? oh, apakah karna perempuan ini ?!" Suara Monica meninggi, kali ini,dia tidak akan berpura pura lagi.
"Apa maksudmu ?" Tanya Rangga
"Aku sudah tahu semuanya Rangga !! Kamu jahat denganku !" Monica memekik tak bisa mengontrol emosinya
"Memangnya, apa yang kau ketahui ?!"
"Kau tidak perlu berpura pura lagi. Kau tahu kalau selama ini aku mencintaimu, tapi kau malah menerima untuk dijodohkan dengannya !" Seru Monica, Air matanya mulai mengalir
Tiba tiba
"Rena !!" Teriak Arka, ia segera berlari mendekati Rena dan memberinya jeket dan menutupi bagian dadanya, tapi roknya ?
Tanpa berfikir panjang Arka segera mengangkat Rena keluar dari ruangan itu, menyisakan Rangga dan Monica beserta kedua temannya.
Rena hanya bisa menangis mengubur wajahnya di dada Arka.
Rangga hanya bisa menatap kepergian Rena dan Arka.Monica terus memperhatikan tatapan Rangga,ia bisa melihat dengan jelas,bahwa ada kecemburuan di balik tatapan Rangga pada Arka,membuatnya benar benar merasa hancur dan frustasi.
Monica meninggalkan Rangga sendiri di ruangan itu, ia pergi bersama kedua sahabatnya. Rangga yang hanya bisa mengepalkan kedua tangannya segera menyusul Monica.
•••
Rena yang sudah duduk di dalam mobil Arka terus menangis, ia merasa malu dengan dirinya. Arka terus mengusap pelan kepala Rena dan menyeka air matanya.
Tiba tiba ponselnya berdering
"Halo Pak Joko ?!" Sambil menahan sesegukannya
"Non dimana ? dari tadi saya menunggu non !"
"Bapak pulang saja deluan, aku ada sedikit urusan dengan temanku !"
"Baiklah, tapi kalau Ibu bertanya, bagimana Non ?!"
"Aku akan memberitahu Bunda !"
"Ya sudah, kalau begitu, Bapak pulang ya Non !"
Tut. Telfon terputus
"Apa kamu sudah baikan ?" Tanya Arka yang masih terus menatap Rena
Rena hanya mengangguk
"Apa kamu bisa membantuku ?" Tanya Rena
"Tentu saja, katakan, apa yang harus aku lakukan ?!"
"Aku ingin membeli seragam baru, aku tidak ingin Bunda melihatku dengan pakaianku yang seperti ini !" Jelas Rena
"Baiklah !"
Arka segera menyalakan mesin mobilnya dan melaju dengan cepat.