Lost Love In Bloom Again

Lost Love In Bloom Again
Chap. 153



Tak terasa musim telah berganti sejak Rena dan Rangga sepakat mengumumkan pernikahan mereka di halaman instagram mereka masing-masing.


Mengingat pernikahan tiba-tiba mereka di acara pernikahan Ready dan Tika membuat beberapa orang dan kenalan mereka tidak mengetahui berita tersebut.


Seperti yang telah di rencanakan sebelumnya, mereka akan kembali melangsungkan pernikahan resmi mereka dan kali ini keduanya sepakat untuk memilih lokasinya di Bali.


Dan hari itu akhirnya telah tiba, setelah melewati beberapa proses yang cukup melelahkan, mulai dari memilih gaun, MUA, catering, Undangan bahkan sovenir untuk hadiah bagi para tamu mereka nantinya.


Terlihat satu persatu tamu undangan berjalan memasuki lokasi pernikahan yang di usung dengan memakai konsep Rustic (tema yang banyak melibatkan unsur vintage, country dan unsur-unsur kayu.) yang di dukung pemandangan pantai Bali, membuat suasana di tempat itu terasa lebih indah dan tidak membosankan.


Rangga yang memakai jas berwarna putih dan senada dengan warna celananya kini berdiri di depan pendeta, dengan sabar menunggu kedatangan sang mempelai wanita.


Hingga tak berselang lama, semua mata menatap ke arah Rena yang berjalan memasuki altar pernikahan. Ia berjalan dengan anggun di atas hamparan karpet merah panjang sembari merangkul lengan Ayahnya yang juga tak kalah gagahnya.


Wajahnya yang tegas dengan dada yang membusung tegap, mencerminkan bahwa dirinya adalah seseorang yang tegas dan tak mudah untuk di sentuh.


Rangga menatap Rena yang kini sedang berjalan ke arahnya yang juga sedang menatapnya penuh suka cita, Teringat kembali kisah di mana perjalanan cinta mereka di mulai seakan sebuah film pendek yang terputar kembali di memori keduanya.


Saat pertama kali mereka bertemu dan bertengkar.


Kejahilan keduanya yang tidak pernah habis-habisnya.


Pertama kali mereka berciuman yang tidak di sengaja di depan kamar mandi sekolah.


Pertemuan keluarga yang berakhir dengan sebuah perjodohan mereka yang begitu mengejutkan.


Kebrutalan Rangga saat pertama kali mengatakan cintanya yang memaksa.


Dan kecemburuannya yang tak berujung pada Arka.


Keduanya terlihat tersenyum sangat manis.


Hingga pada suatu hari, saat pihak sekolah menggelar pesta kelulusan mereka. Akhirnya keduanya benar-benar telah resmi berhubungan.


Namun mereka tidak pernah menyangka bahwa akan ada tragedi dimana mereka akan berpisah dengan perasaan sakit yang mendalam, keduanya harus terluka saat Monica membawa racun di hari pernikahan mereka.


Masing-masing menjalani hidup dengan bekas luka yang perlahan memudar, hingga pada akhirnya takdir mempertemukan mereka kembali membuat luka tersebut kembali terbuka dengan cara yang berbeda.


Mengingat semua itu, keduanya secara bersamaan menitikkan air mata. Bukan karna merasa sedih, melainkan bahagia.


Bahagia karna pada akhirnya mereka kembali bersama.


Dengan senyum yang mengembang, Rena mengulurkan tangannya menyambut uluran tangan dari pria yang dengan setia menunggunya.


Hingga keduanya berdiri dengan mantap di depan pendeta mengucapkan janji pernikahan yang tidak akan pernah mereka ingkari.


"Saya mengambil engkau menjadi istri/suami saya.


Untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya.


Pada waktu susah maupun senang.


Pada waktu kelimpahan maupun kekurangan.


Pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita.


Sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus.” Ucap keduanya secara bergantian.


Perlahan Rangga maju selangkah, kemudian membuka tudung yang menutupi wajah Rena, lalu mengecup keningnya dalam-dalam.


"Aku tahu kau mungkin sudah mendengar kata ini dariku setiap hari, tapi tetap saja aku ingin mengatakan.. I Love You"


Rena sedikit tertawa saat mendengar ucapan panjang suaminya.


"Perlu kau ketahui, kata yang paling manis darimu yang kudapatkan tiap hari adalah.. saat dimana kau mengatakan tiga kata tersebut. Dan aku juga tidak akan pernah bosan menjawabnya, I Love You Too Suamiku."


