
Malam itu, di dalam kamar Rena yang tengah asik membaca sebuah majalah
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu
Ceklek
Pintu terbuka secara perlahan
"Ren, kamu sedang baca apa sayang ?" Tanya Rani sembari mendekati anaknya
"Oh cuman baca majalah saja Bund, ada apa Bun ?! tumben ke kamar Rena ?" Tanya Rena kembali dan memperbaiki posisi duduknya
"Memangnya gak boleh ?" Tanya Rani dengan senyum sambil duduk disamping Rena
"Bunda nih ada ada saja, ya boleh lah, cuman Bunda kan jarang masuk ke kamar Rena, terkecuali ada hal penting yang mau di bicarakan !" Jawab rena sembari membuka lembaran majalahnya, dan tiba tiba ia menatap Ibunya dengan wajah yang penasaran
Sang Ibu hanya tersenyum melihat reaksi anaknya yang cukup paham dan selalu mengerti tentang sikap kedua orangtuanya.
"Besok malam, Rena ikut yah sama Bunda dan Ayah !?" Ajak Rani
"Kemana Bund ?"
"Besok Bunda dan Ayah ada janji makan malam bersama, dengan rekan bisnis Ayah." Jelas Rani
"Emm terus ? kenapa Rena harus ikut ?"
"Gini sayang, Bunda dan Ayah berencana ingin memperkenalkanmu dengan anak dari rekan bisnis Ayah, dan dia seusia kamu loh !" Jelas Rani
"Tapi Bund ?!" Rena mencoba menolak
"Sudah, kali ini kamu tidak bisa menolak, ini hanya makan malam biasa ! Ayah kamu bisa kecewa, kalau kamu tidak menurutinya kali ini." Sambil mengusap pelan rambut Rena kemudian beranjak pergi.
•••
Keesokan malamnya
Di dalam sebuah hotel berbintang, terlihat seorang pria bule duduk disalah satu kursi yang mejanya sudah tertata rapi dengan beraneka ragam makanan yang sudah di sajikan, ia bersama istrinya yang masih terlihat cantik di usianya sudah menginjak 36 tahun, ia terlihat begitu anggun.
"Hei John !" Sapa Jaya sambil melambaikan tangannya
Pria itu segera berdiri dengan senyum wibawa menyambut kedatangan pak Atmajaya bersama keluarga.Begitu pula dengan wanita cantik yang tak lain adalah istri John, namanya Maria, dia sangat bahagia menyambut kedatangan Rani dan juga Rena.
Setelah selesai bersalaman pak John mempersilahkan mereka duduk dan memulai percakapan.
"Jadi ini ya, anaknya Pak Jaya ? cantik yah ?" Ucap Mariah sambil menatap senyum ke arah Rena
"Ah,biasa saja !" Jawab Rani
"Sama seperti Ibunya !" Sambung John, semuanya tertawa, membuat suasana terasa lebih hangat
Mendengar nama Rangga membuat Rena sedikit terkejut.
("Rangga ? ah, mungkin hanya nama yang sama !" ) ia mencoba menenangkan dirinya
"Dia sedang ke kamar kecil, maklumlah, mungkin dia sedikit gugup." Jawab John sambil tertawa meledek putranya
Di tengah obrolan yang hangat itu, tiba tiba seorang pria jangkung nan tampan muncul dari belakang.
"Maaf yah, aku sedikit lama." Sambil menarik salah satu kursi yang masih kosong
Rena yang menyadari kehadiran pria itu mendadak kaget saat melihat, ternyata apa yang sempat ia fikirkan benar benar adalah dia, Rangga si otak mesum
"Kamu !" Dengan ekspresi yang masih bingung Rena menunjuk ke arah Rangga
Rangga berbalik menatap dan ia pun sama terkejutnya seperti Rena
"Kamu, apa yang kau lakukan disini ?" Tanya Rangga
"Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan disini ?"Rena balik bertanya
Matanya semakin membola dan tangannya refleks menutup mulutnya
"Apa jangan jangan kau menguntitku ?!" Seru Rena
"Rena, apa yang kau lakukan ? itu anaknya Pak John !" Bisik Rani sambil mencubit pelan paha putrinya
"Ooh, jadi kalian sudah saling mengenal ?" Ucap John sambil tersenyum memecahkan suasana
"Eh, ia Pah, dia satu sekolah denganku,dan juga kami berada di kelas yang sama !" Jelas Rangga
"Oh, bagus dong ! jadi Papah tidak perlu lagi repot memperkenalkan kalian berdua." Kata John dengan senyum penuh arti
Kemudian kedua keluarga itu menyantap hidangan yang ada, sembari menyantap makanannya, hingga selesai
Setelahnya, Jaya dan John masih asik membicarakan bisnis mereka, begitupun Rani dan Mariah. Tapi tidak dengan Rena dan Rangga, mereka asik dengan dunia mereka sendiri, Sesekali Rena menatap sinis ke arah Rangga,namun Rangga mengabaikannya, dan sibuk dengan Ponselnya untuk membalas pesan dari Monica.
"Jadi, bagaimana dengan masalah yang sudah kita bahas sebelumnya di AS ?" Tanya John
"Aku sangat berharap kalau Rena bisa jadi calon menantu di keluarga kami." Sambung Mariah sambil tersenyum melirik Rena
"Apaaa !" Seru Rena dan Rangga bersamaan, mereka tak sengaja meninggikan suaranya,terkejut karna masih tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.
"Tuh kan, kompak sekali, jadi gemes deh !" Ucapnya, Maria semakin senang melihat reaksi mereka berdua yang secara bersamaan.
Rena memutar bola matanya melirik Rangga dan Rangga melakukan hal yang sama.
Kedua keluarga itu kemudian tertawa bahagia melihat pemandangan yang ada di depannya, terkecuali Rena yang semakin menatap sinis ke arah Rangga,namun kali ini Rangga benar benar tak menghiraukannya sama sekali.