Keduanya tertawa kecil dan berbalik menatap semua tamu undangan sembari mengangkat tangan mereka yang saling bertautan.


Dan semuanya bertepuk tangan dengan gemuruh. Hingga kemudian di susul dengan acara-acara selanjutnya.


Pada saat mereka menyambut para tamu, Rena dibuat terkejut saat melihat dari kejauhan sepasang artis yang sangat di idolakannya ternyata hadir di pesta pernikahannya.


"Surprise..." Bisik Rangga yang sejak tadi berdiri disampingnya, yang juga menatap sepasang artis yang tidak lain adalah Raffi dan Nagita kini tengah berjalan ke arah mereka untuk memberikan selamat.


Rena yang masih terkejut hanya bisa menutup mulutnya tak percaya sembari menatap haru bercampur bahagia ke arah suaminya.


"Bagaimana kau bisa tahu ?" Tanyanya sedikit penasaran. Pasalnya dia tidak pernah memberitahukan hal ini pada siapapun termasuk Ibunya.


Rangga yang mendapat pertanyaan tersebut hanya bisa tersenyum sambil mengingat betapa senangnya istrinya itu mendengarkan lagu yang di nyanyikan oleh sepasang artis tersebut. Entah itu memasak, mandi, atau aktivitas lainnya.


"Selamat ya..." Ucap Raffi dan Gigi sembari mengulurkan tangan yang di sambut ramah oleh keduanya.


Untuk beberapa saat mereka sedikit berbincang-bincang dengan tawa yang tercipta di dalamnya. Hingga akhirnya sepasang artis tersebut naik ke atas panggung dan mempersembahkan sebuah lagu untuk kedua mempelai.


...~Kamulah Takdirku~...


Voc. Raffi Ahmad & Nagita Slavina.


Pernah kulihat lukisan cantik


Namun saat kulihat dirimu


Cantikmu mengalahkan semua


Pernah kubaca puisi raja


Syairnya indah getarkan rasa


Namun saat namamu disebut


Ku tergetar jiwa penuh rasa


Tuhan yang berikan rasa cinta


Rasa kasih sayang


Buat apalah susah cari kesana kesini


Sudah didepan mata kamulah takdirku


Tuhan ciptakan aku


Tuhan ciptakan kamu


Kita berdua di izinkan bersama dan bersatu


Selamanya


Seperti embun mengerti pagi


Seperti ombak paham samudra


Kita yang beda tlah disatukan


Dengan kekuatan cinta kasih


Jadilah kisah ini abadi


Kamulah takdirku


Seperti embun mengerti pagi


Seperti ombak paham samudra


Kita yang beda tlah disatukan


Dengan kekuatan cinta kasih


Jadilah kisah ini abadi


Kamulah takdirku


Buat apalah susah cari kesana kesini


Sudah didepan mata kamulah takdirku


Buat apalah susah cari kesana kesini


Sudah didepan mata kamulah takdirku


Buat apalah susah cari kesana kesini


Sudah didepan mata kamulah takdirku


Tuhan ciptakan aku


Tuhan ciptakan kamu


Kita berdua di izinkan bersama dan bersatu


Kamulah takdirku.


Rena dan Rangga terus saling menatap satu sama lain menikmati lantunan lagu tersebut dengan tangan yang saling bertautan dan senyum yang mengembang.


"Aku tidak tahu kapan masalah akan menimpa kami sekali lagi, mungkin nanti, esok atau lusa. Tak ada yang pernah tahu kapan masalah itu akan datang bagai bom waktu yang tiba-tiba meledak kapan saja. Namun satu hal yang pasti, sekarang.. kami bahagia.


Masalah akan terus datang walau aku tidak menginginkannya, karna seperti itulah cara Tuhan mengajarkanku makna dari hidup bahwa tak selamanya langit itu cerah dan tak selamanya hujan membawa bencana.


Masalah adalah guru yang paling kejam untuk mengajariku menjadi manusia yang lebih baik dan bijak dalam mengambil setiap keputusan.


Dan sekarang, bersamanya akan ku lewati semua itu dengan bekal saling percaya dan mencintai, berharap besok akan jauh lebih baik. " Batin Rena.


Tanpa mereka sadari dari kejauhan seorang wanita tengah berdiri di antara kerumunan tamu yang hadir, menatap ke arah mereka dalam diam.


"dr.Cindy...?" Sapa seorang pria yang tidak lain adalah salah satu rekan Rena saat bekerja di rumah sakit dulu.


...~•~Selesai~•~...